----- Original Message -----
From: Ponijo Ponijo
Sent: Wednesday, February 11, 2009 4:49 PM
Pernikahan
Penulis : A. Mustofa Bisri
Majelis Ta’aruf Klab Santri :Pernikahan merupakan salah satu sunnah Rasul
SAW dan merupakan anjuran agama. Pernikahan yang disebut dalam Al-Qur’an
sebagai miitsaaqun ghaliizha, perjanjian agung, bukanlah sekedar upacara
dalam rangka mengikuti tradisi, bukan semata-mata sarana mendapatkan
keturunan, dan apalagi hanya sebagai penyaluran libido seksualitas atau
pelampiasan nafsu syahwat belaka.
Penikahan adalah amanah dan tanggungjawab. Bagi pasangan yang masing-masing
mempunyai niat tulus untuk membangun mahligai kehidupan bersama dan
menyadari bahwa pernikahan ialah tanggungjawab dan amanah, maka pernikahan
mereka bisa menjadi sorga. Apalagi, bila keduanya saling menyintai.
Nabi Muhammad SAW telah bersabda, “Perhatikanlah baik-baik istri-istri
kalian. Mereka di samping kalian ibarat titipan, amanat yang harus kalian
jaga. Mereka kalian jemput melalui amanah Allah dan kalimah-Nya. Maka
pergaulilah mereka dengan baik, jangan kalian lalimi, dan penuhilah hak-hak
mereka.”
Ketika berbicara tentang tanggungjawab kita, Rasulullah SAW antara lain juga
menyebutkan bahwa “suami adalah penggembala dalam keluarganya dan akan
dimintai pertanggungjawaban atas gembalaannya dan isteri adalah penggembala
dalam rumah suaminya dan bertanggungjawab atas gembalaannya.”
Begitulah, laki-laki dan perempuan yang telah diikat atas nama Allah dalam
sebuah pernikahan, masing-masing terhadap yang lain mempunyai hak dan
kewajiban. Suami wajib memenuhi tanggungjawabnya terhadap keluarga dan
anak-anaknya, di antaranya yang terpenting ialah mempergauli mereka dengan
baik. Istri dituntut untuk taat kepada suaminya dan mengatur rumah
tangganya.
Masing-masing dari suami-isteri memikul tanggung jawab bagi keberhasilan
perkawinan mereka untuk mendapatkan ridha Tuhan mereka. Apabila
masing-masing lebih memperhatikan dan melaksanakan kewajibannya terhadap
pasangannya daripada menuntut haknya saja, Insya Allah, keharmonisan dan
kebahagiaan hidup mereka akan lestari sampai Hari Akhir. Sebaliknya, apabila
masing-masing hanya melihat haknya sendiri karena merasa memiliki kelebihan
atau melihat kekurangan dari yang lain, maka kehidupan mereka akan menjadi
beban yang sering kali tak tertahankan.
Masing-masing, laki-laki dan perempuan, secara fitri mempunyai kelebihan dan
kekurangannya sendiri-sendiri. Kelebihan-kelebihan itu bukan untuk
diperbanggakan atau diperirikan. Kekurangan-kekurangan pun bukan untuk
diperejekkan atau dibuat merendahkan. Tapi semua itu merupakan peluang bagi
kedua pasangan untuk saling melengkapi. Kedua suami-isteri bersama-sama
berjuang membangun kehidupan keluarga mereka dengan akhlak yang mulia dan
menjaga keselamatan dan keistiqamahannya selalu. Dengan demikian akan
terwujudlah kebahagian hakiki di dunia maupun di akhirat kelak, Insya Allah.
*) Penulis adalah pemimpin Pondok Pesantren Roudhotut Thalibin, Rembang.
Sumber : www.gusmus.net
------------------------------------------------------------------
- Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 -
- Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com -
Rasulullah SAW bersabda, Allah memiliki sembilan puluh sembilan nama,
seratus kurang satu. Barangsiapa memperhitungkannya dia masuk surga.
(Artinya, mengenalnya dan melaksanakan hak-hak nama-nama itu) (HR. Bukhari)