From: "e-JEMMI" <[EMAIL PROTECTED]>
e-JEMMi - Edisi 11-37#2008 -- Pelayanan Anak Kelaparan
THE MORE WE READ THE SACRED PAGES
THE BETTER WE'LL KNOW THE ROCK OF AGES
______________________________________________________________________
EDITORIAL
Shalom,
Meningkatnya harga sejumlah kebutuhan pokok hanyalah salah satu dari
alasan mengapa jumlah anak kelaparan semakin bertambah. Anak miskin
dan kelaparan jelas disebabkan karena orang tuanya yang miskin dan
tidak mampu mencukupi kebutuhan makan anak-anaknya. Akibatnya sangat
menyedihkan karena anak-anak tersebut tidak memiliki harapan bagi
masa depan yang lebih baik dari orang tuanya. Bahkan bisa dipastikan
mereka akan mengulangi hal yang sama untuk anak-anak mereka kelak,
yaitu masa depan yang semakin buruk. Melihat kondisi semacam itu,
apakah yang dapat kita lakukan bagi anak-anak tersebut?
Sebagai orang percaya, seharusnya kita tidak boleh bersikap tidak
peduli dan menutup mata terhadap penderitaan anak-anak tersebut. Ada
banyak hal yang dapat kita lakukan guna menolong mereka yang saat
ini sedang membutuhkan uluran tangan kita. Sajian berikut kiranya
dapat membantu Anda, khususnya yang terbeban untuk melayani anak-anak
jalanan.
Tuhan Yesus memberkati pelayanan Anda.
Pimpinan Redaksi e-JEMMi,
Novita Yuniarti
______________________________________________________________________
ARTIKEL MISI
BAGAIMANA MEMBANTU ANAK-ANAK YANG KELAPARAN
Untunglah hanya sedikit orang Kristen yang memiliki prasangka buruk
bahwa orang yang lapar adalah orang yang terlalu malas bekerja. Yang
masih belum jelas dan perlu kita pikirkan adalah apa penyebab kelaparan itu.
Penyebab kelaparan tidak berdiri sendiri. Kelaparan bukan keadaan
yang terjadi satu kali, misalnya akibat dari kurangnya hujan
(kekeringan) atau gagalnya panen (paceklik) saja. Lebih dari itu,
kelaparan berhubungan dengan beberapa faktor yang saling berkaitan,
meliputi perang, buta aksara, sakit penyakit, air kotor, tekanan pemerintah,
penyalahgunaan narkoba, kerusakan lingkungan, perumahan kumuh,
keterbelakangan
pendidikan, dan kriminalitas -- ini hanyalah beberapa contoh kecil.
Ironisnya, angka statistik terbesar penyebab kelaparan berkaitan
dengan anak-anak yang terabaikan. Jeff Sellers, dalam majalah "World
Vision", meringkas fakta memilukan tersebut seperti di bawah ini.
* Anak-anak selalu menjadi korban perang. Namun pada dekade terakhir
ini, terjadi peningkatan jumlah anak-anak, sebagian masih berusia
delapan tahun, yang diberdayakan untuk ikut berperang seperti
layaknya tentara di tengah banyak konflik.
* Obat-obatan dan minuman keras telah memberi dampak buruk terhadap
kehidupan anak-anak di pedesaan, pinggiran kota, bahkan
kota-kota di seluruh dunia. Obat-obat terlarang adalah penyebab
utama timbulnya penyakit pada bayi-bayi, anak-anak, dan
orang-orang dewasa yang hidup di kota-kota di Amerika Serikat, menurut
Steve Joseph,
Komisaris Departemen Kesehatan Kota New York (New York City Health).
* Jutaan anak kehilangan kesempatan untuk memeroleh pendidikan yang
layak karena mereka harus bekerja membantu menghidupi keluarga.
