wow setuju banget Pak ............. :))
menurut saya cara yang paling efisien, mudah dan insyaAllah di-ridhoi
Allah
SWT adalah
Khuruj Fisabilillah, karena sudah banyak bukti dgn ikut khuruj (red.
I'tikaf di masjid) bisa bikin orang seneng dgn kegiatan Masjid
seperti banyak testimoni (dari artis, orang asing dll) yg sering dikirim
Pak Roziqin tentang hal ini.
Karena memang permasalahan umat Islam saat ini adalah "Enggan datang ke
Masjid" (umat Islam cuma seneng mbangun masjid doank :))
padahal sholat berjamaah di Masjid lah (terutama Subuh) yg membuat kafir
musuh Islam jadi gentar
Pigimane tuch pak ???
salam,
Jojo Wahyudi
Events Management - Corporate
PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia
Sampoerna Strategic Square, South Tower, 11th floor
Tel: +62 21 2555 7788 ext. 1292
Fax: +62 21 2555 2278
www.manulife-indonesia.com
Manulife Indonesia – “Bringing Dreams to Life”
he..he..iya juga yah.., harganya kemahalan sih...
rokok juga beda sih, kan saya bilang mirip..he..he..
Intinya sih menurut saya, lebih penting memberikan pendidikan yang baik
untuk semua
umat islam seluas2nya, sehingga pengaruh negatif dari manapun, tidak mudah
mempengaruhi mereka, juga aturan ditegakkan, jangan selalu orang hanya
menyalahkan
agama lain lah, aliran sesat lah, film menyesatkan lah, dll lah... tapi
tidak
melihat apa ada yang salah dengan yang kita lakukan. misalnya, kenapa gak
kita
banyak bersedekah supaya orang lain tidak terpengaruh agama lain hanya
karena agama
lain banyak sedekahnya? kenapa gak kita memberikan porsi kegiatan di
masjid lebih
banyak seperti pengajian dll supaya orang gak nyari pengajian di aliran
sesat?
dll.dll..intinya lebih baik koreksi diri sendiri sebelum menyalahkan yang
lain,
bukan begitu pak?
Lana's
--- On Wed, 2/18/09, Pranajaya <[email protected]> wrote:
From: Pranajaya <[email protected]>
Subject: Re: [Ar-Royyan-8677] Seputar berita
To: [email protected], [email protected]
Date: Wednesday, February 18, 2009, 3:01 AM
Menurut saya sih bukan mekanisme penyebarannya yang perlu diberantas tapi
yang
perlu diperbaiki adalah harga VCD orisinilnya pak he..he..
Kalau hal ini disamakan dengan larangan merokok jelas berbeda, maksud
saya kalau
disamakan nantinya akan timbul " Area bebas penjualan VCD bajakan dong
"
----- Original Message -----
From: lana sularto
To: [email protected]
Sent: Wednesday, February 18, 2009 11:14 AM
Subject: Re: [Ar-Royyan-8677] Seputar berita
Nah, itu tuh yang mustinya secara tegas diberantas,VCD bajakan kan ilegal,
kalo yg
legal kan mahal juga, belinya musti di toko besar lagi... jadi yg dilarang
bukan
filmnya, tapi mekanisme penyebarannya, ini yg di negara kita masih kacau
beliau..he..he..
Ini mirip kayak larangan merokok di tempat umum di kanada yang baru
rencana, mereka
tidak mengharamkan rokok, tapi membuat peraturan yang tegas, seperti di
singapur
yang sulit mencari tempat merokok, kita dulu juga udah dilarang sih di
jakarta
merokok di tempat umum, tapi ya itu tadi ..gak tegas, eh malah sekarang
dibikin
haram, padahal kalo peraturannya yang ditegakkan dengan tegas kan
beres..he..he..lagi...
lana's
--- On Tue, 2/17/09, Pranajaya <[email protected]> wrote:
From: Pranajaya <[email protected]>
Subject: Re: [Ar-Royyan-8677] Seputar berita
To: [email protected]
Date: Tuesday, February 17, 2009, 10:39 PM
he... he... he... juga pak
Nanti kalo P' Jojo udah selesai nontonnya, saya pinjem cd nya ya pak ?
----- Original Message ----- From: <[email protected]>
To: <[email protected]>
Cc: <[email protected]>
Sent: Tuesday, February 17, 2009 4:37 PM
Subject: Re: [Ar-Royyan-8677] Seputar berita
> he he he.............................
