>From : "Philips Marbun" [EMAIL PROTECTED] Tolong Doakan.... INDIA
Berita ini benar: http://news.adventist.org/data/2008/1219873169/index.html.en Bahkan katanya, istri Pendeta Samuel Naik, diperkosa sebelum akhirnya bunuh diri karna tidak kuasa menahan siksaan. Demikian menurut laporan resmi tersebut. Mari kita terus doakan mereka. Salam, Philips ----- Original Message ----- From: Moal, Repsta To: [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; Rudolf Moal ; sandra ratnasari ; Sari Dewi, Litarius ; Suhartono, Petrus ; Sherla, Sherla (NSN - ID/Jakarta) ; Sibarani, Mutiara (EXT-Other - ID/Jakarta) ; Minotty, Veronika ; Tante Debby ; Tanumihardja, Christine (NSN - ID/Indonesia - MiniMD) ; Novie ; Jeanne Tomasowa ; Jeanny De Kock ; Tapson Manik ; luhut.f. Siahaan ; Benno Apon ; Kie, Suwarno ; Lontoh, Valentino Cc: Gerard Lasamahu Sent: Thursday, September 18, 2008 9:44 AM Subject: [MGReinforcement] Tolong Doakan.... INDIA sdr2 dalam Tuhan, Saya dapat SMS dari sdr saya seperti dibawah ini (Kebenarannya saya tidak bisa pastikan - gak sempat ngikutin berita) kalau benar - yach kita doakan saja agar kuasa Tuhan berlaku dalam segala keadaan dan kondisi dan yang terbaik bagi umat2 Tuhan dan menjadi hormat dan kepujian serta kemuliaan bagi Tuhan kita saja, selama DIA mengijinkan hal tsb, maka itu akan jadi berkat bagi umat2 Tuhan, sekalipun sangat menyakitkan... Terpujilah Nama Tuhan, amien Quota " Shalom, kejadian di India tadi malam, 20 gereja dibakar dan mereka berencana bakar 200 gereja lagi dan membunuh 200 pdt dalam 24 jam ini. tolong ambil 5 menit doa pribadi untuk India dan teruskan SMS / email ini sender : Gerard L, 08.41.29 - 09.18.2008 " unquota Salam dalam kasih Yesus Repsta Moal PT SIEMENS INDONESIA, PGS DEPART., Siemens Business Park, Jl. MT Haryono Kav. 58-60 Jakarta 12780 Indonesia Telp.: 021 27509 279 Fax : 021 27509 204 E-mail: [EMAIL PROTECTED] ==================================================== From: asia mersia [EMAIL PROTECTED] Sahabat Tuhan (HARUS DIBACA) Mereka bilang ini adalah kisah nyata ..... Ada seorang bocah kelas 4 SD di suatu daerah di Milaor Camarine Sur (Filipina) yang setiap hari mengambil rute melintasi daerah tanah berbatuan dan menyeberangi jalan raya yang berbahaya dimana banyak kendaraan yang melaju kencang dan tidak beraturan. Setiap kali berhasil menyeberangi jalan raya tersebut, bocah ini mampir sebentar ke Gereja setiap pagi hanya untuk menyapa Tuhan. Tindakannya selama ini diamati oleh seorang Pendeta yang merasa terharu menjumpai sikap bocah yang lugu dan beriman tersebut. "Bagaimana kabarmu Andy? Apakah kamu akan ke sekolah?" "Ya, Bapa Pendeta!" balas Andy dengan senyumnya yang menyentuh hati Pendeta tersebut. Dia begitu memperhatikan keselamatan Andy sehingga suatu hari dia berkata kepada bocah tersebut,"Jangan menyeberang jalan raya sendirian, setiap kali pulang sekolah kamu boleh mampir ke Gereja dan saya akan menemani kamu ke seberang jalan . jadi dengan cara tersebut saya bisa memastikan kamu pulang ke rumah dengan selamat." "Terima kasih, Bapa Pendeta." "Kenapa kamu tidak pulang sekarang ?? Apakah kamu tinggal di Gereja setelah pulang sekolah?" "Aku hanya ingin menyapa kepada Tuhan ......sahabatku. " Dan Pendeta itu segera meninggalkan Andy untuk melewatkan waktunya didepan altar berbicara sendiri, tapi kemudian Pendeta tersebut bersembunyi dibalik altar untuk mendengarkan apa yang dibicarakan Andy kepada Bapa di Surga. "Engkau tahu Tuhan, ujian matematikaku hari ini sangat buruk, tetapi aku tidak mencontek walaupun temanku melakukannya . aku makan satu kue dan minum airku." "Ayahku mengalami musim paceklik dan yang bisa kumakan hanyalah kue ini. Terima kasih buat kue ini Tuhan!" "Aku tadi melihat anak kucing malang yang kelaparan dan aku memberikan kueku yang terakhir buatnya . Lucunya, aku nggak begitu lapar." "Lihat, ini selopku yang terakhir. Aku mungkin harus berjalan tanpa sepatu minggu depan. Engkau tahu ini sepatu ini akan rusak, tapi tidak apa-apa .. paling