Mereka sering dieksploitasi dan dipaksa bekerja dalam situasi yang
kurang aman dengan upah kecil. Di beberapa negara, anak-anak lebih
banyak dicari untuk dipekerjakan ketimbang orang dewasa yang tidak
punya ketrampilan. Alasannya, orang dewasa lebih sulit
diintimidasi dan cenderung menuntut kondisi yang lebih baik.
* Sebanyak seratus juta anak mungkin hidup di jalan-jalan di
perkotaan di seluruh dunia. Sebagian besar tidak memiliki
keluarga. Beberapa anak ditelantarkan begitu saja; lainnya lari
dari rumah karena dianiaya dan diabaikan.
* Enam penyakit yang dapat dicegah -- cacar air, batuk akut,
difteri, TBC, polio, dan tetanus -- menjadi penyebab kematian
jutaan anak setiap tahun. Banyak juga anak-anak yang meninggal
karena dehidrasi (padahal mudah diobati dengan gula dan air).
* Di beberapa negara, hanya segelintir anak yang mengenyam
pendidikan selama beberapa tahun. Anak perempuan dan anak-anak
cacat bahkan hampir tidak mendapat kesempatan memeroleh
pendidikan. Hal inilah yang menutup kesempatan bagi mereka untuk
menjadi orang dewasa dan memenuhi kebutuhannya sendiri.
Kini, kebutuhan untuk merawat mereka sangatlah mendesak dan penting
untuk dilakukan. Anak-anak yang menderita kekurangan gizi akan
tergantung pada perawatan orang lain selama hidupnya karena
kerusakan otak yang terjadi akibat absennya nutrisi utama selama
masa-masa penting pertumbuhan mereka.
Setiap hari, lebih dari 40.000 orang meninggal akibat
masalah-masalah yang berkaitan dengan kelaparan. Saat ini, negara
Afrika menjadi tempat yang paling memprihatinkan karena 20 juta
orang di sana, di Ethiopia, Sudan, Mozambik, dan Angola, terancam
kelaparan. Namun, kemiskinan juga ada di dekat kita. Lebih dari 32
juta orang Amerika hidup di bawah garis kemiskinan -- 40% di
antaranya adalah anak-anak -- dan sebanyak 4 juta orang Amerika
tinggal di jalanan. Beberapa angka statistik menggambarkan kemiskinan di
Amerika.
Pada tahun 1989, para wanita yang kecanduan obat-obatan melahirkan
375.000 bayi; 470.000 bayi dilahirkan oleh ibu usia remaja yang
belum bekerja dan tanpa ayah. Dua puluh lima persen dari seluruh
wanita hamil tidak mendapat perawatan menjelang proses persalinan,
sementara Amerika Serikat menduduki peringkat ke-18 sedunia dalam
hal kematian bayi. Dua puluh lima persen murid SMU putus sekolah
sebelum lulus dan 75%-nya tidak mampu menulis surat lamaran pekerjaan.
(Gordon
Aeschlimamn, GlobalTrends, Downers Grove, Ill.: Intervarsity Press, 1990).
Jelas, dunia yang kelaparan ini memerlukan respons yang utuh dan
cerdas dari orang-orang Kristen. Kita beruntung karena Tuhan tidak
hanya memberi kita hati yang penuh belas kasihan, namun juga kepala
yang dapat berpikir dan kemampuan yang mampu mengimbangi
tantangan-tangangan tersulit dalam memerangi kelaparan.
1. "Mensponsori" Anak
Mensponsori anak mungkin merupakan respons paling lazim yang
telah kita pahami dalam menghadapi kelaparan. Dengan sangat ahli,
beberapa organisasi dikelola untuk memenuhi kebutuhan orang-orang
yang tiba-tiba terjebak dalam tragedi kelaparan, banjir, gempa
bumi, atau perang. Organisasi-organisasi yang sama itu juga
melaksanakan proyek pengembangan jangka panjang yang dikerjakan
bersama-sama dengan masyarakat yang membutuhkan. Dengan 18 -- 30
dolar, Anda dapat membantu memberikan segala nutrisi, pendidikan,
dan perawatan kepada seorang anak di Afrika, Asia, atau Amerika
Latin, yang tentu saja dibutuhkan mereka di kemudian hari.
