From: Yollie Wauran 

Renungan pagi, Selasa 19 Februari 2008

Berilah kepada TUHAN kemuliaan nama-Nya, sujudlah kepada TUHAN dengan 
berhiaskan kekudusan! Suara TUHAN di atas air, Tuhan yang mulia mengguntur,
TUHAN di atas air yang besar. ( Mazmur 29:2-3 )

Mengapa .... ? Mengapa mata kita hanya tertuju pada "air" .....
Mengapa ..... Mengapa mata kita .....
Hanya tertuju pada masalah yang kita hadapi saja .... ?

Dengar ..... ! Mari mulai kita dengar ..... Apa yang Tuhan katakan ..... !
Tuhan berbicara di dalamnya ..... Mungkin untuk kota kita .....
Mungkin untuk negeri kita ..... Mungkin pula untuk kita .....

Tapi satu yang pasti ..... Ada yang Tuhan inginkan dari kita .....
Untuk kita lakukan ..... Dan ..... Dalam "air" itu .... Ada kasih yang besar 
.....
Kasih Tuhan pada kita ......
Kasih yang tidak menginginkan kita terhilang .....
===============================================
Renungan Pagi, 

TUHAN memperhatikan Sara, seperti yang difirmankan-Nya, dan TUHAN melakukan 
kepada Sara seperti yang dijanjikan-Nya. ( Kej 21 : 1 )

Tuhan itu memperhatikan kita ..... Jika kita tidak sadar ..... Kita akan kecewa 
.....
Tuhan itu melakukan sesuatu untuk kita ..... Jika kita tidak sadar .....
Kita akan andalkan kekuatan sendiri,
Dan ..... Jika kita andalkan kekuatan sendiri ..... Kita akan kecewa juga ......

Juga ..... Tuhan memperhatikan kita ..... Seperti yang di firmankanNya .....
Tuhan juga melakukan kepada kita .....
Seperti apa yang telah dijanjikanNya
Sudahkah kita tahu janji-Nya ..... ?

Tetapi .... Bagaimana dengan kehidupan doa kita ..... ?
Pembacaan firman Tuhan .... ? Saat teduh kita ..... ? Bila tidak ada .....
Bagaimana kita bisa tahu ..... ?
==========================================
Renungan Pagi, 

Sebab sekali ini Aku akan melepaskan segala tulah-Ku terhadap engkau sendiri,
terhadap pegawai-pegawaimu dan terhadap rakyatmu, dengan maksud supaya engkau 
mengetahui, bahwa tidak ada yang seperti Aku di seluruh bumi. ( Keluaran 9:14 )

Haruskah Tuhan kembali melepaskan tulah ......
Haruskah Tuhan terus melepaskan tulah ..... Hanya supaya kita mengetahui .....
Bahwa tidak ada yang seperti Tuhan .... Di seluruh bumi ini ..... ?

Atau ..... Saat ini kita sudah bisa katakan ..... "Cukup Tuhan ......
Kami sudah mengetahuinya ..... Bahwa tanpa kasih-Mu ....
Kami sudah lama lenyap ....."
============================================
Renungan Pagi, 

Berpikirlah TUHAN: "Apakah Aku akan menyembunyikan kepada Abraham apa yang 
hendak Kulakukan ini? ( Kejadian 18:17 )

Akhir-akhir ini .... Dalam bencana yang Tuhan ijinkan ....
Banyak firman kita dengar ..... Banyak pernyataan kita terima .....

Mungkin pula ..... Tuhan nyatakan kehendaknya pada kita .....
Atau setidaknya ..... Pernyataan itu sampai pada kita .....
Namun pertanyaannya adalah ..... Bukan hanya ..... Apa pernyataan itu ..... ?

