From: "ade chandra" <[EMAIL PROTECTED]>

WAKTUNYA RUNTUH JUGA

Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya 
(Pengkhotbah 3:1)
Bacaan: Pengkhotbah 3:1-15
Setahun: Nehemia 6-8

Pengkhotbah 3:1-15
3:1 Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada 
waktunya. 
3:2 Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal, ada waktu untuk menanam, 
ada waktu untuk mencabut yang ditanam; 
3:3 ada waktu untuk membunuh, ada waktu untuk menyembuhkan; ada waktu untuk 
merombak, ada waktu untuk membangun; 
3:4 ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa; ada waktu untuk meratap; 
ada waktu untuk menari; 
3:5 ada waktu untuk membuang batu, ada waktu untuk mengumpulkan batu; ada waktu 
untuk memeluk, ada waktu untuk menahan diri dari memeluk; 
3:6 ada waktu untuk mencari, ada waktu untuk membiarkan rugi; ada waktu untuk 
menyimpan, ada waktu untuk membuang; 
3:7 ada waktu untuk merobek, ada waktu untuk menjahit; ada waktu untuk berdiam 
diri, ada waktu untuk berbicara; 
3:8 ada waktu untuk mengasihi, ada waktu untuk membenci; ada waktu untuk 
perang, ada waktu untuk damai. 
3:9 Apakah untung pekerja dari yang dikerjakannya dengan berjerih payah? 
3:10 Aku telah melihat pekerjaan yang diberikan Tuhan kepada anak-anak manusia 
untuk melelahkan dirinya. 
3:11 Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan 
kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan 
yang dilakukan Tuhan dari awal sampai akhir. 
3:12 Aku tahu bahwa untuk mereka tak ada yang lebih baik dari pada bersuka-suka 
dan menikmati kesenangan dalam hidup mereka. 
3:13 Dan bahwa setiap orang dapat makan, minum dan menikmati kesenangan dalam 
segala jerih payahnya, itu juga adalah pemberian Tuhan. 
3:14 Aku tahu bahwa segala sesuatu yang dilakukan Tuhan akan tetap ada untuk 
selamanya; itu tak dapat ditambah dan tak dapat dikurangi; Tuhan berbuat 
demikian, supaya manusia takut akan Dia. 
3:15 Yang sekarang ada dulu sudah ada, dan yang akan ada sudah lama ada; dan 
Tuhan mencari yang sudah lalu.

Bagi penduduk Amerika, jembatan Mississippi memiliki peran yang vital dalam 
meng-hubungkan perekonomian negara bagian Minnesota yang berbasis pertanian.
Jembatan sepanjang 27,6 kilometer itu menghubungkan kota Minneapolis dan Saint 
Paul . Jembatan itu dibangun oleh Departemen Transportasi Minnesota pada 1967 
dengan tinggi 64 kaki atau sekitar 20 meter.
Namun, jembatan delapan lajur tersebut ambruk pada Rabu, 1 Agustus 2007, pukul 
18.00 waktu setempat. Diduga jembatan runtuh bukan karena aksi teror, melainkan 
karena konstruksi jembatan telah rapuh ditelan usia. Jembatan yang berusia 
empat puluh tahun
tersebut, akhirnya ambruk juga. 
Firman Tuhan dengan tepat mengatakan "segala sesuatu ada masanya" (ayat 1). 
Sekolah kehidupan telah mengajar Salomo, raja Israel di Yerusalem, bahwa segala 
sesuatu ada waktunya. Waktu berlalu begitu cepat. Tak seorang pun mampu 
menahannya. Sepanjang
berproses dengan waktu, seseorang dapat menikmati dinamika kehidupan. Ada waktu 
yang menyenangkan, ada juga waktu yang menyedihkan. Namun, Tuhan selalu membuat 
segala sesuatu indah pada waktunya. 
Selagi napas dikandung badan, menggunakan waktu dengan bertanggung jawab adalah 
suatu keharusan. Bukankah segala sesuatu akan terus berubah? Filsuf Heraclitus
memberikan ungkapan bijak, "Tidak ada yang tetap di dunia ini kecuali 
perubahan." Hari ini kita masih bernapas, besok belum tentu. Hari ini kita 
masih bekerja dengan gagah, besok tidak tahu. Oleh karena itu, mari kita 
menaklukkan diri kepada-Nya sebelum
ambruk bak jembatan Mississippi -MZ 

