From: FRS Sowong 

Dari Isi Hati TUHAN
Bacaan : 1 Korintus 13 : 1–8 

13:1. Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa 
malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang 
berkumandang dan canang yang gemerincing.
13:2 Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala 
rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang 
sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku 
sama sekali tidak berguna.
13:3 Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan 
menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, 
sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku.
13:4. Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak 
memegahkan diri dan tidak sombong.
13:5 Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri 
sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.
13:6 Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.
13:7 Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala 
sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.
13:8. Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; 
pengetahuan akan lenyap.
--------------------------------------------------
KS-ILT
1Kor 13:1 Jika aku dapat berbicara dengan bahasa-bahasa manusia dan para 
malaikat, tetapi aku tidak memiliki kasih, aku telah menjadi gong yang 
berdegung atau canang yang gemerencang.
13:2 Dan jika aku beroleh nubuat dan mengetahui segala rahasia dan seluruh 
pengetahuan, bahkan jika aku memiliki seluruh iman untuk memindahkan gunung; 
tetapi aku tidak memiliki kasih, aku bukanlah apa-apa.
13:3 Dan sekalipun aku memberi makan dari segala yang ada padaku, bahkan 
walaupun aku menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi aku tidak memiliki 
kasih, aku tidak diuntungkan apa pun.
13:4 Kasih itu berpanjang sabar, ia bermurah hati. Kasih tidak cemburu. Kasih 
tidak menyombongkan diri, ia tidak memegahkan diri;
13:5 ia tidak berbuat yang tidak pantas, ia tidak mencari sesuatu bagi dirinya 
sendiri, ia tidak menghasut, ia tidak menghitung-hitung yang jahat;
13:6 ia tidak bersukacita atas ketidakadilan, tetapi turut bersukacita dengan 
kebenaran.
13:7 Ia menanggung semuanya, percaya semuanya, mengharapkan semuanya, ia tabah 
menanggung semuanya.
13:8 Kasih tidak pernah hilang, tetapi, baik nubuat, ia akan ditiadakan, maupun 
bahasa lidah, ia akan berhenti, bahkan pengetahuan, ia akan dilenyapkan.

Satu hal yang harus dimengerti dan dipahami adalah bahwa kebaikan yang dimiliki 
orang percaya haruslah kebaikan yang menurut standar Elohim. Itu bukan diukur 
dari apa dan bagaimana kebaikan itu, tetapi apakah motivasi perbuatan itu, 
berangkat dari isi hati Elohim atau kehendak manusia? Sebab selama ini yang 
menjadi ukuran berbuat baik adalah jika perbuatan kita membuat orang senang: 
orang lapar diberi makanan sehingga kenyang, orang telanjang diberi baju 
sehingga berpakaian. Sesederhana itu, padahal membuat orang lain senang belum 
tentu baik. Baik di sini menurut ukuran Elohim tentunya.

Kalau kebaikan berangkat dari isi hati dan pertimbangan manusia, misalnya 
menyenangkan orang lain, itu belum tentu berarti dia orang baik. Tetapi bila 
perbuatan baik yang kita lakukan berangkat dari isi hati Elohim, maka orang itu 
pasti adalah orang baik.

Kepada jemaat di Korintus, RasulPaulus menjelaskan mengenai kasih. Apa itu 
kasih?
… sekalipun membagi-bagikan segala sesuatu… sekalipun menyerahkan tubuh untuk 
dibakar, tanpa kasih sia-sia." Tidakkah ini membingungkan?

Kasih itu bukan sekadar perbuatan baik. Belum tentu perbuatan baik itu adalah 
tindakan kasih. Kasih adalah semua tindakan yang berangkat dari hati Elohim. 
Ingat ketika pemimpin yang kaya datang kepada Elohim Yesusdan berkata, "Guru 
yang baik," (Luk. 18:18) lalu Yesus menyahut, "Tidak ada yang baik selain 
Elohim." 
----------------------------------------------
Luk 18:18 Dan ada seorang pemimpin menanyai Dia sambil berkata, "Guru yang 
baik, dengan melakukan apa aku akan mewarisi hidup yang kekal?"

