From: "e-JEMMi" <[EMAIL PROTECTED]>

e-JEMMi - Edisi 10-46#2007 -- Penganiayaan terhadap Misionaris

               IF YOU SERVE ONLY FOR THE APPLAUSE OF MEN
                   YOU SACRIFICE THE APPROVAL OF GOD
______________________________________________________________________
EDITORIAL

   Syalom,

   Penganiayaan terhadap orang-orang Kristen bukan merupakan berita
   baru bagi kita. Tapi yang menjadi pertanyaan saat ini adalah apakah
   kita cukup peduli dengan apa yang dialami oleh saudara-saudara
   seiman kita yang mengalami aniaya?

   Setiap orang Kristen, termasuk yang menderita aniaya, adalah
   saudara-saudara kita. Mereka ini perlu kita dukung, hibur, dan
   doakan. Dukungan itulah yang kiranya menjadi kekuatan dan
   penghiburan bagi mereka. Dukungan serupa itu pulalah yang dapat kita
   tujukan kepada Maria dari Irak. Kisahnya dapat Anda simak melalui
   Kesaksian Misi edisi ini.

   Bagi Anda yang terbeban dengan pelayanan misi dan ingin belajar
   lebih banyak tentang penderitaan melalui suatu Pendalaman Alkitab
   (PA), kami sediakan bahan PA yang kami harap dapat menolong Anda
   untuk semakin peduli dengan mereka yang saat ini sedang mengalami
   aniaya karena iman mereka. Bagi Anda yang belum terbeban untuk
   berdoa bagi mereka yang teraniaya karena Kristus, mintalah agar
   Bapa memberikan beban tersebut kepada Anda. Sehingga bahan PA yang
   kami sajikan dalam edisi ini dapat Anda diskusikan dan doakan pula.

   Tuhan Yesus Memberkati.

   Redaksi Tamu e-JEMMi,
   Novita Yuniarti

______________________________________________________________________
BAHAN PA MISI

                    PENGANIAYAAN TERHADAP MISIONARIS
                    ================================
                         Teks: Matius 2:16-18

   "Terdengarlah suara di Rama, tangis dan ratap yang amat sedih;
   Rahel menangisi anak-anaknya dan ia tidak mau dihibur, sebab mereka
   tidak ada lagi" (ayat 18).

   Penganiayaan terhadap umat Tuhan sudah tidak asing lagi bagi kita.
   Hal ini terjadi pada waktu Yesus dilahirkan. Dengan membabi buta
   Herodes membunuh anak-anak di bawah umur dua tahun. Bayi-bayi adalah
   martir-martir pertama ketika Yesus datang ke dalam dunia untuk
   melaksanakan misi Tuhan demi penyelamatan dunia. Pengalaman
   penganiayaan karena nama Tuhan tidak dapat lewat begitu saja, ini
   mendatangkan trauma yang tidak sedikit. Nabi Yeremia menubuatkan
   trauma itu, ketika ibu-ibu kehilangan anak-anaknya yang menjadi
   martir. Ibu-ibu membawa kepedihan trauma yang luar biasa, bahkan
   penghiburan dari saudara yang dekat pun tidak sanggup menghapuskan
   kepedihan itu. Pengalaman ini juga dialami oleh ibu-ibu yang
   kehilangan bayi mereka ketika Raja Firaun memerintahkan
   perawat-perawat untuk membunuh seluruh bayi laki-laki Ibrani yang
   lahir untuk mengurangi jumlah orang Israel di Mesir. Kita tidak bisa
   membayangkan betapa banyak penderitaan yang dialami oleh keluarga
   hamba-hamba Tuhan, misionaris-misionaris, ataupun orang-orang
   percaya di ladang Tuhan. Pembakaran gereja di Indonesia, termasuk
   penganiayaan orang-orang percaya, juga membawa kepedihan dan trauma
   tersendiri. Tetapi kita percaya bahwa pengorbanan ini mendapat kasih
   karunia khusus dari Tuhan. Yesus juga mengorbankan diri-Nya di kayu
   salib. Yesus mati syahid karena dosa-dosa manusia. Ia mati untuk
   orang lain. Seperti juga para martir dari dulu hingga kini; mereka
   telah berkorban karena memberitakan kasih Tuhan yang besar bagi orang 
berdosa.

