From: will5578 

Guitarist Malaysia

helo kepada semua,

nama saya William Kok dari kuala lumpur, malaysia, saya rasa amat gembira 
kerana mendapat jemputan dari moderator untuk menyertai kumpulan ini. saya 
seorang guitarist. harap lah dapat bertemu dengan lebih banyak rakan 

please forgive me if my bahasa is poor, i am serving as a guitarist in my 
church - aglow assembly of god

yang benar
william kok - guitarist
http://williamkok.inc.md 
=============================================
From: Denny Teguh Sutandio 

PENCIPTAAN DAN KASIH TUHAN
oleh : G. I. Jeffrey Siauw, S.T., M.Div.

Kisah penciptaan manusia dalam Kejadian 1-2, bisa dibaca dari berbagai sudut 
pandang. Saya biasa membacanya dari sudut kedaulatan dan kemuliaan Tuhan, bahwa 
segala yang di dalam dunia adalah dari Tuhan dan harus kembali memuliakan 
Tuhan. Tetapi ketika saya mencoba membacanya lagi dari sudut kebaikan dan 
keindahan Tuhan, saya kembali terkagum-kagum.

Dunia yang belum berbentuk dan kosong itu, perlahan-lahan dibentuk dan diisi 
oleh Tuhan. Seperti seorang artis yang melukis, seperti seorang desainer yang 
merancang, tetapi juga seperti seorang bapa yang menyediakan keperluan anaknya, 
demikianlah Tuhan menjadikan dunia ini.

Dunia yang belum berbentuk dan kosong tidak mungkin ditinggali oleh manusia. 
Maka Tuhan membentuk dan mengisinya, mempercantiknya begitu indah, sampai 
semuanya siap, kemudian 'menghadiahkannya' kepada manusia. 

Orang Babel punya dongeng yang mengisahkan bahwa manusia dijadikan oleh dewa 
untuk megerjakan pekerjaan-pekerjaan yang tidak disukai oleh dewa, salah 
satunya adalah menyiapkan makanan bagi mereka.

Tetapi Tuhan menjadikan kita, justru Dia yang menyediakan ma! kanan bahkan 
segala yang kita perlukan! Bukan hanya 'bentuk' dunia seperti terang dan gelap, 
langit dan bumi, darat dan lautan, lalu 'isi' dunia seperti benda-benda 
angkasa, tumbuh-tumbuhan, hewan-hewan udara, laut dan darat, tetapi juga 
menjadikan sesama manusia bagi kita. Kalimat demi kalimat dalam kisah 
penciptaan itu menunjukkan betapa pedulinya Tuhan pada kita. Tuhan memberkati 
manusia, Tuhan memberikan tugas untuk menguasai semuanya, Tuhan menyediakan 
kebutuhan manusia, dan Tuhan memikirkan keadaan manusia ("tidak baik kalau 
manusia itu seorang diri saja"). 
Coba saudara baca lagi kisah penciptaan itu, dan lihat bagaimana perasaan dan 
antusiasme Tuhan waktu memelihara dan memperhatikan kita. Tidak salah kalau 
sebuah lagu mengatakan "seperti bapa sayang anaknya, demikianlah Engkau 
mengasihiku".

Setiap hari penciptaan selalu dimulai dengan "Berfirmanlah Tuhan:." lalu 
ditutup dengan "Tuhan melihat bahwa semuanya itu baik". 'Baik' untuk siapa? 
'Baik' untuk Tuhan dan 'baik' untuk kita! Yang sangat mengharukan adalah 
kebaikan bagi kita adalah kebaikan di mata Tuhan. Adalah kesukacitaan dan 
kebaikan di mata Tuhan, melihat apa yang baik terjadi bagi kita. Oh alangkah 
tidak layaknya kita!

Tetapi Tuhan belum selesai.... diberikan pula AnakNya yang tunggal bagi kita.
Maka semakin merenungkan kebaikan Tuhan, membuat kita semakin tertunduk dan 
memuji "Oh alangkah besarnya kasih Tuhan bagiku yang tidak layak!"