Ini bukan berarti Yesus tidak baik; tetapi Yesus ingin meluruskan pandangan 
orang itu, bahwa hanya tindakan yang berangkat dari hati Elohim lah yang baik; 
kebaikan itu tidak seperti apa yang dianggap orang itu. Jadikalau ada tindakan 
yang tidak sesuai dengan pikiran Elohim, itu tidak baik, itu pasti kejahatan di 
mata Elohim, apa pun perbuatan itu. "Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak 
mengenal Elohim, sebab Elohim adalah kasih." (1Yoh. 4:8) Berarti semua tindakan 
di luar pikiran dan kehendak Elohim, pasti bukan kasih, pasti tidak baik, pasti 
kejahatan.
--------------------------------------------------
1Yoh 4:8 Siapa yang tidak mengasihi, dia tidak mengenal Elohim, karena Elohim 
adalah kasih.

Jadi jangan heran kalau ada orang yang misalnya bisa bernubuat, memberikan 
seluruh hartanya, atau mengorbankan dirinya untuk dibakar. Bila tidak sesuai 
dengan kehendak dan isi hati Elohim, berarti itu tanpa kasih, sia-sia belaka, 
tidak baik. Jadi untuk memiliki perbuatan baik, marilah kita bukan sekadar 
belajar moral dan budi pekerti, tetapi lebih dari itu, mari belajar semakin 
mengenal isi hati Elohim.

Dimodifikasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit. 
==================================== 
From: FRS Sowong 

Berjuang
Bacaan : Lukas 13 : 24; 23 : 39–43

13:24 Jawab Yesus kepada orang-orang di situ: "Berjuanglah untuk masuk melalui 
pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha 
untuk masuk, tetapi tidak akan dapat.

23:39 Seorang dari penjahat yang di gantung itu menghujat Dia, katanya: 
"Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!"
23:40 Tetapi yang seorang menegor dia, katanya: "Tidakkah engkau takut, juga 
tidak kepada Elohim, sedang engkau menerima hukuman yang sama?
23:41 Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal 
dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah."
23:42 Lalu ia berkata: "Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai 
Raja."
23:43 Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga 
engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus."
-------------------------------------------------
KS-ILT
Luk 13:24 "Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sempit. Sebab Aku berkata 
kepadamu, banyak orang akan berusaha masuk, dan mereka tidak akan berhasil.

Luk 23:39 Dan seorang dari penjahat yang digantung itu menghujat Dia, sambil 
berkata, "Jika Engkau adalah Mesias, selamatkan diri-Mu, juga kami!"
Luk 23:40 Namun sambil menanggapi, seorang yang lain menegur kepadanya sambil 
berkata, "Tidakkah engkau takut akan Elohim sebab engkau sedang ada dalam 
hukuman yang sama?
Luk 23:41 Dan kita memang layak, sebab kita menerima hal-hal yang setimpal 
dengan apa yang telah kita perbuat, tetapi Orang ini tidak melakukan kesalahan 
apa pun."
Luk 23:42 Dan dia berkata kepada YESUS, "Tuan, ingatlah aku manakala Engkau 
datang dalam kerajaan-Mu."
Luk 23:43 Dan YESUS berkata kepadanya, "Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, hari 
ini engkau akan bersama dengan Aku di dalam firdaus."

Mengapa banyak orang Kristen menganggap bahwa yang terpenting adalah akhir 
perjalanan hidup kita? Harus diakui ini diakibatkan pengertian yang salah 
mengenai keselamatan dalam pikiran banyak orang Kristen. Keselamatan dianggap 
begitu murahan dan gampangan. Inilah yang menyebabkan banyak orang Kristen 
memiliki hidup kerohanian yang tidak bermutu. Padahal Tuhan Yesus sendiri 
berkata, "Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu!" (Luk. 13:24) 
Berjuang, atau ἀγωνίζεσθε (agōnizesthe) mengandung arti "berusaha keras", atau 
"bekerja dengan semangat menyala-nyala." 
-------------------------------------------------
Luk 13:24 "Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sempit. Sebab Aku berkata 
kepadamu, banyak orang akan berusaha masuk, dan mereka tidak akan berhasil.

Pemahaman keselamatan yang salah disebabkan juga karena interpretasi yang salah 
terhadap fragmen penyaliban, yaitu keselamatan yang diterima oleh salah 
satupenjahat yang disalib di samping Tuhan Yesus. Hanya dengan mengucap kan, 
"Ingatlah aku kalau ENGKAU datang sebagai Raja", ia sudah selamat. Sesederhana 
itukah?

