----- Original Message -----
From: Joko P
Sent: Wednesday, February 25, 2009 4:22 PM
TELAGA HATI
Suatu hari seorang tua bijak didatangi seorang pemuda yang sedang dirundung
masalah. Tanpa membuang waktu pemuda itu langsung menceritakan semua
masalahnya.
Pak tua bijak hanya mendengarkan dgn seksama, lalu Ia mengambil segenggam
serbuk pahit dan meminta anak muda itu untuk mengambil segelas air.
Ditaburkannya serbuk pahit itu ke dalam gelas, lalu diaduknya perlahan;
"Coba minum ini dan katakan bagaimana rasanya ", ujar pak tua. "Pahit, pahit
sekali ", jawab pemuda itu sambil meludah ke samping
Pak tua itu tersenyum, lalu mengajak tamunya ini untuk berjalan ke tepi
telaga belakang rumahnya. Kedua orang itu berjalan berdampingan dan akhirnya
sampai ke tepi telaga yg tenang itu. Sesampai disana, Pak tua itu kembali
menaburkan serbuk pahit ke telaga itu, dan dengan sepotong kayu ia
mengaduknya.
"Coba ambil air dari telaga ini dan minumlah." Saat si pemuda mereguk air
itu, Pak tua kembali bertanya lagi kepadanya,
"Bagaimana rasanya ?"
"Segar", sahut si pemuda.
"Apakah kamu merasakan pahit di dalam air itu ?" tanya pak tua
"Tidak, " sahut pemuda itu
Pak tua tertawa terbahak-bahak sambil berkata:
"Anak muda, dengarkan baik-baik. Pahitnya kehidupan, adalah layaknya
segenggam serbuk pahit ini, tak lebih tak kurang. Jumlah dan rasa
pahitnyapun sama dan memang akan tetap sama. Tetapi kepahitan yg kita
rasakan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki. Kepahitan itu akan
didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkannya. Jadi saat kamu merasakan
kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu yg kamu dapat lakukan.
Lapangkanlah dadamu menerima semuanya itu, luaskanlah hatimu untuk menampung
setiap kepahitan itu".
Pak tua itu lalu kembali menasehatkan:
"Hatimu adalah wadah itu. Perasaanmu adalah tempat itu. Kalbumu adalah
tempat kamu menampung segalanya. Jadi jangan jadikan hatimu seperti gelas,
buatlah laksana telaga yg mampu menampung setiap kepahitan itu, dan
merubahnya menjadi kesegaran dan kedamaian. Karena Hidup adalah sebuah
pilihan, mampukah kita jalani kehidupan dengan baik sampai ajal kita
menjelang? Belajar bersabar menerima kenyataan adalah yang terbaik"
***
------------------------------------------------------------------
- Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 -
- Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com -
Rasulullah SAW bersabda, Allah memiliki sembilan puluh sembilan nama,
seratus kurang satu. Barangsiapa memperhitungkannya dia masuk surga.
(Artinya, mengenalnya dan melaksanakan hak-hak nama-nama itu) (HR. Bukhari)