ada yang menyaksikan SAVE OUR NATION di MetroTV tadi malam ?
Dari tayangan tersebut Anda bisa simpulkan sendiri, dalam kelompok mana
MetroTV ? Silahkan Anda berkomentar mengenai tayangan tersebut.
----- Original Message -----
From: "A. Yahya Sjarifuddin" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>; <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Thursday, June 05, 2008 10:07 AM
Subject: [Ar-Royyan-7768] Ya Allah, masukanlah aku kedalam golongan orang
yang Sedikit
Assalamu'alaikum wr wb.
Semakin lama, sepertinya tidak sulit juga mencari mana yang
pluralisme dan liberalisme di negeri ini :)
----------------------------
Metro TV Panggil *Rizieq Syihab Tanpa *Habib
Kamis, 5 Jun 08 06:35 WIB
Shakespeare pernah berkata, "Apalah artinya nama?" Bagi sastrawan
tersebut, nama tidaklah penting karena yang penting adalah
esensinya. Tapi tidak demikian bagi Iwan Fals dengan Kantata
Takwanya. Bagi Iwan Fals cs, nama atau kata-kata itu sangat
penting sehingga mereka menegaskan, "Perjuangan adalah
pelaksanaan kata-kata."
Bagi siapa pun yang pernah mempelajari ilmu kata, misal dalam
dunia humas atau pun jurnalistik, pasti menyadari pentingnya
pemilihan kata dalam sebuah artikel atau pemberitaan. Dengan
pemilihan atau penghilangan istilah atau kata, sebuah artikel
bisa dikendalikan atau dibuat `efek khusus' dengan tujuan si
pembaca atau pendengar akan menangkap pesan-pesan tersembunyi
dari yang membuat berita atau tulisan. Atau lebih tegasnya,
dengan pemilihan istilah dan kata di dalam pemberitaan, si
pembuat berita sesungguhnya hendak menyampaikan pesannya kepada
masyarakat luas. Pemilihan kata dan istilah dalam satu
pemberitaan bisa menyibak ideologi yang dianut oleh si pembuat
berita.
Terkait dengan pemilihan istilah, jika kita mencermati tayangan
teve di negeri ini, maka ada hal menarik yang terjadi. Di saat
semua saluran teve menayangkan penangkapan dan pengusutan kasus 1
Juni 2008 di Monas, semua teve menyebut pimpinan Front Pembela
Islam (FPI) dengan sebutan Habib Rizieq, nama yang sudah sangat
dikenal masyarakat.
Namun beda dengan MetroTV. Stasiun teve yang dimiliki Surya
Paloh, konglomerat dari Partai Golkar, yang banyak menampilkan
orang-orang dari kubu liberal dan juga siaran teve Amerika (VOA)
ini menghilangkan kata `Habib' untuk menyebut Habib Rizieq dan
hanya menggunakan istilah `Rizieq Syihab'. Ini jelas pesannya,
yakni hendak `melucuti' Habib Rizieq sebagai Habib dan Ulama
sehingga khalayak ramai akan mengira Habib Rizieq bukanlah
seorang ulama yang memiliki ilmu keagamaan yang mumpuni dan luas.
Namun untuk menyebut seorang Abdurrahman Wahid, MetroTV tetap
mempergunakan sebutan `Gus Dur' atau "KH. Abdurrhaman Wahid" (Gus
artinya "anak bagus", dan `KH' artinya `Kyai Haji'). Padahal
jelas, manusia yang satu ini adalah sekutu Zionis-Israel. Bulan
lalu saja, tokoh yang oleh ulama NU (alm) KH. As'ad Syamsul
Arifin dianggap sebagai "Imam yang kentut" tersebut baru pulang
dari Amerika setelah menerima Medali Penghargaan (Varlor of
Medal) dari kelompok Zionis Israel di AS. Durahman juga merayakan
60 tahun "kemerdekaan Israel" yang sesungguhnya bagi Muslim
Palestina merupakan hari dimulainya pembantaian besar-besaran
Muslim Palestina yang dilakukan oleh Zionis-Israel. Tapi manusia
yang satu ini tetap disapa dengan istilah `Gus Dur' atau `KH.
Abdurahman Wahid' oleh Metro TV, sebuah istilah penghormatan.
