From: Cheryl Tanaja 

 TOKO GROSIR SURGA

SEMOGA JADI BERKAT SEPANJANG MINGGU INI.
2 Korintus 8:9

Suatu hari dalam perjalanan hidup saya,saya melihat sebuah papan bertuliskan 
"TOKO GROSIR SURGA".
Ketika saya berjalan dan hendak masuk ke toko itu,pintu segera terbuka dengan 
begitu lebar.Sementara saya berdiri dalam kebingungan ketika berada dalam toko 
tersebut,saya melihat banyak malaikat yang berdiri dimana-mana.salah satu dari 
mereka memberikan keranjang belanja kepada saya sambil berkata,
"Anakku,berbelanjalah dan pilih apa saja yang engkau mau,semua kebutuhan orang 
Kristen tersedia di toko ini dan jika engkau tidak bisa membawa semua 
belanjaanmu engkau boleh kembali lagi kesini."

Pertama-tama saya mengambil KESABARAN dan KASIH,karena keduanya berada dirak 
yang sama.
Dibawah rak itu saya melihat PENGERTIAN dan sayapun mengambilnya.
"Kau selalu memerlukannya dimanapun kau pergi,"kata malaikat yang ada didepan 
saya.
Saya mengambil 2 kotak KEBIJAKSANAAN dan sekantong IMAN.
Saya juga tidak melupakan ROH KUDUS karena itu terletak disetiap tempat di 
dalam toko itu.
Saya berhenti sejenak untuk mengambil sebungkus KEKUATAN dan KETEGUHAN HATI 
untuk menolong dan memampukan saya melalui perjuangan hidup ini.Meskipun 
keranjang saya sudah penuh,tetapi saya teringat bahwa saya membutuhkan ANUGERAH.
Saya juga tidak melupakan KESELAMATAN karena saya tahu itu merupakan barang 
yang gratis di toko tersebut.
Saya mengambil lebih,agar bisa membagikannya kepada orang lain yang 
membutuhkannya.
Saya berpikir,"ini kan cuma-cuma."Keranjang saya kini benar-benar penuh dan 
saya berjalan ke kasir untuk membayar belanjaan.saya berpikir,Dengan semua yang 
saya beli,saya pasti bisa menyenangkan TUHAN saya."
Didepan kasir saya melihat DOA dan tanpa menunggu lebih lama saya segera 
mengambilnya karena saya tahu tanpa DOA saya akan segera jatuh dalam pencobaan.
DAMAI dan SUKACITA adalah dua hal penting yang hampir saya lupakan.Saya segera 
mengambil satu keranjang kecil untuk keduanya dan untuk NYANYIAN PUJIAN.
Pada akhirnya saya berkata kepada malaikat,"Sekarang berapa yang harus saya 
bayar?"
Ia hanya tersenyum dan berkata,Kamu tinggal membawanya saja."
Sekali lagi saya bertanya dalam kebingungan,"Sungguh,berapa harga semua ini?"
Ia tersenyum dan berkata,"Anakku,bertahun-tahun yang lalu Yesus telah membayar 
semuanya untuk mu."
Aku terharu,aliran-aliran bening membanjiri mataku.
Didalam Iman semuanya sudah tersedia bagi kita yang percaya kepada Yesus.
Kita tinggal mengambilnya kapan dan berapa banyak yang kita mau.
Alkitab berkata bahwa IA datang supaya kita memiliki hidup dan mempunyainya 
dalam segala kelimpahan.DIA menjadi miskin agar kita kaya dalam segala hal.
Saat ini "TOKO GROSIR SORGA" masih terbuka dan YESUS masih mengharapkan agar 
kita semua datang dan menikmati hasil hasil dari pengorbananNYA.(Manna Sorgawi 
no.99 tahun IX)

Jika anda merasa diberkati dengan renungan ini,tolong kirimkan kepada 
orang-orang yang anda kenal supaya berkat itu selalu mengalir.

