Nah.. gitu dong..!...

Bagi rekan2 yang punyak akses internet bisa juga ikut isi polling
setuju/tidak setuju pembubaran FPI, di Liputn 6 .com & detik.com, yang
alhamdullilah sampai saat ini masih banyak yang MENOLAK FPI di bubarkan.

 

Wassalamu alaikum, sdk

 

 

09/06/2008 12:29 Kasus FPI
LPBH NU Siap Bela Habib Rizieq dan FPI 

Liputan6.com, Jakarta: M. Soleh Amin dan empat rekannya dari Lembaga
Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama menjenguk Ketua Umum Front
Pembela Islam Habib Rizieq Shihab di ruang tahanan Kepolisian Daerah
Metro Jaya, Senin (9/6). Dalam kunjungan tersebut LPBH NU juga
menyatakan telah bergabung dengan Tim Advokasi Anti-Ahmadiyah yang
membela perkara Rizieq dan tujuh anggota FPI lainnya.

LPBH NU mendukung FPI karena Ahmadiyah dinilai telah menistakan agama
Islam dan bukan sebagai kebebasan beragama. LPBH NU menginstruksikan
agar warga NU tidak terpancing bentrokan dengan anggota FPI. Sementara
itu, hari ini Rizieq juga mendapat kunjungan koordinator FPI dan
beberapa habib dari Jakarta [baca: Habib Rizieq Tetap Minta Ahmadiyah
Dibubarkan <http://www.liputan6.com/hukrim/?id=160521> ].(YNI/Tim
Liputan 6 SCTV)

 

 

________________________________

From: FPS Indonesia (Jkt) - Mr. Jaerony S
[mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Monday, June 09, 2008 9:17 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [Ar-Royyan-7787] Save Our Nation...!!!

 

Asslmkm.Wr.Wb.

 

Nyambung dengan tanggapan Pak Ustadz di bawah, ada info dari kawan bahwa
Hotel Sofyan, Jakarta (yang saya tahu Jakarta, entah di kota lain)
nawarin diskon 40% biaya nginap jika pakai Kartu Mandiri. Kantor saya
(karena memang langganan) minggu ini insya Allah akan pakai.

 

Maaf ini bukan iklan, tapi kalau memang demikian kawan yang dari Bank
Mandiri bisa tambahin info? Terima kasih.

 

Tambahan lagi, di kantor semua pakai bank muamalat yang salah satu
layanannya adalah ATM Muamalat. Karena pakai ATM-Bersama, maka
penggunaan Kartu ATM ini malah lebih fleksible.

Sok ... lah, jangan lama-lama NATO.

 

Wassallam / Jaerony.-

 

        ----- Original Message ----- 

        From: Abu Ghazali <mailto:[EMAIL PROTECTED]>  

        To: [email protected] 

        Sent: Saturday, June 07, 2008 9:30 PM

        Subject: Re: [Ar-Royyan-7787] Save Our Nation...!!!

         

        Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
        
        Lucu, ikhwan yang menanggapi sikap Rizal Malarangeng,
menggunakan bahasa  yang sama seperti yang digunakan Rizal Malarangeng,
yaitu kata-kata kasar dan mengumpat. Lalu apa bedanya dengan sikap
Rizal Malarangeng dalam mengumpat orang lain. Lupakah ikhwan sekalian,
bagaimana sikap Rasulullah SAW ketika baginda dilempari batu oleh
masyarakat Thaif. ? Ingatlah, bagaimana  sikap Rasulullah terhadap
tetangganya yang Yahudi yang setiap hari meletakkan kotoran di depan
rumah Baginda.  Tahukah ikhwan sekalian, bagaimana setiap hari
Rasulullah SAW menyuap seorang  Yahudi yang buta matanya yang setiap
hari  mencaci maki baginda.?  Sejarah mencatat, semua penduduk Thaif,
tetangga Yahudi dan  orang Yahudi yang buta tersebut, akhirnya masuk
Islam karena kemuliaan akhlak Rasulullah
        