   Bahan Diskusi
   -------------
   1. Pernahkan Anda mengalami tekanan berat ketika mau mengambil
      keputusan untuk menerima Yesus secara pribadi? Tekanan dan
      tantangan apa yang paling berat yang pernah Anda alami ketika
      mengambil keputusan untuk mengiringi Tuhan?

   2. Pernahkan Anda menjumpai seorang saudara lain yang mengalami
      trauma tekanan karena menerima Yesus sebagai Tuhan dan
      Juru Selamatnya? Apa sikap Anda terhadap keadaan ini? Tindakan
      apa yang Anda ambil untuk menolongnya?

   3. Mengapa seseorang bersedia menerima konsekuensi-konsekuensi yang
      berat untuk mengiring Kristus? Kalau Anda sendiri harus mengalami
      konsekuensi seperti itu, apakah Anda bersedia?

   4. Sampai sejauh mana Anda bersedia berkorban bagi Kristus dalam
      mengiringi dan melayani Dia?

   Keputusan Anda: _____________________________________________

   Pokok Doa Misi
   --------------

   1. Berdoalah untuk mereka yang menghadapi tantangan yang berat
      ketika mengambil keputusan untuk mengiring Yesus. Berdoalah agar
      Tuhan memberikan kekuatan dan penghiburan sehingga trauma-trauma
      dapat disembuhkan.

   2. Berdoalah agar Tuhan mengirim saudara-saudara seiman untuk
      menguatkan dan menolong mereka yang menghadapi tantangan yang
      berat sewaktu mengambil keputusan menerima Yesus.

   3. Mari kita berdoa untuk keluarga-keluarga misionaris, hamba-hamba
      Tuhan, dan orang-orang percaya yang mengalami kepedihan,
      penganiayaan, dan trauma yang masih tersisa di seluruh dunia agar
      Tuhan memberi penghiburan dan kekuatan khusus untuk dapat
      melewati masa-masa ini.

   4. Kita berdoa agar Roh Kudus memberikan pengertian kepada mereka
      untuk dapat memahami rencana Tuhan di balik penganiayaan itu.
      Martir-martir itu tidak mengalami penganiayaan di luar kasih karunia 
Tuhan.

   5. Kita berdoa agar Tuhan memberkati serta mencukupi kebutuhan
      keluarga-keluarga yang ditinggalkan karena penganiayaan, dan
      bahkan mengulurkan tangan kita untuk membantu.

   6. Kita berdoa agar Tuhan memberikan perlindungan kepada
      misionaris-misionaris, hamba-hamba Tuhan, dan anak-anak Tuhan
      yang ada di seluruh dunia yang menghadapi potensi untuk dianiaya,
      agar Tuhan memberikan perlindungan, kelepasan, dan kekuatan untuk
      menghadapi segala kemungkinan dan kenyataan ini. Tuhan sanggup
      memberi kelepasan seperti yang dialami oleh Paulus dan Petrus.

   Diambil dan diedit seperlunya dari:
   Judul buku: Misi, Diskusi dan Doa
   Judul bab : Penganiayaan terhadap Misionaris
   Penulis   : Dr. Makmur Halim
   Halaman   : 21 -- 24
______________________________________________________________________
SUMBER MISI

OPEN DOORS  ==>    http://sb.od.org/
   Berangkat dari hikmat Tuhan, Brother Andrew, seorang berkebangsaan
   Belanda memiliki visi untuk membangkitkan dan menguatkan orang-orang
   Kristen dan gereja-gereja yang teraniaya, terutama mereka yang
   berada di ambang kematian karena imannya pada Kristus. Dengan visi
   inilah Open Doors didirikan. Selain membantu menguatkan orang-orang
   Kristen teraniaya, organisasi ini juga mendorong mereka untuk
   terlibat dalam penginjilan, di antaranya dengan membagikan Alkitab,
   bahan-bahan literatur, pelatihan kepemimpinan, serta mengembangkan
   keadaaan sosial-ekonomi daerah setempat. Melalui pelayanannya --
   yang melibatkan banyak misionaris dan sukarelawan yang percaya bahwa
   tidak ada pintu yang tertutup bagi Injil -- banyak orang Kristen
   yang ada di negara-negara komunis dan mayoritas Islam, seperti Cina
   dan Pakistan, diteguhkan imannya; orang-orang Kristen teraniaya di
   daerah konflik di Amerika Latin pun sangat terberkati. Di mana pun
   terdapat gereja dan orang-orang Kristen yang teraniaya karena
   imannya, organisasi ini berupaya hadir untuk membantu mereka. Simak
   dan dukunglah pelayanan organisasi yang telah berusia 52 tahun ini.
   Silakan berkunjung ke situs Open Doors untuk melihat bagaimana Tuhan
   memimpin organisasi ini.

