…Dapatkan segera…
   
   
   
   
  Buku
  MENDAPATKAN-MU DALAM KEHILANGANKU
   
  oleh: Pdt. Yohan Candawasa, S.Th.
   
  Penerbit: Mitra Pustaka dan Unveilin GLORY, Bandung, 2006
   
   
   
   
   
  Deskripsi singkat dari Denny Teguh Sutandio:
  Hidup manusia tidak pernah terlepas dari penderitaan atau kehilangan. Sebagai 
respon atas kehilangan itu, ada (banyak) manusia yang hanyut oleh kehilangan 
tersebut, lalu menjadi kecewa, sedih, dan bahkan menghujat Tuhan. Tidak 
terkecuali, ada orang Kristen yang bereaksi seperti demikian. Mengapa orang 
Kristen bisa menghujat Tuhan ketika penderitaan mengancam? Karena banyak dari 
mereka diajar dengan ajaran yang tidak bertanggungjawab, yaitu menjadi Kristen 
pasti sukses, kaya, berhasil, dan Tuhan pasti mengabulkan apa yang kita minta. 
Lalu, konsep ini diidentikkan dengan konsep “Alkitab” yang mereka mengerti 
sendiri yaitu Allah itu Kasih, maka Ia tidak membiarkan anak-anak-Nya mengalami 
kesusahan. Benarkah konsep ini? Buku reflektif karya Pdt. Yohan Candawasa ini 
mengingatkan kita bahwa di dalam keterhilangan yang dialami umat Tuhan, di 
situlah mereka mendapatkan Allah. Dengan bahasa yang mudah dimengerti 
digabungkan dengan eksposisi singkat akan nats Alkitab, Pdt.
 Yohan Candawasa mulai mengajar kita dengan dasar yaitu Kasih Allah, lalu 
dilanjutkan dengan menjelaskan kepada kita tentang Kelegaan Ada Di Mana? 
Kemudian, beliau menjelaskan tentang konsep Kehilangan, Allah Tak Terselami di 
mana kehendak-Nya berbeda dengan bahkan jauh melampaui kehendak kita, 
Kesenyapan Allah yang tidak berarti Allah cuek dengan umat-Nya. Setelah 
memaknai kehilangan dan campur tangan Allah di dalamnya, beliau mengajak kita 
untuk menjalankan Hidup Penuh Syukur, kemudian kita mulai Melihat Seperti Allah 
Melihat, sehingga kita tidak terjebak oleh situasi sekeliling kita 
(penderitaan, kehilangan, kesusahan, dll). Dengan mengerti dan melihat seperti 
Allah melihat, maka pada akhirnya, kita diajar untuk mengerti bahwa Susah itu 
Ada Gunanya, bukan seperti ajaran dunia bahwa susah itu tidak ada gunanya.
   
  Sekadar sharing pribadi, ketika membaca buku ini di setiap bab, Tuhan 
mencerahkan hati dan pikiran saya melalui kumpulan khotbah hamba-Nya, Pdt. 
Yohan Candawasa ini. Dalam buku ini, Tuhan mengajar saya banyak hal baik 
melalui uraian beliau maupun ilustrasi yang beliau paparkan. Itulah yang saya 
sukai ketika saya membaca buku-buku hasil kumpulan khotbah Pdt. Yohan 
Candawasa. Selain pemaparan eksposisi singkat, beliau menajamkan dan mengajar 
dengan cerita-cerita dan ilustrasi-ilustrasi yang menyentuh hati. Berarti, ada 
penggabungan antara doktrin yang sehat dan implikasinya yang menyentuh hati 
baik melalui cerita maupun ilustrasi. Buku ini adalah buku kedua dari Pdt. 
Yohan Candawasa yang saya baca. Buku pertama yang saya baca: Merupa Hidup Dalam 
Rupa-Nya. Biarlah buku Mendapatkan-Mu Dalam Kehilanganku dari hamba-Nya ini 
menyentuh hati kita, mengubah paradigma kita tentang penderitaan, dan 
mengarahkan kita untuk tetap melihat rencana dan kehendak Allah di balik setiap
 penderitaan kita. Soli Deo Gloria.


   
   
   
   
   
  Profil Pdt. Yohan Candawasa:
  Pdt. Yohan Candawasa, S.Th. dilahirkan pada tanggal 11 Maret 1960. Selulus 
SMA, beliau melanjutkan studi di Seminari Alkitab Asia Tenggara (SAAT) Malang, 
sebagai jawaban atas panggilan Tuhan baginya.
  Beliau mendalami studi Biblika dan Eklesiologi yang kemudian dituangkan dalam 
skripsinya.
  Kerinduannya untuk membina jemaat Tuhan dinyatakan selama pelayanan di Gereja 
Kristen Abdiel Elyon, Surabaya (1985-1987) dan juga Gereja Kristen Immanuel 
Bandung (1988-1996). Selama pelayanan tersebut, beliau berkesempatan 
mengunjungi RRC dalam rangka perjalanan misi. Dalam kunjungan tersebut, beliau 
memperoleh beban pelayanan dari Tuhan untuk menggumuli penginjilan di RRC.
  Beliau menikah dengan Stephanie, dan telah dikaruniai seorang putra bernama 
Yeiel Candawasa.
  Tahun 1996-1997 beliau melayani sebagai Gembala Sidang di Mimbar Reformed 
Injili di Taipei. Kemudia tahun 1998-1999 beliau melayani di Gereja Reformed 
Injili Indonesia (GRII)-Granada Jakarta.
  Mulai tahun 2000 beliau melayani di CCM (Care for China Ministry). Selain 
itu, beliau juga mengajar di Sekolah Tinggi Theologi Reformed Injili Indonesia 
(STTRII) Jakarta.


""Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di 
depan mata, tetapi TUHAN melihat hati." 
(1Sam. 16:7b)

       
---------------------------------
  Dapatkan nama yang Anda sukai!  
Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail.com.

Kirim email ke