From: "Kisah" <[EMAIL PROTECTED]>
Edisi 12 -- Serahkan Pada-Ku
PENGANTAR
Tidak semua orang dapat dengan peka mendengar panggilan Tuhan.
Tetapi apabila kita memiliki kepekaaan itu, apakah kita akan
langsung menerimanya? Akankah kita minta tanda terlebih dahulu
supaya kita yakin? Ataukah kita malah lari? Beberapa pertanyaan
tersebut mungkin saja kita jawab dengan "iya" atau "tidak" sewaktu
mendapat panggilan, terutama untuk melayani Tuhan. Kiranya melalui
kisah berikut ini kita disadarkan kembali bahwa kita diberi anugerah
keselamatan dan diberi kasih karunia-Nya, semata-mata untuk melayani Dia.
Pimred KISAH,
Pipin Kuntami
______________________________________________________________________
KESAKSIAN
SERAHKAN PADA-KU
================
Kelelahan otak, kelelahan saraf, depresi ... itulah yang biasa
digambarkan misionaris Methodist, E. Stanley Jones tentang
keadaannya yang memburuk. Dia pergi ke India dengan penuh semangat
yang idealis, tetapi energinya menguap di tengah-tengah panas yang
tak tertahan, permusuhan, dan kegelisahan. Dokternya menyarankan
agar dia beristirahat selama setahun di Amerika, tetapi dia jatuh di
atas kapal ketika berusaha berkhotbah pada pelayanan Minggu pagi di
laut. Di sana, Jones mencoba beristirahat, tetapi sarafnya meletus
seperti hubungan singkat sirkuit listrik. Dia berkeras untuk kembali
ke India setahun kemudian, tetapi tidak lama di Bombay dia jatuh
lagi dan dikirim ke gunung untuk beristirahat. Teman-temannya
khawatir akan hidupnya. Suatu ketika, Jones berkeliling kota Lucknow
untuk mengadakan serangkaian pertemuan.
Suatu malam ketika berdoa, tiba-tiba dia merasakan Tuhan berbicara
padanya. Suara Tuhan jelas terdengar, Jones merasakan kata-kata ini:
"Apakah dirimu siap untuk pekerjaan yang merupakan panggilan-Ku
kepadamu ini?" Jawab Jones "Tidak, Tuhan, aku akan mati. Aku telah
kehabisan sumber dayaku." Kembali Jones mendengar Tuhan berkata,
"Jika kau serahkan pada-Ku dan kamu tidak mengkhawatirkannya, Aku akan
mengurusnya." Maka Jones menjawab, "Tuhan, aku menutup penawaran di sini."
E. Stanley Jones kemudian berkata bahwa hati dan tubuhnya telah
diliputi damai yang hebat. "Aku telah dapatkan hidup yang
berkelimpahan. Aku sangat senang sampai-sampai aku hampir tidak
menyentuh jalan ketika aku berjalan pulang malam itu. Hari-hari
berikutnya, aku melewati hari-hari dengan bekerja sampai malam dan
sampai pada waktu tidur aku bertanya-tanya mengapa di dunia ini aku
harus pergi tidur padahal aku tidak merasakan kelelahan sedikit pun.
Aku telah diberi kehidupan, kedamaian, dan ketenangan oleh Kristus."
Jones bekerja selama beberapa dekade, melayani lebih dari empat
puluh tahun di India, berkhotbah di seluruh dunia. Berkhotbah tiga
kali dalam sehari, menulis lusinan buku, dan menjadi salah satu
misionaris yang paling terkenal dari generasinya. Sejak pertemuannya
dengan Tuhan di Lucknow sampai hari kematiannya tahun 1973, E. Stanley Jones
hidup dalam sinar kecukupan dari Kristus dan selalu memegang janji Tuhan.
Bahan diambil dan diedit seperlunya dari:
Judul buku : Real Stories For The Soul
Judul artikel: Serahkan PadaKu
Penulis : Robert J. Morgan
Penerbit : Bethlehem Publisher
Halaman : 27 -- 28
______________________________________________________________________
"Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh,
supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu
melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung." (2Petrus 1:10)
< http://sabdaweb.sabda.org/?p=1Petrus+1:10 >
______________________________________________________________________
POKOK DOA
1. Mari doakan anak-anak Tuhan yang mendapat panggilan untuk
melayani Tuhan supaya mereka menyambut panggilan-Nya dengan
sukacita dan tetap teguh menjalankan panggilan tersebut.
2. Berdoalah bagi anak-anak Tuhan tersebut agar turut memerhatikan
kondisi jasmani mereka. Mintalah pada Tuhan agar Ia senantiasa
memelihara tubuh jasmani mereka.
3. Berdoalah juga bagi setiap hamba-Nya yang menderita kelemahan
tubuh. Mohonkan pemulihan dari Tuhan lewat obat-obatan, makanan, minuman,
dan
tenaga medis sehingga mereka dapat melayani Tuhan dengan lebih giat.
______________________________________________________________________
DARI REDAKSI
Dengan hati yang terbuka, kami masih terus mengundang Anda untuk
mengirimkan kesaksian pribadi Anda ke Publikasi Kisah di alamat:
< staf-kisah(at)sabda.org >. Kami percaya kalau kesaksian yang Anda
kirimkan akan menjadi berkat bagi anak-anak Tuhan yang membacanya
sehingga nama Tuhan dipermuliakan. Amin.
______________________________________________________________________
Isi dan bahan adalah tanggung jawab Yayasan Lembaga SABDA
Didistribusikan melalui sistem network I-KAN
Copyright(c) 2007 YLSA
YLSA -- http://www.sabda.org/ylsa/
http://katalog.sabda.org/
Rekening: BCA Pasar Legi Solo
No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
______________________________________________________________________
Pimpinan Redaksi: Pipin Kuntami
Staf Redaksi : Puji, Raka, Yulia
Kontak : < staf-kisah(at)sabda.org >
Berlangganan : < subscribe-i-kan-kisah(at)hub.xc.org >
Berhenti : < unsubcribe-i-kan-kisah(at)hub.xc.org >
Arsip Kisah : http://www.sabda.org/publikasi/Kisah/