Assalamu'alaikum...

Dulu ( kalau ndak salah waktu saya kelas 4 SD, berarti sudah sekitar 24 th yang lalu ) waktu itu saya tengah bermain karambol ada orang yang mengetuk pintu rumah dengan mengucapkan salam sekitar 2-3 orang. Bapak-bapak itu datang dengan maksud mengundang secara lisan yang mengajak agar datang ke Masjid dekat rumah untuk mendengarkan pendalaman-pendalaman agama. Dan sekarang kalau dikatakan permasalahan umat Islam adalah malas ke Masjid memang ada benarnya juga tapi harus dilihat juga pak dengan kehidupan sekarang yang serba sulit ( sembako mahal, lapangan kerja tambah sempit dan tanggunganpun semakin banyak ), yah... faktor ekonomi mungkin adalah salah satu penyebab bagi seseorang untuk lupa ataupun malas ke Masjid karena fokus utama hidupnya adalah kesana kemari mencari uang . Sekarang gimana mau nyuruh anak datang ke masjid kalau bapak/ibu-nya saja ndak ke masjid . Oke pak/bu sekarang kita kembali ke tulisan saya di atas, menurut saya dengan kondisi saat ini memang diperlukan adanya undangan-undangan secara langsung seperti yang telah saya ceritakan, cobalah dikalangan anak-anak kecil terlebih dahulu ( yg mempunyai banyak waktu ) terus baru manginjak ke orang dewasa. Memang saya juga masih melhat adanya undangan-undangan ( yang tertempel di suatu tempat / dengan spanduk ) untuk datang ke 'Masjid ini' untuk 'mengikuti ini' atau 'mendengarkan itu', tapi menurut saya agak kurang mengena karena ;
1. Sifatnya agak kurang mengajak
2. Mudah dilupakan ( karena hanya seperti pengumuman )
3. Jaraknya kadang agak jauh dari tempat tinggal
4. Anak-anak pasti juga tidak mengerti .
Saya fikir kalo masing-masing lingkungannya sendiri yang menkoordinir dan undangan ataupun acaranya langsung ( pengurusnyapun kalau bisa orang yang sudah di kenal oleh masyarakat setempat), Insya Allah hal ini lebih efektif untuk di terapkan dan Insya Allah juga sedikit demi sedikit dapat menghilangkan imej " Orang malas datang ke Masjid " Intinya disini adalah gimana suatu Masjid dimana pengurusnya bisa berperan aktif untuk mengajak masyarakat sekitarnya bisa lebih mencintai untuk datang ke Masjid .

Wassalam ...
----- Original Message ----- From: <[email protected]>
To: <[email protected]>
Cc: <[email protected]>
Sent: Wednesday, February 18, 2009 5:36 PM
Subject: Re: [Ar-Royyan-8677] Seputar berita


wow setuju banget Pak ............. :))
menurut saya cara yang paling efisien, mudah dan insyaAllah di-ridhoi Allah
SWT adalah
Khuruj Fisabilillah, karena sudah banyak bukti dgn ikut khuruj (red.
I'tikaf di masjid) bisa bikin orang seneng dgn kegiatan Masjid
seperti banyak testimoni (dari artis, orang asing dll) yg sering dikirim
Pak Roziqin tentang hal ini.
Karena memang permasalahan umat Islam saat ini adalah "Enggan datang ke
Masjid" (umat Islam cuma seneng mbangun masjid doank :))
padahal sholat berjamaah di Masjid lah (terutama Subuh) yg membuat kafir
musuh Islam jadi gentar
Pigimane tuch pak ???


salam,

Jojo Wahyudi
Events Management - Corporate
PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia
Sampoerna Strategic Square, South Tower, 11th floor
Tel: +62 21 2555 7788 ext. 1292
Fax: +62 21 2555 2278
www.manulife-indonesia.com

