Lailatul Qadar
By Badruddin Hsubky

Lailatul qadar, sering juga disebut Malam Kemuliaan. Inilah malam turunnya 
takdir Allah yang baik bagi hamba-Nya. Ibadah di malam mulia ini lebih baik 
dari beribadah seribu bulan (Q. S. 87: 2). Pada malam lailatul qadar para 
malaikat dan Jibril berdesakan turun ke bumi membawa segala urusan yang baik. 
Rizki, ilmu pengetahuan, kebahagiaan, keberkahan, dan sebagainya diberikan 
kepada hamba-hambaNya yang beribadah di malam yang mulia ini (Q. S. 87: 3 dan 
89: 16). ''Di saat lailatul qadar,'' sabda Nabi SAW, ''Jibril dan malaikat yang 
lainnya turun ke bumi, seraya memohon ampunan dan keselamatan bagi setiap hamba 
Allah yang beribadah di malam lailatul qadar.'' Karena kemuliaannya, banyak 
orang Islam yang lalu menantikan lailatul qadar, dengan berbagai kegiatan 
ibadah. Keadaan ini akan bertambah khusuk bila tiba sepuluh malam terakhir di 
bulan Ramadhan. Mereka bersandar pada hadis Nabi riwayat Aisyah ra: ''Jika 
telah datang sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan, Rasulullah SAW lebih 
mempererat ibadahnya, dan beliau membangunkan seluruh keluarganya.''

Hadis di atas memotivasi umat Islam agar bertambah giat beribadah. Terlihat, di 
berbagai masjid, umat Islam khusuk beribadah, ada yang tadarus Alquran, salat 
tarawih, salat malam, mengkaji ilmu-ilmu keislaman serta berbagai kegiatan 
ibadah lainnya. Ini karena Rasulullah SAW telah memberi gambaran bahwa untuk 
mendapatkan lailatul qadar harus beribadah secara sungguh-sungguh di bulan yang 
penuh berkah ini. Minimal ada dua syarat untuk mendapatkan malam lailatul 
qadar. Pertama, fal yastajibu li, hendaknya memenuhi segala ketentuan-ketentuan 
Allah dan menjauhi berbagai larangan-Nya secara konsekuen dan konsisten. Kedua, 
fal yu'minu bi, memantapkan keyakinan kepada Allah atas segala janji-janji-Nya.

Dua kriteria di atas merupakan syarat akan dipenuhinya segala permohonan. 
Firman-Nya, ''Aku akan mengambulkan permohonan orang-orang yang berdoa, bila 
mereka memohon kepadaKU.'' (Q. S. 2: 186). Lalu, apa hikmah dari malam lailatul 
qadar? Orang yang mendapat lailatul qadar, dalam hidupnya akan senantiasa 
mendapat bimbingan dan petunjuk ke jalan lurus, al-shirath al-mustaqim. 
Artinya, ia akan mendapat aspirasi dan inspirasi untuk menatap hidup masa 
mendatang yang lebih baik. Kita amat kerap berikrar: Tunjukilah kami jalan 
lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada 
mereka (Q. S. 1: 5-7). Petunjuk jalan yang lurus itu akan tersingkap di saat 
tiba lailatul qadar. Semoga. ahi

Kirim email ke