Saya cuman tau sedikti tentang hal yang ketiga, karena untuk hal pertama dan 
kedua saya belum mendapat data yang valid tentang email tersebut, tapi untuk 
berita ketiga tentang film PBS saya kebetulan melihat di tv perdebatan antara 
pihak (ulama)MUI dengan pihak PBS, ya intinya menurut ulama tersebut film itu 
ditakutkan akan menimbulkan persepsi negatif tentang ustadz dalam film 
tersebut, dimana ustadz tersebut banyak menunjukkan sifat negatif yang tidak 
pantas sebagai ustadz, namun pihak PBS menyanggah bahwa ada juga ustadz yang 
berperan sebagai tokoh utama yang sangat baik dan perlu diteladani.
Jadi wajar dalam suatu cerita film ada tokoh baik dan jahat katanya.
Menurut saya sih, ketakutan itu kurang tepat, karena penontonnya pasti di 
bioskop 21 yang berada di lingkungan kota besar dan penontonnya pasti dari 
kalangan yang punya cukup uang lebih untuk nonton, artinya mereka dari kalangan 
menengah atas yang punya cukup banyak waktu dan uang untuk nonton di 21 yang 
umumnya mereka mempunyai pendidikan yang cukup untuk bisa membedakan mana film 
mana kenyataan. 
Kecuali nanti jika film tersebut akan beredar di televisi, nah itu sebaiknya 
harus dipertimbangkan baik2, karena semua kalangan bisa menontonnya dan bisa 
menganggap bahwa itu bukan film tapi fakta.
Saya sendiri belum menontonnya, karena saya jarang buanget nonton di 21..he.he..
apalagi film indonesia.....
Lana's


--- On Sun, 2/15/09, PRANA <[email protected]> wrote:
From: PRANA <[email protected]>
Subject: [Ar-Royyan-8677] Seputar berita
To: [email protected]
Date: Sunday, February 15, 2009, 9:09 PM



 
 

Assalamu'alaikum...
 
Pagi ini ada hal yg menggelitik pikiran 
setelah saya membaca beberapa artikel kiriman pembaca di sebuah surat kabar 
.
 
Hal pertama yaitu tentang RS. mitra Int'l yang 
melarang penggunaan jilbab, yang isinya; "kalau nggak bisa ngikutin aturan 
perusahaan ya mengundurkan diri saja, hormatin juga hak orang lain dong" 
.
Hal yang kedua masih sama tentang RS. mitra int'l, 
si pengirim menyebutkan yg intinya, "Depkes segera bertindak, tolong tutup RS 
tsb karena pelarangan penggunaan jilbab tsb, " .
 
Dari kedua hal tersebut di atas, ada yang 
tahu nggak penyebab secara pasti kenapa RS tsb memberlakukan hal pelarangan tsb 
?
 
Hal yang ketiga yaitu mempermasalahkan film 
Perempuan Berkalung Sorban  besutan HB yang sedang beredar di bioskop, "Ada 
seorang ulama ( Wakil ketua fatwa MUI & juga ulama besar masjid Istiqlal ) 
yang tidak menyetujui film ini beredar" .
Apa sudah ada yang nonton film ini, kenapa 
ya pak/bu ?
 
 
 
Wassalam ....
 
 
 
 


      

Kirim email ke