=============================================
From: [EMAIL PROTECTED] 

"PERMAISURI LUCIFER"

In Jesus Name
lebih jauh akses ada di website www.jawaban.com
JBU

   Pada  suatu  hari,  seorang  paranormal,  datang berkunjung ke rumah Pak
   Bambang  Prasetyo,  ayah  Lala. Paranormal yang adalah tetangga Lala itu
   mengatakan   bahwa   ada   sesuatu  yang  khusus  pada  Lala,  kesaktian
   supranatural  dari  Kakek  Lala akan turun kepada Lala, anak ke-2 dari 2
   bersaudara itu. "Ketika Paranormal itu meminta Lala untuk berpuasa, saya
   pikir  itu  bukanlah  sesuatu  yang  berbahaya buat anak saya," ujar Pak
   Bambang, yang sebelum menikah dengan Ibu Annie memeluk agama Islam. Lala
   pun  mulai  berpuasa.  Ia  menerima anjuran itu. Sang paranormal berkata
   bahwa  ilmu  yang Lala miliki bisa digunakan untuk kebaikan dan menolong
   banyak  orang.  Salah  satunya  menyembuhkan orang sakit. Meskipun masih
   ragu,  namun  Lala  menurutinya.  Paranormal itu menasihatkan Lala untuk
   hidup  jujur,  jangan  curang  dan  berbuat  tidak  benar, sehingga Lala
   semakin  tertarik.  Bahkan  ia menyampaikan pesan Kakek Lala supaya Lala
   rajin belajar. Lala juga percaya bahwa itu benar.

   Kejadian Supranatural

   Satu hari  setelah berpuasa dan mengikuti ritual yang disarankan, Lala
   bisa melihat dan berbicara dengan arwah yang sudah mati. Arwah-arwah itu
   berwujud  manusia dan sering  mendatangi  Lala sambil menitipkan pesan
   untuk keluarga yang mereka tinggalkan. Salah satu arwah berpesan kepada
   anak-anaknya  supaya mereka segera berkunjung ke kuburannya. Kemudian
   Lala menyampaikannya.

   Suatu ketika, Lala menyadari bahwa ia memiliki kemampuan untuk
   memindahkan barang apapun tanpa menyentuhnya. Cukup dengan
   berkonsentrasi  maka barang  tersebut  akan  bergerak ke mana pun Lala
   kehendaki. Bahkan orang sakit dapat Lala sembuhkan.

   Memasuki tahun  2001, Lala bertemu dengan Sunan Gunung Jati dan Sunan
   Kali Jaga. Ia bisa  pindah ke satu tempat ke tempat lain, muncul pada
   saat orang lain tidak melihatnya. Setiap kali mengisi bensin di sebuah
   pom bensin, kasirnya  selalu  berkata  bahwa Lala sudah membayarnya.
   Padahal  Lala tidak mengeluarkan uang sepeser pun. Kejadian-kejadian itu
   membuat  Lala  semakin  disanjung oleh teman-temannya. Namun teman-teman
   Lala  yang  beragama  Kristen  tidak  menunjukkan kekaguman kepada Lala,
   sehingga Lala merasakan suatu kejanggalan.

