From: "e-JEMMi" <[EMAIL PROTECTED]>
e-JEMMi - Edisi 10-46#2007 -- Penganiayaan terhadap Misionaris
IF YOU SERVE ONLY FOR THE APPLAUSE OF MEN
YOU SACRIFICE THE APPROVAL OF GOD
______________________________________________________________________
EDITORIAL
Syalom,
Penganiayaan terhadap orang-orang Kristen bukan merupakan berita
baru bagi kita. Tapi yang menjadi pertanyaan saat ini adalah apakah
kita cukup peduli dengan apa yang dialami oleh saudara-saudara
seiman kita yang mengalami aniaya?
Setiap orang Kristen, termasuk yang menderita aniaya, adalah
saudara-saudara kita. Mereka ini perlu kita dukung, hibur, dan
doakan. Dukungan itulah yang kiranya menjadi kekuatan dan
penghiburan bagi mereka. Dukungan serupa itu pulalah yang dapat kita
tujukan kepada Maria dari Irak. Kisahnya dapat Anda simak melalui
Kesaksian Misi edisi ini.
Bagi Anda yang terbeban dengan pelayanan misi dan ingin belajar
lebih banyak tentang penderitaan melalui suatu Pendalaman Alkitab
(PA), kami sediakan bahan PA yang kami harap dapat menolong Anda
untuk semakin peduli dengan mereka yang saat ini sedang mengalami
aniaya karena iman mereka. Bagi Anda yang belum terbeban untuk
berdoa bagi mereka yang teraniaya karena Kristus, mintalah agar
Bapa memberikan beban tersebut kepada Anda. Sehingga bahan PA yang
kami sajikan dalam edisi ini dapat Anda diskusikan dan doakan pula.
Tuhan Yesus Memberkati.
Redaksi Tamu e-JEMMi,
Novita Yuniarti
______________________________________________________________________
BAHAN PA MISI
PENGANIAYAAN TERHADAP MISIONARIS
================================
Teks: Matius 2:16-18
"Terdengarlah suara di Rama, tangis dan ratap yang amat sedih;
Rahel menangisi anak-anaknya dan ia tidak mau dihibur, sebab mereka
tidak ada lagi" (ayat 18).
Penganiayaan terhadap umat Tuhan sudah tidak asing lagi bagi kita.
Hal ini terjadi pada waktu Yesus dilahirkan. Dengan membabi buta
Herodes membunuh anak-anak di bawah umur dua tahun. Bayi-bayi adalah
martir-martir pertama ketika Yesus datang ke dalam dunia untuk
melaksanakan misi Tuhan demi penyelamatan dunia. Pengalaman
penganiayaan karena nama Tuhan tidak dapat lewat begitu saja, ini
mendatangkan trauma yang tidak sedikit. Nabi Yeremia menubuatkan
trauma itu, ketika ibu-ibu kehilangan anak-anaknya yang menjadi
martir. Ibu-ibu membawa kepedihan trauma yang luar biasa, bahkan
penghiburan dari saudara yang dekat pun tidak sanggup menghapuskan
kepedihan itu. Pengalaman ini juga dialami oleh ibu-ibu yang
kehilangan bayi mereka ketika Raja Firaun memerintahkan
perawat-perawat untuk membunuh seluruh bayi laki-laki Ibrani yang
lahir untuk mengurangi jumlah orang Israel di Mesir. Kita tidak bisa
membayangkan betapa banyak penderitaan yang dialami oleh keluarga
hamba-hamba Tuhan, misionaris-misionaris, ataupun orang-orang
percaya di ladang Tuhan. Pembakaran gereja di Indonesia, termasuk
penganiayaan orang-orang percaya, juga membawa kepedihan dan trauma
tersendiri. Tetapi kita percaya bahwa pengorbanan ini mendapat kasih
karunia khusus dari Tuhan. Yesus juga mengorbankan diri-Nya di kayu
salib. Yesus mati syahid karena dosa-dosa manusia. Ia mati untuk
orang lain. Seperti juga para martir dari dulu hingga kini; mereka
telah berkorban karena memberitakan kasih Tuhan yang besar bagi orang
berdosa.
