From: dede wijaya
Berita Way Of Life: Darwin-Paus-Israel
BULETIN GITS 20 SEPTEMBER 2008
GEREJA INGGRIS MEMINTA MAAF KEPADA DARWIN
Pada tanggal 14 September, Gereja Inggris secara resmi meminta maaf kepada
Charles Darwin karena telah menolak teori evolusinya. Pernyataan dari gereja
Inggris berbunyi: "Charles Darwin, 200 tahun setelah kelahiranmu, Gereja
Inggris berhutang permintaan maaf karena salah mengerti terhadap anda dan,
karena reaksi pertama kami salah, telah membuat orang lain tetap salah mengerti
terhadap anda" ("Church Makes `Ludicrous' Apology," The Daily Mail, 13 Sept.
2008). Pernyataan ini ditulis oleh Malcolm Brown, seorang yang menjabat di
Konsil Uskup Agung, yaitu badan kepemimpinan Gereja Inggris yang kini diketuai
oleh Uskup Agung Canterbury (Rowan Williams). Pernyataan ini berargumen bahwa
teori evolusi bukanlah tidak cocok dengan pengajaran Kristen, dan itu adalah
argumen yang sangat konyol. Alkitab dengan jelas mengatakan bahwa dunia
diciptakan oleh Elohim dalam enam hari, bahwa tumbuhan dan binatang dibuat
untuk berkembang biak menurut jenis mereka masing-masing, bahwa manusia
diciptakan menurut gambar dan rupa Elohim, bahwa manusia berdosa melawan
Elohim, dan bahwa dunia lalu terlempar ke dalam kacaunya kejatuhan dosa. Semua
ini cocok sekali dengan kondisi yang kita lihat di dunia hari ini, dan juga
cocok dengan catatan arkheologi dan geologi. Jika tidak ada penciptaan ilahi,
jika manusia adalah produk evolusi, maka kitab Kejadian adalah mitos, kejatuhan
dalam dosa adalah fabel, tidak ada tujuan dalam kehidupan, tidak ada kehidupan
setelah kematian, dan tidak ada keselamatan. Jika cerita tentang Adam hanyalah
legenda, maka Rasul-Rasul Yesus Kristus telah tertipu dan Injil yang mereka
beritakan adalah tipuan, karena mereka menyebut Adam tujuh kali dalam tulisan
emreka, dan selalu menggambarkan Adam sebagai tokoh yang historis.
PAUS MENGHORMATI MARIA YANG SESAT DI LOURDES
Bulan ini, Paus Benediktus XVI mengunjungi Lourdes untuk merayakan peringatan
150 tahun `penampakan' Maria kepada seorang perempuan 14 tahun bernama
Bernadette. Ia mengingatkan orang ramai bahwa Maria menampakkan dirinya sebagai
Immaculate Conception (doktrin Katolik bahwa Maria lahir tanpa dosa), dan
mengklaim lahir tanpa dosa. Hal ini membuktikan bahwa "Maria" yang menampakkan
diri di Lourdes adalah roh yang menipu, karena Maria yang sebenarnya dalam
Alkitab mengakui bahwa dia adalah seorang berdosa yang memerlukan Juruselamat
(Luk. 1:47). Paus mengatakan bahwa orang-orang berbondong-bondong ke Lourdes
karena mereka "dapat mempercayakan kepada Maria pikiran mereka yang paling
intim" ("Pope Celebrates Mass, Tells Lourdes Pilgrims Mary Leads to Christ,"
Catholic News Service, 14 Sept. 2008). Ini adalah pernyataan yang menghujat,
karena hanya ada satu yang mengetahui pikiran manusia yang paling dalam, yaitu
Elohim yang mahakuasa (1 Raj. 8:39). Sementara berada di Lourdes, Paus
melakukan penghujatan lain dengan cara "berlutut dan berdoa dalam pujaan sunyi
di hadapan Sakramen Kudus." Hal ini didasarkan pada doktrin yang keji bahwa
wafer misa berubah menjadi Yesus Kristus dan dapat disembah sebagai Elohim.
Konsili Vatikan Kedua menyatakan, "Orang beriman maka harusnya berusaha untuk
menyembah Kristus Tuhan kita dalam Sakramen Kudus" ("The Constitution on the
Sacred Liturgy," Instruction on the Worship of the Eucharistic Mystery, Pasal
3, I B, hal. 132).
