Manusia: Peta Teladan Allah-13:
  Allah Adalah Terang
   
   
   
  Dan inilah berita, yang telah kami dengar dari Dia, dan yang kami sampaikan 
kepada kamu: Allah adalah terang dan di dalam Dia sama sekali tidak ada 
kegelapan. (1Yoh.1:5) 
   
  Yohanes begitu unik karena caranya memberitakan kebenaran dan ketajaman 
pengertiannya akan berita kebenaran itu. Ia mengatakan ketiga istilah penting 
ini, yakni: Allah adalah Terang, Allah adalah Kasih, dan Allah adalah Hidup 
untuk menyatakan Siapa Allah. Bagi Agustinus, mengenal siapa Allah dan siapa 
diri merupakan dua hal terpenting dalam hidup. Mengapa? Karena kita perlu 
merelasikan diri kembali dengan sumber eksistensi diri, yaitu Allah. Pemulihan 
relasi ini hanya dimungkinkan melalui Yesus Kristus, satu-satunya Mediator 
sejati. 
   
  Di hari pertama Allah hanya menciptakan satu hal, yakni terang. Terang 
merupakan suatu titik permulaan, yaitu titik Alpha. Hari pertama Tuhan 
memerintahkan terang keluar dan hari terakhir Tuhan menciptakan manusia untuk 
mempunyai kemungkinan menerima terang. Terang itu begitu penting. Orang yang 
hidup dalam keadaan tidak terang, hidupnya kabur dan tidak berarah, karena 
terang membawa kita menuju kepada arah yang benar. Terang menunjukkan apa yang 
menjadi halangan bagi kita menuju ke Allah. Terang menyatakan kepada kita di 
mana ada bahaya sehingga kita tidak dirongrong oleh mara bahaya itu. 
   
  Tuhan memerintahkan terang keluar dari kegelapan sebagai perintah pertama. Di 
sini kita melihat dua cara paralel dari Tuhan di dalam penciptaan, yaitu: 
perkataan Tuhan dan kuasa Tuhan. Perkataan Tuhan mengutarakan keinginan dan 
rencana Tuhan, kekuatan Tuhan menggenapi dan menyukseskan apa yang 
direncanakan. Itu sebabnya dalam Lukas 1 dikatakan: “Tidak ada satu kalimat 
keluar dari mulut Tuhan yang tidak mengandung kuasa adanya.” Dan Yesus Kristus 
berkata: “Hidup bukan hanya bersandar pada roti saja, tetapi bersandar pada 
setiap kalimat yang keluar dari mulut Tuhan.” Di sini kita melihat kaitan yang 
erat sekali, antara kehendak atau rencana Tuhan dengan kuasa Tuhan yang 
dinyatakan untuk menjadi penopang hidup manusia. 
   
  Waktu Tuhan memerintahkan terang keluar dan berada, tidak ada satu detik 
perbedaan, tidak ada satu kekuatan lain yang bisa menunda, terang itu langsung 
berada. Ada orang berkata kepada Haydn, “Tolong jangan mengulang-ulang seperti 
Händel, tetapi nyatakan satu kali saja, bahwa Allah berkata: Jadilah terang dan 
terang itupun jadilah.” Oleh sebab itu, dalam oratorio The Creation, pada waktu 
dikeluarkan kata light, volumenya kira-kira dikeraskan 20 kali. Setelah kalimat 
itu keluar, musik melodinya merupakan satu kekuatan yang luar biasa 
mengelilingi alam semesta. Waktu overture, sepertinya chaos (kekacauan) itu 
belum terkupas dan semua kekacauan masih menjadi satu sampai terang itu datang, 
semua menjadi satu sistem, semua menjadi indah. Saat karya ini dipentaskan, 
Haydn sendiri sudah tua, tidak menjadi konduktor, hanya sebagai penonton. 
Setelah dinyanyikan ‚there was light’, Haydn menangis. Dia lupa kalau di dalam 
konser tidak boleh bicara, dia berdiri dan berkata,
 “That is not from me, that is from God”, lalu jatuh pingsan. Semua berhenti 
menyanyi, berhenti bermain musik. Saat itu ada beberapa orang datang untuk 
menolongnya. Di antaranya, ada satu orang yang pernah menjadi muridnya, tetapi 
karena tidak puas, ia pergi meninggalkan Haydn, namanya Ludwig van Beethoven. 
   
