Pak diganti dengan rokok lintingan aja...jadi tetap beli tembakau dari petani Indonesia (maaf bukan iklan partai).
2009/1/13 amin widada <[email protected]> > Ketika anggota parlemennya pada menerima gratifikasi, Yenny Wahid > membelanya dengan mengatakan: mereka tidak salah, karena gratifikasi > itu dianggapnya "shodaqoh". Lagipula, "shodaqoh" itu tidak dinikmati > sendiri, tapi digunakan untuk pembangunan masjid/pesantrennya. > > Demikian pula cara pandang sebagian saudara kita dalam mensikapi "uang > rokok". Bagaimana bisa dinilai "haram", wong milyaran "shodaqoh" > pabrik rokok sudah digelontorkan untuk pengembangan pesantren, bea > siswa santri, dsb? > > Wallahu a'lam. > Wassalam, > --amin > > Pada tanggal 13/01/09, Agus Rasidi <[email protected]> menulis: > > > > Subject: Merokok = Menyumbang Rp 360 Trilyun/tahun Kepada Pengusaha Kafir > > > > > > Assalamu'alaikum wr wb, > > > > Berikut Email dari teman saya, mas Ipo Selain berbahaya, ternyata dengan > > merokok kita > > menyumbang para pengusaha rokok yang umumnya kafir, > > bahkan ada Yahudi yang memerangi Islam ratusan trilyun > > rupiah setiap tahun. > > > > Memang banyak kiai dan santri2 yang merokok di > > pesantren. Namun dengan tulisan ini diharap hati > > mereka jadi terbuka dan berusaha untuk berhenti > > merokok. > > > > ------------------------------------------------------------------ > - Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 - > - Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com - > > Rasulullah SAW bersabda, Allah memiliki sembilan puluh sembilan nama, > seratus kurang satu. Barangsiapa memperhitungkannya dia masuk surga. > (Artinya, mengenalnya dan melaksanakan hak-hak nama-nama itu) (HR. Bukhari) > >