FRIENDS OF THE MARTYRED CHURCH
==>    http://www.martyredchurch.net
   Friends of The Martyred Church, berdiri di Finlandia pada 1982,
   merupakan sebuah organisasi yang membantu menyediakan kebutuhan
   orang-orang Kristen yang menderita karena imannya pada Kristus.
   Orang-orang Kristen, seperti di Cina, Sudan, Sri Lanka, Indonesia,
   dan banyak negara lainnya telah banyak terbantu oleh organisasi ini
   lewat Alkitab, pakaian, dan bentuk bantuan lainnya. Selain itu,
   mereka juga berupaya mendorong gereja-gereja dan orang-orang Kristen
   lain untuk bersama-sama mendoakan hal-hal yang perlu didoakan bagi
   kebaikan saudara seiman yang sedang menderita. Pokok-pokok doa itu
   mereka kemas dalam sebuah publikasi mingguan, Weekly Prayer Report,
   yang akan dikirimkan ke kotak surat elektronik orang-orang Kristen
   dan gereja-gereja yang bersedia mendukung. Rindukah Anda membantu
   pelayanan mereka dengan turut serta berdoa dengan pokok-pokok doa
   yang akan mereka kirim setiap minggunya? Jika ya, wujudkan kerinduan
   Anda dengan mengunjungi situsnya dan berlangganan publikasinya.
______________________________________________________________________
KESAKSIAN MISI

                       "AYAH, TOLONG DOAKAN AKU"
                       =========================
   Asya Maria M. adalah seorang gadis asal Irak yang bekerja di toko
   ayahnya dekat Dohuk, Irak. Hari itu, 9 Juli, ia sedang berada di
   toko saat pamannya yang beragama lain datang bersama sepupunya.

   Pamannya, Sayeed mengatakan ia akan memberi pelajaran pada Maria
   karena mempermalukan keluarga dengan bekerja di tempat umum. Tapi
   yang sebenarnya adalah ia sangat marah atas keputusan Maria dan
   keluarganya menjadi pengikut Kristus.

   Ayah Maria, Ahmad, memutuskan untuk meninggalkan iman lamanya dan
   menjadi pengikut Kristus saat bertugas di Beirut tahun 1998. Ketika
   kembali dari Beirut ke Irak pada 2002, ia mulai membagikan
   perjalanannya bersama Yesus dan seluruh keluarga dijamah hingga akhirnya 
mereka semua menjadi Kristen. Istri dan anak-anak Ahmad dibaptis tahun 2003.

   Kakek Maria adalah seorang pemimpin agama. Ia sangat marah dengan
   keputusan yang diambil keluarga Maria. Sayeed, paman Maria mencoba
   membunuh kakaknya dan membakar rumah mereka.

   Ketika ia datang ke tokonya, Ahmad sedang tidak berada di sana.
   Sayeed memukuli Maria dan ibunya, pisau tajam sempat merobek wajah
   ibu Maria sebelum akhirnya ia dapat melarikan diri. Tidak cukup
   puas dengan ibu Maria, Sayeed juga mengejar Maria dan adiknya,
   Chuli; mereka dipukuli dan ditendang.

   Saat mencoba membela diri dari Sayeed yang semakin beringas, Maria
   meraih sebuah pisau dapur dan langsung menghujamkannya ke tubuh
   Sayeed. Pisau itu menembus jantung Sayeed dan langsung membuatnya
   terjatuh ke lantai. Ia tewas.

   Maria, yang tahun ini berusia lima belas tahun, dijatuhi hukuman
   lima tahun penjara. Kakeknya menuntut hukuman mati atas dirinya dan
   membayar denda sebesar $ 50.000. Orang tua dan saudara-saudara Maria
   terpaksa harus bersembunyi, seluruh keluarga masih mengancam akan
   membunuh ayahnya. Ahmad harus hidup dalam pelarian.

   "Saya kehilangan rumah, mobil, dan sekarang keluarga," ujar Ahmad
   yang sangat rindu pada Maria.