  Ada satu hal yang tidak ada di agama lain: Allah menciptakan terang dan Allah 
itu sendiri adalah Terang. Manusia berbeda dengan binatang. Tidak ada binatang 
yang mencari kebenaran, kekekalan, kebijakan, keadilan, dan membicarakan moral. 
Semua hal itu terkurung di dalam satu wilayah, yaitu terang dari Tuhan. Itu 
sebabnya di dalam sejarah, orang yang betul-betul berbijaksana mencetuskan satu 
terang untuk menerangi seluruh kelompok atau seluruh zaman. Orang itu disebut 
iluminator. Dari Gerika ada Socrates, Plato, Aristotle, Parmenides, Zeno, dan 
banyak filsuf-filsuf lain. Dari Cina ada Confucius, Mencius, Mozi. Dari Afrika, 
selain Agustinus dari Hippo di abad ke-4 yang memberikan terang besar, hanya 
ada Nelson Mandela yang menentang apartheid. Bangsa yang tidak mempunyai otak 
iluminator adalah bangsa yang berjalan dalam kegelapan. Maksud dari kegelapan 
di sini bukan tidak adanya matahari, karena matahari di Afrika lebih terik dari 
benua lain, tetapi terang yang melampaui
 terang cahaya materi, terang cahaya pembakaran, atau terang cahaya iluminasi 
dari bintang-bintang lain. Ada cahaya yang melampaui cahaya dunia fisik. Dalam 
Westminster Confession ada kalimat: cahaya natural belumlah cukup. Kita 
memerlukan cahaya supra-natural. Agama, kebudayaan, dan filsafat tidaklah 
cukup. Sampai pada waktu Yesus datang ke dunia dan berkata, “Akulah terang 
dunia, barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, 
melainkan ia akan mempunyai terang hidup” (Yoh. 8:12). Di dalam ciptaan lama, 
terang dicipta di hari pertama, dan di dalam ciptaan baru, Yesus datang ke 
dunia untuk menerangi dunia berdosa ini. Di sini kita melihat urutan yang sama, 
terang dari Tuhan, lalu penciptaan itu berlangsung. Dalam Yesaya 9:1 dikatakan: 
“Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar; 
mereka yang diam di negeri kekelaman, atasnya terang telah bersinar.” Hal ini 
ditujukan kepada Anak Allah yang turun ke dalam dunia memberikan
 iluminasi kepada seluruh umat manusia. 
   
  Terang dari alam ini tidak cukup. Hal ini disadari oleh seorang murid 
Socrates, yaitu Diogenes. Dia membawa satu lampu minyak yang dinyalakannya pada 
siang hari, lalu ia berjalan keliling kota Athena, seperti orang yang mencari 
sesuatu di malam gelap. Orang mengira dia sudah gila. Ia berkata, “Saya mencari 
kebenaran, kebajikan, dan orang baik, tapi tidak menemukan.” Betapa kuat dan 
terangnya matahari tidaklah cukup, sehingga ia perlu memasang sesuatu untuk 
menambahnya demi mencari kebenaran dan orang baik. Ia mendidik seluruh sejarah 
agar jangan merasa diri sudah hebat dan memiliki cahaya. Dia tidak tahu bahwa 
cahaya itu akan tiba di dunia kira-kira 350 tahun kemudian yaitu Yesus Kristus. 
   
