From: [EMAIL PROTECTED] 

AMAZING GRACE

Ditengah maraknya diputar film-film bertema horror dan sadis yang 'other 
worldly' semacam Necro Mancer dan Beowulf, menarik melihat DVD film berjudul 
'Amazing Grace' yang menunjukkan dengan gamblang bagaimana agama (yang dituduh 
Karl Marx sebagai candu bagi masyarakat itu) menggerakkan umatnya untuk 
berkarya besar bagi kemanusiaan dan menjadikan agama itu sebagai 'this worldly' 
(Immanuel).
Tepat seperti yang diucapkan oleh salah seorang anggota Parlemen Inggeris di 
ruang sidang dalam film itu ketika undang-undang penghapusan perdagangan budak 
berhasil diloloskan, bahwa orang biasa menganggap kepahlawanan itu seperti yang 
dibawa Napoleon yang pulang dengan kemenangan militer demi menggapai kerajaan 
dunia, tetapi William Wilberforce telah menunjukkan kepahlawan dengan cara 
damai yang dengan tepat ditulis disampul DVD film itu bahwa: "One Voice Changed 
The Lives of Millions."
Judul film Amazing Grace mengingatkan kita akan sebuah lagu rohani yang begitu 
syahdu yang sering dinyanyikan di gereja dan pada waktu mengantar seseorang 
yang telah meninggal dunia dan lebih indah lagi kalau diiringi alunan musik 
tiup Skotlandia! Ternyata dibalik lahirnya lagu itu ada peristiwa sejarah yang 
luar biasa yang sangat menggerakkan sanubari kita dan perlu senantiasa 
menggerakkan iman umat manusia akan perannya di dunia nyata! . . .

Selanjutnya, . . . 
Berhubung artikel Amazing Grace itu panjang dan beberapa milis membatasi 
besaran posting, maka bagi mereka yang ingin membaca selengkapnya silahkan 
membacanya di www.yabina.org, dan yang ingin membaca artikel-artikel panjang 
lainnya silahkan bergabung ke milis [EMAIL PROTECTED]
 Artikel-artikel panjang yang menyusul termasuk antara lain resensi Kala Yesus 
Jadi Tuhan (buku karya Richard E. Rubenstein, diterjemahkan ke bahasa Indonesia 
oleh Serambi); 'The Secret' (buku & film karya Rhonda Byrne, diterjemahkan ke 
bahasa Indonesia oleh Gramedia); dan trio buku tentang Evolusi: The God 
Delusion (Richard Dawkins) - The Dawkins Delusion (Alister McGrath, ia dan 
Dawkins sama-sama professor di Oxford) - The Evolution Controversy (Thomas B. 
Fowler & Daniel Kuebler, Kuebler adalah professor biologi di Franciscan 
University).

Salam kasih dari Herlianto.
=============================================
From: Albert August Dewantoro 

RUSIA : Nikolai Khamara

Nikolai Khamara ditahan karena merampok dan dipenjarakan selama sepuluh tahun. 
Khamara mengamati orang-orang Kristen dan heran, makhluk macam apakah mereka. 
Mereka manusia juga, namun mereka menunjukkan sukacita di saat mereka 
seharusnya bersedih dan mereka menaikkan pujian sekalipun menghadapi kesusahan. 
Saat mereka mendapat sepotong roti, mereka membagikannya dengan orang yang 
tidak memperolehnya. Wajah mereka tampak bersinar saat mereka berbicara kepada 
"seseorang" yang tidak dapat dilihat oleh Khamara.

Suatu hari, dua orang Kristen duduk di sebelah Khamara dan menanyakan kisah 
hidupnya. Khamara menceritakan kisah sedihnya dan mengakhiri ceritanya dengan 
berkata, "Aku adalah orang yang terhilang."

Salah satu dari orang Kristen itu tersenyum dan bertanya kepada Khamara, "Jika 
seseorang kehilangan sebuah cincin emas, berapakah nilai cincin emas itu ketika 
hilang?!"