Bahan Diskusi
-------------
1. Pernahkan Anda mengalami tekanan berat ketika mau mengambil
keputusan untuk menerima Yesus secara pribadi? Tekanan dan
tantangan apa yang paling berat yang pernah Anda alami ketika
mengambil keputusan untuk mengiringi Tuhan?
2. Pernahkan Anda menjumpai seorang saudara lain yang mengalami
trauma tekanan karena menerima Yesus sebagai Tuhan dan
Juru Selamatnya? Apa sikap Anda terhadap keadaan ini? Tindakan
apa yang Anda ambil untuk menolongnya?
3. Mengapa seseorang bersedia menerima konsekuensi-konsekuensi yang
berat untuk mengiring Kristus? Kalau Anda sendiri harus mengalami
konsekuensi seperti itu, apakah Anda bersedia?
4. Sampai sejauh mana Anda bersedia berkorban bagi Kristus dalam
mengiringi dan melayani Dia?
Keputusan Anda: _____________________________________________
Pokok Doa Misi
--------------
1. Berdoalah untuk mereka yang menghadapi tantangan yang berat
ketika mengambil keputusan untuk mengiring Yesus. Berdoalah agar
Tuhan memberikan kekuatan dan penghiburan sehingga trauma-trauma
dapat disembuhkan.
2. Berdoalah agar Tuhan mengirim saudara-saudara seiman untuk
menguatkan dan menolong mereka yang menghadapi tantangan yang
berat sewaktu mengambil keputusan menerima Yesus.
3. Mari kita berdoa untuk keluarga-keluarga misionaris, hamba-hamba
Tuhan, dan orang-orang percaya yang mengalami kepedihan,
penganiayaan, dan trauma yang masih tersisa di seluruh dunia agar
Tuhan memberi penghiburan dan kekuatan khusus untuk dapat
melewati masa-masa ini.
4. Kita berdoa agar Roh Kudus memberikan pengertian kepada mereka
untuk dapat memahami rencana Tuhan di balik penganiayaan itu.
Martir-martir itu tidak mengalami penganiayaan di luar kasih karunia
Tuhan.
5. Kita berdoa agar Tuhan memberkati serta mencukupi kebutuhan
keluarga-keluarga yang ditinggalkan karena penganiayaan, dan
bahkan mengulurkan tangan kita untuk membantu.
6. Kita berdoa agar Tuhan memberikan perlindungan kepada
misionaris-misionaris, hamba-hamba Tuhan, dan anak-anak Tuhan
yang ada di seluruh dunia yang menghadapi potensi untuk dianiaya,
agar Tuhan memberikan perlindungan, kelepasan, dan kekuatan untuk
menghadapi segala kemungkinan dan kenyataan ini. Tuhan sanggup
memberi kelepasan seperti yang dialami oleh Paulus dan Petrus.
Diambil dan diedit seperlunya dari:
Judul buku: Misi, Diskusi dan Doa
Judul bab : Penganiayaan terhadap Misionaris
Penulis : Dr. Makmur Halim
Halaman : 21 -- 24
______________________________________________________________________
SUMBER MISI
OPEN DOORS ==> http://sb.od.org/
Berangkat dari hikmat Tuhan, Brother Andrew, seorang berkebangsaan
Belanda memiliki visi untuk membangkitkan dan menguatkan orang-orang
Kristen dan gereja-gereja yang teraniaya, terutama mereka yang
berada di ambang kematian karena imannya pada Kristus. Dengan visi
inilah Open Doors didirikan. Selain membantu menguatkan orang-orang
Kristen teraniaya, organisasi ini juga mendorong mereka untuk
terlibat dalam penginjilan, di antaranya dengan membagikan Alkitab,
bahan-bahan literatur, pelatihan kepemimpinan, serta mengembangkan
keadaaan sosial-ekonomi daerah setempat. Melalui pelayanannya --
yang melibatkan banyak misionaris dan sukarelawan yang percaya bahwa
tidak ada pintu yang tertutup bagi Injil -- banyak orang Kristen
yang ada di negara-negara komunis dan mayoritas Islam, seperti Cina
dan Pakistan, diteguhkan imannya; orang-orang Kristen teraniaya di
daerah konflik di Amerika Latin pun sangat terberkati. Di mana pun
terdapat gereja dan orang-orang Kristen yang teraniaya karena
imannya, organisasi ini berupaya hadir untuk membantu mereka. Simak
dan dukunglah pelayanan organisasi yang telah berusia 52 tahun ini.