KEMUNAFIKAN MUSIK KRISTEN KONTEMPORER
Contemporary Christian Music (Musik Kristen Kontemporer) seolah memiliki gaya
yang "saleh," tetapi gaya ini sungguh tipis! Pertimbangkan grup The Jonas
Brothers, sebuah band yang telah menjadi sangat populer dua tahun belakangan,
terutama karena mereka masuk Disney Channel. Mereka adalah orang-orang Kristen
yang dididik homeschool, ayah mereka seorang gembala jemaat, dan mereka
menampilkan diri sebagai orang-orang yang baik dan berorientasi keluarga,
bahkan mereka memakai "cincin kemurnian" yang menyimbolkan janji mereka untuk
tetap murni secara moral hingga hari pernikahan. Tetapi apa yang mereka
lakukan, tempat-tempat yang mereka kunjungi, dan apa yang mereka nyanyikan, dan
cara mereka menyanyikannya melanggar semua pernyataan mereka. Dengan penampilan
mereka di MTV utnuk acara Video Music Awards, dan saya asumsikan mereka
bersenang-senang dan beria-ria dengan orang-orang yang sedang menghancurkan
moralitas masyarakat modern di sana, bukannya menghardik kekotoran dan
pemberontakan mereka sebagaimana Efesus 5:11, mereka mengirimkan pesan yang
kuat kepada orang-orang muda Kristen dan pesan itu bukanlah pesan akan
kekudusan dan ketaatan. Lebih jauh lagi, musik mereka membangkitkan kebebasan
(seks). Dalam sebuah wawancara baru-baru ini, Nick Jonas, menyinggung tentang
konser rock & roll mereka, mengatakan, "cewek-cewek yang berteriak-teriak di
bawah sungguh luar biasa" (Celebrity News, 22 Feb. 2008). Cewek-cewek yang
berteriak itu bukan berteriak untuk Tuhan. Mereka berteriak karena pengaruh
musik rock pada mereka secara fisik dan juga sensualitas menontoni orang-orang
muda sedang show. Ketika saya mengecek web site The Jonas Brother tanggal 9
September 2008, situs itu penuh dengan pesan-pesan sensual dari para fans
wanita. Berikut beberapa contoh: "Saya cinta kalian; kalian adalah prinsip
saya; kalianlah lelaki idamanku; suara-suara yang saya dengar tiap hari, adalah
yang ada dalam hatiku."
"Joe, kamu begitu hotttttttt.. ....joe kamu begitu cakep & seksi. Saya cinta
kamu sekaliiiiii. " Bahkan lirik-lirik lagu mereka mendukung hubungan antara
pria dan wanita yang memimpin kepada immoralitas. Perhatikan lirik dari lagu
"Live to Party": ""We're gonna live to party/ gotta bust your move/ Everyone's
in the groove/ Tell the DJ to play my song/ Are you ready to rock & roll/ ...
We were out on the floor and we danced the night away/ ... I drove her home and
she whispered in my ear/ Party doesn't have to end, we can dance here..." Tidak
ada yang murni dan baik dalam lagu-lagu seperti ini. Hai orang tua, jika
anak-anakmu mendengarkan lagu pop Disney dan Musik Kristen Kontemporer, maka
mereka berada dalam bahaya kesesatan rohani, moral, dan doktrinal yang besar.