ORANG YANG BIJAK MEMEDULIKAN WAKTU 
 
Yayasan Gloria untuk kemuliaan Tuhan 
-- Diterbitkan Oleh Yayasan Gloria untuk kemuliaan Tuhan -- 
==============================================
From: "ade chandra" <[EMAIL PROTECTED]>

MENGUMPULKAN HARTA
Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun 
seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung pada 
kekayaannya itu (Lukas 12:15)
Bacaan: Lukas 12:13-21
Setahun: Yeremia 5-7

Banyak pengusaha sukses dunia saat ini telah menunjukkan kedermawanan. Mereka 
menyisihkan sejumlah besar kekayaan yang mereka punya untuk membangun karya 
kasih bagi kemanusiaan. Sebut saja misalnya Henry Ford-pengusaha otomotif, Bill 
Gates-pendiri Microsoft, Larry Page dan Sergey Brinn-pemilik Google. Mereka 
tidak mengumpulkan kekayaan hanya untuk diri sendiri, tetapi mau berbagi dengan 
sesama yang membutuhkan. Mereka telah memberi sumbangsih sangat besar bagi 
dunia pendidikan, pengentasan kemiskinan, penanggulangan kesehatan, dan bencana 
alam. 
Tuhan Yesus menceritakan perumpamaan tentang seorang kaya yang bodoh. Orang itu 
mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, bersikap tamak, dan berpikir bahwa 
dengan menjadi kaya maka semua urusannya pasti beres. Kepada orang yang 
demikian, Tuhan Yesus berkata, "Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga 
jiwamu akan diambil darimu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu 
nanti?" (ayat 20).
Memang berbahaya kalau kita hanya sibuk mengumpulkan kekayaan untuk diri 
sendiri. Sebab betapapun harta kekayaan-seperti juga jabatan dan 
popularitas-tidaklah abadi. Cepat atau lambat akan kita tinggalkan. Maka, bila 
kita diberkati dengan kekayaan lebih, baiklah kita menjadikan itu juga sebagai 
berkat bagi sesama yang membutuhkan. Itu akan jauh lebih berarti. Sebab nilai 
seseorang tidak ditentukan oleh seberapa banyak kekayaan yang ia kumpulkan, 
tetapi oleh seberapa besar hidupnya menjadi berkat dan mendatangkan kesukaan 
bagi sesamanya. Oleh karena itu, jangan biarkan hati kita dijerat oleh 
ketamakan akan harta benda - KAYA TAMAK DAN HANYA MEMIKIRKAN DIRI SENDIRI 
ADALAH AWAL KEHANCURAN 

Lukas 12:13-21
12:13 Seorang dari orang banyak itu berkata kepada Yesus: "Guru, katakanlah 
kepada saudaraku supaya ia berbagi warisan dengan aku." 
12:14 Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Saudara, siapakah yang telah mengangkat 
Aku menjadi hakim atau pengantara atas kamu?" 
12:15 Kata-Nya lagi kepada mereka: "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap 
segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya 
tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu." 
12:16 Kemudian Ia mengatakan kepada mereka suatu perumpamaan, kata-Nya: "Ada 
seorang kaya, tanahnya berlimpah-limpah hasilnya. 
12:17 Ia bertanya dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat, sebab aku tidak 
mempunyai tempat di mana aku dapat menyimpan hasil tanahku. 
12:18 Lalu katanya: Inilah yang akan aku perbuat; aku akan merombak 
lumbung-lumbungku dan aku akan mendirikan yang lebih besar dan aku akan 
menyimpan di dalamnya segala gandum dan barang-barangku. 
12:19 Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak 
barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, 
minumlah dan bersenang-senanglah! 
12:20 Tetapi firman Tuhan kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini 
juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk 
siapakah itu nanti? 
12:21 Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya 
sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Tuhan." 
 
Dikembangkan oleh Gloria Cyber Ministries
Copyright © 2000-2008
GCM-Yogyakarta. All rights reserved 
===============================================
From: "ade chandra" <[EMAIL PROTECTED]>

SAAT BIMBANG
baca Mazmur 73:1-5, terutama ayat 4 &5.