Tetapi ..... Apa yang kita lakukan setelah kita mengetahuinya ..... ?
Apa yang kita lakukan setelah kita mendengarnya ..... ?
Dan ..... Adakah kita sudah melakukannya ..... ?
================================================
Renungan Pagi, 

Katanya: "Sesungguhnya aku telah memberanikan diri berkata kepada Tuhan. 
Sekiranya dua puluh didapati di sana?"
Firman-Nya: "Aku tidak akan memusnahkannya karena yang dua puluh itu."
Katanya: "Janganlah kiranya Tuhan murka, kalau aku berkata lagi sekali ini saja.
Sekiranya sepuluh didapati di sana?"
Firman-Nya: "Aku tidak akan memusnahkannya karena yang sepuluh itu."
Lalu pergilah TUHAN, setelah Ia selesai berfirman kepada Abraham; dan 
kembalilah Abraham ke tempat tinggalnya. ( Kejadian 18:32-33 )

Bila tidak ada rekan kita yang terkena ..... Bila tidak ada kenalan kita yang 
terkena .....
Bila tidak ada saudara kita yang terkena .....
Atau .....
Bila kita sendiri tidak terkena ..... Adakah kita benar-benar terbeban .....
Berdoa untuk kota kita .... ? Bersyafaat untuk negara kita ..... ?

Banjir ada di mana-mana ..... Bencana .....
Adakah kita benar-benar menangisinya ..... ?

Benar ..... Mungkin kita sibuk menolong mereka .....
Mungkin kita sudah banyak menyumbang ....
Tapi ..... Mana doa ratapan untuk kota ini ..... ?
Mana doa syafaat untuk negeri ini ..... ? Untuk bangsa ini ..... ?

Bukan sekedar ucapan pemanis bibir ..... Tapi ..... Ratapan yang tumpah ke luar 
.....
Dari hati yang hancur ..... Sudah adakah itu ..... ?

Biarlah kejujuran kita masing-masing ..... Yang menjawabnya ......
============================================
Renungan Pagi, 

Apabila kemudian Kudatangkan awan di atas bumi dan busur itu tampak di awan,
maka Aku akan mengingat perjanjian-Ku yang telah ada antara Aku dan kamu serta 
segala makhluk yang hidup, segala yang bernyawa, sehingga segenap air tidak 
lagi menjadi air bah untuk memusnahkan segala yang hidup.

Jika busur itu ada di awan, maka Aku akan melihatnya, sehingga Aku mengingat 
perjanjian-Ku yang kekal antara Tuhan dan segala makhluk yang hidup, segala 
makhluk yang ada di bumi." ( Kejadian 9:14-16 )

Tuhan mengingat perjanjian-Nya .... Bagaimana dengan kita ..... ?
Adakah kita juga mengingat janji-Nya ..... ? Janji Tuhan atas kita ..... ?

Atau mungkin ..... Kita juga pernah berjanji pada-Nya ..... ?
Bila ya ..... Bila kita ingat itu semua ...... Apa yang akan kita lakukan hari 
ini ..... ?
==========================================
Renungan Pagi, 

Lalu Nuh mendirikan mezbah bagi TUHAN; dari segala binatang yang tidak haram 
dan dari segala burung yang tidak haram diambilnyalah beberapa ekor, lalu ia 
mempersembahkan korban bakaran di atas mezbah itu.
Ketika TUHAN mencium persembahan yang harum itu, berfirmanlah TUHAN dalam 
hati-Nya: "Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia, sekalipun yang 
ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya, dan Aku takkan 
membinasakan lagi segala yang hidup seperti yang telah Kulakukan. ( Kejadian 
8:20-21 )

Mungkin "banjir" belum berhenti ..... Mungkin pula tanah belum terlalu "kering" 
.....
Hari ini .... "Banjir" apa pun yang sedang kita alami .....
Persoalan apa pun yang baru kita hadapi ....
Mungkin pula "bekas" tersebut belum begitu kering ....

Namun ..... Mari kita mulai naikkan korban yang harum ......
Pengucapan syukur di hadapan Tuhan ..... Tuhan mengasihi kita .....
==========================================
Renungan Pagi, 

Pada ketujuh kalinya berkatalah bujang itu: "Wah, awan kecil sebesar telapak 
tangan timbul dari laut."
Lalu kata Elia: "Pergilah, katakan kepada Ahab: Pasang keretamu dan turunlah,
jangan sampai engkau terhalang oleh hujan." ( 1 Raja-raja 18:44 )

Sering kali ..... Kita merasa sendirian .... 
Sering kali ..... Kita merasa ditinggalkan ......
Mengapa ...... ?

