Meraih "Kekuatan" Lewat Tahajud 

Dari dua dini hari hingga subuh hampir tersentuh, waktu-waktu ini disambut para 
muhsinun dengan wajah penuh cahaya. Sepertiga malam terakhir adalah malam yang 
diyakini bertabur mukjizat. Tetesan dan percikan air wudlu  yang jatuh ke bumi 
menambah indah malam yang hening. Santai dan rileks.  Mereka pun mengerjakan 
shalat tahajud. Shalat yang didirikan setelah  terjaga dari tidur.

Sembilan cawan perkara siap disuguhkan Allah kepada para muhsinun. Lima cawan 
perkara di dunia dan empat cawan perkara di akhirat. Sembilan cawan perkara itu 
akan memuliakan para muhsinun. 

Lima perkara itu antara lain : 

  1.. Allah menjaganya dari bencana-bencananya. 
  2.. Tampak bekas taat di wajahnya. 
  3.. Ia akan disenangi oleh hamba-hamba yang shalih bahkan oleh semua manusia. 
  4.. Katanya-katanya mengandung hikmah; 
  5.. Allah memberikannya rezeki kepahaman terhadap agama. 

Adapun yang empat di akhirat adalah :

  1.. Dibangkitkan dari kubur dengan wajah yang putih dan cemerlang. 
  2.. Dimudahkan baginya hisab; 
  3.. Berjalan di atas shirat (jembatan di akhirat) laksana kilat (bagai petir 
menyambar) 
  4.. Diberikan kitab catatan amalnya melalui tangan kanan pada hari kiamat

Demikian nukilan keutamaan dari buku The Power of Tahajud yang ditulis Ahmad 
Sudirman Abbas, terbitan Qultummedia. Buku ini dibuka dengan pemahaman soal 
Shalat Tahajud pada bagian pertama. Dari Pengertian, keutamaan, tata cara 
shalat tahajud hingga perenungan soal shalat ini.
Tentang perintah menegakkan shalat tahajud disebutkan dalam  Surat Al Isra 
[17]: 79 "Dan pada sebagian malam hari, bertahajudlah kamu sebagai suatu ibadah 
tambahan bagimu. Mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat terpuji." 

Dalam bab dua kisah nyata pelaku tahajud diungkapkan penulis. Misalnya Prof.Dr. 
Harun Nasution, mantan rektor UIN Jakarta yang didekatkan peristiwa-peristiwa 
di luar akal manusia. Kedekatan pada alam ghaib ditunjukkan dalam keseharian 
Harun Nasution. Tabir gaib yang terbuka dihadapannya tak membuatnya takut. 
Setelah berkonsultasi dengan Abah Anom, seorang ulama dari Tasikmalaya, 
kejadian-kejadian “horor” membuatnya lebih maklum dan terbiasa. Sebagai pelaku 
tahajud beliau lebih merasa tenang dan tabah. 

Tentang waktu-waktu dini hari, ada sebuah saran dari Prof. Dr. Harun Nasution 
kepada Prof. Dr. Ahmad Sukardja, S.H. MA, saat ingin meraih gelar doktor, 
"menulislah pada pukul 02.00 dinihari atau pukul 03.00 dinihari. Nasihat ini 
dilakukan, alhasil disertasinya selesai dalam tempo cepat. Inilah tips penting 
dari beliau soal bangun tengah malam untuk beribadah dan berkontemplasi. 

Dalam buku The Power of Tahajud ini, banyak manfaat dari shalat tahajud antara 
lain : memberikan kekuatan lahir dan batin, memberikan perasaan tenang, 
memberikan posisi terhormat (maqam mahmuda), memberikan tahajud, dan lain 
sebagainya. Selamat meraih manfaat lewat tahajud. 

THE POWER OF TAHAJUD : Cara dan Kisah Nyata Orang-orang Sukses

Niat pembuatan buku inilah yang patut diacungin jempol. Karena tidak lain dan 
tidak bukan adalah untuk terus mengajak para pembacanya berupaya menegakkan 
sholat malam atau tahajud…

Penggambaran kisah nyata pelaku tahajud oleh beberapa orang dalam buku ini 
membuat kita cukup tergugah untuk mencoba memotivasi diri dengan trik dan tips 
yang diberikan oleh si pengarang. 
[Catatan : Meskipun pernyataan bahwa pelaku tahajud adalah orang-orang sukses, 
hingga detik Saya membacanya hanya dua tokoh pertama saja yang Saya kenal, 
selebihnya saya tidak tahu siapa tokoh tersebut, sehingga membuat saya 
mempertanyakan kembali judul buku yang mencantumkan kata “orang-orang sukses”. 
Karena sepertinya terjadi perbedaan persepsi atas judul tersebut dengan apa 
yang dipaparkan oleh si penulis dalam buku ini]. 

Terlepas dari kenyataan bahwa sebetulnya buku ini juga banyak menggambarkan 
kondisi kehidupan si penulis yang amat percaya diri ini [-bahkan Saya 
menilainya sebagai suatu bentuk Curhat : curahan hati, karena banyak cerita 
yang terkait upaya penulis dalam menyelesaikan sekolahnya yang digambarkan 
sangat singat dengan hasil terbaik serta termasuk masalah “perselisihan”nya 
antar sejawat..yang menurut hemat Saya tidak penting untuk ditulis dalam buku 
ini, kecuali jika buku ini merupakan biografy…]
Namun… buku ini tetap memberikan banyak inspirasi dan motivasi bagi kita untuk 
mau bangun malam dan menegakkan sholat Tahajud. 

Salah satu dari sekian banyak hikmah Tahajud yang digambarkan dalam buku ini 
adalah apabila kita sholat tahajud, maka setelahnya pikiran kita akan jernih 
dan dapat melakukan banyak hal yang kratif pada hari tersebut. Termasuk 
diantaranya menulis karya-karya kita. 
[Hal inilah yang cukup menggugah Saya untuk kembali ke track hidup semestinya, 
yakni menyelesaikan tugas akhir kuliah Saya…  ]

Kirim email ke