Malam Pertama di Alam Kubur

Kematian, sesuatu yang selalu menjadi kata kunci, baik kata kunci yang mewakili akhir episode kehidupan manusia di dunia, maupun kata kunci berbagai nasehat yang menghunjam dalam hati. Itulah sebab, leluhur umat Islam yang shalih menjadikan "mengingat kematian" sebagai salah satu obat penyakit hati yang paling mujarab. Pun, kematian adalah sesuatu yang pasti. Ia tidak meleset meski hanya sedetik. Namun demikian, tidak ada seorang pun tahu kapan ia datang. Kematian seringkali menyergap tanpa pernah bisa diduga sebelumnya, kita mesti selalu siap, dan tentunya Husnul Khotimah menjadi pilihan.

Masalah Malam pertama di alam kubur dan kematian pada umumnya diangkat menjadi sebuah buku.yang ditulis oleh Syaikh Muhammad bin Husain Ya'qub. Buku ini adalah kompilasi dari tiga tulisan ulama-ulama terkemuka dari dataran Najd (Arab Saudi). Di dalamnya, sarat dengan tadzkirah untuk mengingat kematian. Kita memang perlu nasehat, karena hiruk-pikuk dunia kadang melalaikan. Bukankah, sudah menjadi sunnatullah bagi setiap orang; Iman itu pasang surut? Kadang bertambah dan kadang berkurang? Karenanya kita perlu pupuk penyubur, terutama ketika kondisi keimanan kita dalam keadaan kritis. Ditulis oleh para pakar spiritualis dan psikologi Islam, buku ini memiliki banyak kelebihan. Tidak sekadar setumpuk teori kaku, tapi lebih merupakan sebentuk nasehat dengan gaya bertutur, reflektif, penuh bahan renungan yang keluar dari bahasa hati, dikokohkan dengan ibrah dari kisah-kisah pilihan. Karenanya buku ini tidak hanya enak dibaca, kita juga akan dibawa hanyut oleh perjalanan hati para penulis.

Disamping buku Malam Pertama di Alam Kubur, ada juga VCD Malam Pertama di Alam Kubur. Sebuah VCD yang mampu mengubur nafsu, syahwat, angan-angan, dan ambisi duniawi anda.... Berisi tentang: Malam Pertama di Alam Kubur Tiap hari jutaan manusia antri menuju kuburannya, termasuk anda sendiri, seberapa siapkah anda memasuku malam pertama di alam kubur? Kematian akan datang dengan tiba-tiba, merenggut dengan paksa tanpa melihat apakah anda sehat atau sakit, sedang sibuk bekerja atau santai.... Metode Menjemput Maut Kematian adalah nasehat terbaik dan guru kehidupan, sedikit saja kita lengah memikirkan kematian, maka kita akan kehilangan guru terbaik dalam kehidupan. Dan sesungguhnya manusia telah menentukan bagaimana akhir hidupnya. Pilihan itu ada pada bagaimana ia menjalani kehidupannya, sebagaimana ia menjalani hidupnya, seperti itu pula kemungkinan besar ia menghadapi kematiannya. Fase-Fase Alam Kubur Ada lima fase yang akan dialami setiap orang yang sudah masuk alam kubur, yakni himpitan kubur, pertanyaan malaikat, azab/nikmat kubur, ditempatkannya ruh, dan hari kebangkitan. Kisah Nyata: Tragedi Alam Kubur Sebuah kisah yang sangat berharga tentang siksa kubur yang terjadi di daerah Saudi Arabia, seorang remaja muslim meninggal pada usia 18 tahun. Diceritakan dia sering melalaikan sholat-nya, setelah dikubur 3 jam, kemudian ayahnya membongkar kembali kuburnya untuk keperluan otopsi, namun apa yang terjadi setelah mayatnya dikeluarkan dari kuburnya. Pandangan yang sangat mengerikan, rambut yang hitam berubah jadi beruban, dari mulut dan hidung keluar darah segar seperti baru saja mengalami beratnya siksa kubur. Sebab-Sebab Siksa Kubur Pada bagian akhir disampaikan tentang sebab-sebab azab kubur.

Untuk mengingat kematian, tidak salahnya buku dan VCD Malam Pertama di Alam Kubur tersebut Anda miliki.

Hanya Rp 50.000,-untuk kedua macam barang tersebut (buku dan VCD) - belum termasuk ongkos kirim. Untuk Wilayah Bojong Depok Baru gratis ongkos antar.

Yang berminat bisa menghubungi saya via email.

Semoga berkenan.

wassalam / agus rasyidi


------------------------------------------------------------------
- Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 -
- Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com -

Rasulullah SAW bersabda, Allah memiliki sembilan puluh sembilan nama, seratus kurang satu. Barangsiapa memperhitungkannya dia masuk surga.
(Artinya, mengenalnya dan melaksanakan hak-hak nama-nama itu) (HR. Bukhari)

Kirim email ke