Peringati Kematian Marwa, Dunia Islam Serukan "Hari Jilbab Sedunia"
Selasa, 07 Juli 2009 10:00
     
     


warnaislam.com - Marwa Al-Sherbini (32 tahun), Muslimah Jerman yang tewas 
ditikam seorang pemuda rasis Jerman (1/7), dinilai bukan saja sebagai martir 
jilbab, namun juga korban Islamophobia yang sangat menyakitkan kaum Muslim di 
seluruh dunia.  Muncul usulan agar hari kematian Marwa, 1 Juli, dijadikan 
sebagai "Hari Jilbab Sedunia"  (World Hijab Day). Islam Online memberitakan, 
usulan itu segera mendapat dukungan seluruh Muslim di dunia.


"Kami mendukung penuh usulan itu," ujar Abeer Pharaon, ketua Organisasi 
Perlindungan Jilbab.  "Sherbini bukan saja martir jilbab, tapi juga korban 
Islamophobia yang menyakitkan Muslim Eropa," tegasnya. "Kematiannya harus terus 
dikenang dan dijadikan sebagai Hari Hijab se-Dunia (World Hijab Day)."

Seperti diberitakan, Sherbini (32) tewas ditikam seorang pemuda Jerman 
berkebangsaan Rusia di sebuah ruang pengadilan di Dresden. Muslimah berjilbab 
yang tengah hamil ini ditikam 18 kali hingga tewas. Suaminya juga terluka saat 
berusaha menolong sang istri.

Seorang pembaca Islam Online menyerukan dunia Islam, khususnya kaum Muslimah 
berjilbab, agar mengenang kematian Marwa pada Hari Jilbab Sedunia itu dengan 
turun ke jalan-jalan guna mempertahankan hak mereka berjilbab. "Kami mendukung 
usulan Hari Jilbab se-Dunia itu," ujar Rawa Al-Abed, pejabat Federation of 
Islamic Organizations di Eropa. "Kami juga menyerukan adanya event-event guna 
menumbugkan kesadaran tentang hak-hak wanita Muslim di Eropa, termasuk hak 
mengenakan jilbab."

Kaum Muslim sudah memiliki "Hari Solidaritas Jilbab Internasional" 
(International Hijab Solidarity Day) pada minggu pertama September. Hari 
solidaritas itu diluncurkan oleh lembaga Perlindungan Jilbab (Protect Hijab) 
yang berbasis di London, Inggris, tahun 2004 sebagai protes terhadap pelarangan 
jilbab di sekolah-sekolah oleh pemerintah Prancis.

Kalangan tokoh Muslim mengatakan, pembunuhan terhadap Sherbini merupakan 
peringatan tentang kuatnya Islamophobia di dunia Barat. "Apa yang terjadi pada 
Sherbini sangat berbahaya," kata Sami Dabbah, jurubicara "Coalition Against 
Islamophobia". "Kami sudah mengingatkan bahwa suatu hari kita akan melihat 
seorang wanita Muslimah akan dibunuh karena jilbabnya".

Gurubesar teologi dan filsafat Universitas Al-Azhar, Amina Nusser, juga 
mendukung  usulan "World Hijab Day". "Itu akan menjadi respon praktis terhadap 
mereka yang memusuhi jilbab," katanya.

Mohamed Al-Bazzawi, ketua Asosiasi Muslim Denmark, juga mendukung usulan 
tersebut. Menurutnya, Hijab Day akan mengingatkan dunia Barat tentang hak 
wanita Islam untuk mengenakan jilbab seperti halnya wanita non-Muslim 
mengenakan apa yang mereka sukai. "Mereka yang hanya bicara soal hak-hak kaum 
wanita di Barat seharusnya sadar bahwa mereka tidak semestinya menolak hak 
wanita Islam untuk mengenakan jilbab," tegasnya. (IoL/romeltea).*

Foto: Marwa Al Sherbini (Berjilbab) ketika masih hidup, dengan suami dan anak 
pertamanya yang berusia 4 tahun. (Foto: IslamOnline).*


 penulis :
 ASM. Romli

Attachment: fotoberita.php?f=20097736049&s=250
Description: Binary data

<<20090706133919.jpg>>

Attachment: pic3.php?f=romel.jpg&s=35
Description: Binary data

Kirim email ke