From: Diana Martha 

      05/02/2008 16:19 WIB 
      Majalah Tempo Tidak Ditarik, Edisi Inggris Pakai Cover Lain
      Ramdhan Muhaimin - detikcom 


      Cover majalah Tempo (atas), The Last Supper karya Da Vinci (bawah) 
      Jakarta - Pimred Majalah Berita Mingguan (MBM) Tempo meminta maaf atas 
pemuatan cover Tempo edisi 4-10 Februari 2008 yang mendapat reaksi keras umat 
Kristiani. Namun majalah tidak akan ditarik.

      "Saya atas nama seluruh wartawan Dan institusi Tempo, memohon maaf. 
Karenanya permohonan maaf ini akan Kita muat dalam Koran Tempo edisi besok, 
situs Tempo interaktif online Dan Majalah Tempo edisi minggu depan," ujar 
Pimred MBM Tempo Toriq Hadad dalam jumpa pers di Gedung Tempo, Jl Proklamasi, 
Jakarta Pusat, Selasa (5/2/2008).

      Jumpa pers dilakukan usai berdialog dengan 10 perwakilan umat Katolik 
perwakilan dari 7 organisasi Katolik.
      Toriq mengatakan, pihaknya tidak bermaksud melukai perasaan umat Katolik 
dengan memuat cover di majalah Tempo.

      "Ini hanya salah tafsir. Ternyata penafsiran Kita berbeda. Kami hanya 
mengambil inspirasi dari Leonardo Da Vinci. Ternyata foto itu diagungkan oleh 
umat Kristiani," ujar pria berkacamata ini.

      Toriq mengatakan majalah Tempo yang telah beredar, tidak akan ditarik 
kembali. Namun untuk Tempo edisi Bahasa Inggris, pimpinan redaksi sepakat untuk 
menggunakan cover lain.

      "Dari masukan yang datang ke kami, untuk edisi bahasa Inggris kami 
gunakan cover lain," tutur Toriq.

      Ketua Forum Komunikasi Alumni Mahasiswa Katolik Republik Indonesia 
Hermawi Taslim mengatakan, persoalan tersebut akan selesai jika pihak Tempo 
konsisten terhadap janjinya.
      "Persoalan ini kami anggap selesai, kalau Tempo memenuhi komitmen," kata 
Hermawi.

      Politisi PKB ini menuturkan, dalam dialog selama 1 jam, Tempo berkomitmen 
untuk mengklarifikasi Dan meminta maaf Dan berjanji untuk tidak mengulangi lagi.
      Hermawi juga mengatakan, pihaknya tidak meminta ganti rugi kepada MBM 
Tempo.

      "Maaf sudah cukup. Tidak Ada ganti rugi Dan teman-teman akan ke daerah 
untuk menjelaskan duduk persoalannya, agar tidak terjadi gejolak," ucap 
Hermawi. ( nik / nrl ) 
     
     

<<image/jpeg>>

Kirim email ke