Hanya sedikit dari kita yang mengenali anak yang kelaparan secara
pribadi. Kelaparan merupakan tragedi tak dikenal yang nampaknya
jauh dari lingkungan di sekitar kita. Bahkan, kita tidak dapat
membayangkan anak tetangga kita sekarat karena kelaparan. Program
sponsor anak dapat membantu kita melontarkan pertanyaan mendasar,
Apakah saya mengetahui nama orang yang kelaparan? Hal ini
merupakan sesuatu yang sangat pribadi. Keuntungan paling besar
dari program sponsor anak (selain kebutuhan anak yang jelas dan
mendesak) adalah bahwa sang sponsor menerima foto anak, lengkap
dengan nama dan asal usulnya. Mengenali anak yang kelaparan
secara pribadi membuat kita menyadari dengan lebih serius dampak
yang ditimbulkan oleh kelaparan bagi dunia. Jika Anda tidak
mengetahui nama-nama orang yang kelaparan, pertimbangkan untuk
bergabung dalam program sponsor anak.
2. Anak Asuh
Terdapat sekitar 325.000 anak asuh di Amerika sekarang ini.
Sebagian besar dari mereka adalah korban kekerasan, baik
pelecehan seksual maupun kekerasan emosional, kehilangan orang
tua karena meninggal, atau kemiskinan yang membuat orang tua
tidak mampu lagi merawat anak-anaknya. Beberapa dari anak itu
dilahirkan oleh para remaja yang hamil dan menolak untuk aborsi.
Kita harus bertanya, "Ke mana perginya anak-anak itu?" Seorang
anak asuh berada di bawah perwalian pengadilan, maksudnya anak
tersebut secara hukum dipelihara oleh negara. Pengadilan akan
memutuskan ke mana anak-anak tersebut akan pergi, dan sayangnya,
hanya ada 125.000 keluarga di Amerika yang mau membuka pintu
rumah mereka. Seharusnya tidak demikian. Ada satu gereja di
Amerika bagi setiap anak asuh. Orang-orang Kristen bisa
menjangkau dan melayani "orang-orang yang terabaikan itu".
Memelihara anak asuh jelas lebih menyita waktu dan energi
dibandingkan program sponsor. Namun jika orang-orang Kristen
mengatasi kebutuhan ini bersama-sama, anak-anak itu bisa
mendapatkan keluarga yang menyenangkan. Lakukan pendekatan
terhadap badan penggembalaan gereja Anda dan ungkapkan gagasan
mengenai anak asuh ini sehingga gereja menyetujuinya dan memberi
kesempatan untuk mengasuh paling tidak satu anak. Karena
pengasuhan anak merupakan suatu keputusan penting yang harus
diambil oleh sebuah keluarga, maka gereja bisa saja membentuk
komite yang dianggotai oleh orang-orang yang tertarik dengan
masalah pengasuhan anak. Tugas komite tersebut termasuk
menyediakan bantuan nyata bagi keluarga yang mengasuh anak
tersebut. Anggota komite bisa juga mengajukan diri untuk mengasuh anak.
Cari informasi di kantor pemerintah lokal di daerah Anda, pusat
terapi, atau gereja mengenai pengasuhan anak. Masing-masing
negara memiliki aturan dan prosedur sendiri-sendiri.