   Tamu Misterius Datang Ke Dalam Kamar

   Suatu  hari,  sepulangnya Lala dari kampus, ia melihat seorang laki-laki
   berwajah  tampan  sedang  duduk di atas tempat tidurnya. Mukanya telihat
   halus  dan  licin.  Lala  hendak  memarahinya karena ia lancang masuk ke
   dalam  kamar, namun mulut Lala tidak dapat mengeluarkan suara. Laki-laki
   itu  menatap  Lala  dengan  tatapan  tajam  lalu  berkata,  "Kamu adalah
   pilihanku,  dan  kamu  akan  kujadikan  permaisuri. Akan kuberikan semua
   fasilitas  yang  kamu  butuhkan,  rumah,  uang,  mobil  dan  harta  yang
   melimpah,  sehingga kamu tidak merepotkan orang tuamu lagi." Lala sempat
   terbuai  dengan  tawaran  itu. "Jika kamu menjadi permaisuriku maka kita
   berdua  akan  membuat  Bandung  berdarah," ucap laki-laki itu lagi. Lala
   mulai  ketakutan  dan  sadar bahwa laki-laki ini bukan manusia. Mulutnya
   yang sempat terkunci tiba-tiba bisa berbicara kembali. "Saya tidak mau,"
   jawab   Lala.  Wajah  laki-laki  misterius  itu  berubah  menjadi  tidak
   bersahabat, seperti penuh dengan amarah. Dalam sekejap mata tiba-tiba ia
   menghilang  dari  kamar Lala. Dan seiring kepergiannya, terasa guncangan
   hebat  dalam  kamar  Lala  sehingga  membuat  seisi kamarnya berantakan.
   Bahkan  orang  tua Lala yang sedang berada di lantai atas ikut merasakan
   guncangan  tersebut.  Perasaan  Lala mulai tidak karuan. Ia mulai merasa
   khawatir  dan bertanya dalam hati, apa yang sekiranya akan terjadi dalam
   hidupnya setelah kejadian ini.

   Teror Akibat Dendam Amarah Lucifer

   Lima  hari  berlalu  dari  kejadian  itu, ternyata belum terjadi apa-apa
   dalam kehidupan Lala. Ia pergi ke kampus seperti biasanya. Ketika pulang
   kuliah,  ia melihat keadaan di dalam mobilnya berantakan. Tiba-tiba saat
   ia  hendak  masuk  ke dalam mobil, pintu mobil Lala tertutup sendiri dan
   terbanting  keras sehingga menjepit tangan Lala. Lala menjerit kesakitan
   namun  tidak  ada  satu  orang pun yang mendengarnya. Setelah cukup lama
   menahan sakit, barulah pintu itu terbuka kembali dan Lala dilarikan oleh
   satpam kampusnya ke rumah sakit Bandung.

   Keesokan harinya, di saat Lala sedang jalan-jalan dengan teman-temannya, 
sesuatu  yang  keras  seperti  memukul kepalanya. Teman-teman Lala tidak 
melihat apa-apa, bahkan menganggap Lala hanya bergurau. Sampai tiba-tiba wajah  
Lala lebam dan terluka dengan sendirinya. Hanya Lala sendiri yang merasakan  
pukulan-pukulan  itu.  Seperti  ada  roh  halus  yang  sedang menghajarnya.

   Di  dalam  kelas, ketika Lala sedang mengikuti pelajaran salah satu mata
   kuliahnya,  tiba-tiba  tubuh Lala terlihat seperti ada yang menarik, dan
   kursi  yang  Lala  duduki  melayang ke atas udara. Seisi kelas merinding
   ketakutan  dan  bingung  dibuatnya. Teman-teman Lala mulai panik melihat
   kejadian itu. Dan untuk mengantisipasi kejadian serupa terulang kembali, 
mulai  di  hari selanjutnya mereka mengadakan doa bersama sebelum kuliah 
dimulai.  "Kehidupan saya tidak tenang karena 'mereka' selalu mengganggu saya," 
ujar Lala.

   Gangguan  belum  berakhir.  Sewaktu  makan,  Lala  tidak bisa memasukkan
   makanan  yang  ada di sendok ke dalam mulutnya. Ketika ia mencoba dengan
   garpu,  garpu  itu  melesak  ke  dalam  mulutnya  dan  menusuk ke lidah.
   Teman-temannya  berusaha  membantu  Lala  menarik garpu itu, namun tidak
   berhasil.  Darah  mulai  mengalir  dari  dalam  mulut  Lala. Akibat dari 
kejadian  itu  Lala  tidak bisa makan selama satu minggu, badannya mulai 
terlihat  kurus  sehingga  ia  harus  dilarikan  ke  rumah  sakit  untuk 
mendapatkan perawatan khusus.