Rabu, 27 Agustus

SAAT BIMBANG
Ketika hatiku merasa pahit . aku dungu dan tidak mengerti, seperti hewan aku di 
dekat-Mu. Tetapi aku tetap di dekat-Mu (Mazmur 73:21-23)
Bacaan: Mazmur 73:1-5, 21-26
Setahun: Yeremia 22-25

Aku memanggil-Mu, ingin bergantung pada-Mu, tetapi Engkau tak menjawab. Aku 
sendirian .... Di mana imanku? Yang ada hanya kehampaan dan kegelapan." 
Demikianlah Ibu Teresa menuliskan salah satu suratnya. Ketika surat-surat 
pribadinya dipublikasikan, orang kaget. Tak habis pikir, bagaimana mungkin 
seorang rohaniwan terkenal seperti dia bisa mengalami kebimbangan hidup? 
Bahkan, meragukan imannya? Bukankah dunia mengenalnya sebagai tokoh yang begitu 
mencintai Tuhan dan sesama? 
Hal ini tidak mengherankan. Pemazmur pun pernah bimbang akan kehadiran Tuhan. 
"Seperti hewan aku di dekat-Mu," katanya. Anjing peliharaan hanya paham 
beberapa instruksi tuannya. Pengertiannya terbatas sekali. Tak bisa ia memahami 
maksud sang tuan sepenuhnya. Seperti itulah kondisi pemazmur. Ia tak mengerti, 
mengapa Tuhan membiarkan orang jahat hidup enak dan jaya. Ia yang hidup bersih 
justru "nyaris tergelincir". Namun ia bertekad, "aku tetap didekat-Mu." Itulah 
yang membuatnya tetap bertahan di masa bimbang. Akhirnya, pelan-pelan Tuhan 
membukakan rencana-Nya dan membuat ia mengerti maksud-Nya.
Saat hidup tampak tidak adil, bisa jadi kita pun bimbang. Merasa Tuhan 
seolah-olah tak ada dan tak berkuasa. Kita meragukan pimpinan-Nya. Ini wajar. 
Tiap orang percaya pernah mengalaminya. Yang penting bagaimana sikap kita 
ketika menjalani masa itu. Dalam kebimbangan, Ibu Teresa tetap giat melayani 
sesama. Pemazmur memilih tetap mendekat pada Tuhan. Kita pun dapat memilih 
untuk tetap ada di jalan-Nya, sekalipun ada saat di mana hadir-Nya tidak nyata 
terasa -JTI
MATAHARI SELALU ADA SEKALIPUN AWAN MENUTUPINYA
TUHAN SELALU ADA SEKALIPUN MASALAH KITA MENUTUPINYA 
 
Yayasan Gloria untuk kemuliaan Tuhan -- 
 
Dikembangkan oleh Gloria Cyber Ministries
Copyright © 2000-2008
GCM-Yogyakarta. All rights reserved 
Mazmur 73:1-5, 21-26
73:1 Mazmur Asaf. Sesungguhnya Tuhan itu baik bagi mereka yang tulus hatinya, 
bagi mereka yang bersih hatinya. 
73:2 Tetapi aku, sedikit lagi maka kakiku terpeleset, nyaris aku tergelincir. 
73:3 Sebab aku cemburu kepada pembual-pembual, kalau aku melihat kemujuran 
orang-orang fasik. 
73:4 Sebab kesakitan tidak ada pada mereka, sehat dan gemuk tubuh mereka; 
73:5 mereka tidak mengalami kesusahan manusia, dan mereka tidak kena tulah 
seperti orang lain.
73:21 Ketika hatiku merasa pahit dan buah pinggangku menusuk-nusuk rasanya, 
73:22 aku dungu dan tidak mengerti, seperti hewan aku di dekat-Mu. 
73:23 Tetapi aku tetap di dekat-Mu; Engkau memegang tangan kananku. 
73:24 Dengan nasihat-Mu Engkau menuntun aku, dan kemudian Engkau mengangkat aku 
ke dalam kemuliaan. 
73:25 Siapa gerangan ada padaku di sorga selain Engkau? Selain Engkau tidak ada 
yang kuingini di bumi. 
73:26 Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap, gunung batuku dan bagianku 
tetaplah Tuhan selama-lamanya. 

Kirim email ke