        Saya menghargai reaksi ikhwan sekalian sebagai manifestasi dari
kecintaan kepada kemurnian, kewibawaan dan keagungan umat Islam dengan
al-Qur'an dan As-Sunnahnya. Oleh karena itu, tolong perhatikan metode
yang diajarkan al-Qur'an dan Sunnah Rasul tentang adab dalam berbeda
pendapat dan bagaimana caranya berdebat dan berargumentasi. Pada
kesempatan ini, saya menyarankan ikhwan sekalian, termasuk diri saya
sendiri, untuk kita mengurangi wacana dan memulai dengan aksi yang
konkrit, antara lain:
        1. Segera tarik semua simpanan uang antum yang ada di bank non
syariah
        2. Jangan berbelanja di mall atau supermarket milik non muslim
atau muslim yang sekuler
        3. Kalau bertugas ke daerah, jangan nginap di hotel berbintang,
kecuali dipastikan hotel itu milik pengusaha muslim yang saleh. Carilah
penginapan atau hotel tidak berbintang yang biasa milik pribumi
        4. Jangan berlangganan majalah atau koran, kecuali dipastikan
majalah dan koran itu milik pengusaha muslim yang tidak beraliran
sekuler
        5. Jangan menonton program TV apa pun kecuali program dakwah
oleh da'i atau tokoh Islam yang memperjuangkan syariat Islam. Kalau
terpaksa harus mengikuti warta berita, mungkin TVRI bisa dipertimbangkan
untuk diikuti warta beritanya
        
        Demikian beberapa catatan saya, semoga mendapat ridhah dari-Nya.
Amiin
        
        Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
        
        Ikhlas dari,
        
        Abu Ghazali
        
        
        
        

        ----- Original Message ----
        From: Agus Rasidi <[EMAIL PROTECTED]>
        To: MILIS DKM AL IKHLAS <[EMAIL PROTECTED]>; MILIS AR-ROYYAN
<[email protected]>
        Sent: Friday, June 6, 2008 2:02:29 PM
        Subject: [Ar-Royyan-7787] Save Our Nation...!!!

        Save Our Nation...!!!
        
        

         

        Saya menulis blog ini karena risih selepas melihat acara Metro
TV semalam, yaitu acara "Save Our Nation" yang dipandu Rizal
Mallarangeng dan menghadirkan 2 narasumber Sri Adiningsih dan Didik
Rachbini (Rabu, 20 September 2006 jam 20.00 WIB). 
        
        Acara ini menjadi jauh dari makna judul acaranya "Save Our
Nation" dan semata dikarenakan faktor pemandu acaranya. Acara ini
terlalu amat sangat kental dengan nuansa propaganda globalisasi, neo
liberalisme, dan kapitalisme ala Rizal Mallarangeng. Rizal Mallarangeng
semua orang sudah faham, adalah antek globalisasi dan neo liberalisme,
yang di forum apapun selalu dengan arogan dan merasa paling benar
mengatakan bahwa bangsa Indonesia harus segera sadar untuk segera
menerima arus globalisasi dan perdagangan bebas tanpa syarat, karena itu
adalah syarat mutlak Indonesia untuk bersaing dan berkompetisi di era
modern. Globalisasi adalah sarana Indonesia untuk berdiri sejajar dengan
bangsa-bangsa lain di dunia, liberalisme adalah pilihan satu-satunya
Indonesia untuk bisa dihormati bangsa-bangsa lain. Proteksi, subsidi,
ekonomi kerakyatan menurut dia adalah pandangan kuno yang sudah tidak
relevan dan harus ditinggalkan. 
        
