FILM : KUN FAYAKUUN
Sinopsis Sebuah keluarga sederhana yang selalu memegang terhadap keyakinan dan prinsip moral dengan teguh dalam kesehariannya.Hingga suatu saat benar-benar mengalami berbagai macam cobaan yang seakan tidak pernah berhenti.Masa-masa sulit yang terus menerus menghujani,membawa mereka pada sebuah kekuatan keyakinan. Ardan (Agus Kuncoro) seorang tukang kaca keliling.Hidupnya sangat sederhana tetapi Ia tetap gigih berjuang,sabar.tabah dan selalu ikhlas apapun cobaan diberikan kepadanya, itikadnya tetap bulat untuk mewujudkan impian untuk menjadikan keluarganya keluar dari himpitan kemiskinan.Ingin pula mengganti gerobaknya dengan sebuah kios. Beruntung Ardan mempunyai seorang istri (Desi Ratnasari) yang solehah,setia,taat kepada suami dan Tuhannya.Dia juga tidak pernah luput mendoakan dan menanti dengan setia kedatangan Ardan sepulangnya dari berjualan kaca keliling.Senyumannya sangat khas untuk membahagiakan hati Ardan.Tutur katanya pun sangat bijak dihadapan kedua buah hati mereka.Sampai ketika keyakinan itu berada pada titik nadir,ternyata sesuatu terjadi pada keluarga tersebut dari arah yang tidak terduga. Serba Serbi SERBA SERBI - BEHIND IN THE SCENE Bermula dari keprihatinan H.Yusuf Mansyur terhadap tayangan-tayangan bioskop yang diwarnai dengan film-film yang kurang bertanggungjawab terhadap ahlak dan moral.maka tercetuslah sebuah ide memproduksi film dengan tema lain,dengan harapan dapat menjadi tontonan alternatif sekaligus tuntunan. Kenapa mengambil judul "Kun Fayakuun" ? Ayat ini begitu popular,karena seringkali terucap dari bibir Seorang H.Yusuf Mansur dalam penayangan sinetron "Mahakasih" Sejak episode perdana,potongan ayat "Kun Fayakuun" ini begitu lekat dalam hati pemirsa.sampai-sampai ingat "Kun Fayakun",ingat pula pada seorang Ustadz muda yang menjadi pengantar dan penutup tausiyah disinetron "Mahakasih" (RCTI) dengan gaya melantunkan qira'ah-nya yang begitu fasih. Suatu hari H.Yusuf Mansur berdiskusi dengan beberapa sahabatnya,H.Novaris dan H.Dhony,disebuah majelis sebelah rumahnya.darisana muncul ide cerita tentang seorang tukang kaca yang terinspirasi dari testimony seorang jemaah dari daerah di Banten. Singkatnya,tersusunlah naskah dari ide cerita H.Yusuf Mansur.sementara scenario ditulis H.Guntur Novaris.gagasan pertama kami akan membuat sinetron.H.Yusuf Mansur menyiapkan sejumlah uang untuk produksi film tersebut. Sisi lain,dana yang dimiliki saat itu tidak mencukupi untuk produksi sebuah pementasan layar lebar.sehingga uang yang dimiliki akhirnya disedekahkan den mengundur waktu produksi. Subhanallah,diwaktu yang deadline produksi film "Kun Fayakuun" mendapat pinjaman dari sebuah Bank.terlebih jumlahnya melebihi dari yang ditargetkan. SETENGAH HONOR AGUS UNTUK MEMBELI ANAK Setelah proses casting berjalan,sangat sulit mencari tokoh utama pria untuk memerankan Pak Ardan,suatu hari disaat tim casting sudah buntu,H.Yusuf Mansur menelepon H.Dhony selaku produser pelaksana untuk memilih Agus Kuncoro saja sebagai pemeran Pak Ardan,dengan pertimbangan beliau Agus Kuncoro yang cocok untuk peran