   Maria adalah satu-satunya gadis remaja di penjara yang sekarang
   dihuninya. Puji Tuhan, Ahmad dapat mengunjunginya di penjara. Dan
   saat mereka bertemu, Maria berkata pada ayahnya, "Ayah, tolong doakan aku."

   Kampanye Penulisan Surat bagi Seorang Gadis Kristen
   ---------------------------------------------------
   Anda dapat melakukan sesuatu bagi Tubuh Kristus yang teraniaya
   selain berdoa. Karena itu, Open Doors ingin menggerakkan Anda untuk
   menguatkan Maria dengan menulis kalimat-kalimat iman dalam sebuah
   surat. Tulislah surat kepada Maria dalam bahasa Inggris dan surat
   Anda akan diterjemahkan ke dalam bahasa Irak. Open Doors, yang
   menyelenggarakan kampanye ini, akan mengirimkan surat yang Anda buat
   tersebut kepada Maria. Mohon Anda mengikuti petunjuk penulisan surat
   (di bawah ini) dan kirimkan surat Anda lewat pos kepada Maria dengan alamat:
              Asya Maria M.
              c/o Open Doors Indonesia
              P.O.Box 5019/JKTM
              Jakarta 12700

   Petunjuk Penulisan Surat
   1. Jangan menuliskan sesuatu tentang Open Doors.
   2. Disarankan untuk mengirimkan kartu, "artwork", kartu pos yang
      disimpan dalam amplop.
   3. Tuliskan kata-kata Anda dengan tulisan yang jelas dan singkat
      (dalam bahasa Inggris).
   4. Cantumkan 1 -- 2 ayat firman Tuhan untuk menguatkan Maria.
   5. Jangan tulis sesuatu yang negatif tentang agama lain atau pemerintah Irak.
   6. Tuliskan nama dan negara asal (Indonesia), tapi jangan cantumkan
      alamat lengkap Anda.
   7. Jangan kirim uang dalam surat Anda.

   Kampanye Penulisan Surat bagi Maria di Irak ini hanya dilakukan
   Open Doors hingga akhir tahun 2007. Mohon Anda tidak lagi mengirim
   surat atau kartu setelah tanggal 1 Januari 2008. Open Doors
   Indonesia akan mengumpulkan semua surat dari seluruh Indonesia dan
   mengirimkannya sekaligus kepada Maria.

   Diambil dari:
   Judul buletin: Open Doors, Edisi September-Oktober 2007, Volume 14 No. 5
   Judul artikel: "Ayah, Tolong Doakan Aku"
   Penulis      : Tidak dicantumkan
   Halaman      : 10
______________________________________________________________________
DOA BAGI MISI DUNIA

E R I T R E A
   Laporan demi laporan menunjukkan menurunnya kebebasan beragama di
   Eritrea. Edisi terakhir Voice of the Martyrs Canada mengatakan
   bahwa seorang penginjil ditangkap di rumahnya di ibu kota Eritrea,
   kemudian dipenjarakan. Menurut Glen, pemerintah Eritrea mengatakan
   cerita yang berbeda. "Jika Anda bertanya kepada pemerintah Eritrea
   apakah ada orang Kristen yang dipenjara karena iman mereka, mereka
   akan menjawab, 'Tidak, tidak ada orang Kristen yang dipenjara. Yang
   dipenjara hanyalah para kriminal.' Mereka menganggap aktivitas
   Kristen sebagai tindakan kriminal." Departemen Luar Negeri Amerika
   mendukung pernyataan World Watch List tahun 2007 -- daftar negara
   yang paling melarang kebebasan beragama -- yang mengatakan bahwa
   situasi di Eritrea semakin buruk. Eritrea naik satu peringkat dalam
   daftar tersebut. Glen mengatakan bahwa terbatasnya kebebasan
   beragama itu akan berdampak pada penginjilan. "Hal itu pasti akan
   terjadi karena sebenarnya, kemampuan untuk membagikan iman adalah
   sesuatu yang sangat alami dalam kekristenan. Jika ada larangan yang
   membatasi kemampuan tersebut, orang lain tidak akan dapat berkata
   bahwa Anda memiliki kebebasan beragama yang sejati," ujarnya lagi.
   Diterjemahkan dari: Mission News, September 2007
   Selengkapnya: http://www.MNNonline.org/article/10406
   Pokok Doa
   ---------
   * Doakan umat Kristen di Eritrea yang mengalami aniaya karena iman
     mereka kepada Kristus, agar mereka tetap kuat di dalam Tuhan dan
     tetap mengasihi pihak-pihak yang telah menganiaya mereka.
   * Doakan pemerintah Eritrea agar Tuhan memberikan hikmat kepada mereka dalam 
     memimpin negara ini, dan rasa takut akan Tuhan ada atas diri mereka.