3. Adopsi
Mengadopsi anak merupakan bentuk bantuan paling tinggi yang bisa
diberikan bagi anak, tapi jelas memberikan tuntutan yang paling
besar bagi keluarga yang bersangkutan. Contohnya, ribuan anak
Amerika Utara tidak akan pernah memiliki ayah atau ibu. Mereka
hanya akan berpindah-pindah dari satu keluarga asuh ke keluarga
asuh yang lain sesuai persyaratan yang ditentukan pengadilan
sampai mereka berusia delapan belas tahun. Pada dasarnya, mereka
adalah yatim piatu. Rasul Yakobus mengatakan bahwa memelihara
yatim piatu adalah ibadah yang murni. Bentuk pelayanan kepada
sesama ini mencerminkan agungnya kelemahlembutan dan belas
kasihan hati Elohim bagi manusia. Bapa Surgawi kita begitu peduli
dengan kondisi anak yatim piatu yang memprihatinkan.
Mungkin Tuhan menggerakkan Anda untuk mengadopsi anak. Jika Anda
terdorong mengikuti tuntunan Elohim itu, ada beberapa hal yang
bisa Anda lakukan untuk memulainya. Bertanyalah dengan orang tua
yang sudah pernah mengadopsi anak. Anda akan mendengar banyak
kisah sukses yang membahagiakan serta kesulitan dan kegagalan.
Baca kisah-kisah tersebut di perpustakaan di daerah Anda, minta
kepada kantor departemen sosial di daerah Anda untuk mengatur
pertemuan dengan staf yang bertanggung jawab dalam bidang adopsi
di bawah pengawasan negara. Adakan tanya jawab dengan badan
pengadopsian anak dan berbicaralah dengan anak yang akan Anda
adopsi. Bertanyalah kepada Elohim, semampu Anda, untuk mengerti
apakah Anda dan pasangan Anda memang terpanggil untuk mengadopsi
anak. Keputusan Anda ini penting dan harus datang dari lubuk hati
yang paling dalam karena keputusan ini harus lebih banyak
menguntungkan pihak anak. Mintalah keterangan juga tentang
beragam pengeluaran yang berkaitan dengan pengadopsian anak.
Jika Anda merasa ini adalah pimpinan Tuhan bagi Anda, bertanyalah
kepada pegawai pemerintah mengenai aturan-aturan mengadopsi anak
di daerah Anda. Mereka, dan mungkin beberapa gereja di daerah
Anda dapat memberi informasi tentang organisasi pengadopsian anak
yang memiliki reputasi yang baik. Pertimbangkan apakah Anda
bersedia mengadopsi anak keturunan campuran atau anak yang
memiliki sedikit cacat tubuh. Seperti yang kami sarankan dalam
pembahasan tentang anak angkat, cari tahulah apakah gereja lokal
Anda akan bersedia membentuk kelompok pendukung yang dikhususkan untuk
membantu Anda dan pasangan Anda saat melakukan keputusan penting ini.
(t/Setyo)
Diterjemahkan dari:
Judul Buku: 50 Ways You Can Feed a Hungry World
Penulis: Tony Campolo dan Gordon Aeschliman
Penerbit: Intervarsity Press, Illinois 1991
Halaman: 9 -- 11 dan 45 -- 50
______________________________________________________________________
SUMBER MISI
THE FAMILY RESEARCH COUNCIL (FRC) ==> http://www.frc.org/
The Family Research Council (FRC) telah berdiri sejak tahun 1983.
Misi FRC adalah memperjuangkan prinsip nilai-nilai kekristenan yang
diajarkan Alkitab untuk diaplikasikan dalam pernikahan dan keluarga,
karena mereka percaya bahwa pernikahan dan keluarga adalah fondasi
peradaban, sumber benih-benih kebaikan ditanamkan, dan sumber
kehidupan bagi masyarakat. FRC menerbitkan buku-buku dan pamflet,
berbicara di media massa dan pertemuan-pertemuan umum, serta
menyelenggarakan debat publik dan memformulasi kebijakan publik yang
menghargai hidup manusia dan menegakkan institusi pernikahan dan
keluarga. Sepanjang sejarahnya, secara perlahan tapi pasti, FRC
telah memberikan pengaruh yang berskala nasional, khususnya bagi
kebijakan-kebijakan pemerintah Amerika terhadap masalah-masalah anak
dan keluarga melalui nilai-nilai kekristenan yang dipraktikkan.