Sumber : Jeffrey Siauw's blogspot

Profil G. I. Jeffrey Siauw :
G. I. Jeffrey Siauw, S.T., M.Div. lahir di Jakarta, 11 Oktober 1973. Beliau 
menikah dengan Yudith Corina.Beliau menempuh pendidikan Teknik Industri di 
Universitas Trisakti, Jakarta dan meraih gelar Sarjana Teknik (S.T.) pada tahun 
1997. Kemudian, beliau melanjutkan pendidikan theologia di Institut Reformed, 
Jakarta (1998-2002) dan meraih gelar Master of Divinity (M.Div.). Pada waktu 
masih menjadi mahasiswa di Universitas Trisakti, pernah aktif melayani di 
Komisi Remaja GKI Pakuwon, Gereja Kristus Jembatan Hitam dan Persekutuan 
Oikumene Trisakti. Pada bulan Februari 2001 - Januari 2002 (praktek pelayanan 1 
tahun), beliau melayani di Mimbar Reformed Injili Indonesia (MRII) Matraman dan 
Gereja Reformed Injili Indonesia (GRII) Pusat, sekaligus mengajar di Institut 
Reformed dan Sekolah Theologia Reformed Injili Jakarta (STRIJ). Pada bulan 
Februari 2002 - Januari 2003, beliau menjadi Penginjil di Mimbar Reformed 
Injili Indonesia Beijing dan pada Januari 2003 - September 2004, beliau menjadi 
Misionaris dari Care for China Ministry (CCM). Sejak April 2004 - Sekarang, 
beliau melayani sebagai Guru Injil (G. I.) di Gereja Kristus Yesus (GKY) Jemaat 
Green Ville, Jakarta, khususnya sebagai : Pembina Komisi Pemuda 1 (Pemuda di 
bawah usia 25 tahun) dan Pembina Komisi Remaja 2 (Remaja SMA).
===============================================
From: Maya Sianturi 

 PAINTED VEIL - INSPIRING MOVIE

Dalam sebuah adegan film Painted Veil, dr. Fane mengajak masuk Kitty ke dalam 
sebuah florist. Waktu Kitty mengamati bunga-bunga mawar dan menciumnya, dr. 
Fane bertanya pada Kitty dan terjadilah dialog berikut ini:
"Do you like flowers?"  
"Not particularly, no." .. "Well, I mean, yes. But we don't really have them 
around the house." .. 
"Mother says, 'Why purchase something you can grow for free?'. Then we don't 
really grow them either." . 
"Does seem silly really, to put all that effort into something that's just 
going to die."
Bagi Kitty, membeli mawar yang akan layu dan mati dalam seminggu adalah usaha 
yang sia-sia. Tapi kemudian dalam perjalanan hidupnya, ia menemukan bahwa 
memancarkan keindahan bagi sekeliling, meski hanya seminggu, adalah hal yang 
berharga.
Film ini indah, karena melihat realita cinta apa adanya. Cinta yang disakiti 
dan dikhianati. Film ini bernilai karena melihat cinta layak untuk 
diperjuangkan, meski kemudian hanya bisa dinikmati sesaat saja. Film ini 
berkesan, karena melihat hidup adalah kesempatan.
Pada akhirnya kehidupan dan cinta tidak bisa dinilai dari panjang atau 
pendeknya waktu yang tersedia untuk itu. Tapi dari penilaian kita akan layaknya 
untuk diperjuangkan. Kejatuhan tidak harus selalu membawa kepada kehilangan. 
Tapi kejatuhan bisa membawa pengharapan baru sekalipun samar dan terselubung.
Akhirnya, film ini menggugah nurani karena memberi ruang bagi pengampunan yang 
membuka aliran bagi pengharapan dan cinta yang baru, cinta yang lahir dari 
pengertian dan pengorbanan.

http://culturalministry.wordpress.com/

Kirim email ke