MAYORITAS ORANG ISRAEL PERCAYA BAHWA NEGARA ISRAEL TIDAK AKAN EKSIS LAGI DALAM
20-30 TAHUN
Menurut poling, mayoritas orang Israel percaya bahwa negara Israel akan hilang
dalam dua atau tiga dekade mendatang ("Will Israel Soon Disappear," OneNewsNow,
3 Sept. 2008). Berbicara secara kemanusiaan, mereka tampaknya benar, tetapi
mereka sedang melihat masa depan dengan mata ketidakpercayaan. Israel kini
kembali di tanahnya sesuai dengan nubuatan Alkitab namun dia masih mati secara
rohani. Dalam Yehezkiel 37, nabi diperlihatkan lembah yang penuh tulang dan
disuruh untuk berkhotbah bagi mereka. Pertama tulang-tulang itu menyatu lalu
ditutupi oleh daging, "tetapi mereka belum bernafas" (Yeh. 37:8). Nabi
berkhotbah lagi dan "nafas hidup itu masuk di dalam mereka, sehingga mereka
hidup kembali. Mereka menjejakkan kakinya, suatu tentara yang sangat besar"
(Yeh. 37:10). Sisa dari pasal itu menjelaskan bahwa ini mengacu keapda
pemulihan Israel ke tanahnya dan pendirian kembali kerajaan Daud di akhir
zaman. Nubuat ini mengajar kita bahwa pemulihan Israel terjadi dalam dua
bagian. Pertama, bangsa yang telah cerai berai hingga ujung bumi dan
kelihatannya mati dan selamanya terpisah, bersatu kembali, tetapi dalam kondisi
rohani yang mati. Inilah yang kita lihat hari ini. Berikutnya, Elohim
memberikan nafas hidup ke dalam mereka dan mereka hidup. Ini akan terjadi saat
Kesusahan Besar ketika Elohim akan menobatkan sisa Israel dan memulihkan mereka
ke posisi berkat. Mereka akan bertobat dari ketidaktaatan mereka kepada Firman
Elohim dan menerima Mesias yang telah mereka tolak (Zak. 12-14), dan Yesus akan
mendirikan kerajaan yang dijanjikan kepada Daud (Yes. 9:6-7). Sebelum ini semua
terjadi, Israel akan ditipu oleh Antikristus dan akan mempercayai program
damainya (1 Tes. 5:3; 2 Tes. 2:3-12). Ia akan datang mengendarai kuda putih
seolah seorang yang damai, tetapi "damai"nya akan berakibat kesusahan terbesar
yang dunia pernah alami (Wah. 6). Israel tidak akan pernah hancur. Saat Elohim
selesai dengan penghukumanNya atas Israel, dia akan kembali mulia sebagai pusat
kerajaan Elohim di bumi.
PEMBAGI ALKITAB DIBAKAR HINGGA MATI DI INDIA
Di tengah kekerasan yang memuncak akhir-akhir ini terhadap orang-orang Kristen
di negara bagian Orissa, India, seorang pengkhotbah dibakar hingga mati. Kumuda
Bardhan, usia lima puluh tahun, ditarget oleh radikal-radikal Hindu karena dia
mengunjungi desa demi desa, memberitakan Injil dan membagi-bagikan Alkitab.
Rombongan yang berjumlah lebih dari 1000 membakar gerejanya dan rumah-rumah
orang Kristen. Ketika dia meminta mereka untuk berhenti, mereka memukulinya
hingga pingsan dan melemparkan dia ke dalam api ("Bible Distributor Killed in
India," Mission Network News, 12 Sept. 2008). Istri, anak, dan menantu Bardhan
masuk rumah sakit. Setidaknya satu lagu orang yang mengaku Kristen juga mati
dibakar dalam kekerasan baru-baru ini, dan tahun 1999 misionari Baptis, Graham
Staines dan kedua putranya, dibakar hingga mati oleh gerombolan Hindu di negara
bagian yang sama di India.
www.dedewijaya.co.cc
dedewijaya.blogspot.com
====================================================
From: Vitalis
Sungguh Memilukan kematian Oma tua di Latuharhari Menteng Jakarta
Rekan-rekan milis
Berikut ini saya teruskan sebuah berita yang dimuat di kompas.com hari ini
(lebih lengkap dapat diakses sendiri di website kompas: www.kompas.com)
mengenai Kematian seorang Oma tua di Jalan Latuharhari Nomor 6A Menteng,
Jakarta.
Sungguh sangat mengharukan nasib yang dialami kedua nenek atau Oma tua ini.
Semoga berita ini menjadi bahan permenungan bagi kita untuk semakin peduli
terhadap sesama dan mengajak kita semua untuk mengasihi dan mencintai kedua
orang tua kita.
Selamat membaca.
Salam,
Vitalis
======
BAU BUSUK MASIH BAYANGI RUMAH OMA LOUISE
RITA AYUNINGTYAS
Keadaan di dalam rumah Oma Louise Komala (81) di Jalan Latuharhari 6A Jakarta,
Minggu (21/9).
Artikel Terkait:
Oma Louisje, 4 Bulan Hidup dalam KegelapanBERITA FOTO: Rumah Baru Sang OmaPagi
Ini Nenek Louisje PulangOma Louisje yang Kesepian...Balada Dua Nenek di Rumah
Tua
Minggu, 21 September 2008 | 17:38 WIB
JAKARTA, MINGGU
- Lebih dari sebulan, Erfiene Komala (84), telah meninggal dunia.
