From: "-= Henky =-" <[EMAIL PROTECTED]> Flp 1:1-11 Ucapan syukur dan doa
1:1. Dari Paulus dan Timotius, hamba-hamba Kristus Yesus, kepada semua orang kudus dalam Kristus Yesus di Filipi, dengan para penilik jemaat dan diaken. 1:2 Kasih karunia dan damai sejahtera dari Elohim, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu. 1:3. Aku mengucap syukur kepada Elohimku setiap kali aku mengingat kamu. 1:4 Dan setiap kali aku berdoa untuk kamu semua, aku selalu berdoa dengan sukacita. 1:5 Aku mengucap syukur kepada Elohimku karena persekutuanmu dalam Berita Injil mulai dari hari pertama sampai sekarang ini. 1:6 Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus. 1:7. Memang sudahlah sepatutnya aku berpikir demikian akan kamu semua, sebab kamu ada di dalam hatiku, oleh karena kamu semua turut mendapat bagian dalam kasih karunia yang diberikan kepadaku, baik pada waktu aku dipenjarakan, maupun pada waktu aku membela dan meneguhkan Berita Injil. 1:8 Sebab Elohim adalah saksiku betapa aku dengan kasih mesra Kristus Yesus merindukan kamu sekalian. 1:9. Dan inilah doaku, semoga kasihmu makin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian, 1:10 sehingga kamu dapat memilih apa yang baik, supaya kamu suci dan tak bercacat menjelang hari Kristus, 1:11 penuh dengan buah kebenaran yang dikerjakan oleh Yesus Kristus untuk memuliakan dan memuji Elohim. =================================================== From: Posma Sinurat Sinurat KAULAH KUATKU Ibu Hesti, saya mohon tanggapan terhadap masalah yang saya pernah hadapi tetapi pada akhirnya saya menangkan: Saya adalah salah seorang yang, boleh dikatakan, selalu berusaha mengandalkan kuasa Tuhan dalam menghadapai setiap permasalahan hidup saya. Saya menilai diri sendiri bahwa saya adalah orang yang taat; saya berdoa, tidak minum-minuman keras, tidak main judi, tidak main perempuan, membayar perpuluhan, berusaha membantu orang jika saya mampu, sering mengikuti KKR untuk memperkuat iman dan selalu menjaga kekudusan. Peristiwa 3 tahun yang lalu, saya difitnah secara nyata-nyata dengan tuduhan bahwa saya melakukan sesuatu yang merugikan perusahaan, dan pada akhinrya berujung pada pemaksaan untuk mengundurkan diri alias PHK sepihak. Pada saat masalah PHK ini disampaikan, saya sangat tersentak kaget tidak menduga bahwa orang yang membawa saya ke perusahaan itu mem-PHK saya. Apa yang saya lakukan? Saya pergi ke kamar mandi gudang belakang yang jarang digunakan orang, saya menangis dan menangis sembari menyebut nama Yesus. Ini memang sangat tidak adil dan sangat menyakitkan.....padahal sama sekali saya tidak berbuat seperti yang mereka tuduhkan. Namun saya hanya menceritakan masalah ini kepada Tuhan Yesus dan istri saya. Saya berdoa, beroda dan bahkan pada akhirnya saya mampu berdoa dengan IKLAS untuk orang yang mem-PHK saya. Saya percaya bahwa Tuhan punya rencana yang indah dibalik peristiwa ini. Saya berkata pada Tuhan: Tuhan, lihatlah hambamu ini....... kenapa saya di-PHK pada saat-saat saya sedang menikmati kasih mula-mula?? Kenapa saya di-PHK pada saat saya merasa sangat dekat dengan Engkau?? Tetapi saya tetap mengiklaskan peristiwa itu. Dengan kasih Tuhan saya bekerja di tempat lain dan saya semakin kuat serta dewasa. Setelah 4 tahun berlalu, lha.. malah saya semakin kuat lagi dan bahkan naik jabatan lebih cepat dari apa yang saya harapkan, bahkan sekarang saya dipercaya membawahi atau memimpin beberapa pabrik kelapa sawit dari grup perusahaan swasta asing. (ma'af, bukan tujuan untuk menyombongkan diri) Kalau saya salah mengambil keputusan atau bertindak pada saya saat di-PHK, mungkin saya tidak seperti sekarang ini. Kalau saya menceritakan ini kepada orang lain dengan nada benci, mungkin saya tidak sekuat sekarang ini. Kalau saya tidak mendoakan mereka dengan Ilkas, bisa jadi Tuhan menunda atau tidak memberi berkat kepada saya. Kalau saya membalas kejahatan yang mereka lakukan pada saya dengan kejahatan juga, pasti saya tidak berkenan di hadapan Tuhan. 1 tahun setelah peristiwa itu, salah satu dari dua orang yang mem-PHK saya meninggal dalam kecelakaan pesawat mandala yang gagal terbang di kota Medan beberapa Tahun yang lalu. Apakah itu yang saya harapkan? Iklas dan jujur saya katakan; Sama sekali tidak. Bulan oktober 2007 yang lalu satu orang lagi yang mem-PHK saya, ditangkap polisi dan dibawa paksa ke Jakarta karena urusan hukum dan (sepertinya) sudah divonis 8 tahun penjara. Dia adalah seorang Direktur yang harus mendekam di kamar 1.5 x 3 m. Apakah itu yang saya harapkan?? Iklas dan jujur saya katakan; Sama sekali tidak. Saya tetap hormat pada beliau walaupun sudah ada dalam penjara. Bahkan kasus dia pun sesungguhnya bukan karena perbuatannya sendiri, tetapi harus ditanggung sendiri. Saya berpikir; mungkinkah Tuahan telah membalasakan penderitaan yang saya alami karena mereka? Saya tidak tau................ Ini adalah rahasia Tuhan. Toh saya tidak membenci mereka, toh saya malah berdoa bagi mereka. Yang saya tau bahwa Tuhan pasti bertindak adil. Ibu Hesti, kalau ibu merasa sering di-curangi, dicurigai, difitnah, dibenci dan diperlakukan tidak adil..... sebagai orang percaya Ibu harus membawa mereka dalam doa yang iklas. Bagaimana menurut Ibu Hesti?? GBU, Posma Sinurat, di pedalaman Kalimantan ================================================= From: Sahat Sitompul KAULAH KUATKU Syalom semua saudaraku, Secara khusus saya boleh ingatkan pada saudaraku yg kekasih mbak hesti. Saya tidak kenal wajah mbak dan mungkinpun secara pribadi saya tidak kenal. Tapi setiap saya membuka email dari mbak senantiasa ada membicarakan/ membahas/menceritakanLAH tentang sakit hati. Saya sangat mengharapkan mbak tetap kuat dalam menghadapi ini. Minta kekuatan dari Tuhan. Dan curhatlah sama Tuhan Yesus,lewat doa-doa pribadi mbak. Saya kira jalan satu-satunya adalah ceritakanlah sama Tuhan.Tak usahlah diceritakan disini. Kalau mbak menceritakan disini mungkin sangat terbatas. Tapi kalau mbak menceritakan sama Tuhan Yesus bisa lebih leluasa atau sampai menceritpun atau menangis pun ndak apa-apa. Mungkin kalau saya menceritakan sakit hati saya, mungkin mungkin sekarang ini saya tidak kerja lagi di perusahaan tempat saya bekerja sekarang. Bagaimana saya diperlakukan atasan saya selama 9 tahun. Mungkin pernah saya saksikan lewat emailing web site ini. Tapi lewat kesabaran dan menunggu pertolongan Tuhan, saya tetap kuat. Tuhan memberikan kekuatan kepada saya. Lewat pelayanan yg Tuhan percayakan di gereja saya tetap bersukacita, sekalipun saya cuman melayani kecil-kecilan tapi saya sangat senang dan tulus melakukannya. Dan Tuhan pasti (bukan biasanya atau mungkin) memberikan yang terbaik dan memberikan jalan keluar atas segala persoalan kita, asal kita tetap tunduk dikakiNya (berdoa/menceritakan isi hati kita/menghampiri Dia dalam hadiratNya). Saya boleh mengerti apa yang dirasakan mbak, tapi biarlah pembalasan itu datangNya dari Tuhan. Saya pernah dengar Kotbah pdt kami, kalau pembalasan kita lakaukan kepada org yang menyakiti kita, berarti kita sudah menyetop pembalasan Tuhan.Kita sudah mendahuluiNya. Akhirnya pembalasan dari Tuhan yang kita nanti-nantikan tidak kunjung tiba. Mari kita biarkan pembalasan itu datang dari Tuhan kita. Dia lebih tau semuanya akan hal apa yang kita alami. Mungkin sudah ada 2, 3 orang yang memberikan kekuatan kpd mbak lewat email ini. Yach mohon jangan ceritakan lagilah org2 yg menyakiti mbak. Saya kira tidak ada gunanya. Tapi kami rindu, saya secara pribadi mari kita membahas topic yang lain yang sifatnya lebih membangunlah. Saya sependapat dengan sdr shtarigan. Shalom mba Hesti, ' Berhenti membicarakan/membahas/menceritakan kepada orang lain perihal orang yang menyakiti hati kita, apalagi kalau kita masih sering berkomunikasi dengannya [apalagi kalau partner kerja], adalah lebih BIJAK curhat sama Tuhan, berdoa buat mereka dan berdoa supaya hati/mulut kita sendiri terkendali. Bukan berarti kita tidak boleh curhat, tapi baiknya cukup dibahas dengan orang yang kita percaya bisa memberikan masukan yang positip kepada kita.' Jadi kami mengharapkan saran kami ini diterima dengan tulus hati. Trima kasih, Sebelumnya saya minta maaf kalau ada kata-kataku yang menyinggung atau menyakiti hati. Mari maju melayani Tuhan Yesus SAUDARAKU, dalam setiap persoalan permasalahan yang kita hadapi , di dalam Yesus ada jalan keluaR. HALELU YAH. Regards, Sahat Sitompul ================================================ From: Jeanne Widjaja Bapa Surgawi Terima Kasih untuk semua anugerah-Mu dalam kehidupanku Terima kasih untuk kasih-Mu yang tanpa batas bagiku, keluargaku dan orang orang di sekitarku. Terima Kasih menjadikan aku sebagai alasan Engkau memberkati lingkunganku, pekerjaanku dan komunitasku. Semua kutukan nenek moyangku, kedua orangtuaku , keluargaku dan aku sendiri, aku patahkan dalam KUASAMU. Segala sakit penyakit dalam tubuhku dan keluargaku telah ENGKAU sembuhkan oleh bilur bilur-Mu. Tahirkan lidah, mulut dan bibirku sehingga hanya kata kata berkat dan Firman-Mu saja yang bisa aku katakan Tahirkan mataku sehingga hanya hal hal yang daripadaMu saja yang aku lihat, untuk pertumbuhan imanku Tahirkan telingaku sehingga hanya kebenaranMu yang aku dengar dan perdengarkan Berkatilah aku, pasangan hidupku, anak-anakku, semua keluargaku, rumahku, pekerjaanku serta teman2ku. Jadikanlah kami perpanjangan hati dan tanganMU. Terima Kasih Bapa untuk semuanya Dalam nama TUHAN YESUS aku berdoa. AMIN....