"Pertanyaan yang bodoh sekali! Sebuah cincin emas ya sebuah cincin emas. 
Kamu kehilangan cincin emas, tapi orang lain akan mendapatkannya. "

"Jawaban yang bagus sekali," kata orang Kristen itu. "Sekarang katakan, 
berapakah nilai seseorang yang terhilang? Orang yang terhilang, seorang 
pencuri, pezinah, atau seorang pembunuh, memiliki nilai seorang manusia. Dia 
begitu bernilai sehingga Tuhan meninggalkan surga dan mati di atas kayu salib 
untuk menyelamatkan orang itu."

Orang Kristen itu berkata kepada perampok itu, "Kamu mungkin terhilang, tapi 
kasih Tuhan telah menemukanmu. " Setelah mendengar itu, Khamara memberikan 
hidupnya kepada Kristus.

* * * * *
Bagaimana suatu nilai diukur? Biasanya berdasarkan investasi seseorang terhadap 
waktu, uang, atau emosi. Itulah, bagaimana seseorang memperlakukan harta benda, 
aktivitas, atau bahkan suatu hubungan akan menyingkapkan seberapa besar hal-hal 
tersebut dinilai oleh orang itu. 

Pikirkanlah, sebagai contoh, betapa beda kita memperlakukan pakaian kerja yang 
lama dengan yang baru. Atau perbandingan antara perawatan terhadap gelas kertas 
dengan gelas kristal. Dan saat harta benda yang bernilai hilang atau seseorang 
terkasih sedang terluka, oh betapa banyak air mata yang keluar. Jadi, berapa 
nilai orang-orang berharga Anda? 

Seperti yang diberitakan oleh orang Kristen itu kepada Khamara, sangat berharga 
sehingga Yesus meninggalkan surga dan mati di kayu salib bagi ciptaan yang 
terhilang dan memberontak. Tuhan sangat mengasihi mereka. 
Anda dikasihi; Anda sangat berharga. Bersukacitalah dan sebarkanlah Kabar 
Baik ini kepada "orang-orang terkasih" lainnya di dekat Anda.
* * * * *

"Akan tetapi Tuhan menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus 
telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa." (Roma 5:8)
------------ --------- --------- --------- --------
Diambil dan diedit seperlunya dari:
Judul Buku : Devosi Total
Judul Asli : Extreme Devotion
Judul Artikel: Rusia: Nikolai Khamara
Penulis : The Voice of The Martyrs
Penerbit : KDP, Surabaya 2005
Halaman : 263
===========================================
From: Albert August Dewantoro 

Story to face Christmas

Friends:
Its just a simple story from a simple boy who giving me a lot of meaning to 
prepare our heart to be ready for 2007 christmas celebration.
God bless you all

Andy, Sahabat Yesus 

Ada seorang bocah kelas 4 SD di suatu daerah di Milaor Camarine Sur, Filipina, 
yang setiap hari mengambil rute melintasi daerah tanah bebatuan dan 
menyeberangi jalan raya yang berbahaya di mana banyak kendaraan yang melaju 
kencang dan tidak beraturan.

Setiap kali berhasil menyeberangi jalan raya tersebut, bocah ini mampir 
sebentar ke Gereja setiap pagi hanya untuk menyapa Tuhan. Tindakannya selama 
ini diamati oleh seorang Pendeta yang merasa terharu menjumpai sikap bocah yang 
lugu dan beriman tersebut.

"Bagaimana kabarmu Andy? Apakah kamu akan ke sekolah?"
"Ya, Bapa Pendeta!" Balas Andy dengan senyumnya yang menyentuh hati Pendeta
tersebut.

Dia begitu memperhatikan keselamatan Andy sehingga suatu hari dia berkata 
kepada bocah tersebut, "Jangan menyeberang jalan raya sendirian. Setiap kali 
pulang sekolah kamu boleh mampir ke Gereja dan saya akan menemani kamu ke 
seberang jalan. Jadi dengan cara tersebut saya bisa memastikan kamu pulang ke 
rumah dengan selamat."

"Terima kasih, Bapa Pendeta."
"Kenapa kamu tidak pulang sekarang? Apakah kamu tinggal di Gereja setelah
pulang sekolah?"
"Aku hanya ingin menyapa kepada Tuhan... sahabatku."

Dan Pendeta itu segera meninggalkan Andy untuk melewatkan waktunya di depan
altar berbicara sendiri, tapi kemudian Pendeta tersebut bersembunyi di balik
altar untuk mendengarkan apa yang dibicarakan Andy kepada Bapa di Surga.