M Y A N M A R
   Biksu-biksu Budha dan demonstran lain membanjiri jalanan di kota
   terbesar Myanmar beberapa waktu lalu atas ketidakpuasan mereka
   terhadap pemerintah. Keadaan semakin tegang saat banyak orang
   menunggu tanggapan dari pemerintah. Dahulu pemerintah menanggapi
   peristiwa semacam itu dengan cepat dan brutal. Todd dari Voice of
   the Martyrs mengatakan, "Protes itu merupakan reaksi yang muncul
   akibat kesulitan hidup di sana dan merupakan suatu bentuk desakan
   pada pemerintah untuk memberikan lebih banyak hak kepada rakyat
   Myanmar." Hak-hak orang Kristen sering kali dilanggar. Myanmar ada
   di peringkat ke-18 pada Open Door World Watch list, daftar tengah
   tahunan yang berisi informasi negara-negara yang menganiaya
   orang-orang Kristen. Todd menambahkan, "Tantangan terbesar dalam
   situasi seperti itu adalah hidup damai dan tetap optimis pada apa
   pun yang terjadi. Jelas, Tuhan masih setia. Tuhan masih berkuasa.
   Kita bisa berdoa agar mereka dikuatkan sehingga mereka optimis di
   dalam Tuhan, dan saya pikir kita bisa berdoa untuk adanya kedamaian."
   Diterjemahkan dari: Mission News, September 2007
   Selengkapnya: http://www.MNNonline.org/article/10390
   Pokok Doa
   ---------
   * Berdoalah bagi negeri Myanmar agar Tuhan memulihkan bangsa ini.
     Doakan supaya masyarakat Myanmar bisa hidup dengan damai dan
     pelanggaran terhadap hak-hak asasi manusia tidak lagi terjadi.
   * Doakan anak-anak Tuhan yang berada di Myanmar supaya mereka tetap
     optimis bahwa Tuhan sangat mengasihi mereka dan mereka bisa
     menjadi berkat bagi Myanmar.

I N D I A
   Departemen Luar Negeri Amerika, dalam laporannya mengenai kebebasan
   beragama internasional tahun 2007 (2007 Report on International
   Religious Freedom), memuji India karena menghargai kebebasan
   beragama. Namun, oleh karena sejumlah kasus kekerasan anti-Kristen,
   Carl dari Open Doors tidak menyetujui laporan tersebut. "Dialog
   antara kaum nasionalis agama mayoritas, badan pemerintah, dan
   kelompok beragama lain, termasuk Kristen, Islam, dan lainnya adalah
   sebuah langkah yang baik. Namun, hal itu tidak akan mendorong
   terciptanya kebebasan dan kemerdekaan beragama di tempat-tempat yang
   dikuasai oleh kaum nasionalis." Moeller mengatakan bahwa sepertinya
   beberapa kelompok beragama menggunakan pengaruh mereka untuk
   membatasi orang-orang Kristen. "Mereka menciptakan lingkungan yang
   membuat orang Kristen tidak berdaya untuk berbicara, bersekutu
   bersama, dan untuk menginjili secara leluasa. Jadi, orang-orang
   Kristen perlu berdoa agar prinsip demokrasi di India menjadi lebih
   kuat sehingga orang Kristen dapat ikut berpendapat dan dihargai hak-haknya."
   Diterjemahkan dari: Mission News, September 2007
   Selengkapnya: http://www.MNNonline.org/article/10386
   Pokok Doa
   ---------
   * Doakan agar tercipta demokrasi di negara India sehingga jaminan
     kebebasan beragama dan beribadah pun terwujud. Doakan juga agar
     kasus kekerasan anti-Kristen yang dilakukan oleh pihak-pihak yang
     tidak bertanggung jawab dapat diusut dengan tuntas dan supaya
     pemerintah setempat lebih memerhatikan keberadaan orang Kristen di
     India yang mengalami aniaya.
   * Doakan anak-anak Tuhan yang berada di India agar bisa beribadah
     secara bebas. Doakan juga pengabaran Injil di negara ini yang
     banyak mendapat rintangan dari pihak orang-orang yang tidak percaya.