Namun, bau busuk yang menusuk hidung masih menebar di rumah tua di Jalan
Latuharhari Nomor 6A Menteng, milik Louisje Komala (81) adik dari Erfiene.Bau
menyengat ini mulai tercium ketika rombongan wartawan memasuki gerbang rumah
yang bersebelahan dengan Gereja Kristen Indonesia (GKI) Menteng. Rombongan
kemudian menutup hidung ketika bau
yang semakin menyengat datang dari kamar kedua sebelah ruang tamu. Di kamar
itulah kedua nenek malang tersebut ditemukan pada 8 Agustus 2008 silam. Louisje
yang kini ditampung oleh keluarga Gereja Santo Ignatius Menteng ditemukan lemas
karena dehidrasi dan kurang gizi. Sementara, kakaknya tercinta, Erfiene
ditemukan telah membusuk di bawah tempat tidur dalam kamar berukuran 3x2 meter
itu.Pada saat tewas, tubuh Erfiene telah dipenuhi belatung. Polisi
memperkirakan nenek tersebut telah berpulang setidaknya 10 hari sebelum
ditemukan. Di bawah tempat tidur itu, masih terdapat sisa-sisa cairan tubuh
Erfiene dan sejumlah dus makanan. Sejumlah pakaian kotor yang tergantung pada
seutas tali rafia dan tempat tidur yang telah jebol menambah miris siapapun
yang melihatnya."Ya Elohim!" celetuk seorang wartawan ketika melihat
pemandangan tersebut. Rumah yang terbilang mungil untuk ukuran rumah di Menteng
itu sekilas tampak seperti rumah kosong. Kondisinya sangat kotor dan
memprihatinkan. Tepat di balik pintu pagar, ada tumpukan daun kering, kertas
koran, dan masker bekas berwarna hijau.
Halaman rumahnya, tak terawat. Daun jambu dan jeruk nipis kering berserakan di
seluruh pekarangan dan teras. Sarang laba-laba menghiasi seluruh dinding dan
plafonnya.Setelah pintu dalam dibuka, rumah tua itu terlihat sangat berantakan.
Beberapa kantung plastik putih
berisi koran, terjejer hampir di seluruh bagian rumah. Ada juga plastik putih
berisi pakaian bekas, seprei, korden yang terselimuti debu berwarna coklat
muda.Foto OrangtuaPerabot-perabot di tengah seperti meja dan bufet tertumpuk
kasur-kasur bekas dengan sobekan di sana-sini, sehingga kapuknya mencuat
keluar. Akibatnya, perabot tersebut tak dapat menunjukkan keunikan funitur
zaman Belanda.Hanya ada satu meja yang masih dapat dilihat wujudnya. Meja itu
merupakan tempat di mana foto kedua orang tua Louisje dan Erfiene. Sepasang
pigura antik terbuat dari kuningan adalah satu-satunya hiasan di ruang tengah
tersebut yang masih terlihat jelas. Di sekelilingnya, terdapat lilin-lilin yang
tinggal separuh karena meleleh dan bungkusan plastik berwarna putih.Kembali ke
RumahMinggu (21/9) pagi ini, Louisje telah dijemput oleh keluarga Gereja Santo
Ignatius Menteng dari Rumah Sakit Carolus Jakarta. Sementara, oma itu ditampung
di rumah bendahara Paroki Santo Ignatius di Jalan Pandeglang Nomor 41 Jakarta.
Jika telah sembuh benar, oma yang masih kuat daya ingatnya itu ingin kembali ke
rumah di Jalan Latuharhari."Pengen(pulang). Tapi aman tidak? Nanti rumahnya
jadi bersih lagi (dirampok.red)," candanya sambil tersenyum. Rencananya,
setelah mendapat izin dari Louisje, pihak gereja akan membersihkan rumah
miliknya tersebut
===================================================
From: rm_maryo
Mg Biasa XXV: Yes 55:6-9; Flp 1:20c-24.27a; Mat 20:1-16a
"Iri hatikah engkau, karena aku murah hati?"