Andy berkata...

Engkau tahu Tuhan, ujian matematikaku hari ini sangat buruk, tetapi aku
tidak mencontek walaupun temanku melakukannya.

Aku makan satu kue dan minum airku. Ayahku mengalami musim paceklik dan yang
bisa kumakan hanyalah kue ini. Terima kasih buat kue ini Tuhan! Aku tadi 
melihat anak kucing malang yang kelaparan dan aku memberikan kueku yang 
terakhir buatnya. Lucunya, aku nggak begitu lapar.

Lihat, ini selopku yang terakhir. Aku mungkin harus berjalan tanpa sepatu 
minggu depan. Engkau tahu sepatu ini akan rusak, tapi tidak apa-apa... paling 
tidak aku tetap dapat pergi ke sekolah.

Orang-orang berbicara bahwa kami akan mengalami musim panen yang susah bulan
ini, bahkan beberapa temanku sudah berhenti sekolah. Tolong bantu mereka supaya 
bisa sekolah lagi. Tolong Tuhan...

Oh ya, Engkau tahu ibu memukulku lagin karena aku nakal. Ini memang 
menyakitkan, tapi aku tahu sakit ini akan hilang, paling tidak aku masih punya 
seorang Ibu.

Tuhan, Engkau mau lihat lukaku? Aku tahu Engkau mampu menyembuhkannya, di
sini... di sini... aku rasa Engkau tahu yang ini kan? Tolong jangan marahi 
Ibuku ya? Dia hanya sedang lelah dan kuatir akan kebutuhan makanan dan biaya 
sekolahku... Itulah mengapa dia memukul kami.

Oh Tuhan... Aku rasa aku sedang jatuh cinta saat ini. Ada seorang gadis yang
cantik di kelasku, namanya Anita. Menurut Engkau apakah dia akan menyukaiku?
Bagaimanapun juga paling tidak aku tahu Engkau tetap menyukaiku karena aku 
tidak usah menjadi siapapun hanya untuk menyenangkanMu. Engkau adalah sahabatku.

Hei... ulang tahunMu tinggal dua hari lagi, apakah Engkau gembira? Tunggu saja 
sampai Engkau lihat, aku punya hadiah untukMu. Tapi ini kejutan bagiMu.
Aku berharap Engkau akan menyukainya.

Ooops aku harus pergi sekarang.

Kemudian Andy segera berdiri dan memanggil Pendeta itu, "Bapa Pendeta, Bapa
Pendeta, aku sudah selesai bicara dengan sahabatku, anda bisa menemaniku
menyeberang jalan sekarang!"

Kegiatan tersebut berlangsung setiap hari, Andy tidak pernah absen sekalipun.

Pendeta Agaton berbagi cerita ini kepada jemaat di Gerejanya setiap hari Minggu 
karena dia belum pernah melihat suatu iman dan kepercayaan yang murni kepada 
Tuhan... suatu pandangan positif dalam situasi yang negatif.

Pada hari Natal, Pendeta Agaton jatuh sakit sehingga dia tidak bisa memimpin 
gereja dan dirawat di rumah sakit. Gereja diserahkan pengelolaannya kepada 4 
wanita tua yang tidak pernah tersenyum dan selalu menyalahkan segala sesuatu 
yang orang lain perbuat. Mereka juga sering mengutuki orang yang menyinggung 
mereka.

Mereka sedang berlutut memegangi rosario mereka ketika Andy tiba dari pesta
Natal di sekolahnya, dan menyapa "Halo Tuhan... Aku..."

"Kurang ajar kamu bocah!!! Tidakkah kamu lihat kami sedang berdoa???!!! 
keluar...!!!"

Andy begitu terkejut, "Di mana Bapa Pendeta Agaton? Dia seharusnya membantuku 
menyeberangi jalan raya. Dia selalu menyuruhku mampir lewat pintu belakang 
Gereja. Tidak hanya itu, aku juga harus menyapa Tuhan Yesus, ini hari ulang 
tahun-Nya, aku punya hadiah untuk-Nya..."

Ketika Andy mau mengambil hadiah tersebut dari dalam bajunya, seorang dari
keempat wanita itu menarik kerahnya dan mendorongnya keluar Gereja.