  Plato berusia 28 tahun saat Socrates, gurunya, dihukum mati. Ia langsung lari 
dari Athena dan tidak mau kembali hingga 13 tahun kemudian. Plato pergi bukan 
karena takut mati, tetapi dia berkata, “Aku tidak memberikan kesempatan kedua 
bagi orang demokratis untuk membunuh orang jenius yang mereka tidak mengerti.“ 
Saat ini seluruh dunia memuja demokrasi, tetapi banyak yang menyesal memilih 
presiden berdasarkan demokrasi. Setelah memilih presiden, baru tahu bahwa ia 
lebih korup dari presiden sebelumnya. Orang yang memakai kuasa demokrasi, 
percaya bahwa mayoritas yang pasti betul. Tapi Tuhan mengatakan manusia 
mayoritas berada di dalam dosa, hanya nabi-nabi yang takut kepada Tuhan adalah 
minoritas yang mengerti kebenaran, itu yang betul. Jadi demokrasi adalah salah 
satu cara yang terbaik setelah jatuh ke dalam dosa dari umat manusia, tapi 
belum pernah membereskan secara total dan mutlak kemelut-kemelut dan kesulitan 
manusia. 
   
  Allah adalah Terang dan di dalam Dia tidak ada kegelapan. Tidak ada 
bayang-bayang. La Tour melukis dengan konsep yang tidak ada pada orang lain, 
yaitu memakai cahaya dari satu lilin dan selain itu, tidak ada cahaya lain. 
Cahaya itu menuju ke benda lalu dari terang menuju kurang terang, dari kurang 
terang menuju gelap, dan terakhir gelap. Hanya dengan satu lilin, ia membuat 3 
dimensi melalui pengertian perubahan cahaya sampai bayang-bayang. Lukisan yang 
baik mengutarakan seribu cerita. Pelukis yang baik tahu bagaimana 
mengekspresikan baptisan cahaya. Kalau di suatu hutan yang pohonnya ribuan dan 
mendapat cahaya matahari dari satu arah tertentu, si pelukis harus memikirkan 
bagaimana melukiskan cahaya matahari menembus semua pohon dari yang paling 
dekat hingga yang paling jauh dari cahaya. Itu cara merefleksikan cahaya yang 
persentasinya sedikit demi sedikit berkurang. Seperti ketika menyiram air, 
bagian terdekat terkena paling banyak, semakin jauh semakin sedikit. Ini
 namanya baptisan cahaya. 
   
  Di lukisan La Tour, kita melihat Maria Magdalena yang memegang sebuah 
tengkorak sedang membaca Kitab Suci dengan penerangan sebatang lilin dan ada 
sebuah salib kecil di mana Tuhan Yesus tergantung. Lukisan ini mengatakan bahwa 
firman Tuhan memberikan hidup kekal kepada saya dan saya harus mengingat bahwa 
saya adalah seorang yang seharusnya mati. Itu dilukiskan dengan tengkorak. Kita 
seharusnya berkata, “Tuhan, tolong saya untuk merindukan kekekalan yang 
dijanjikan Tuhan di sorga karena aku hanyalah seorang yang akan masuk kuburan 
seperti tengkorak ini.” Lalu Kristus menjembatani. Kita yang seharusnya mati 
bisa mendapat hidup kekal melalui Kristus yang datang dan mati untuk saya. 
Inilah cara meditasi. 
   