   Sesampainya  di  rumah  sakit,  jarum  infus  yang  hendak dimasukkan ke
   pembuluh darah Lala sulit untuk dimasukkan. Dokter yang bertugas semakin
   dibuat  heran  ketika  muncul tanda seperti simbol 'X' berwarna merah di 
dahi  Lala.  Simbol  itu seperti luka yang kering. Bahkan beberapa waktu 
kemudian muncul tulisan 'SATAN' di tubuh Lala. "Saya dipermalukan sekali oleh 
Lucifer," ujar Lala.

   Teror  demi  teror  terus  berdatangan.  Semakin  hari  semakin aneh dan
   mengerikan.  Tiba pada puncaknya ketika Lala sedang masuk ke dalam kamar
   mandi,  ia  menghilang seketika. Teman-temannya sempat terbelalak ketika
   mereka  melihat  kamar  mandi  dalam  keadaan  kosong. Karena sebelumnya
   mereka  sempat  melihat  dengan jelas Lala masuk ke dalam situ. Akhirnya
   disebarkan  berita  kalau  Lala hilang. Seorang petugas polisi menemukan 
Lala sedang berdiri di pinggir jalan. Kejadian itu terulang kembali pada hari  
berikutnya.  Lala  menghilang  dan  ia  tiba-tiba  sudah berada di pegunungan 
Ciwidey.

   Suatu  hari  Lala  melihat  sosok  iblis  keluar  masuk  dalam tubuhnya.
   Perlahan  penglihatannya  mulai  memudar  dan  semua  yang  dilihat Lala
   seperti buram. Pada akhirnya Lala tidak dapat melihat sama sekali. Semua
   serba  gelap.  Beberapa  menit  kemudian sebuah tangan yang besar terasa
   seperti mencekik leher Lala. Dan Lala menjadi bisu seketika itu juga. Di
   saat  yang  bersamaan,  kaki Lala juga lumpuh. Kejadian itu terjadi pada
   bulan  April  2002.  Tidak  sampai  di  situ  saja. Iblis juga menyumbat
   pikiran  Lala  sehingga  Lala  menjadi  amnesia dan tidak mengenali satu
   orang  pun  yang  ada di dekatnya. Stres yang hebat mulai Lala alami. Ia
   merasa   tidak   memiliki   pengharapan.   Nilai-nilainya   hancur   dan
   teman-temannya satu per satu mulai pergi menjauhi dirinya.

   Pencobaan Bunuh Diri

   Lima  hari  sudah Lala lewati dalam keadaan buta, bisu, lumpuh dan tidak
   mengenali  suara-suara  yang  ia  dengar.  Pilihan  yang terlintas dalam
   pikiran Lala hanya ada 2; menyerahkan diri kepada iblis atau bunuh diri.
   Karena  sudah  tidak  kuat menahan penderitaan tersebut, Lala memutuskan
   untuk  bunuh  diri.  Ia mencoba meraba-raba seisi kamarnya untuk mencari
   barang  yang  tajam supaya dapat menikam lehernya sendiri dan menghabisi
   nyawanya. Tetapi niat itu batal ketika seseorang masuk ke dalam kamarnya
   dan menggenggam tangan Lala. Orang itu menuliskan sesuatu di atas tangan
   Lala, "Ini mama." Dan lagi ia menuliskan sebuah kalimat, "Segala sesuatu
   indah  pada  waktu-Nya.  Yesus  sayang  sama Lala." Hingga akhirnya Lala
   menemukan pilihan yang ke-3, yaitu menerima Yesus.