itu. Suatu hari H.Yusuf Mansur berbincang dengan Agus Kuncoro.dari perbincangan itu Agus bercerita bahwa dirinya sudah tiga Tahun menikah belum dikaruniai anak.saat itu H.Yusuf Mansur dengan nada rendah dan tenang melontarkan kalimat"Gus,kalau mau punya anak,honor kamu yang setengah jangan diambil dan usahakan untuk disedekahkan untuk membeli anak".Nampaknya kalimat pendek H.Yusuf Mansur itu membekas dihati Agus Kuncoro. Perjalanan syuting satu bulan telah dilalui,Agus sebagai pemeran utama tampak lebih capek dibanding pemain lainya.meskipun demikian Agus tidak melewatkan puasa Senin dan Kamis. Diperjalanan satu Bulan syuting itulah terkirim sebuah Short Message Service (SMS) 3 Minggu setelah syuting berakhir.kepada H.Yusuf Mansur "Alhamdulillah,istri saya sudah telat lima Minggu,positif hamil", Subhanallah..... TIADA HARI TANPA DHUHA Tiada Hari dalam sebulan itu tanpa shalat dhuha,sampai-sampai ada seorang kru yang selama hidupnya baru pertama kalinya melaksanakan ibadah shalat dhuha.Tetapi Ia harus mentaati peraturan shalt dhuha yang ditetapkan H.Yusuf Mansur sebagai syarat kru sebelum syuting dilaksanakan setiap harinya.Disamping itu shalat lima waktu otomatis menjadi syarat lainya yang mutlak dan wajib dijalankan seluruh kru film. Sebuah kejadian unik dalam film ini,ada karakter khusus untuk rumah tokoh utama Pak Ardan.Sebuah rumah khas betawi tempo dulu yang digambarkan dalam skrip,tidak kunjung dijaumpai kru untuk dijadikan lokasi syuting.sekalinya ada,kru tidak memungkinkan karena jauh untuk melakukan syuting disana.Dua minggu sudah tim artistic berusaha mendapatkan rumah yang dimaksud.Suaru sore tim artistic patah arang dan mengeluh.Hingga sampailah kabar buruk itu ditelinga H.Dhoni (produser). H.Dhoni pun akhirnya turun tangan mengajak para kru artistic untuk mencari lokasi yang letaknya lebih dekat dari studio mereka,dan menitipkan pesan "jangan lupa menyisipkan waktu doa,libatkan Allah dalam masalah ini" pinta H.Dhoni kepada kru. Subhanallah, pagi itu juga kaki kru dibimbing Allah kesuatu daerah dimana sebuah rumah yang dimaksud ditemukan,persis seperti yang digambarkan dalam naskah dan sesuai dengan keinginan Sang sutradara (Guntur Novaris). Profil Kunfayakuun The Movie Bermula dari keprihatinan H.Yusuf Mansyur terhadap tayangan-tayangan bioskop yang diwarnai dengan film-film yang kurang bertanggungjawab terhadap ahlak dan moral.maka tercetuslah sebuah ide memproduksi film dengan tema lain,dengan harapan dapat menjadi tontonan alternatif sekaligus tuntunan. Kenapa mengambil judul "Kun Fayakuun" ? Ayat ini begitu popular,karena seringkali terucap dari bibir Seorang H.Yusuf Mansur dalam penayangan sinetron "Mahakasih" Sejak episode perdana,potongan ayat "Kun Fayakuun" ini begitu lekat dalam hati pemirsa.sampai-sampai ingat "Kun Fayakun",ingat pula pada seorang Ustadz muda yang menjadi pengantar dan penutup tausiyah disinetron "Mahakasih" (RCTI) dengan gaya melantunkan qira'ah-nya yang begitu fasih. Suatu hari H.Yusuf Mansur berdiskusi dengan beberapa sahabatnya,H.Novaris dan H.Dhony,disebuah majelis sebelah