Silakan berkunjung ke situs Open Doors untuk melihat bagaimana Tuhan
memimpin organisasi ini.
FRIENDS OF THE MARTYRED CHURCH
==> http://www.martyredchurch.net
Friends of The Martyred Church, berdiri di Finlandia pada 1982,
merupakan sebuah organisasi yang membantu menyediakan kebutuhan
orang-orang Kristen yang menderita karena imannya pada Kristus.
Orang-orang Kristen, seperti di Cina, Sudan, Sri Lanka, Indonesia,
dan banyak negara lainnya telah banyak terbantu oleh organisasi ini
lewat Alkitab, pakaian, dan bentuk bantuan lainnya. Selain itu,
mereka juga berupaya mendorong gereja-gereja dan orang-orang Kristen
lain untuk bersama-sama mendoakan hal-hal yang perlu didoakan bagi
kebaikan saudara seiman yang sedang menderita. Pokok-pokok doa itu
mereka kemas dalam sebuah publikasi mingguan, Weekly Prayer Report,
yang akan dikirimkan ke kotak surat elektronik orang-orang Kristen
dan gereja-gereja yang bersedia mendukung. Rindukah Anda membantu
pelayanan mereka dengan turut serta berdoa dengan pokok-pokok doa
yang akan mereka kirim setiap minggunya? Jika ya, wujudkan kerinduan
Anda dengan mengunjungi situsnya dan berlangganan publikasinya.
______________________________________________________________________
KESAKSIAN MISI
"AYAH, TOLONG DOAKAN AKU"
=========================
Asya Maria M. adalah seorang gadis asal Irak yang bekerja di toko
ayahnya dekat Dohuk, Irak. Hari itu, 9 Juli, ia sedang berada di
toko saat pamannya yang beragama lain datang bersama sepupunya.
Pamannya, Sayeed mengatakan ia akan memberi pelajaran pada Maria
karena mempermalukan keluarga dengan bekerja di tempat umum. Tapi
yang sebenarnya adalah ia sangat marah atas keputusan Maria dan
keluarganya menjadi pengikut Kristus.
Ayah Maria, Ahmad, memutuskan untuk meninggalkan iman lamanya dan
menjadi pengikut Kristus saat bertugas di Beirut tahun 1998. Ketika
kembali dari Beirut ke Irak pada 2002, ia mulai membagikan
perjalanannya bersama Yesus dan seluruh keluarga dijamah hingga akhirnya
mereka semua menjadi Kristen. Istri dan anak-anak Ahmad dibaptis tahun 2003.
Kakek Maria adalah seorang pemimpin agama. Ia sangat marah dengan
keputusan yang diambil keluarga Maria. Sayeed, paman Maria mencoba
membunuh kakaknya dan membakar rumah mereka.
Ketika ia datang ke tokonya, Ahmad sedang tidak berada di sana.
Sayeed memukuli Maria dan ibunya, pisau tajam sempat merobek wajah
ibu Maria sebelum akhirnya ia dapat melarikan diri. Tidak cukup
puas dengan ibu Maria, Sayeed juga mengejar Maria dan adiknya,
Chuli; mereka dipukuli dan ditendang.
Saat mencoba membela diri dari Sayeed yang semakin beringas, Maria
meraih sebuah pisau dapur dan langsung menghujamkannya ke tubuh
Sayeed. Pisau itu menembus jantung Sayeed dan langsung membuatnya
terjatuh ke lantai. Ia tewas.
Maria, yang tahun ini berusia lima belas tahun, dijatuhi hukuman
lima tahun penjara. Kakeknya menuntut hukuman mati atas dirinya dan
membayar denda sebesar $ 50.000. Orang tua dan saudara-saudara Maria
terpaksa harus bersembunyi, seluruh keluarga masih mengancam akan
membunuh ayahnya. Ahmad harus hidup dalam pelarian.
