From: Dewi Kriswanti BERTINDAK DENGAN IMAN Bacaan: Yakobus 2: 17, 22
Demikian juga halnya dengan iman: Jika kamu itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati. (Yak. 2: 17) Suatu kebenaran yang sangat mendasar bertalian dengan kehidupan iman kita adalah, bahwa sebagai orang percaya, kita tidak cukup sekedar memiliki iman saja. Kita dituntut memiliki tindakan iman. Kita harus berani bertindak berdasarkan dan melalui iman dalam setiap aspek kehidupan, baik dalam pencobaan maupun sukacita. Melakukan tindakan iman yang benar, terlebih dahulu kita harus memahami dengan benar dasar-dasar Alkitab. Sebab, kalau tidak kita ibarat seorang buta yang berjalan sendirian di jalan yang penuh lubang. Cepat atau lambat, kalau tidak ada orang yang menolong, maka orang itu akan jatuh terperosok. Kita tidak cukup hanya memiliki iman dan semangat. Kita perlu pemahaman yang benar secara alkitabiah. Berikut ini kita lihat beberapa hal yang merupakan dasar untuk mengimplementasikan iman dengan maksimal dan menjadi efektif. 1. Firman Tuhan (Roma 10:17; Roma 9:6; Yes. 55:11; Ibr. 4:12; Yoh. 8:32). Kita beriman bukan karena melihat, tapi kita beriman karena kita mendengar dan percaya firman Tuhan sebagai kebenaran yang hidup, kuat dan penuh kuasa. Firman adalah dasar iman kita, merupakan jaminan pasti janji Tuhan. Jadi orang yang memiliki iman yang benar, hidup dan dipenuhi Roh Kudus, adalah mereka yang hidup dalam kebenaran firman Tuhan (band. Yos. 1:8). 2. Roh Kudus (Yoh. 14:16-17; Roma 8:26; 1Kor. 3:16, 2Tim. 1:7). Melakukan tindakan iman, adalah suatu pekerjaan yang bersifat supranatural atau pekerjaan yang adikodrati. Perkara iman sering dipandang dari kacamata hikmat dunia sebagai perbuatan yang tidak masuk di akal, tidak dapat dipahami dan dikatakan sebagai suatu kebodohan. Contoh, orang sakit kankertidak mau berobat atau dioperasi, hanya mengandalkan doa dan iman kepada Kristus. Karena tindakan iman itu bersifat supranatural, jadi setiap mengimplementasikan iman, memerlukan pribadi yang punya kuasa yaitu adalah Tuhan sendiri. Jadi, bertindaklah selalu dengan Iman. Minta pertolongan Roh Kudus, sehingga kita maju dan kuat dalam kehidupan ini. (Jwar)sesungguhnya iman yang hidup dan efektif adalah iman yang disertai perbuatan. Doa: Bapa yang baik, firmanMu adalah pelita dan terang bagi jalan kami. Ajar kami untuk selalu berada dalam kasih dan terangMu yang ajaib. Amin! SESUNGGUHNYA IMAN YANG HIDUP DAN EFEKTIF ADALAH IMAN YANG DISERTAI PERBUATAN. BERTINDAK DENGAN IMAN 2 Bacaan: Yakobus 2: 17-22 Demikian juga halnya dengan iman: Jika kamu itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati. (Yak. 2:17) Di bagian pertama sudah dijelaskan bahwa ciri khas iman yang hidup atau iman yang benar, pasti disertai tindakan iman. Juga telah dijelaskan tentang firman Tuhan dan Roh Kudus. Hari ini kita pelajari dasar-dasar lain untuk mengimplementasikan tindakan iman kita, yaitu: 1. Hidup dalam kebenaran (Yes. 59: 1-2). Ada satu tuntutan Tuhan kepada semua umatNya, yaitu kita harus hidup kudus. Kita dituntut hidup dalam kebenaran, bukan sekedar supaya kita berkenan di hadapan Tuhan, atau diselamatkan, tetapi agar kita dapat menjalin hubungan yang sejati dengan Tuhan sang pencipta, baik sementara kita di dunia atau setelah kita di surga nanti. Tuhan ingin ingin menyatakan kuasaNya sepenuhnya bagi kita. Sebab di balik tindakan iman kita, sesungguhnya Tuhan berperan aktif mengerjakan dan menyatakan mujizat pertolongan bagi kita. Tetapi Tuhan tidak bisa kompromi dengan dosa, jadi walaupun kita memiliki iman yang besar dan tidak ragu bertindak, jika kita masih kompromi dengan dosa, Tuhan tidak akan menolong kita dan gagal dalam