   Mujizat Kesembuhan Terjadi Saat Pelepasan

   Sementara  itu,  selain  kedua  orang  tua Lala, ada banyak orang berdoa
   untuk  Lala.  Karyawan  Maranatha di bagian pembukuan juga ikut berpuasa
   untuk  Lala,  bahkan mereka berdoa selama berjam-jam. Mereka berdoa agar
   Tuhan   segera  menolong  dan  mengasihani  Lala.  "Saya  melihat  suatu
   keindahan  yang  Tuhan  perlihatkan. Rumah kami menjadi rumah doa,"ucap
   Pak  Bambang dengan wajah  berseri-seri  ketika memberikan kesaksian.
   Kebahagiaan terpancar dari mimik wajahnya yang tenang ketika ia mengingat 
kembali kejadian itu. Akhirnya mujizat kesembuhan terjadi. Doa orang  benar  
besar  kuasanya. Lala bisa mendengar dan berbicara lagi, meskipun ia belum bisa 
melihat.

   Lala mulai ikut bernyanyi memuji dan menyembah Tuhan bersama
   teman-temannya. Dan secara ajaib perlahan-lahan  warna  hitam yang
   menutupi  penglihatannya  mulai  berubah  menjadi warna-warni. Lala bisa
   melihat  kembali. "Saya mulai mengamati bahwa pujian dan penyembahan ada
   kuasa. Tuhan bertahta di atas puji-pujian," ujar Lala.

   Kejadian Aneh Muncul Kembali

   Beberapa  hari  kemudian,  ketika  sedang berada di dalam mobil bersama
   kedua  orang  tua  dan pamannya, Lala tiba-tiba menghilang. Kejadian itu
   membuat  mereka  menjadi  ngeri dan panik, karena Lala tidak lagi berada
   bersama  mereka. Sedangkan Lala sendiri tiba-tiba sudah berada di dalam
   sebuah rumah besar yang aneh. Beberapa anak muda menyapa kehadiran Lala.
   Lala  tidak  dapat  menggerakkan  anggota  tubuhnya. Kuasa iblis seperti
   sedang  menguasainya.  Lalu  datang  seseorang memasuki ruangan, seorang
   laki-laki  yang  dahulu pernah berada di dalam kamar Lala. "Mungkin kamu
   lupa sama saya, tapi hari ini kamu akan saya jadikan permaisuriku," ucap
   laki-laki  itu.  Dalam  keadaan  tidak  berdaya,  iblis  membawa Lala ke
   pelaminannya.  Anak-anak  muda  yang  berada  di  dalam ruangan tersebut
   membaca sebuah mantera sambil mengiringi perjalanan Lala.

   Lala  dibawa  oleh  laki-laki  itu dan diposisikan di sebelah dia sambil
   dirangkulnya. Semua orang yang ada di depan Lala memakai baju hitam, dan
   mereka  terlihat  sedang memakan daging mentah. Darah segar muncrat dari
   mulut  mereka - mengotori lantai ruangan. Mulut mereka berlumuran darah.
   Lalu  setelah  itu  anak-anak  muda  yang berada di dalam ruangan saling 
berhubungan seks.

   Laki-laki  misterius  yang  membawa  Lala  mulai berusaha menjamah tubuh
   Lala.  Kemudian Lala melihat wajahnya berubah menjadi panjang. Tiba-tiba
   terbesit  dalam  pikiran  Lala  sebuah ajakan untuk menyebut nama Yesus.
   Lala  pun  berusaha  berkata  dalam hati, "Yesus tolong saya, walau saya
   lupa  tentang  Kau  tapi  saya  tahu Kau mau menolong saya, Yesus tolong 
saya."

   Akhirnya ketika mata Lala berkedip, ia sudah berada di tempat lain lagi.
   Terlihat  banyak  angkot-angkot  lewat.  Lala  sedang  berada di pinggir 
jalan. Ia tidak tahu mau pulang ke mana. Walaupun dalam keadaan bingung, namun  
Lala  bersukacita. Ia meneriakkan nama Yesus sehingga orang-orang 
memperhatikannya.