"Hari ini membeli susu, sambil membeli sekaleng roti. Iri hati dan hawa nafsu,
sering bercokol di dalam hati" (Paulus Lion BA: Berpantun dan Merenung, Masa
Biasa /stensilan). Iri hati dan hawa nafsu memang `lahir', tumbuh dan
berkembang di dalam hati. Di dalam menghadapi atau mengalami berbagai macam
pekerjaan, tugas atau masalah orang dapat `menyimpan' iri hati dan hawa nafsu
tersebut di dalam hati untuk sementara, namun pada suatu saat dapat meledak
serta menimbulkan keonaran yang memprihatinkan. Sebagai contoh: Paulus dan
Maria adalah suami isteri yang memiliki tiga anak bernama Ani, Anna dan Anto
(nama-nama samaran saja ya!). Hidup berkeluarga mereka nampak baik-baik, damai
sejahtera, sampai anak-anak menjadi dewasa dan berkeluarga. Namun ketika
orangtua mereka, Paulus dan Maria, telah dipanggil Tuhan terjadilah keonaran di
antara mereka bertiga (Ani, Anna dan Anto), yaitu perihal pembagian warisan.
Paulus dan Maria boleh dikatakan kaya karena memiliki beberapa perusahaan dan
memang sebelum meninggal dunia telah membuat surat wasiat berisi pembagian
warisan berupa perusahaan kepada ketiga anaknya. Nilai setiap perusahaan
kiranya tidak sama, dan perbedaan nilai perusahaan yang menjadi warisan
masing-masing dari mereka bertiga itulah yang menimbulkan iri hati. Pengalaman
iri hati macam itu dalam berbagai bentuk kiranya terjadi di sana-sini didalam
kehidupan bersama.
"Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku?
Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati?Demikianlah orang yang terakhir
akan menjadi yang terdahulu dan yang terdahulu akan menjadi yang terakhir" (Mat
20:15-16).
Dalam system imbal jasa atau gaji di dalam hidup bernegara maupun dunia kerja
pada umumnya berlaku kebijakan atau rumus bahwa mereka yang memiliki jabatan
atau kedudukan tinggi memperoleh imbal jasa lebih banyak daripada
pegawai/pejabat di bawahnya, dan kiranya ada perbedaan bagaikan `langit dan
bumi jauhnya' jika dibandingkan dengan para tenaga kasar seperti pembantu atau
satpam/petugas keamanan, dst..
Cara berpikir/ paradigma dunia memang berbeda atau bertolak belakang dengan
cara berpikir/paradigma Tuhan Yesus, sebagaimana disabdakan bahwa `orang yang
terakhir akan menjadi yang terdahulu dan yang terdahulu akan menjadi yang
terakhir'. Yang utama dan terdahulu dalam hidup beriman atau beragama adalah
mereka yang suci, yang lebih dekat hidup mesra atau bersatu dengan Tuhan di
dalam hidup sehari-hari.
Secara historis atau menurut usia di dalam keluarga `yang terdahulu' adalah
orangtua dan `yang terakhir' adalah anak-anak, di dalam sekolah `yang
terdahulu' adalah pengurus/ pengelola dan guru-guru dan `yang terakhir' adalah
para peserta didiik, dalam hidup bermasyarakat, berbangsa, bernegara maupun
beragama 'yang terdahulu' adalah para pemimpin dan `yang terakhir' adalah
rakyat atau umat. Sabda hari ini mengajak dan mengingatkan kita semua untuk
tidak membeda-bedakan pelayanan dan apa yang harus dapat dinikmati secara
pribadi di dalam hidup bersama dimanapun dan kapanpun. Perbedaan yang ada
bersifat fungsional, maka ketika para fungsionaris (pemimpin beserta para
pembantunya) diberi kesempatan untuk memanfaatkan dan menikmati aneka
macam sarana-prasarana yang lebih, hendaknya sungguh difungsikan untuk
pelayanan bagi rakyat atau umat, bukan untuk kepentingan pribadi. "Vox populi,
vox Dei", suara rakyat/umat adalah suara Tuhan, demikian kata sebuah pepatah,
yang selayaknya kita imani dan hayati. Dengan kata lain hendaknya para
fungsionaris sungguh mendengarkan dan melayani apa yang menjadi kebutuhan
rakyat atau umat, mengutamakan kepentingan rakyat atau umat di dalam
memfungsikan jabatan, kedudukan maupun aneka macam sarana-prasarana yang
dipercayakan kepada mereka.