_____________________________________________________________________
DOA BAGI INDONESIA

                 ORANG-ORANG YANG MEMBENCI KEKRISTENAN
                 =====================================
   Ada banyak alasan mengapa penganiayaan dilakukan terhadap orang
   percaya/gereja. Salah satunya adalah fanatisme yang berlebihan, yang
   mengatasnamakan ajaran agama untuk melakukan tindakan yang tidak
   bertanggung jawab. Ada pula yang dipicu oleh kecemburuan sosial, dan
   masih ada banyak alasan lain. Namun kalau kita mau merenung sejenak,
   kita akan menyadari bahwa alasan utama mereka membenci kekristenan
   adalah karena mereka belum mengenal dan mengalami kasih Kristus.

   Sebagai orang yang telah memperoleh anugerah keselamatan dari
   Kristus, janganlah kita menyalahgunakan anugerah tersebut dan
   menaruh rasa benci dan dendam terhadap mereka yang telah menganiaya
   saudara-saudara kita. Dasar dari ajaran Kristen adalah kasih dan
   kasih yang sempurna adalah kasih yang diperintahkan oleh Kristus,
   yaitu mengasihi musuhmu. Kristus meminta kita untuk dapat mengasihi
   orang-orang yang telah menganiaya kita dan berdoa bagi orang-orang
   yang membenci kita. Nah, inilah saatnya untuk berdoa bagi mereka.

   Pokok Doa
   ---------

   * Doakan pihak-pihak yang telah menganiaya orang-orang Kristen
     supaya Tuhan mengampuni mereka karena sering kali mereka tidak
     tahu apa yang mereka lakukan.

   * Doakan agar Tuhan melawat orang-orang yang dengan sengaja
     merugikan orang Kristen. Berdoalah agar Tuhan pun mengubahkan setiap hati 
yang 
     keras menjadi lembut, sebagaimana yang Ia lakukan kepada Saulus.

   * Mintalah belas kasih Tuhan agar menjamah hati orang-orang yang
     belum percaya dan yang membenci orang-orang Kristen sehingga
     mereka boleh mengalami kasih-Nya yang luar biasa.

   * Doakan agar Tuhan membukakan kesempatan bagi setiap orang percaya
     untuk mengenalkan Kristus kepada setiap orang di sekitar mereka.
     Berdoalah agar rasa lapar dan haus akan kebenaran sejati bisa
     mendorong semua orang untuk mencari Yesus.

   * Berdoalah untuk setiap umat Tuhan agar dapat menyatakan kasih yang
     tulus kepada orang-orang yang membenci mereka sehingga mereka
     dapat melihat Kristus melalui hidup umat Tuhan itu.
______________________________________________________________________

Anda diizinkan mengcopy/memperbanyak semua/sebagian bahan dari e-JEMMi
    (untuk warta gereja/bahan pelayanan lain) dengan syarat: tidak
    untuk tujuan komersiil dan harus mencantumkan SUMBER ASLI bahan
     yang diambil dan nama e-JEMMi sebagai penerbit elektroniknya.
______________________________________________________________________
             Staf Redaksi: Yulia Oeniyati dan Dian Pradana
                     Redaksi Tamu: Novita Yuniarti
   Bahan-bahan dalam e-JEMMi disadur dengan izin dari berbagai pihak.
Copyright(c) 2007 oleh e-JEMMi/e-MISI --- diterbitkan: YLSA dan I-KAN
   Rekening: BCA Pasar Legi Solo No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
______________________________________________________________________
Kontak Redaksi              :                   < jemmi(at)sabda.org >
Untuk berlangganan          :   < subscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
Untuk berhenti              : < unsubscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
Untuk pertanyaan/saran/bahan:       < owner-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
______________________________________________________________________
Situs e-MISI dan e-JEMMi        :               http://misi.sabda.org/
Arsip e-JEMMi                   : http://www.sabda.org/publikasi/misi/
Situs YLSA                      :               http://ylsa.sabda.org/
Situs SABDA Katalog             :            http://katalog.sabda.org/

Kirim email ke