"Saya kehilangan rumah, mobil, dan sekarang keluarga," ujar Ahmad
yang sangat rindu pada Maria.
Maria adalah satu-satunya gadis remaja di penjara yang sekarang
dihuninya. Puji Tuhan, Ahmad dapat mengunjunginya di penjara. Dan
saat mereka bertemu, Maria berkata pada ayahnya, "Ayah, tolong doakan aku."
Kampanye Penulisan Surat bagi Seorang Gadis Kristen
---------------------------------------------------
Anda dapat melakukan sesuatu bagi Tubuh Kristus yang teraniaya
selain berdoa. Karena itu, Open Doors ingin menggerakkan Anda untuk
menguatkan Maria dengan menulis kalimat-kalimat iman dalam sebuah
surat. Tulislah surat kepada Maria dalam bahasa Inggris dan surat
Anda akan diterjemahkan ke dalam bahasa Irak. Open Doors, yang
menyelenggarakan kampanye ini, akan mengirimkan surat yang Anda buat
tersebut kepada Maria. Mohon Anda mengikuti petunjuk penulisan surat
(di bawah ini) dan kirimkan surat Anda lewat pos kepada Maria dengan alamat:
Asya Maria M.
c/o Open Doors Indonesia
P.O.Box 5019/JKTM
Jakarta 12700
Petunjuk Penulisan Surat
1. Jangan menuliskan sesuatu tentang Open Doors.
2. Disarankan untuk mengirimkan kartu, "artwork", kartu pos yang
disimpan dalam amplop.
3. Tuliskan kata-kata Anda dengan tulisan yang jelas dan singkat
(dalam bahasa Inggris).
4. Cantumkan 1 -- 2 ayat firman Tuhan untuk menguatkan Maria.
5. Jangan tulis sesuatu yang negatif tentang agama lain atau pemerintah Irak.
6. Tuliskan nama dan negara asal (Indonesia), tapi jangan cantumkan
alamat lengkap Anda.
7. Jangan kirim uang dalam surat Anda.
Kampanye Penulisan Surat bagi Maria di Irak ini hanya dilakukan
Open Doors hingga akhir tahun 2007. Mohon Anda tidak lagi mengirim
surat atau kartu setelah tanggal 1 Januari 2008. Open Doors
Indonesia akan mengumpulkan semua surat dari seluruh Indonesia dan
mengirimkannya sekaligus kepada Maria.
Diambil dari:
Judul buletin: Open Doors, Edisi September-Oktober 2007, Volume 14 No. 5
Judul artikel: "Ayah, Tolong Doakan Aku"
Penulis : Tidak dicantumkan
Halaman : 10
______________________________________________________________________
DOA BAGI MISI DUNIA
E R I T R E A
Laporan demi laporan menunjukkan menurunnya kebebasan beragama di
Eritrea. Edisi terakhir Voice of the Martyrs Canada mengatakan
bahwa seorang penginjil ditangkap di rumahnya di ibu kota Eritrea,
kemudian dipenjarakan. Menurut Glen, pemerintah Eritrea mengatakan
cerita yang berbeda. "Jika Anda bertanya kepada pemerintah Eritrea
apakah ada orang Kristen yang dipenjara karena iman mereka, mereka
akan menjawab, 'Tidak, tidak ada orang Kristen yang dipenjara. Yang
dipenjara hanyalah para kriminal.' Mereka menganggap aktivitas
Kristen sebagai tindakan kriminal." Departemen Luar Negeri Amerika
mendukung pernyataan World Watch List tahun 2007 -- daftar negara
yang paling melarang kebebasan beragama -- yang mengatakan bahwa
situasi di Eritrea semakin buruk. Eritrea naik satu peringkat dalam
daftar tersebut. Glen mengatakan bahwa terbatasnya kebebasan
beragama itu akan berdampak pada penginjilan. "Hal itu pasti akan
terjadi karena sebenarnya, kemampuan untuk membagikan iman adalah
sesuatu yang sangat alami dalam kekristenan. Jika ada larangan yang
membatasi kemampuan tersebut, orang lain tidak akan dapat berkata
bahwa Anda memiliki kebebasan beragama yang sejati," ujarnya lagi.