tidak aku tetap dapat pergi ke sekolah. Orang-orang berbicara bahwa kami akan mengalami musim panen yang susah bulan ini, bahkan beberapa temanku sudah berhenti sekolah ..Tolong Bantu mereka supaya bisa sekolah lagi . tolong Tuhan ?? Oh ya, Engkau tahu Ibu memukulku lagi. Ini memang menyakitkan, tapi aku tahu sakit ini akan hilang, paling tidak aku masih punya seorang Ibu.Tuhan. Engkau mau lihat lukaku ??? Aku tahu Engkau mampu menyembuhkannya, disini .. disini .. aku rasa Engkau tahu yang ini khan.....?? Tolong jangan marahi Ibuku ya ..??? dia hanya sedang lelah dan kuatir akan kebutuhan makanan dan biaya sekolahku .. Itulah mengapa dia memukul kami. Oh Tuhan. aku rasa aku sedang jatuh cinta saat ini. Ada seorang gadis yang cantik dikelasku, namanya Anita .... menurut Engkau apakah dia akan menyukaiku ??? Bagaimanapun juga paling tidak aku tahu Engkau tetap menyukaiku karena aku tidak usah menjadi siapapun hanya untuk menyenangkanMu. Engkau adalah sahabatku. Hei ..... ulang tahunMu tinggal dua hari lagi, apakah Engkau gembira?? Tunggu saja sampai Engkau lihat, aku punya hadiah untukMu. Tapi ini kejutan bagiMu. Aku berharap Engkau akan menyukainya. Ooops aku harus pergi sekarang." Kemudian Andy segera berdiri dan memanggil Pendeta itu, "Bapa Pendeta ....Bapa Pendeta..aku sudah selesai bicara dengan sahabatku, anda bisa menemaniku menyeberang jalan sekarang!" Kegiatan tersebut berlangsung setiap hari, Andy tidak pernah absen sekalipun. Pendeta Agaton berbagi cerita ini kepada jemaat di Gerejanya setiap hari Minggu karena dia belum pernah melihat suatu iman dan kepercayaan yang murni kepada Allah .. suatu pandangan positif dalam situasi yang negatif. Pada hari Natal , Pendeta Agaton jatuh sakit sehingga dia tidak bisa memimpin gereja dan dirawat di rumah sakit. Gereja diserahkan pengelolaannya kepada 4 wanita tua yang tidak pernah tersenyum dan selalu menyalahkan segala sesuatu yang orang lain perbuat. Mereka juga sering mengutuki orang yang menyinggung mereka. Mereka sedang berlutut memegangi rosa rio mereka ketika Andy tiba dari pesta natal di sekolahnya, dan menyapa "Halo Tuhan..Aku ...' "Kurang ajar kamu bocah !!! tidakkah kamu lihat kami sedang berdoa ??!!! Keluar.!!!" Andy begitu terkejut, " Dimana Bapa Pendeta Agaton.??? Dia seharusnya membantuku menyeberangi jalan raya . dia selalu menyuruhku mampir lewat pintu belakang Gereja . tidak hanya itu, aku juga harus menyapa Tuhan Yesus ini hari ulang tahunNya, aku punya hadiah untukNya.... " Ketika Andy mau mengambil hadiah tersebut dari dalam bajunya, seorang dari keempat wanita itu menarik kerahnya dan mendorongnya keluar Gereja. Sambil membuat tanda salib ia berkata "Keluarlah bocah..kamu akan mendapatkannya !!!" Oleh karena itu Andy tidak punya pilihan lain kecuali sendirian menyeberangi jalan raya yang berbahaya tersebut didepan Gereja. Dia mulai menyeberang. ketika tiba-tiba sebuah bus datang melaju dengan kencang disitu ada tikungan yang tidak terlihat pandangan. Andy melindungi hadiah tersebut didalam saku bajunya, sehingga dia tidak melihat datangnya bus tersebut. Waktunya hanya sedikit untuk menghindar .. dan Andy tewas seketika. Orang-orang disekitarnya berlarian dan mengelilingi tubuh bocah malang tersebut yang sudah tak bernyawa. Tiba-tiba, entah muncul darimana ada seorang pria berjubah putih dengan wajah yang halus dan lembut namun penuh dengan air mata datang dan memeluk tubuh bocah malang tersebut. Dia menangis.Orang- orang penasaran dengan dirinya dan bertanya, "Maaf Tuan.apakah anda keluarga bocah malang ini ? Apakah anda mengenalnya? " Pria tersebut dengan hati yang berduka karena penderitaan yang begitu dalamsegera berdiri dan berkata," Dia adalah sahabatku." Hanya itulah yang dia katakan. Dia mengambil bungkusan hadiah dari dalam baju bocah malang tersebut dan menaruhnya didadanya. Dia lalu berdiri dan membawa pergi tubuh bocah malang tersebut dan keduanya kemudian menghilang. Kerumunan orang tersebut semakin penasaran... Di malam Natal , Pendeta