  Di bagian belakang lukisan orang terdapat bayangan besar. Semakin dekat ke 
terang maka bayangan di belakangnya semakin membesar, semakin jauh dari terang 
maka bayangannya semakin mengecil. Semakin dekat dengan Tuhan, orang akan 
semakin sadar betapa besar kegelapan dirinya. Di manakah satu-satunya tempat 
yang tidak ada bayang-bayang di dalam seluruh lukisan itu? Di bagian terang. Di 
dalam terang, tidak ada bayang-bayang. Inilah Alkitab. Allah adalah Terang, di 
dalam Dia tidak ada kegelapan. Tidak ada perubahan dan pembelokan bayangan. 
Terang mengakibatkan saya memiliki bayang-bayang. Ketika saya bergerak, maka 
bayang-bayang bertukar tempat. Di dalam Allah tidak ada perubahan bayangan, 
karena Dia adalah diri Terang itu. Jika kita semakin dekat dengan terang dan 
akhirnya bersatu dengan terang, maka bayang-bayang pun menjadi hilang. Tuhan 
mengatakan: “Aku akan menciptakan manusia menurut peta teladan-Ku.” Betapa 
besar janji-Nya dan betapa menakutkan arti yang sedalam itu.
 Beranikah kita mengatakan bahwa kita juga adalah terang dunia? Di dalam 
Yohanes 8:12 dikatakan: “Akulah Terang dunia, dan barangsiapa mengikut Aku, ia 
tidak akan berjalan dalam kegelapan, dan pada akhirnya ia akan menemukan terang 
kehidupan.” Ia juga berkata di Matius 5:14, “Engkau adalah terang dunia.” 
Akibat dicipta menurut peta dan teladan Allah, kita harus hidup dalam kesucian, 
dalam terang, dalam cahaya yang terus menginspeksi dan memberi kita satu 
iluminasi untuk kita mempunyai arah dan mempunyai keadaan sesungguhnya sesuai 
dengan kehendak Tuhan. 
   
  Juara olimpiade yang berlari begitu cepat, di dalam kegelapan ia akan 
berjalan perlahan-lahan. Terang itu penting sekali. Allah adalah Terang. Kalau 
tidak mau hidup di dalam Tuhan, pasti seumur hidup berada di dalam kegelapan. 
Berapa banyak pemuda menghancurkan hari depannya hanya karena tidak hidup dalam 
terang. Berapa banyak pemuda menghancurkan hari depannya karena tidak mau 
sekolah dan lebih suka bermain-main di dalam kegelapan. Berapa banyak pemuda 
tidak mau diiluminasi, diterangi, tidak mau mendengar khotbah yang baik, karena 
dia suka hidup di dalam kegelapan, menghina kebenaran, menghina terang dari 
atas lalu mengira boleh berbuat segala sesuatu menurut bijaksana yang dikiranya 
lebih hebat dari yang lain, lalu menghina firman Tuhan. Pemuda-pemudi yang 
tidak menghormati Tuhan dan tidak menghargai kebenaran, maunya dimanja, akan 
hidup di dalam kegelapan. 
   
  Saudara-saudara, bagaimana dengan dirimu? Sadarkah bahwa engkau dicipta 
menurut peta teladan Allah? Engkau seharusnya menjadi terang untuk orang lain 
yang belum Kristen. Engkau seharusnya bersinar kepada pemuda-pemudi lain yang 
tidak mengenal Tuhan dan membawa mereka kembali kepada Tuhan. Tetapi hidupmu, 
pikiranmu, kelakuanmu, dan kebiasaanmu sendiri berada di dalam kegelapan. 
Engkau tidak menyatakan peta teladan Tuhan sehingga engkau menghamburkan waktu 
dan merusak rencana Allah di dalam dirimu. Sampai kapan engkau menghancurkan 
hari depanmu? Hari ini biar kita kembali dan berkata kepada Tuhan, “Tuhanku, 
Allahku, aku dicipta menurut gambar dan rupa-Mu. Aku dicipta menurut Terang-Mu. 
Kiranya hidupku boleh diterangi oleh Kebenaran-Mu, Firman-Mu, dan dengan 
demikian aku dapat menjadi terang bagi orang-orang lain.” Maukah Saudara? 
Kiranya Tuhan memimpin dan memberkati kita masing-masing. Amin.
   
   
  Sumber: 
  
http://www.buletinpillar.org/index.php?id=51&tx_ttnews[pS]=1214892000&tx_ttnews[pL]=2678399&tx_ttnews[arc]=1&tx_ttnews[tt_news]=340&tx_ttnews[backPid]=50&cHash=0


"Faith does not depend on miracles, or any extraordinary sign, but is the 
peculiar gift of the spirit, and is produced by means of the word … There is to 
which the flesh is more inclined than to listen to vain revelation." 
(Dr. John Calvin)




       
---------------------------------
  Nama baru untuk Anda!  
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. 
Cepat sebelum diambil orang lain!

Kirim email ke