Diterjemahkan dari: Mission News, September 2007
Selengkapnya: http://www.MNNonline.org/article/10406
Pokok Doa
---------
* Doakan umat Kristen di Eritrea yang mengalami aniaya karena iman
mereka kepada Kristus, agar mereka tetap kuat di dalam Tuhan dan
tetap mengasihi pihak-pihak yang telah menganiaya mereka.
* Doakan pemerintah Eritrea agar Tuhan memberikan hikmat kepada mereka dalam
memimpin negara ini, dan rasa takut akan Tuhan ada atas diri mereka.
M Y A N M A R
Biksu-biksu Budha dan demonstran lain membanjiri jalanan di kota
terbesar Myanmar beberapa waktu lalu atas ketidakpuasan mereka
terhadap pemerintah. Keadaan semakin tegang saat banyak orang
menunggu tanggapan dari pemerintah. Dahulu pemerintah menanggapi
peristiwa semacam itu dengan cepat dan brutal. Todd dari Voice of
the Martyrs mengatakan, "Protes itu merupakan reaksi yang muncul
akibat kesulitan hidup di sana dan merupakan suatu bentuk desakan
pada pemerintah untuk memberikan lebih banyak hak kepada rakyat
Myanmar." Hak-hak orang Kristen sering kali dilanggar. Myanmar ada
di peringkat ke-18 pada Open Door World Watch list, daftar tengah
tahunan yang berisi informasi negara-negara yang menganiaya
orang-orang Kristen. Todd menambahkan, "Tantangan terbesar dalam
situasi seperti itu adalah hidup damai dan tetap optimis pada apa
pun yang terjadi. Jelas, Tuhan masih setia. Tuhan masih berkuasa.
Kita bisa berdoa agar mereka dikuatkan sehingga mereka optimis di
dalam Tuhan, dan saya pikir kita bisa berdoa untuk adanya kedamaian."
Diterjemahkan dari: Mission News, September 2007
Selengkapnya: http://www.MNNonline.org/article/10390
Pokok Doa
---------
* Berdoalah bagi negeri Myanmar agar Tuhan memulihkan bangsa ini.
Doakan supaya masyarakat Myanmar bisa hidup dengan damai dan
pelanggaran terhadap hak-hak asasi manusia tidak lagi terjadi.
* Doakan anak-anak Tuhan yang berada di Myanmar supaya mereka tetap
optimis bahwa Tuhan sangat mengasihi mereka dan mereka bisa
menjadi berkat bagi Myanmar.
I N D I A
Departemen Luar Negeri Amerika, dalam laporannya mengenai kebebasan
beragama internasional tahun 2007 (2007 Report on International
Religious Freedom), memuji India karena menghargai kebebasan
beragama. Namun, oleh karena sejumlah kasus kekerasan anti-Kristen,
Carl dari Open Doors tidak menyetujui laporan tersebut. "Dialog
antara kaum nasionalis agama mayoritas, badan pemerintah, dan
kelompok beragama lain, termasuk Kristen, Islam, dan lainnya adalah
sebuah langkah yang baik. Namun, hal itu tidak akan mendorong
terciptanya kebebasan dan kemerdekaan beragama di tempat-tempat yang
dikuasai oleh kaum nasionalis." Moeller mengatakan bahwa sepertinya
beberapa kelompok beragama menggunakan pengaruh mereka untuk
membatasi orang-orang Kristen. "Mereka menciptakan lingkungan yang
membuat orang Kristen tidak berdaya untuk berbicara, bersekutu
bersama, dan untuk menginjili secara leluasa. Jadi, orang-orang
Kristen perlu berdoa agar prinsip demokrasi di India menjadi lebih
kuat sehingga orang Kristen dapat ikut berpendapat dan dihargai hak-haknya."
Diterjemahkan dari: Mission News, September 2007
Selengkapnya: http://www.MNNonline.org/article/10386
Pokok Doa
---------
* Doakan agar tercipta demokrasi di negara India sehingga jaminan
kebebasan beragama dan beribadah pun terwujud. Doakan juga agar
kasus kekerasan anti-Kristen yang dilakukan oleh pihak-pihak yang
tidak bertanggung jawab dapat diusut dengan tuntas dan supaya
pemerintah setempat lebih memerhatikan keberadaan orang Kristen di
India yang mengalami aniaya.