> pak Lana nggak nonton di bioskop ato di TV, tapi di KRL or stasiun cari
VCD
> atau DVD nya
> Jadi juga deh film itu beredar di kalangan bawah (wong harganya cuma
> goceng)
> pigimane tuch ????
>
> salam,
>
> Jojo Wahyudi
> Events Management - Corporate
> PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia
> Sampoerna
Strategic Square, South Tower, 11th floor
> Tel: +62 21 2555 7788 ext. 1292
> Fax: +62 21 2555 2278
>
www.manulife-indonesia.com
>
> Manulife Indonesia – “Bringing Dreams to Life”
>
>
>
>
>
> Saya cuman tau sedikti tentang hal yang ketiga, karena untuk hal
pertama
dan kedua saya belum mendapat data yang valid tentang email tersebut,
tapi
> untuk berita ketiga tentang film PBS saya kebetulan melihat di tv
perdebatan antara pihak (ulama)MUI dengan pihak PBS, ya intinya menurut
ulama
> tersebut film itu ditakutkan akan menimbulkan persepsi negatif tentang
ustadz dalam film tersebut, dimana ustadz tersebut banyak menunjukkan
sifat
> negatif yang tidak pantas sebagai ustadz, namun pihak PBS menyanggah
bahwa
ada juga ustadz yang berperan sebagai tokoh utama yang sangat baik dan
> perlu diteladani.
> Jadi wajar dalam suatu cerita film ada
tokoh baik dan jahat katanya.
> Menurut saya sih, ketakutan itu kurang tepat, karena penontonnya pasti
di
bioskop 21 yang berada di lingkungan kota besar dan penontonnya pasti
dari
> kalangan yang punya cukup uang lebih untuk nonton, artinya mereka dari
kalangan menengah atas yang punya cukup banyak waktu dan uang untuk
nonton di
> 21 yang umumnya mereka mempunyai pendidikan yang cukup untuk bisa
membedakan mana film mana kenyataan.
> Kecuali nanti jika film tersebut akan beredar di televisi, nah itu
sebaiknya harus dipertimbangkan baik2, karena semua kalangan bisa
menontonnya
dan
> bisa menganggap bahwa itu bukan film tapi fakta.
> Saya sendiri belum menontonnya, karena saya jarang buanget nonton di
21..he.he..
> apalagi film indonesia.....
> Lana's
>
>
> --- On Sun, 2/15/09, PRANA <[email protected]> wrote:
> From: PRANA
<[email protected]>
> Subject: [Ar-Royyan-8677] Seputar berita
> To: [email protected]
>
Date: Sunday, February 15, 2009, 9:09 PM
>
> Assalamu'alaikum...
>
> Pagi ini ada hal yg menggelitik pikiran setelah saya membaca beberapa
artikel kiriman pembaca di sebuah surat kabar .
>
> Hal pertama yaitu tentang RS. mitra Int'l yang melarang penggunaan
jilbab, yang isinya; "kalau nggak bisa ngikutin aturan perusahaan ya
> mengundurkan diri saja, hormatin juga hak orang lain dong" .
> Hal yang kedua masih sama tentang RS. mitra int'l, si pengirim
menyebutkan yg intinya, "Depkes segera bertindak, tolong tutup RS tsb
karena
> pelarangan penggunaan jilbab tsb, " .
>
> Dari kedua hal tersebut di atas, ada yang tahu nggak penyebab secara
pasti kenapa RS tsb memberlakukan hal pelarangan tsb ?
>
> Hal yang ketiga yaitu
mempermasalahkan film Perempuan Berkalung Sorban
besutan HB yang sedang beredar di bioskop, "Ada seorang ulama ( Wakil
ketua
> fatwa MUI & juga ulama besar masjid Istiqlal ) yang tidak menyetujui
film ini beredar" .
> Apa sudah ada yang nonton film ini, kenapa ya pak/bu ?
>
>
>
> Wassalam ....
>
>
>
>
>
>
>
>
------------------------------------------------------------------
- Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 -
- Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com -
Rasulullah SAW bersabda, Allah memiliki sembilan puluh sembilan nama,
seratus
kurang satu. Barangsiapa memperhitungkannya dia masuk surga.
(Artinya, mengenalnya dan melaksanakan hak-hak nama-nama itu) (HR.
Bukhari)