Sambil membuat tanda salib ia berkata "Keluarlah bocah... kamu akan
mendapatkannya! !!"

Oleh karena itu Andy tidak punya pilihan lain kecuali sendirian menyeberangi 
jalan raya yang berbahaya tersebut di depan Gereja.

Dia mulai menyeberang ketika tiba-tiba sebuah bus datang melaju dengan kencang, 
sebab di situ ada tikungan yang tidak terlihat pandangan.
Andy melindungi hadiah tersebut di dalam saku bajunya, sehingga dia tidak 
melihat datangnya bus tersebut.

Waktunya hanya sedikit untuk menghindar, tapi itu tidaklah cukup...

Dan...
Andy pun tewas tertabrak. Orang-orang di sekitarnya berlarian dan mengelilingi 
tubuh bocah malang yang tak bernyawa tersebut.

Tiba-tiba, entah muncul darimana ada seorang pria berjubah putih dengan wajah 
yang halus dan lembut namun penuh dengan air mata datang dan memeluk tubuh 
bocah malang tersebut. Dia menangis.
Orang-orang penasaran dengan dirinya dan bertanya, "Maaf Tuan, apakah Anda
keluarga bocah malang ini? Apakah Anda mengenalnya?"

Pria tersebut dengan hati yang berduka karena penderitaan yang begitu dalam
segera berdiri dan berkata, "Dia adalah sahabatku."

Hanya itulah yang dia katakan.

Dia mengambil bungkusan hadiah dari dalam baju bocah malang tersebut dan 
menaruh nya di dadanya. Dia lalu berdiri dan membawa pergi tubuh bocah malang 
tersebut dan keduanya kemudian menghilang. Kerumunan orang tersebut semakin 
penasaran...

Di malam Natal, Pendeta Agaton menerima berita yang sungguh mengejutkan. Dia
berkunjung ke rumah Andy untuk memastikan pria misterius berjubah putih 
tersebut. Pendeta itu bertemu dan bercakap-cakap dengan kedua orang tua Andy.

"Bagaimana Anda mengetahui putera Anda meninggal?"
"Seorang pria berjubah putih yang membawanya kemari." ucap ibu Andy terisak.
"Apa katanya?"

Ayah Andy berkata, "Dia tidak mengucapkan sepatah katapun. Dia sangat berduka. 
Kami tidak mengenalnya namun dia terlihat sangat kesepian atas meninggalnya 
Andy sepertinya Dia begitu mengenal Andy dengan baik. Tapi ada suatu kedamaian 
yang sulit untuk dijelaskan mengenai dirinya. Dia menyerahkan anak kami dan 
tersenyum lembut. Dia menyibakkan rambut Andy dari wajahnya dan memberikan 
kecupan di keningnya kemudian Dia membisikkan sesuatu..."

"Apa yang dia katakan?"
"Dia berkata kepada puteraku... 'Terima kasih buat kadonya. Aku akan segera
berjumpa denganmu. Engkau akan bersamaku.'"

Dan sang Ayah melanjutkan, "Anda tahu kemudian, semuanya itu terasa begitu 
indah. Aku menangis tetapi tidak tahu mengapa bisa demikian. Yang aku tahu aku 
menangis karena bahagia... aku tidak dapat menjelaskannya Bapa Pendeta, tetapi 
ketika Dia meninggalkan kami ada suatu kedamaian yang memenuhi hati kami. Aku 
merasakan kasihnya yang begitu dalam di hatiku... Aku tidak dapat melukiskan 
sukacita di dalam hatiku. Aku tahu puteraku sudah berada di Surga sekarang. 
Tapi tolong katakan padaku, Bapa Pendeta, siapakah Pria ini yang selalu bicara 
dengan puteraku setiap hari di Gerejamu? Anda seharusnya mengetahui karena Anda 
selalu berada di sana setiap hari, kecuali pada waktu puteraku meninggal."

Pendeta Agaton tiba-tiba merasa air matanya menetes di pipinya, dengan lutut
gemetar dia berbisik, "Dia tidak berbicara dengan siapa-siapa, kecuali dengan 
Tuhan." 
-- 
Best regards, 

Kirim email ke