* Doakan anak-anak Tuhan yang berada di India agar bisa beribadah
secara bebas. Doakan juga pengabaran Injil di negara ini yang
banyak mendapat rintangan dari pihak orang-orang yang tidak percaya.
_____________________________________________________________________
DOA BAGI INDONESIA
ORANG-ORANG YANG MEMBENCI KEKRISTENAN
=====================================
Ada banyak alasan mengapa penganiayaan dilakukan terhadap orang
percaya/gereja. Salah satunya adalah fanatisme yang berlebihan, yang
mengatasnamakan ajaran agama untuk melakukan tindakan yang tidak
bertanggung jawab. Ada pula yang dipicu oleh kecemburuan sosial, dan
masih ada banyak alasan lain. Namun kalau kita mau merenung sejenak,
kita akan menyadari bahwa alasan utama mereka membenci kekristenan
adalah karena mereka belum mengenal dan mengalami kasih Kristus.
Sebagai orang yang telah memperoleh anugerah keselamatan dari
Kristus, janganlah kita menyalahgunakan anugerah tersebut dan
menaruh rasa benci dan dendam terhadap mereka yang telah menganiaya
saudara-saudara kita. Dasar dari ajaran Kristen adalah kasih dan
kasih yang sempurna adalah kasih yang diperintahkan oleh Kristus,
yaitu mengasihi musuhmu. Kristus meminta kita untuk dapat mengasihi
orang-orang yang telah menganiaya kita dan berdoa bagi orang-orang
yang membenci kita. Nah, inilah saatnya untuk berdoa bagi mereka.
Pokok Doa
---------
* Doakan pihak-pihak yang telah menganiaya orang-orang Kristen
supaya Tuhan mengampuni mereka karena sering kali mereka tidak
tahu apa yang mereka lakukan.
* Doakan agar Tuhan melawat orang-orang yang dengan sengaja
merugikan orang Kristen. Berdoalah agar Tuhan pun mengubahkan setiap hati
yang
keras menjadi lembut, sebagaimana yang Ia lakukan kepada Saulus.
* Mintalah belas kasih Tuhan agar menjamah hati orang-orang yang
belum percaya dan yang membenci orang-orang Kristen sehingga
mereka boleh mengalami kasih-Nya yang luar biasa.
* Doakan agar Tuhan membukakan kesempatan bagi setiap orang percaya
untuk mengenalkan Kristus kepada setiap orang di sekitar mereka.
Berdoalah agar rasa lapar dan haus akan kebenaran sejati bisa
mendorong semua orang untuk mencari Yesus.
* Berdoalah untuk setiap umat Tuhan agar dapat menyatakan kasih yang
tulus kepada orang-orang yang membenci mereka sehingga mereka
dapat melihat Kristus melalui hidup umat Tuhan itu.
______________________________________________________________________
Anda diizinkan mengcopy/memperbanyak semua/sebagian bahan dari e-JEMMi
(untuk warta gereja/bahan pelayanan lain) dengan syarat: tidak
untuk tujuan komersiil dan harus mencantumkan SUMBER ASLI bahan
yang diambil dan nama e-JEMMi sebagai penerbit elektroniknya.
______________________________________________________________________
Staf Redaksi: Yulia Oeniyati dan Dian Pradana
Redaksi Tamu: Novita Yuniarti
Bahan-bahan dalam e-JEMMi disadur dengan izin dari berbagai pihak.
Copyright(c) 2007 oleh e-JEMMi/e-MISI --- diterbitkan: YLSA dan I-KAN
Rekening: BCA Pasar Legi Solo No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
______________________________________________________________________
Kontak Redaksi : < jemmi(at)sabda.org >
Untuk berlangganan : < subscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
Untuk berhenti : < unsubscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
Untuk pertanyaan/saran/bahan: < owner-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
______________________________________________________________________
Situs e-MISI dan e-JEMMi : http://misi.sabda.org/
Arsip e-JEMMi : http://www.sabda.org/publikasi/misi/
Situs YLSA : http://ylsa.sabda.org/
Situs SABDA Katalog : http://katalog.sabda.org/