Yang JIL disini siapa ya? Mau saya remove dari member milis :)
-- A. Yahya Sjarifuddin.
-------- Original Message --------
*Subject:* : Saksikan Tonight 22.00 di "metro TV "acara Today's Dialogue "
"metro TV "Perlukah Memberikan Bantun Kemanusiaan kepada Palestina?
Kembali JIL Bela Israel, Tuduh HAMAS Teroris Bak aksi demo di lapang
terbuka, shooting acara Today's Dialogue Metro TV pun diwarnai
sorakan penonton, bahkan teriakan kekesalan. Untung saja tidak ada
satu pun penonton di studio yang sampai melempar sepatu kepada salah
satu pembicara dalam acara itu, yang berlangsung pada Senin sore
(12/01/2009) di Jakarta. Pasalnya, penonton menuding salah satu
pembicara yakni Chairman Jaringan Islam Liberal (JIL) Luthfi
Assyaukanie sebagai 'humas' Amerika yang mendukung penjajahan Israel
di Palestina. Bahkan salah satu pembicara lainnya, Ketua Badan
Hubungan Luar Negeri DPP PKS Luthfi Hassan Ishaaq sampai menepuk-
nepuk pundak Assyaukanie sambil berkata "Kakek Anda juga dulu
dibilang teroris oleh penjajah Belanda!" menanggapi pernyataan
Assyaukanie yang menyebutkan bahwa Hamas adalah teroris bukan
institusi negara sehingga Israel tidak mau duduk berunding satu meja.
Assyaukanie mengatakan bahwa sudah seharusnya dunia Islam terutama
negara-negara Timur Tengah melakukan perundingan dengan Israel
melalui Jordan atau negara Islam lainnya yang memiliki hubungan
diplomatik dengan Israel. Chairman JIL ini pun menyatakan lebih
lanjut bahwa selain itu juga harus melakukan lobi yang lebih kuat
lagi kepada Amerika sampai melebihi kekuatan lobi Israel. Sehingga
Amerika bisa menekan Israel untuk menghentikan serangannya ke
Palestina.
Teriakan "huuuuuu" penonton kembali ditujukan pada
Assyaukanie. "Berapa lama menunggunya, sampai orang Islam di
Palestina habis semua?" sanggah Hassan dan disambut takbir oleh
penonton. Mengingat sampai acara ini berlangsung warga yang menjadi
korban meninggal sudah tembus angka 900 dan luka-luka di atas 3500
orang yang sebagian besarnya adalah wanita dan anak-anak. Resolusi
Gencatan Senjata PBB yang dikeluarkan Kamis (8/01/2009) pun menambah
ratusan koleksi resolusi yang selalu dilanggar Israel terkait
agresinya selama ini.
Berbeda dengan Assyaukanie, Jubir HTI Ismail Yusanto menyatakan
justru Israel adalah anjing herdernya Amerika yang sengaja diikat di
Timur Tengah untuk menakut-nakuti para penguasa negeri Islam itu,
sehingga mereka mau tetap tergantung pada Amerika.
Penonton kembali bertakbir.
Dalam program yang bertema Perlukah Memberikan Bantun Kemanusiaan
kepada Palestina tersebut Yusanto menyatakan ada dua masalah dalam
hal ini yakni korban dan pembantai. Untuk korban solusinya tentu saja
diberikan obat-obatan, makanan dan bantuan kemanusiaan lainnya.
Sedangkan untuk pembantai hanya satu solusinya yakni lawan dengan
senjata. Karena hanya itu lah bahasa yang dapat dimengerti Israel.
Sehingga sudah seharusnya para penguasa negeri kaum Muslim menyadari
hal ini, bersatu dan mengerahkan pasukannya melawan Israel dengan
Jihad.
"Tidak mungkin pernah bersatu!" sanggah Assyaukanie. Mendengar
sanggahan itu penonton pun nampak geram dan kembali
berteriak "huuuuuu…". Namun walaupun diselimuti rasa kesal salah
satu penonton sempat berkelekar kepada Media Umat, "Untung saya tidak
pakai sepatu, kalau pakai, saya lempar tuh ke kepalanya!" ujar Pramu
salah satu penonton di studio sambil menunjukkan sandal yang
dipakainya.
Kita tidak tahu apakah Luthfi masih tetap membela Israel kalau
rumahnya sendiri yang dibombardir Israel yang menewaskan seluruh
keluarganya! (mediaumat.com, jokoprasetyo) .
Simak Selengkapnya:
* Dalam Today's Dialogue, Malam Ini (Hari Selasa, 13 Januari 2009),
Pukul 22.05 di Program METROTV.
__._,_.___
--
--
Achmad Y. Sjarifuddin.
E-mail: abu [at] lathiifa.com
Website: http://www.lathiifa.com
------------------------------------------------------------------
- Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 -
- Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com -
Rasulullah SAW bersabda, Allah memiliki sembilan puluh sembilan nama,
seratus kurang satu. Barangsiapa memperhitungkannya dia masuk surga.
(Artinya, mengenalnya dan melaksanakan hak-hak nama-nama itu) (HR. Bukhari)