Banyak orang tidak memahami bahwa penjahat tersebut memiliki sikap hati yang 
luar biasa, yang karenanya ia layak menerima keselamatan. Ini tampak dalam 
beberapa pernyataan yang diucapkannya di kayu salib tersebut: ia mengakui bahwa 
Tuhan Yesus adalah Mesias; ia mengakui Yesus berkuasa menyelamat kan dirinya di 
kekekalan; ia percaya bahwa Yesuslah Raja. Saat orang-orang—termasuk 
murid-murid Yesus—meninggalkan Tuhan Yesus, justru si penjahat inilah 
satu-satunya orang yang masih percaya pada waktu itu.

Keselamatan seseorang ditentukan oleh kesetiaannya sampai akhir, tetapi ini 
tidak hanya ditentukan oleh menit-menit terakhir. Seperti kemenangan petinju 
bukan hanya ditentukan oleh menit-menit terakhir di atas ring tinju, tetapi 
oleh hari-hari panjang saat ia mempersiapkan diri berlatih sebelum 
pertandingan.

Penjahat ini menerima dengan rela hukuman salib terhadap dirinya, sebab ia 
merasa bahwa pantas menerimanya (Luk. 23:41). Ini menunjuk pengakuan dosanya 
yang tulus dan jujur. Inilah pertobatan yang sesungguhnya, bukan pertobatan 
semu. Tidak mungkin sikap hati seperti ini dapat dimilikinya secara mendadak. 
Tentu ia telah membangunnya melalui detik, menit, jam, hari, minggu, bulan dan 
tahun-tahun yang panjang. Apa yang dilakukan penjahat ini adalah peta 
perjalanan yang telah dilaluinya. Bukan detik terakhirnyalah yang merupakan 
penentu satu-satunya untuk keselamatannya.

Keselamatan tidak murahan, tetapi membutuhkan perjuangan hidup.

Dimodifikasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit. 
========================================= 
From: FRS Sowong 

Hora, Khronos, dan Kairos
Bacaan : 2 Korintus 5 : 9–10

5:9 Sebab itu juga kami berusaha, baik kami diam di dalam tubuh ini, maupun 
kami diam di luarnya, supaya kami berkenan kepada-Nya.

5:10 Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap 
orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya 
dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat.
--------------------------------------------------
KS-ILT
2Kor 5:9 Sebab itu pula, kami memiliki keinginan kuat untuk menjadi berkenan 
kepada-Nya, entah sementara berdiam ataupun ketika keluar.
5:10 Sebab, seharusnyalah kita semua dibuat nyata di hadapan takhta pengadilan 
Kristus, sehingga tiap-tiap orang dapat menerima sesuatu pada tubuhnya, sesuai 
dengan apa yang telah dia lakukan, entah baik ataupun buruk.

Sering kita mendengar orang berkata, bahwa bukan langkah awal perjalanan yang 
menentukan, tetapi langkah akhirlah yang menentukan. Karena hampir semua orang 
setuju dengan pernyataan tersebut, maka banyak orang Kristen pun ikut-ikutan 
setuju. Benarkah pernyataan tersebut? Apakah akhir perjalanan hidup seseorang 
yang menentukan segalanya?

Pernyataan ini mengesankan bahwa hanya saat-saat terakhirlah yang menentukan 
nasib kekal seseorang. Bila konsep ini diterima, maka ada kecenderungan untuk 
tidak mulai berjaga-jaga mempersiapkan diri sebelum mendekati hari kematian 
atau menghadap takhta pengadilan Elohim. Ini sebuah kecerobohan, sebab 
seseorang tidak pernah tahu kapan saat terakhir hidupnya. Itulah sebabnya 
Elohim jarang sekali memberitahu kapan seseorang dipanggil-NYA pulang, supaya 
ia senantiasa berjaga-jaga.