iman kita. Tidak jarang kita temui orang yang sudah mengenal Yesus dan berserah, percaya dan beriman tapi gagal dalam tindakannya. Penyebabnya mereka masih hidup kompromi dengan dosa. 2. Memiliki Iman yang sudah teruji (1Sam. 17:36-37; Yak. 1:2-4; ). Setiap mereka yang sudah memiliki iman yang teruji, lebih mudah bagi mereka untuk melakukan tindakan iman. Karena sebelumnya mereka sudah mengalaminya. Kita ambil contoh, dalam ayat bacaan kita (1Sam. 17: 36-37), Daud seorang anak muda belia, dengan semangat dan penuh keberanian dapat mengalahkan dan membunuh Goliat. Rahasianya, selain Daud hidup benar, ia juga mempunyai pengalaman iman. Imannya sudah teruji, ketika ia membunuh binatang-binatang buas. Baik Rasul Yakobus, maupun Rasul Petrus, sama-sama menasihati kita supaya kuat dalam pencobaan (Yak. 1:2-4; 1Pet. 1: 6-7). Sebab di dalam pencobaan itu, sesungguhnya Tuhan sedang melatih iman kita, memurnikan iman kita, sehingga kita tangguh dalam tindakan iman. Tuhan Yesus memberkati. (Jwar) Doa: Tuhan Yesus, beri kami kekuatan untuk selalu bertindak sesuai dengan firmanMu, sehingga segala sesuatu kembali hanya untuk kemuliaanMu. Amin! IMAN YANG KOKOH DAN TANGGUH HARUS MELEWATI PROSES PEMBENTUKAN TUHAN ============================================== From: Dewi Kriswanti BERSAHABAT DENGAN YESUS Bacaan : Lukas 19: 1-10 Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: "Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu." (Luk. 19:5) Dalam masa pelayananNya, Tuhan Yesus tidak cuma bergaul dengan kalangan bawah, tapi juga pada para petinggi negara dan tokoh masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa kasih Yesus adalah kasih yang tulus dan murni, tak terpengaruh oleh golongan, ras dan suku bangsa. Yesus pernah menolong Bartimeus yang buta dan gelandangan, tapi Yesus pun pernah menolong seorang pemungut cukai seperti Zakheus. Begitu pula dengan perempuan Samaria, Ia pernah bercakap-cakap dan menyampaikan perumpamaanNya yang bermakna dalam. Dalam perjalananNya, Yesus juga pernah menyembuhkan perempuan yang telah menderita selama dua belas tahun pendarahan (Mar. 5: 25-34). Berbagai aktivitas pelayanan yang pernah Yesus lakukan menunjukkan: 1. Yesus adalah pribadi yang tulus. Tak ada kemunafikan yang disimpanNya, ketika kita bersahabat dengan Yesus, maka Ia menjadi faktor yang mampu membangun motivasi kita untuk melakukan segala sesuatu dengan tulus. 2. Yesus memiliki karakter yang terbuka dan setia. Keterbukaan ditunjukkan Yesus dengan menerima siapapun yang mau datang padaNya. Seorang kaya, berpangkat atau pengemis sekalipun, jika mau datang padaNya, Yesus menyambut dengan tangan terbuka. Begitu pula kesetiaanNya sungguh teruji dan dahsyat. Meski berulang kali kita menyakiti hati Yesus, tapi Ia tetap setia. Jadi, belajarlah untuk tekun dan setia berjalan bersamaNya. 3. Yesus memiliki sifat yang suka menolong. Sebagai sahabat yang sejati, Ia tak sungkan mengorbankan segala sesuatunya bagi hidup manusia. Bahkan nyawaNya sendiri rela dikorbankan untuk menebus hidup kita dari dosa dan maut. Kita pun seharusnya bisa merefleksikan iman dengan membuka hati membatu yang membutuhkan pertolongan. Tidak mengeksklusifkan diri, memandang remeh orang lain, dan mengereskan hati atas penderitaan orang lain. Nats bacaan kita hari ini juga menunjukkan bahwa Yesus juga membuka diri untuk bersahabat dengan siapapun, termasuk saudara dan saya. SikapNya yang terbuka, mengundang kita untuk datang mendekat kepadaNya. Lakukanlah, selagi masih ada kesempatan. (tlt) Doa: Terima kasih Bapa, atas kasih karuniaMu yang melingkupi hidup kami.Amin! SIAPAKAH SAHABAT SEJATI YANG SETIA HANYA ADA SATU NAMA YAITU YESUS KRISTUS

