Waduh kok 'musti' dicerita-in ya (fiktif? atau riil pengalaman pribadi?) ..... Hati manusia yang lemah ini rasanya mudah tergoda ... yang tadinya gak ada perasaan apa-apa ketika memberi, bisa jadi sekarang ada sebersit (walaupun cuma 0.00000001 gram ....) untuk mengharapkan balasan berlipat saat itu juga .... :-)
Wallahu a'lam, --amin Pada tanggal 16/01/09, Agus Rasidi <[email protected]> menulis: > > Original Message ----- From: bobby herwibowo > Sent: Wednesday, January 14, 2009 10:03 AM > > 2 Jam, 2 Kali Lipat > > "Allah selalu menolong hambaNya, selagi sang hamba suka menolong saudaranya" > (Muhammad Saw) > > "Ma, tolong transfer uang satu setengah juta ke rekening adikku Arif ya…!" > ucap Didik kepada Feny istrinya melalui ponsel. "Buat apa, Pa?!" tanya Feny. > "Pokoknya kamu kirim saja ke rekening dia lewat sms banking. Hitung-hitung > berbagi rezeki. Sepertinya sudah lama kita gak bantu Arif sekeluarga" jelas > Didik. > Didik yang sedang berada di atas mobilnya pagi itu tergerak untuk > bersilaturahmi kepada Arif adiknya di kampung yang sudah lama tidak ia > hubungi. Ingin sekali ia menelpon adiknya sekedar menanyakan kabar, namun > ada sejumput rezeki yang ingin ia bagi kepada Arif yang menjadi seorang PNS > di Semarang. > Tak lama menunggu, hand phone Didik berbunyi menandakan ada sms masuk dari > istrinya mengabarkan bahwa dana Rp 1,5 juta telah ditransfer ke rekening > Arif. > Didik membalas sms istrinya, lalu ia pun memutar telpon Arif untuk > bersilaturahmi. > *** > "Apa kabarmu, Dik?" tanya Didik kepada Arif. Perbincangan di menit-menit > awal begitu akrab antara dua orang saudara kandung yang lama tidak bertemu > sebab terpisah jarak. "Oh ya..., baru saja Feny istriku kirim dana satu > setengah juta rupiah buat keponakan-keponakanku di Semarang. Silakan dicek > apa sudah sampai?!" jelas Didik. "Subhanallah, Alhamdulillah! Terima kasih, > Mas. Saya gak ngerti harus ngucap apa ya...?" sambut Arif. "Memangnya > kenapa, Rif?" tanya Didik. "Subhanallah... sudah beberapa hari ini saya > bingung mau ngutang kemana untuk bayar sekolah Danu. Dia diterima di SMP > Negeri, tapi uang pendaftarannya Rp 1.5 juta. Kemana-mana saya cari utangan, > gak dapat-dapat. Tapi Alhamdulillah rupanya Allah gerakkan hati mas Didik > padahal saya belum cerita tentang hal ini." > Dalam hati, Didik merasa kagum atas skenario Allah ini lalu ia menambahkan, > "Sudahlah, itu rupanya sudah Allah atur. Mudah-mudahan dana itu berguna > untuk pendidikan Danu!" > Pembicaraan kedua saudara itu berakhir dengan kalimat syukur dan terima > kasih yang berulang-ulang dari Arif. Padahal, Didik pun turut bersyukur > kepada Allah Swt Sang Maha Pengatur yang sudah menggerakkan hatinya dan Feny > untuk mudah membantu keperluan Arif sekeluarga yang sedang dirundung > masalah. > "Segala puji bagiMu, ya Allah!" gumam Didik > *** > Hari itu Didik hendak memenuhi sebuah undangan rapat di kantor rekanan > tentang proyek pipanisasi gas yang akan dibangun. Sebagai seorang pengusaha > pemilik perusahaan Oil & Gas yang berkiprah belasan tahun, saran dan analisa > Didik amat dibutuhkan. > Dalam rapat tersebut Didik mendapatkan porsi untuk menjelaskan hal-hal > teknis yang pernah ia jumpai di lapangan dalam hal sedemikian. Semua > statementnya dicatat oleh seluruh yang hadir di ruangan itu. Hampir 1 jam ia > bicara, dan setelah ia memaparkan penjelasannya dan ditambah dengan sedikit > diskusi Didik pun berpamitan untuk meninggalkan ruangan rapat karena ada > acara yang harus ia hadiri. > *** > Didik bergegas meninggalkan ruang rapat di kantor rekanannya itu. Terdengar > oleh telinga Didik ada hak sepatu wanita di belakangnya yang berlari cepat > seperti mengejar sesuatu. Benar saja, rupanya wanita itu kini sudah berada > di sisi Didik. "Maaf pak Didik saya Amel. Boleh saya minta tanda tangan pak > Didik?!" "Tanda tangan untuk apa, Mel? " Didik bertanya. "Ini ada uang > kehadiran rapat yang boss titipkan kepada saya untuk pak Didik" jelas Amel. > Didik pun menandatangani sebuah kwitansi berwarna hijau yang tertera > nominalnya Rp 3 juta. Setelah kwitansi itu ditandatangani, maka Amel pun > menyerahkan selembar amplop yang berisi cek senilai Rp. 3 juta. > *** > Kini Didik sudah berada di atas mobilnya. Hatinya berbunga-bunga dan segera > ia menelpon istrinya. "Ma..., ingat gak 2 jam lalu aku memintamu transfer > satu setengah juta ke rekening Arif. Subhanallah, dalam tempo dua jam itu, > Allah langsung membalas 2 kali lipat dari sedekah kita!!!" > Feny pun berkali-kali berucap hamdalah tanda syukur. Pagi itu Didik & Feny > menyaksikan sebuah janji Allah yang nyata bahwa perniagaan di jalan Allah > sedikit pun tidak mendatangkan kerugian, akan tetapi malah bertambah, > bertambah dan bertambah! > Saya yakin Anda juga pernah merasakannya.... :) > > Salam, > Bobby Herwibowo > 0817200456 > www.kaunee.com > ------------------------------------------------------------------ - Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 - - Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com - Rasulullah SAW bersabda, Allah memiliki sembilan puluh sembilan nama, seratus kurang satu. Barangsiapa memperhitungkannya dia masuk surga. (Artinya, mengenalnya dan melaksanakan hak-hak nama-nama itu) (HR. Bukhari)

