Ass. Ww
Setelah saya baca ulang keterangan yang saya peroleh memang itu tidak
menyatakan Sabda Nabi Muhammad SAW . Kepada pembaca mohon maaf atas
kesalahan ini dan keterangan yang saya dapatkan adalah sebagai berikut :
Beberapa waktu yang lalu CNN mewawancarai seorang Rabi Yahudi tentang
hadits Nabi Muhammad SAW yang berkaitan dengan batu-batu yang berbicara
menunjukkan persembunyian Yahudi kecuali pohon Gharqat. Rabi tersebut
sangat mempercayai hadits tersebut . Dia berkata, "Ya saya percaya yang
dikatakan Muhammad tapi jangan takut ini masih lama." Ketika orang bertanya
, "Kapankah waktu itu datang ?"
Sang rabi menjawab, "Hal itu baru akan terjadi ketika umat Islam yang
datang ke masjid pada sholat Subuh sama dengan jumlah yang datang pada
sholat Jum'at ".
Betapa yakinnya Yahudi terhadap hadits atau berita dari Nabi SAW, tetapi
kita sendiri yang menyatakan sebagai pengikut Nabi Muhammad SAW justru
tidak yakin. Para rabi Yahudi tersebut begitu yakin . Buktinya mereka mulai
menanami tanah Israel dengan pohon Gharqat. Begitu juga di New York ,
tempat Yahudi Orthodoks juga ditanami pohon Gharqat.
Demikian keterangan yang saya dapatkan dan mirip dengan keterangan yang
disampaikan P Amin Widada.
Selajutnya dalam rangka seleksi menjadi umat adil dan pilihan, maka
kegiatan menjalankan sholat Subuh berjamaah di masjid akan menjadi salah
satu bahan pertimbangan penting apakah Banu Jawi atau penduduk tanah Jawa
yang berada di jalan yang lurus berhak menjadi kaum yang memberi petunjuk
dengan yang hak yaitu Al Qur'an dan dengan yang hak yaitu Al Qur'an akan
menjalankan keadilan ke seluruh muka bumi dan juga menjadi kaum yang
dilindungi dari Dajjal yang berarti harus berada di barisan paling depan
dan diharapkan dapat mengalahkannya.
Wassalam
Djarot D
alamat email: [EMAIL PROTECTED]
"amin widada"
<[EMAIL PROTECTED]
.com> To
[email protected]
04/30/2008 12:51 cc
PM
Subject
Re: [Ar-Royyan-7635] Fw: THE
Please respond to BIGGEST ROBBERY OF the 20 th
[EMAIL PROTECTED] century
om
Salam,
Yang dimaksudkan hadits mana, Pak Djarot? (soal kaitan antara sholat
subuh dan Palestina/Yahudi).
Yang saya temukan adalah sbb:
"Seorang penguasa Yahudi berkata: Kami baru takut kepada umat Islam
jika mereka telah melaksanakan sholat Subuh seperti melaksanakan
sholat Jumat."
(di buku "Misteri Sholat Subuh")
Atau cerita sbb:
"Dikisahkan pasca meletusnya perang Mesir-Israel tahun 1973 ada
seorang tentara Mesir yang mengajak berbicara tentara Yahudi yang
paham bahasa Arab. Tentara Mesir itu berkata, "Demi Allah, kami akan
memerangi dan mengalahkan kalian sampai ada di antara kalian yang
bersembunyi di balik pohon dan batu, kemudian pohon dan batu itu
mengatakan,'hai hamba Allah, hai Muslim, ini ada Yahudi di belakangku,
ke mari dan bunuhlah dia'" Tentara Yahudi menjawab,"Semua itu tidak
akan terjadi sebelum shalat subuh kalian sama dengan shalat Jumat"
Ada lagi cerita sbb:
"Ada cerita dari seorang ulama kota New York bernama Syamsi Ali. Sudah
lama beliau tinggal di komunitas yahudi kota itu. Suatu ketika beliau
mengikuti sebuah acara orang-orang yahudi yang diadakan. Saat sesi
tertentu dua rahib saling bercakap. terdengar mereka sedang
membicarakan tentang kaum muslimin beserta kemungkinan bersatunya
mereka. "kita harus waspada dengan shalat jum'atnya ummat islam" kata
seorang rahib. "Shalat jum'at bisa digunakan oleh kaum muslim untuk
saling berkoordinasi dan merencanakan strategi guna menghadapi kita.