        Rizal seolah tidak mau membuka mata sedikitpun atas berbagai
kerugian yang diderita karena paham liberalisme yang telah banyak
merasuk di Indonesia. Carefour dan Giant Supermarket yang mematikan
pasar tradisional, impor beras besar-besaran yang merugikan petani,
masuknya pakaian-pakaian jadi dari Cina yang mematikan industri garmen
dalam negeri, kenaikan harga BBM yang ternyata dipicu kepentingan
investor asing dan nyata-nyata merugikan rakyat serta bahkan terbukti
meningkatkan angka kemiskinan Indonesia. Rizal juga seolah tidak ingin
tahu bila murahnya harga pesawat yang bisa dinikmati di Indonesia
sekarang sama sekali tidak memerlukan paham globalisasi, sebagian besar
bangsa Indonesia sekarang ini adalah mereka yang hidup di pedesaan yang
nyata-nyata tidak memerlukan bisnis ala globalisasi, laju perekonomian
rakyat di pelosok tanah air sama sekali tidak memerlukan paham
liberalisme pasar yang pada akhirnya hanyalah paham untuk menguntungkan
para kapitalis dan pemodal. 
        
        Maka jika kita menyimak acara "Save Our Nations" semalam, Rizal
yang seharusnya memandu acara, justru mendominasi acara dengan
propagandanya, walau para pengamat yang diundangnya acap kali menyangkal
apa yang dikatakan Rizal. Dan yang sangat menggelikan adalah ketika
Rizal dengan bodoh menayangkan sebuah hasil polling untuk menunjukkan
bahwa walaupun LSM-LSM penentang IMF dan Bank Dunia aktif berdemonstrasi
di berbagai tempat, namun rakyat tidaklah mendukung mereka, karena hasil
polling lebih menunjukkan simpati kepada hasil kerja IMF dan Bank Dunia.
Hasil polling mana yang ditunjukkan Rizal? Ternyata hasil polling sebuah
lembaga survey di New York!! Alangkah bodohnya... Ketika dia memandu
dialog "Save Our Nations" di Metro TV, maka dia pikir ini adalah acara
"Save Our America.." !!?? 
        
        Sangat disayangkan Metro TV menayangkan acara berbau propaganda
seperti ini dengan pemandu acara berwawasan dangkal dan sangat arogan
karena merasa paling benar tanpa mau mendengarkan pendapat orang lain.
Saya kira bila acara ini berjudul "Save Our Nations", maka saya berpikir
Indonesia harus diselamatkan dari orang-orang seperti Rizal Mallarangeng
ini. Orang-orang seperti Rizal, Aburizal Bakrie dkk., yang didukung oleh
donor-donor berpaham neo liberalisme pendukung globalisasi dan pasar
bebas, kita sadari saat ini telah menguasai urat nadi panggung politik
dan pemerintahan Indonesia. Kita mengkhawatirkan sepak terjang mereka
memanfaatkan kekuasaan demi kepentingan segelintir elit dan para pemilik
modal kaum kapitalis global, serta justru menyengsarakan sejumlah besar
masyarakat Indonesia lainnya.
        
        Saya bukannya anti globalisasi sepenuhnya, karena bagaimanapun
sebagian bangsa Indonesia tetap bisa mengambil keuntungan di dalamnya.
Tetapi menerima paham globalisasi dan liberalisme tanpa reserve, apalagi
sampai tergoda dan terjebak dalam belenggu utang yang ditawarkan IMF dan
Bank Dunia hingga kita harus bertekuk lutut di hadapan mereka, ini
sangat tidak bisa diterima. Kita patut waspada, karena bagaimanapun
sebagian besar masyarakat Indonesia tidak ingin terjebak dalam iklim
persaingan yang saling mematikan, tetapi jauh lebih membutuhkan daya
tahan dan kestabilan iklim usaha untuk kehidupan perekonomian yang lebih
menyejahterakan. 
        
        
http://www.ekonomirakyat.org/galeri_opi/opini_9.php?parameter=1&nowstage
=2&nowpage=20

         

Kirim email ke