Metro TV sah-sah saja dengan semua ini. Tapi bagi kita, hal ini
telah memperlihatkan ideologi sesungguhnya. (rz)
http://www.eramuslim.com/berita/nas/8605062913.htm
FPI Berdzikir, AKKBB Nyalakan Lilin
Rabu, 4 Jun 08 03:00 WIB
Kirim teman
Sejak tengah malam, Jalan Petamburan III yang telah dihalangi
sejumlah bambu yang dililit kawat duri tampak dipenuhi oleh massa
dan simpatisan Front Pembela Islam. Jalan selebar lebih kurang
lima meter yang berada di depan markas FPI tampak ditutupi karpet
dan tikar seadanya. Acara dzikir bersama dilantunkan dipimpin
oleh Ustadz Alwi dari FPI.
"Kami di sini, malam ini, berdzikir kepada Allah agar kami diberi
kekuatan menghadapi cobaan ini dan semoga Allah membuka mata hati
saudara-saudara Muslim yang ada di mana pun agar bisa membeakan
mana yang haq dan mana yang bathil, " ujar Ust. Alwi.
Suasana syahdu tampak terasa di sekitar markas FPI ini. Lantunan
ayat-ayat suci dan dzikir terus bergema memenuhi langit
Petamburan.
Sementara itu, di Yogyakarta, puluhan massa Gerakan Integrasi
Nasional (GIN) yang termasuk dalam kelompok AKKBB menggelar malam
renungan dengan menyalakan lilin. Menyalakan lilin bukan bagian
dari tradisi Islam, melainkan tradisi orang-orang kafir. Walau
demikian, sejumlah perempuan berkerudung ketat (bukan jilbab)
tampak mengikuti acara tersebut. Entah, mereka paham atau tidak
bahwa Rasulullah SAW empatbelas abad lalu sudah memperingatkan
umatnya agar tidak sekali-kali menyerupai atau melakukan hal-hal
yang menyerupai orang kafir, seperti menyalakan lilin untuk suatu
acara tertentu.
Hal yang dilakukan AKKBB memang tidak istimewa. Karena aliansi
yang terdiri dari banyak orang dari agama yang berbeda tersebut,
bahkan ada yang mengaku tidak beragama namun menggunakan istilah
'penghayat terhadap ketuhanan'--sudah terbiasa atas nama
pluralisme dan liberalisme mengerjakan hal-hal yang bukan
tuntutan agamanya sendiri. Abdurrahman Wahid sebagai sesepuh
AKKBB misalnya, sering berkunjung ke gereja dan bahkan ke Israel
menemui tokoh-tokoh Zionis di sana sembari mengecam HAMAS yang
merupakan kelompok pejuang kemerdekaan Palestina.
Dari dua momen ini sudah jelas bisa ditangkap simbol-simbol atau
ideologi kedua kelompok tersebut. FPI jelas berideologi Islam
dengan menggelar acara dzikir, sedangkan yang menyalakan lilin di
Yogya adalah elemen dari AKKBB. (rz)
----------------------------
Semoga kita dijadikan dan dimasukan ke dalam golongan yang
sedikit, seperti doa sahabat:
"Ya Allah, masukanlah aku kedalam golongan orang yang Sedikit".
http://prabu.wordpress.com/2008/01/08/ya-allah-jadikanlah-aku-yang-sedikit/
-- A. Yahya Sjarifuddin
------------------------------------------------------------------
- Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 -
- Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com -
Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyalaahu anhu ia berkata: Rasulullah
Shalallaahu alaihi wasalam biasa bernafas tiga kali sewaktu minum. (HR.
Muttafaq alaih) Yaitu bernafas di luar gelas. Beliau melarang bernafas di
dalam gelas sewaktu minum dan beliau juga melarang meniup minuman.
(Sebagaimana yang disebutkan dalam HR. At-Tirmidzi)
--
No virus found in this incoming message.
Checked by AVG.
Version: 7.5.524 / Virus Database: 269.24.6/1484 - Release Date: 6/4/2008
4:40 PM
------------------------------------------------------------------
- Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 -
- Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com -
Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyalaahu anhu ia berkata: Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam biasa bernafas tiga kali sewaktu minum. (HR. Muttafaq alaih) Yaitu bernafas di luar gelas. Beliau melarang bernafas di dalam gelas sewaktu minum dan beliau juga melarang meniup minuman. (Sebagaimana yang disebutkan dalam HR. At-Tirmidzi)