Pemimpinnya yang terakhir, Tony Perkins, menulis dan mengesahkan
undang-undang AS yang pertama mengenai akad nikah untuk mengatasi
masalah sosial yang muncul akibat ketidakstabilan pernikahan dan
perceraian tanpa alasan yang jelas. Mereka memiliki beberapa prisip
utama dalam melakukan misinya itu, antara lain (1) Tuhan itu ada dan
berkuasa atas semua ciptaan; (2) kehidupan dan cinta itu saling
terkait dan keduanya menemukan eskpresi alami dalam institusi
pernikahan dan keluarga; dan (3) pemerintah bertugas melindungi
pernikahan dan keluarga melalui hukum dan kebijakan publik. Kunjungi
situsnya untuk tahu lebih jauh mengenai dewan ini.
______________________________________________________________________
DOA BAGI MISI DUNIA
B E L A R U S
Pada bulan Januari, ada sukacita besar karena tanpa diduga, Z telah
keluar dari penjara. Dia ditahan selama lebih dari satu tahun karena
pro demokrasi. Pada tanggal 23 Januari, dia ditemui oleh orang
tua dan teman-temannya yang sangat bersukacita karena mengetahui
bahwa dia akan dibebaskan dua bulan lebih awal dari yang diperkirakan.
Sayangnya, Z kembali ditangkap bersama dengan beberapa rekannya
setelah terlibat dalam protes damai di Minsk, ibu kota Belarus.
Lebih dari delapan puluh orang yang terlibat dalam protes damai
tersebut ditangkap dalam sebuah pertemuan yang bermaksud menandai
sembilan puluh tahun hari jadi Belarus sebagai negara merdeka.
Perayaan pada tanggal 25 Maret yang dikenal sebagai "Hari
Kemerdekaan" itu memberi kesempatan bagi pengunjuk rasa untuk
bangkit menentang penyalahgunaan hak asasi manusia di bawah
pemerintahan Presiden Alexander Lukashenko. Banyak sekali pengunjuk
rasa yang dipukuli dengan membabi buta, ditahan oleh polisi, dan
didenda berdasarkan Undang-Undang Administratif pasal 23.34 karena
"mengacaukan aturan organisasi atau mengadakan kegiatan massa"
mengingat pertemuan tersebut tidak mendapat izin dari otoritas Minsk.
Masyarakat Kristen di Belarus terus-menerus menderita, namun masih
tetap bertahan untuk menyuarakan kemerdekaan dan demokrasi. Mohon
tetap mendukung mereka dalam doa. (t/Setyo)
Diterjemahkan dari:
Judul buletin: Body Life, Edisi April 2008, Volume 26, No. 4
Judul artikel: World Christian Report
Judul bab: 80 Arested in Peaceful Protest
Penerbit: 120 Fellowship adult class at Lake Avenue Church, Pasadena
Halaman: 4
Pokok Doa:
* Mohon dukungan doa bagi negara Belarus, khususnya bagi Z dan para
pengunjuk rasa yang peduli dalam memperjuangkan hak-hak asasi umat Kristen.
* Berdoa agar pemerintahan Presiden Alexander Lukashenko belajar
mengasihi rakyatnya dan memiliki rasa takut akan Tuhan sehingga
bisa dipakai Tuhan untuk membangun kesejahteraan bangsa ini.
P A P U A N U G I N I
Sebanyak 59 orang suku Siawi yang baru bertobat, memutuskan untuk
mengikut Tuhan dan mendapatkan baptisan air pada hari Minggu, 8
Juni, demikian dilansir New Tribes Missions. Saat ini, kira-kira ada
seratus orang Siawi yang sudah dibaptis dan semakin bertumbuh dalam iman.