Kita harus mengawasi mereka saat shalat jum'at berlangsung" tambahnya.
Mendengar kekhawatiran sang kawan, rahib kedua tertawa. Kemudian
berkata "jangan khawatir saudaraku, shalat jum'at bukanlah ukuran
bahwa kaum muslim telah bersatu. Saat itu jumlah mereka memang
berlipat, tapi tidak kuat. Mereka sebenarnya terpecah". Sambil
mendekatkan kepalanya ke telinga sang rahib kedua ini berbisik "kita
justru harus mengkhawatirkan shalat subuh mereka, ummat islam akan
menjadi penghalang yang kuat manakala shalat subuh mereka sama dengan
shalat jum'atnya"
-------
Sekedar mengingatkan, hati-hati menisbatkan suatu kalimat sebagai
"sabda/hadits Rasulullah". Ada sanksinya lho .. (tapi saya lupa apa
...)
Lagian, kalimat itu juga tidak bisa disikapi secara leterlek. Bukan
sholat subuhnya itself, tapi tingginya kualitas keIslaman setiap
muslim, yang berimbas ke kualitas soliditas dan solidaritas. Tidak
seperti sekarang, ketika ada yang mengekspresikan dukungan ke
Palestina, ada sebagian umat yang justru sinis: ngapain peduli
Palestina, wong jalan-jalan di perumahannya sendiri masih
bolong-bolong belum diperbaiki kok ....
Wallahu a'lam,
wassalam,
--amin
Pada tanggal 30/04/08, [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
menulis:
>
> Ass. Ww
> Dan satu lagi cara untuk mengembalikan tanah Palestina kepada rakyat
> Palestina.
> Cukup mudah dan dapat anda lakukan mulai besok. Bagi semua laki-laki
> muslim, sholatlah Subuh berjamaah di masjid-masjid di sekitar rumah anda.
> Nabi Muhammad SAW telah menyatakan penjajah bangsa Palestina dapat
> dikalahkan pada saat Sholat Subuh yang dilaksanakan di masjid-masjid
penuh
> sampai di luarnya sama dengan saat sholat Jum'at. Jangan tunda lagi,
mulai
> besok pagi, jadikan sholat Subuh di masjid-masjid sekitar rumah anda sama
> keadaannya dengan sholat Jum'at. Ini cara kita membuktikan dukungan kita
> pada rakyat Palestina.
> Jika hal ini terjadi, maka sabda Nabi Muhammad SAW akan menjadi kenyataan
> pula.
> Wassalam
> Djarot.
>
> alamat email: [EMAIL PROTECTED]
------------------------------------------------------------------
- Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 -
- Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com -
Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyalaahu anhu ia berkata: Rasulullah
Shalallaahu alaihi wasalam biasa bernafas tiga kali sewaktu minum. (HR.
Muttafaq alaih) Yaitu bernafas di luar gelas. Beliau melarang bernafas di
dalam gelas sewaktu minum dan beliau juga melarang meniup minuman.
(Sebagaimana yang disebutkan dalam HR. At-Tirmidzi)
------------------------------------------------------------------
- Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 -
- Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com -
Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyalaahu anhu ia berkata: Rasulullah
Shalallaahu alaihi wasalam biasa bernafas tiga kali sewaktu minum. (HR.
Muttafaq alaih) Yaitu bernafas di luar gelas. Beliau melarang bernafas di dalam
gelas sewaktu minum dan beliau juga melarang meniup minuman. (Sebagaimana yang
disebutkan dalam HR. At-Tirmidzi)