   Lala  masih  tidak  tahu harus pulang ke mana. Ia kembali berseru kepada
   Yesus.  Untuk  pertama  kali  dalam hidupnya, Lala mendengar suara Tuhan
   yang  lembut, "Anak-Ku, orang tuamu sekarang ada di Gereja Sidang Jemaat
   Allah, di Jalan Sudirman. Ketahuilah Aku senantiasa menyertai kamu."

   Tuhan Yesus Mendatangi Lala

   Setibanya  di  gereja  itu, Lala bertemu kembali dengan pamannya. Mereka
   naik  ke  atas  gedung  gereja  dan  melihat kedua orang tua Lala sedang
   berdoa.  Ibu  Annie  Prasetyo,  ibu  Lala,  segera  memeluk  Lala sambil
   mengucapkan syukur dan terima kasih kepada Yesus.

   Lalu  mereka  semua  turun  ke  bawah. Saat itu Lala merasa sudah sangat
   putus  asa,  dan berkata kepada ibunya bahwa ia mau mati saja. Ibu Annie
   mencoba  menenangkan Lala. Dalam keadaan letih yang luar biasa tiba-tiba
   Lala melihat Yesus hadir di hadapannya. Mata Lala menatap lurus ke suatu
   titik.  Orang-orang di sekeliling Lala mulai menengking-nengking, karena
   mereka  berpikir Lala kembali didatangi oleh roh jahat. Namun Lala tetap
   tenang.  Yesus  mendekati  Lala  dan  berkata,  "Anak-Ku,  Aku mengasihi
   engkau."  Dia  lalu  membuka  tangan-Nya dan mengajak Lala untuk berdoa,
   "Bapa Kami yang di sorga..." Lala mengikutinya dan semua orang menangis.

   Tak  lama  kemudian  perut  Lala dipelintir oleh iblis dan dipukul. Lala
   menjerit  kesakitan. Tangan kiri Lala tetap dipegang oleh Tuhan. Suasana
   menjadi  gaduh, namun Lala sempat mendengar suara Yesus, "Percayakah Kau
   kepadaku?"  Lala  menjawab, "Saya mau percaya asalkan saya sembuh dulu!"
   Hingga  akhirnya  Lala  tidak sadarkan diri. Lau ia dibawa ke ruang doa.
   Peristiwa yang menggemparkan terjadi. Dalam keadaan tidak sadarkan diri,
   keluar  suara  lemah  dari mulut Lala, "Ya Yesus, Engkau Anak Allah Yang
   Maha Tinggi. Engkau adalah Mesias yang sudah mengalahkan saya 2000 tahun
   yang lalu. Ampuni kami Tuhan." Setelah terbatuk keras, Lala mulai sadar.
   Tuhan  Yesus kembali bertanya kepada Lala pertanyaan yang sama, dan Lala
   segera  menjawabnya,  "Saya  percaya Tuhan!" Tangan Tuhan menjamah wajah
   Lala dan seketika itu ingatan Lala mulai pulih. Ia dapat mengenali semua
   orang  yang  ada  di  ruangan  tersebut.  "Maukah  Engkau  memikul salib
   bersama-Ku?"  tanya Yesus lagi. "Ya, saya mau!" jawab Lala dengan tegas.
   "Sampai maranatha," ucap Yesus sebelum Ia pergi berlalu.

   Kehidupan  Lala  dipulihkan dan diubah menjadi baru. Pak Bambang dan Ibu  
Annie  kini  mulai terlibat aktif dalam pelayanan. Mereka percaya, bahwa segala 
 sesuatu  terjadi  untuk  mendatangkan  kebaikan bagi mereka yang mengasihi  
Tuhan.  (Kisah ini telah ditayangkan 23 Juli 2007 dalam acara Solusi di SCTV).

   Sumber Kesaksian :   Melanie Prasetyo

Kirim email ke