rumahnya.darisana muncul ide cerita tentang seorang tukang kaca yang terinspirasi dari testimony seorang jemaah dari daerah di Banten. Singkatnya,tersusunlah naskah dari ide cerita H.Yusuf Mansur.sementara scenario ditulis H.Guntur Novaris.gagasan pertama kami akan membuat sinetron.H.Yusuf Mansur menyiapkan sejumlah uang untuk produksi film tersebut. Sisi lain,dana yang dimiliki saat itu tidak mencukupi untuk produksi sebuah pementasan layar lebar.sehingga uang yang dimiliki akhirnya disedekahkan den mengundur waktu produksi. Subhanallah,diwaktu yang deadline produksi film "Kun Fayakuun" mendapat pinjaman dari sebuah Bank.terlebih jumlahnya melebihi dari yang ditargetkan. INSPIRING THE MIRACLE Kalau Allah SWT sudah berkata "Kun Fayakuun".. Maha Suci Allah atas segala kekuasaan-Nya,ditangan-Nya dan kepada-Nya segala urusan dikembalikan. Dari Ibnu Abbas berkata,bahwa dia Pernah berada dibelakang untanya Rasulullah SAW.Dan berkata Rasulullah Kepadanya "Wahai anakku,aku akan Mengajarkan kepadamu beberapa Kalimat : jagalah Allah,maka Allah akan Menjaga kamu.jika akan meminta, Mintalah hanya kepada Allah. Kita disuruh untuk meminta kepada Allah, Maka Allah akan kabulkan. " Film ini berkisah tentang perjalanan Doa dari seorang manusia yang Percaya bahwa kekuasaan Allah diatas Segalanya. H.Yusuf Mansyur Testimonial Arifin Ilham_Ustadz Terang Kalahkan Gelap Bergabung dan bergaul tetapi tetap berbeda.dan inilah nuansa baru dalam dunia perfilman.Membangkitkan semangatbaru bagi umat ini.Semangat yang menyalakan lentera dakwah.Jadikan ini sebuah lentera dalam kegelapan.Karena kegelapan tidak akan mampu mengalahkan yang terang,yang terang selalu akan menang permasalahannya hanya soal waktu saja. Hilman_Anak band Generator Hati 90 menit saya menyempatkan waktu untu menyimak serangkaian kisah kehidupan nyata yang dituangkan dalam sebuah pementasan layar lebar.Sungguh luar biasa, keren.! Film ini adalah generator yang kembali mengaliri listrik dan menerangi hati saya yang hampir mati.benar-benar keren! Satu lagi dipenghujung pemutaran film,saya masih mendapatkan siraman rangkaian kata-kata indah dari soundtrack yang dibuat Mas Beni lagunya keren Mas,.kereeen! Salam dari kami anak band. Dian Permata_Ibu Rumah Tangga Kata-kata itu. Subhanallah doanya diijabah oleh Allah dalm suatu helaan nafas yang diluar jangkauan manusia.."Kun Fayakuun." seru! Saya terbungkam mendengar kata itu detak jantung seketika dan mulut ini terkunci rapat.Hanya kata "Subhanallah,subhanallah." yang mampu terucap dari bibir ini.Dan dari film ini pula saya pahami arti hidup sesungguhnya kekuatan doa dan ikhtiar menjadi segalanya. Moko_Eksekutif muda Inspirasi hidup Sebuah film,cermin kehidupan dan figur dalam mensikapi kehidupan.Tutur kata dan sikap yang digambarkan mengingatkan saya pribadi untuk tetap istiqomah dalam melanjutkan perjuangan hidup ini.Saya juga sangat sepakat bahwa perjuangan akan lebih kokoh jika disrtakan dengan ibadah dan doa.Akhirnya saya mengajak,mari kita jadikan doa sebagai senjata untuk sukses dunia dan akhirat. http://kunfayakuunthemovie.com/