Para fungsionaris dipanggil untuk `bermurah hati' terhadap rakyat atau umat,
artinya `hatinya dijual murah' bagi rakyat atau umat, hatinya dipersembahkan
seutuhnya bagi rakyat atau umat, sungguh memperhatikan kepentingan dan
kebutuhan rakyat atau umat dalam sepak terjang dan pelayanannya. Dengan kata
lain para fungsionaris memiliki sikap pemurah, yaitu "sikap dan perilaku yang
murah hati, pengasih dan penyayang. Ini diwujudkan dalam perilaku suka menolong
dan rela memberikan bantuan kepada orang lain tanpa mengharapkan imbalan.
Perilaku ini diwujudkan dalam hubungannya dengan diri sendiri, keluarga dan
masyarakat atau bangsa" (Prof Dr Edi Sedyawati/edit: Pedoman Penanaman Budi
Pekerti Luhur, Balai Pustaka – Jakarta 1997, hal 21).
"Bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Tetapi jika aku harus
hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. Jadi mana yang
harus kupilih, aku tidak tahu. Aku didesak dari dua pihak: aku ingin pergi dan
diam bersama-sama dengan Kristus -- itu memang jauh lebih baik; tetapi lebih
perlu untuk tinggal di dunia ini karena kamu"(Fil 1:21-24)
"Mati adalah keuntungan" dan "lebih perlu untuk tinggal di dunia ini karena
kamu", kata-kata inilah yang selayaknya menjadi permenungan, pedoman dan
pegangan bagi para fungsionaris (pemimpin bersama pembantunya, pengelola
bersama pelaksana, orangtua, dst..) di dalam pelayanan dan kinerjanya. "Mati"
berarti rela menyerahkan tubuh seutuhnya kepada Tuhan melalui sesama dan
saudara-saudari kita. Dengan kata lain para fungsionaris harus memiliki dan
menghayati keutamaan `bekerja keras', yaitu "sikap dan perilaku yang suka
berbuat hal-hal yang positif dan tidak suka berpangku tangan serta selalu gigih
dan sungguh-sungguh dalam melakukan sesuatu. Ini diwujudkan dengan
perilaku yang selalu menggebu-gebu dalam melakukan sesuatu dan tidak kenal
lelah sampai akhir pekerjaan. Perilaku ini diwujudkan dalam hubungannya dengan
diri sendiri, keluarga, masyarakat dan bangsa" (Prof Dr Edi Sedyawati/edit:
Pedoman Penanaman Budi Pekerti Luhur, Balai Pustaka – Jakarta 1997, hal 10).
"Bekerja keras" kiranya menjadi tuntutan atau kewajiban kita semua, entah
apapun fungsi, pekerjaan atau tugas perutusan kita. Bekerja keras ini rasanya
senada dengan apa yang diserukan oleh nabi Yesaya ini :"Carilah TUHAN selama Ia
berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat! Baiklah orang fasik
meninggalkan jalannya, dan orang jahat meninggalkan rancangannya; baiklah ia
kembali kepada TUHAN, maka Dia akan mengasihaninya, dan kepada Elohim kita,
sebab Ia memberi pengampunan dengan limpahnya.Sebab rancangan-Ku bukanlah
rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN" (Yes
55:6-8)
Kita adalah `pekerja-pekerja' dan Tuhan-lah yang memiliki rancangan atas apa
yang harus kita kerjakan. Kita tidak mengerjakan rancangan atau cita-cita kita
sendiri/pribadi, melainkan rancangan Tuhan. Secara konkret dan terbatas
rancangan Tuhan ini antara lain menjadi nyata dalam aneka macam `rancangan
program kerja' (keluarga, organisasi, kantor/ perusahaan, pemerintah, dst..).
Maka hendaknya masing-masing dari kita, sesuai dengan fungsi, jabatan atau
tugas kita, sungguh-sungguh melaksanakan atau mengerjakan rancangan program
kerja bersama bukan pribadi. Rancangan Tuhan tidak lain adalah keselamatan dan
kesejahteraan seluruh dunia dan umat manusia, keselamatan dan kesejahteraan
baik raga maupun jiwa. Marilah kita bergotong-royong dan bekerja keras demi
kebahagiaan ataa kesejahteraan bersama (`bonum commune').
"Setiap hari aku hendak memuji Engkau, dan hendak memuliakan nama-Mu
untuk seterusnya dan selamanya. Besarlah TUHAN dan sangat terpuji, dan
kebesaran-Nya tidak terduga.TUHAN itu pengasih dan penyayang, panjang
sabar dan besar kasih setia-Nya.TUHAN itu baik kepada semua orang, dan
penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya " (Mzm 145:2-3.8-9)
Jakarta, 21 September 2008