Agaton menerima berita yang sungguh mengejutkan. Dia berkunjung ke rumah Andy untuk memastikan pria misterius berjubah putih tersebut. Pendeta itu bertemu dan bercakap-cakap dengan kedua orang tua Andy. "Bagaimana anda mengetahui putera andameninggal ?" "Seorang pria berjubah putih yang membawanya kemari." ucap ibu Andy terisak. "Apa katanya ?" Ayah Andy berkata ,"Dia tidak mengucapkan sepatah katapun. Dia sangat berduka. Kami tidak mengenalnya namun dia terlihat sangat kesepian atas meninggalnya Andy sepertinya Dia begitu mengenal Andy dengan baik. Tapi ada suatu kedamaian yang sulit untuk dijelaskan mengenai Dirinya. Dia menyerahkan anak kami dan tersenyum lembut. Dia menyibakkan rambut Andy dari wajahnya dan membe rika n kecupan di keningnya kemudian Dia membisikkan sesuatu ... "Apa yang dia katakan?" "Dia berkata kepada puteraku ..." Ujar sang Ayah "Terima kasih buat kadonya . Aku akan segera berjumpa denganmu. Engkau akan bersamaku." Dan sang Ayah melanjutkan, "Anda tahu kemudian.Semuanya itu terasa begitu indah .. aku menangis tetapi tidak tahu mengapa bisa demikian. Yang aku tahu aku menangis karena bahagia .. aku tidak dapat menjelaskannya Bapa Pendeta, tetapi ketika Dia meninggalkan kami ada suatu Kedamaian yang memenuhi hati kami, aku merasakan kasihnya yang begitu dalam di hatiku.. Aku tidak dapat melukiskan sukacita didalam hatiku. Aku tahu puteraku sudah berada di Surga sekarang. Tapi tolong katakan padaku, Bapa Pendeta..siapakah Pria ini yang selalu bicara dengan puteraku setiap hari di gerejamu? anda seharusnya mengetahui karena anda selalu berada disana setiap hari, kecuali pada waktu puteraku meninggal ." Pendeta Agaton tiba-tiba merasa air matanya menetes di pipinya, dengan lutut gemetar dia berbisik," Dia tidak berbicara dengan siapa-siapa. Kecuali dengan Tuhan." ====================================================== Dari Milis Kemah Abraham Iman: Hikmat + Pengetahuan Oleh: JRC Istilah "iman" biasanya dikonotasikan dengan sejumlah definisi dan konsepsi keagamaan yang sangat bernuansa 'teologis.' Sikap percaya, yakin, taat, patuh, pasrah dan konsisten merupakan beberapa kata kunci yang sering menjelaskan makna iman. baca lanjutan Pengertian semacam ini disadari atau tidak membawa implikasi pada sebuah pemahaman iman yang cenderung memisahkan antara iman dan pengetahuan, yang dalam tradisi Ibrani sebenarnya dua hal itu menjadi satu (integral), tidak dipisahkan satu dengan lainya. Dalam kitab Amsal, Salomo mengungkapkan bahwa "hikmat" (khokhma) adalah sejajar dengan "pengetahuan" (tabun). Keduanya melahirkan iman yang bersumber dari lev (hati) dan 'orma (kecerdasan). Hal ini menunjukkan bahwa iman haruslah integral di dalamnya "hikmat" dan "pengetahuan." Tidak bisa iman hanya bersumber dari "hikmat" karena akan melahirkan sikap keagamaan yang mistik. Sementara, iman yang hanya bersumber dari "pengetahuan" akan melahirkan sikap keberagamaan yang sekuler. Secara umum adalah lumrah jika bentuk keyakinan dan kepercayaan memerlukan pengetahuan, bahkan harus! Sebab, kitab suci sebagai landasan iman kita hadir melalui proses yang melibatkan kedua unsur tersebut. Demikian juga proses perumusan dogma gereja tidak lepas dari peran "hikmat" dan "pengetahuan." Maka, untuk mencapai kedewasaan iman, keduanya hendaklah saling melengkapi dan menyeimbangkan. Tak bisa lagi iman dibiarkan bermodalkan "hikmat" tanpa dilandasai sebuah "pengetahuan." Sebab, hal ini dapat menjadikan iman itu rapuh tanpa isi. Begitu juga iman bermodalkan "pengetahuan" semata, tak bisa lagi dibiarkan menjulang tinggi tanpa dipayungi oleh "hikmat", sebab lambat laun ia akan terjatuh pada kehampaan dan kemiskinan sepiritual. Dengan demikian secara sederhana bisa kita rumuskan: Iman = Hikmat + Pengetahuan Marilah dalam perayaan Khanukka, Natal serta memasuki Tahun Baru 2007 ini, iman kita semakin didewasakan. Bukan lagi iman yang pincang, tetapi iman yang dilandasi oleh "hikmat" dan "pengetahuan" untuk mencapai "mahkota" (keter) ilahi! [JRC]