Banyak halangan muncul, namun orang Siawi tidak membiarkan ibadah
baptisan dibatalkan. Misalnya, sungainya dangkal karena selama
seminggu hujan tidak turun, oleh karena itu orang Siawi membuat
bendungan untuk membuat genangan air yang lebih dalam. Mereka juga
sempat menunda baptisan selama beberapa waktu karena menunggu
seorang misionaris, Tom, sembuh dari sakit malarianya.
Karena Tom masih lemah, dia dan misionaris lain, Jason, meminta Kwae
dan Liae menggantikannya dalam ibadah baptisan tersebut. Kwae dan
Liae dengan gembira menggantikannya, mereka pun mendapatkan
kesempatan untuk membaptiskan putra-putrinya. Setelah baptisan, para
misionaris meminta semua orang Siawi yang percaya untuk berdiri
bersama-sama dengan umat percaya yang baru saja dibaptis itu.
"Kerinduan kami adalah agar mereka mulai menyadari bahwa mereka
adalah satu tubuh di dalam Kristus," tulis misionaris Danielle.
"Gereja di sini memiliki banyak divisi, dan karenanya, selain surat
Roma, mereka juga perlu diberi pelajaran dari surat 1 Korintus."
Para misionaris mulai mengajarkan surat Roma setelah menyelesaikan
surat Kisah Para Rasul beberapa minggu yang lalu. Sekitar seratus
orang Siawi sudah mengikuti pelajaran Alkitab.
Orang Kristen Siawi mulai menyadari bahwa mereka harus melakukan
apa yang mereka pelajari dalam Alkitab. Ada larangan-larangan yang
perlu mereka lakukan. Budaya mereka merupakan perbudakan atas ilmu
sihir, roh-roh, sakit penyakit, dan kematian. Kwae menjadi semakin
bijaksana setelah mendengar pelajaran terakhir dari Kisah Para
Rasul. "Saya tidak bisa berhenti memikirkan apa yang Rasul Paulus
katakan dalam Kisah Para Rasul 28:26. Yesaya menuliskan bahwa orang
Yahudi akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti. Kami pun
sama seperti itu," katanya.
Pelajaran tentang baptisan muncul berkali-kali saat suku Siawi
mempelajari Kisah Para Rasul dan para misionaris menawarkan
kesempatan bagi orang Siawi untuk dibaptis jika mereka tergerak.
Mereka ingin memastikan bahwa orang-orang yang ingin dibaptis
betul-betul mengerti pentingnya keselamatan dan tujuan baptisan.
Mereka heran ketika Noa, Eke, dan Sek -- para pemuda yang mengacau
di gereja -- menyatakan keinginan mereka untuk dibaptis. Eke sering
melempari gereja dengan batu saat pelajaran Alkitab sedang
berlangsung. "Oh, ya, sebelum saya menjadi pengikut Kristus. Saya
tidak peduli dengan jalan Tuhan. Namun saat saya mendengar
pengajaran Kisah Para Rasul, pemahamanku menjadi jelas," cerita Eke
kepada Danielle dan Jason.
"Saya tahu bahwa kematian Kristus membuat jalan bagiku ke surga.
Darah-Nya telah tercurah bagiku dan tak ada cara lain untuk membayar
dosaku. Saya ingin dibaptis karena itulah yang Yesus katakan untuk dilakukan
semua
orang yang percaya kepada-Nya. Saya ingin melakukan perintah Yesus."
(t/Setyo)
Diterjemahkan dari: Mission News Network, Agustus 2008
Alamat URL: http://www.MNNonline.org/article/11336
Pokok Doa:
* Mengucap syukur untuk para petobat baru dari suku Siawi. Doakan
agar mereka berakar kuat dalam Tuhan supaya mereka dapat bertahan
dari berbagai macam pencobaan yang ingin menarik mereka kembali
ke kehidupan lamanya.