Sering kita tak mampu melihat hujan .... Dalam awan kecil sebesar telapak 
tangan .....
Sehingga sering kita undur .....
Sesaat sebelum awan kecil itu turun menjadi hujan .....

Dengan sungut-sungut di bibir kita : "Tak ada hujan ..... tak ada hujan ....."
Mari .... Kita mulai melihat penyertaan Tuhan atas kita .....
Melalui hal-hal yang kecil sekalipun .....

Dan ....tetap setia ..... Nantikan ..... Awan kecil itu .....
Segera menjadi hujan lebat ..... Kita akan melihat .....
Betapa kasihnya Tuhan atas kita .....
Betapa dahsyatnya Tuhan menyertai kita .....
===========================================
Renungan Pagi, 

Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru 
dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna."
Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus 
turun menaungi aku. ( 2 Korintus 12:9 )

Cukuplah ..... ? Dapatkah kita merasakannya ..... ?
Dapatkah kita rasakan ..... Betapa cukupnya kasih karunia Tuhan bagi kita .... ?

Kita mungkin sudah rasakan kelemahan kita .....
Hal-hal yang Tuhan ijinkan kita alami .....
Tapi .... Mana kuasa Tuhan ..... ?

Mengapa sering kita tidak merasakan ..... Sempurnanya kuasa Tuhan ..... ?
Pertanyaannya adalah ..... Adakah rasa "cukup" itu .... Juga ada pada kita 
..... ?
Adakah kita dapat melihat kasih karunia-Nya ..... ?

Bila "YA" ..... Inilah saatnya ..... Kuasa Tuhan dinyatakan atas kita ..... 
Sempurna .....
Jadi .... Cukupkah ini semua bagi kita ..... ?
=============================================
Renungan Pagi, 

Lalu Tuhan membuka mata Hagar, sehingga ia melihat sebuah sumur; ia pergi 
mengisi kirbatnya dengan air, kemudian diberinya anak itu minum. ( Kejadian 21 
: 19 )

Saat ini ..... Masihkah kita dapat melihat sumur itu ..... ?
Masihkah kita dapat menemukan penyertaan Tuhan ..... ?
Atau ..... Mata kita sudah tertutup ..... ? Tertutup oleh permasalahan ..... ?
Tertutup oleh persoalan ..... ? Tertutup oleh kesesakan ..... ? 
Tertutup oleh kemarahan .....? Kebencian ..... ? Kekecewaan ..... ? Dendam 
..... ?

Mari ..... Kita kembali pada Tuhan ..... Kita ijinkan Dia buka mata kita .....
Dan .... Kita akan melihat ..... 
Bahwa sesungguhnya ...... Sumur itu sudah Ia sediakan .....
Bahwa sesungguhnya ...... Dia selalu menyertai kita .....
=============================================
Renungan Pagi, 

Lalu Tuhan membuka mata Hagar, sehingga ia melihat sebuah sumur; ia pergi 
mengisi kirbatnya dengan air, kemudian diberinya anak itu minum. ( Kejadian 21 
: 19 )

Saat ini ..... Masihkah kita dapat melihat sumur itu ..... ?
Masihkah kita dapat menemukan penyertaan Tuhan ..... ?
Atau ..... Mata kita sudah tertutup ..... ? Tertutup oleh permasalahan ..... ?
Tertutup oleh persoalan ..... ? Tertutup oleh kesesakan ..... ?
Tertutup oleh kemarahan .....? Kebencian ..... ? Kekecewaan ..... ? Dendam 
..... ?

Mari ..... Kita kembali pada Tuhan ..... Kita ijinkan Dia buka mata kita .....
Dan .... Kita akan melihat .....
Bahwa sesungguhnya ...... Sumur itu sudah Ia sediakan .....
Bahwa sesungguhnya ...... Dia selalu menyertai kita .....

Kirim email ke