Manulife Indonesia – “Bringing Dreams to Life”




he..he..iya juga yah.., harganya kemahalan sih...
rokok juga beda sih, kan saya bilang mirip..he..he..
Intinya sih menurut saya, lebih penting memberikan pendidikan yang baik untuk semua
umat islam seluas2nya, sehingga pengaruh negatif dari manapun, tidak mudah
mempengaruhi mereka, juga aturan ditegakkan, jangan selalu orang hanya menyalahkan agama lain lah, aliran sesat lah, film menyesatkan lah, dll lah... tapi tidak melihat apa ada yang salah dengan yang kita lakukan. misalnya, kenapa gak kita banyak bersedekah supaya orang lain tidak terpengaruh agama lain hanya karena agama lain banyak sedekahnya? kenapa gak kita memberikan porsi kegiatan di masjid lebih banyak seperti pengajian dll supaya orang gak nyari pengajian di aliran sesat? dll.dll..intinya lebih baik koreksi diri sendiri sebelum menyalahkan yang lain,
bukan begitu pak?
Lana's


--- On Wed, 2/18/09, Pranajaya <[email protected]> wrote:
 From: Pranajaya <[email protected]>
 Subject: Re: [Ar-Royyan-8677] Seputar berita
 To: [email protected], [email protected]
 Date: Wednesday, February 18, 2009, 3:01 AM

Menurut saya sih bukan mekanisme penyebarannya yang perlu diberantas tapi yang
 perlu diperbaiki adalah harga VCD orisinilnya pak he..he..
Kalau hal ini disamakan dengan larangan merokok jelas berbeda, maksud saya kalau disamakan nantinya akan timbul " Area bebas penjualan VCD bajakan dong "


 ----- Original Message -----
 From: lana sularto
 To: [email protected]
 Sent: Wednesday, February 18, 2009 11:14 AM
 Subject: Re: [Ar-Royyan-8677] Seputar berita



Nah, itu tuh yang mustinya secara tegas diberantas,VCD bajakan kan ilegal, kalo yg legal kan mahal juga, belinya musti di toko besar lagi... jadi yg dilarang bukan
filmnya, tapi mekanisme penyebarannya, ini yg di negara kita masih kacau
beliau..he..he..
Ini mirip kayak larangan merokok di tempat umum di kanada yang baru rencana, mereka tidak mengharamkan rokok, tapi membuat peraturan yang tegas, seperti di singapur yang sulit mencari tempat merokok, kita dulu juga udah dilarang sih di jakarta merokok di tempat umum, tapi ya itu tadi ..gak tegas, eh malah sekarang dibikin
haram, padahal kalo peraturannya yang ditegakkan dengan tegas kan
beres..he..he..lagi...
lana's

--- On Tue, 2/17/09, Pranajaya <[email protected]> wrote:
 From: Pranajaya <[email protected]>
 Subject: Re: [Ar-Royyan-8677] Seputar berita
 To: [email protected]
 Date: Tuesday, February 17, 2009, 10:39 PM

 he... he... he... juga pak
 Nanti kalo P' Jojo udah selesai nontonnya, saya pinjem cd nya ya pak ?

 ----- Original Message ----- From: <[email protected]>
 To: <[email protected]>
 Cc: <[email protected]>
 Sent: Tuesday, February 17, 2009 4:37 PM
 Subject: Re: [Ar-Royyan-8677] Seputar berita


