he... he... he... juga pak
Nanti kalo P' Jojo udah selesai nontonnya, saya pinjem cd nya ya pak ?
----- Original Message -----
From: <[email protected]>
To: <[email protected]>
Cc: <[email protected]>
Sent: Tuesday, February 17, 2009 4:37 PM
Subject: Re: [Ar-Royyan-8677] Seputar berita
he he he.............................
pak Lana nggak nonton di bioskop ato di TV, tapi di KRL or stasiun cari
VCD
atau DVD nya
Jadi juga deh film itu beredar di kalangan bawah (wong harganya cuma
goceng)
pigimane tuch ????
salam,
Jojo Wahyudi
Events Management - Corporate
PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia
Sampoerna Strategic Square, South Tower, 11th floor
Tel: +62 21 2555 7788 ext. 1292
Fax: +62 21 2555 2278
www.manulife-indonesia.com
Manulife Indonesia – “Bringing Dreams to Life”
Saya cuman tau sedikti tentang hal yang ketiga, karena untuk hal pertama
dan kedua saya belum mendapat data yang valid tentang email tersebut, tapi
untuk berita ketiga tentang film PBS saya kebetulan melihat di tv
perdebatan antara pihak (ulama)MUI dengan pihak PBS, ya intinya menurut
ulama
tersebut film itu ditakutkan akan menimbulkan persepsi negatif tentang
ustadz dalam film tersebut, dimana ustadz tersebut banyak menunjukkan
sifat
negatif yang tidak pantas sebagai ustadz, namun pihak PBS menyanggah bahwa
ada juga ustadz yang berperan sebagai tokoh utama yang sangat baik dan
perlu diteladani.
Jadi wajar dalam suatu cerita film ada tokoh baik dan jahat katanya.
Menurut saya sih, ketakutan itu kurang tepat, karena penontonnya pasti di
bioskop 21 yang berada di lingkungan kota besar dan penontonnya pasti dari
kalangan yang punya cukup uang lebih untuk nonton, artinya mereka dari
kalangan menengah atas yang punya cukup banyak waktu dan uang untuk nonton
di
21 yang umumnya mereka mempunyai pendidikan yang cukup untuk bisa
membedakan mana film mana kenyataan.
Kecuali nanti jika film tersebut akan beredar di televisi, nah itu
sebaiknya harus dipertimbangkan baik2, karena semua kalangan bisa
menontonnya dan
bisa menganggap bahwa itu bukan film tapi fakta.
Saya sendiri belum menontonnya, karena saya jarang buanget nonton di
21..he.he..
apalagi film indonesia.....
Lana's
--- On Sun, 2/15/09, PRANA <[email protected]> wrote:
From: PRANA <[email protected]>
Subject: [Ar-Royyan-8677] Seputar berita
To: [email protected]
Date: Sunday, February 15, 2009, 9:09 PM
Assalamu'alaikum...
Pagi ini ada hal yg menggelitik pikiran setelah saya membaca beberapa
artikel kiriman pembaca di sebuah surat kabar .
Hal pertama yaitu tentang RS. mitra Int'l yang melarang penggunaan
jilbab, yang isinya; "kalau nggak bisa ngikutin aturan perusahaan ya
mengundurkan diri saja, hormatin juga hak orang lain dong" .
Hal yang kedua masih sama tentang RS. mitra int'l, si pengirim
menyebutkan yg intinya, "Depkes segera bertindak, tolong tutup RS tsb
karena
pelarangan penggunaan jilbab tsb, " .
Dari kedua hal tersebut di atas, ada yang tahu nggak penyebab secara
pasti kenapa RS tsb memberlakukan hal pelarangan tsb ?
Hal yang ketiga yaitu mempermasalahkan film Perempuan Berkalung Sorban
besutan HB yang sedang beredar di bioskop, "Ada seorang ulama ( Wakil
ketua
fatwa MUI & juga ulama besar masjid Istiqlal ) yang tidak menyetujui film
ini beredar" .
Apa sudah ada yang nonton film ini, kenapa ya pak/bu ?
Wassalam ....
------------------------------------------------------------------
- Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 -
- Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com -
Rasulullah SAW bersabda, Allah memiliki sembilan puluh sembilan nama,
seratus kurang satu. Barangsiapa memperhitungkannya dia masuk surga.
(Artinya, mengenalnya dan melaksanakan hak-hak nama-nama itu) (HR. Bukhari)