* Doakan untuk kegiatan penginjilan yang dilakukan oleh para
misionaris dan jemaat lokal di Siawi, agar Tuhan memampukan mereka
dalam bekerja di ladang-Nya dan memberi kekuatan serta perlindungan.
______________________________________________________________________
DOA BAGI INDONESIA
TANAH UNTUK MERELOKASI PENGUNGSI TOBELO
Kerusuhan di kepulauan Halmahera mengakibatkan ribuan orang terpaksa
mengungsi. Mereka menyebar ke berbagai tempat yang lebih aman.
Hingga saat ini, sebagian besar dari mereka masih tinggal di tempat
pengungsian karena mereka tidak mungkin kembali lagi ke tempat asal
mereka. Kondisi lingkungan pengungsian mereka sangat memprihatinkan.
Pengungsi asal desa Tutumaleleo menempati tanah milik orang lain di sebuah
tepi laut,
dan kini mereka diminta untuk meninggalkan tempat itu oleh tuan tanahnya.
Sumber: Buletin Kasih Dalam Perbuatan (KDP), Edisi Juli-Agustus 2008, Hal. 9.
POKOK DOA:
1. Berdoa untuk penduduk kepulauan Halmahera yang telah
diporak-porandakan oleh kerusuhan yang sangat menyakitkan hati.
Kiranya kasih Tuhan yang pernah ditaburkan di tanah ini boleh
tetap bertumbuh dan menjadi pengharapan untuk mereka dapat kembali
bersatu.
2. Berdoa untuk para pengungsi di Halmahera, agar Tuhan memberikan
perlindungan dan penghiburan kepada setiap keluarga, serta
memberi kekuatan untuk mereka dapat menjalani kehidupan di tempat yang
baru.
3. Berdoa juga agar para pengungsi tetap sabar dan berpengharapan
hanya di dalam Tuhan, serta tidak menghakimi pihak-pihak yang
telah menyerang wilayah mereka.
4. Mengucap syukur untuk lahan baru yang sudah Tuhan sediakan bagi
para pengungsi. Doakan agar para pengungsi dapat menikmati dan
memiliki kehidupan yang lebih baik di tempat yang baru.
5. Doakan juga untuk fasilitas umum yang belum tersedia di tempat
pengungsian yang baru, agar Tuhan menggerakkan lebih banyak orang
percaya untuk menopang kebutuhan para pengungsi.
6. Mengucap syukur juga untuk para donatur yang telah membantu para
pengungsi, baik dalam doa maupun dana. Tuhan Yesus memberkati
pekerjaan dan pelayanan Anda semua.
______________________________________________________________________
Anda diizinkan mengcopy/memerbanyak semua/sebagian bahan dari e-JEMMi
(untuk warta gereja/bahan pelayanan lain) dengan syarat: tidak
untuk tujuan komersial dan harus mencantumkan SUMBER ASLI bahan
yang diambil dan nama e-JEMMi sebagai penerbit elektroniknya.
______________________________________________________________________
Staf Redaksi: Novita Yuniarti, Yulia Oeniyati, dan Dian Pradana
Bahan-bahan dalam e-JEMMi disadur dengan izin dari berbagai pihak.
Copyright(c) 2008 oleh e-JEMMi/e-MISI --- diterbitkan: YLSA dan I-KAN
Rekening: BCA Pasar Legi Solo No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
______________________________________________________________________
Kontak Redaksi: < jemmi(at)sabda.org >
Untuk berlangganan: < subscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
Untuk berhenti: < unsubscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
Untuk pertanyaan/saran/bahan: < owner-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
______________________________________________________________________
Situs e-MISI dan e-JEMMi: http://misi.sabda.org/
Arsip e-JEMMi: http://www.sabda.org/publikasi/misi/
Situs YLSA: http://www.ylsa.org/
Situs SABDA Katalog: http://katalog.sabda.org/