 > he he he.............................
 > pak Lana nggak nonton di bioskop ato di TV, tapi di KRL or stasiun cari
 VCD
 > atau DVD nya
 > Jadi juga deh film itu beredar di kalangan bawah (wong harganya cuma
 > goceng)
 > pigimane tuch ????
 >
 > salam,
 >
 > Jojo Wahyudi
 > Events Management - Corporate
 > PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia
 > Sampoerna
  Strategic Square, South Tower, 11th floor
 > Tel: +62 21 2555 7788 ext. 1292
 > Fax: +62 21 2555 2278
 >
  www.manulife-indonesia.com
 >
 > Manulife Indonesia – “Bringing Dreams to Life”
 >
 >
 >
 >
 >
> Saya cuman tau sedikti tentang hal yang ketiga, karena untuk hal pertama dan kedua saya belum mendapat data yang valid tentang email tersebut, tapi
 > untuk berita ketiga tentang film PBS saya kebetulan melihat di tv
perdebatan antara pihak (ulama)MUI dengan pihak PBS, ya intinya menurut ulama
 > tersebut film itu ditakutkan akan menimbulkan persepsi negatif tentang
ustadz dalam film tersebut, dimana ustadz tersebut banyak menunjukkan sifat > negatif yang tidak pantas sebagai ustadz, namun pihak PBS menyanggah bahwa
 ada juga ustadz yang berperan sebagai tokoh utama yang sangat baik dan
 > perlu diteladani.
 > Jadi wajar dalam suatu cerita film ada
  tokoh baik dan jahat katanya.
 > Menurut saya sih, ketakutan itu kurang tepat, karena penontonnya pasti
  di
bioskop 21 yang berada di lingkungan kota besar dan penontonnya pasti dari
 > kalangan yang punya cukup uang lebih untuk nonton, artinya mereka dari
kalangan menengah atas yang punya cukup banyak waktu dan uang untuk nonton di
 > 21 yang umumnya mereka mempunyai pendidikan yang cukup untuk bisa
 membedakan mana film mana kenyataan.
 > Kecuali nanti jika film tersebut akan beredar di televisi, nah itu
sebaiknya harus dipertimbangkan baik2, karena semua kalangan bisa menontonnya
 dan
 > bisa menganggap bahwa itu bukan film tapi fakta.
 > Saya sendiri belum menontonnya, karena saya jarang buanget nonton di
 21..he.he..
 > apalagi film indonesia.....
 > Lana's
 >
 >
 > --- On Sun, 2/15/09, PRANA <[email protected]> wrote:
 >  From: PRANA
  <[email protected]>
 >  Subject: [Ar-Royyan-8677] Seputar berita
 >  To: [email protected]
 >
  Date: Sunday, February 15, 2009, 9:09 PM
 >
 >  Assalamu'alaikum...
 >
 >  Pagi ini ada hal yg menggelitik pikiran setelah saya membaca beberapa
 artikel kiriman pembaca di sebuah surat kabar .
 >
 >  Hal pertama yaitu tentang RS. mitra Int'l yang melarang penggunaan
 jilbab, yang isinya; "kalau nggak bisa ngikutin aturan perusahaan ya
 >  mengundurkan diri saja, hormatin juga hak orang lain dong" .
 >  Hal yang kedua masih sama tentang RS. mitra int'l, si pengirim
 menyebutkan yg intinya, "Depkes segera bertindak, tolong tutup RS tsb
 karena
 >  pelarangan penggunaan jilbab tsb, " .
 >
 >  Dari kedua hal tersebut di atas, ada yang tahu nggak penyebab secara
 pasti kenapa RS tsb memberlakukan hal pelarangan tsb ?
 >
 >  Hal yang ketiga yaitu
  mempermasalahkan film Perempuan Berkalung Sorban
 besutan HB yang sedang beredar di bioskop, "Ada seorang ulama ( Wakil
  ketua
 >  fatwa MUI & juga ulama besar masjid Istiqlal ) yang tidak menyetujui
 film ini beredar" .
 >  Apa sudah ada yang nonton film ini, kenapa ya pak/bu ?
 >
 >
 >
 >  Wassalam ....
 >
 >
 >
 >
 >
 >
 >
 >


 ------------------------------------------------------------------
 - Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 -
 - Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com -

Rasulullah SAW bersabda, Allah memiliki sembilan puluh sembilan nama, seratus
 kurang satu. Barangsiapa memperhitungkannya dia masuk surga.
(Artinya, mengenalnya dan melaksanakan hak-hak nama-nama itu) (HR. Bukhari)








------------------------------------------------------------------
- Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 -
- Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com -

Rasulullah SAW bersabda, Allah memiliki sembilan puluh sembilan nama, seratus kurang satu. Barangsiapa memperhitungkannya dia masuk surga.
(Artinya, mengenalnya dan melaksanakan hak-hak nama-nama itu) (HR. Bukhari)

Kirim email ke