Sebenarnya yang menentukan nasib kekal kita tidak hanya akhir perjalanan hidup 
kita, tetapi juga awal, pertengahan dan seluruh perjalanan hidupnya. Jangan 
kita berpikir bahwa awal dan pertengahan perjalanan hidup tidak sepenting 
akhirnya. 
Seluruh waktu yang tersedia adalah kesempatan menyiapkan diri bertemu dengan 
Sang Hakim Agung. Ini berarti setiap saat pun kita harus siap menghadap Elohim 
untuk mempertanggungjawabkan seluruh kehidupan kita selama di dunia.

Dalam bahasa Yunani ada beberapa kata yang dapat diterjemahkan menjadi 
"waktu" dalam bahasa Indonesia. Pertama, ὥρα (hóra). Kata ini merujuk waktu 
dalam pengertian durasinya (panjang pendeknya, lama singkatnya). Kita harus 
memperhatikan bahwa durasi waktu hidup kita sangat singkat. Kedua, χρόνος 
(khrónos), artinya waktu dalam pengertian urut-urutannya. Kata ini merupakan 
akar kata "kronologi". Dalam kebijaksanaan Elohim, IA telah merancang segala 
sesuatunya indah. Rancangan-Nya tersebut seperti kurikulum universitas yang 
dirancang, agar mahasiswa dapat menjadi lulusan yang berkualitas. Sedangkan 
kata ketiga adalah καιρός (kairós), yang berarti momentum. Ada saat-saat yang 
berharga dan sangat berarti dalam kehidupan ini dimana Elohim menggarap 
seseorang.

Tiga kata untuk waktu ini mengisyaratkan bahwa seluruh perjalanan waktu idup 
ini penting. Bukan hanya awal perjalanan yang penting, tetapi juga seluruh hóra 
(durasi), khrónos (urut-urutan kejadian) dan kairós (momentum atau kesempatan) 
yang Elohim sediakan bagi kita guna proses pendewasaan kita. Oleh karena itu, 
kita harus memahami betapa berharganya setiap detik waktu kita.

Dimodifikasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit. 
========================================= 
From: FRS Sowong 

Untuk Kesenangan Sendiri
Bacaan : 1 Korintus 15 : 31–32

15:31Saudara-saudara, tiap-tiap hari aku berhadapan dengan maut. Demi 
kebanggaanku akan kamu dalam Kristus Yesus, Tuhan kita, aku katakan, bahwahal 
ini benar.
15:32 Kalau hanya berdasarkan pertimbangan-pertimbangan manusia saja aku telah 
berjuang melawan binatang buas di Efesus, apakah gunanya hal itu bagiku? Jika 
orang matitidak dibangkitkan, maka "marilah kita makan dan minum, sebab besok 
kita mati".
--------------------------------------------------
KS-ILT
1Kor 15:31 Sepanjang hari aku mati oleh kemegahanku yang aku miliki di dalam 
Kristus YESUS Tuhan kita.
15:32 Jika aku telah bertarung dengan binatang buas secara manusia di Efesus, 
apakah untungnya bagiku jika yang mati tidak dibangkitkan? Marilah kita makan 
dan marilah kita minum, sebab besok kita mati.

Biasanya orang hidup hanya untuk memiliki sebuah kehidupan seperti yang 
dikehendakinya atau yang diinginkannya. Ukuran hidup yang diinginkannya 
tersebut adalah gaya hidupmanusia di sekitarnya. Standar hidup yang dimiliki 
umumnya antara lain: sekolah, kuliah, berpendidikan dan bergelar, mencari 
nafkah, menemukan pasangan hidup, punya anak, membesarkan anak, mencari 
menantu, menjaga cucu dan lain sebagainya. Jadi banyak orang menjalani 
hari-hari hidupnya hanya untuk mengejar standar hidup ini dan memperjuangkan 
nya mati-matian tanpa batas selama hidupnya. Inilah yang Paulus maksudkan 
dengan "Marilah makan dan minum, sebab besok kita mati." (ay. 32).

Dalam rangka meraih standar hidup seperti itulah seorang yang beragama 
berurusan dengan Elohim. Ia menjadikan Elohim sebagai andalan untuk meraih 
standar hidup tersebut. Orang-orang seperti ini berurusan dengan Elohim bukan 
untuk kepentingan Elohim; bukan untuk kemuliaan Elohim. Mereka berurusan dengan 
Elohim untuk kepentingannya sendiri, kemuliaannya sendiri; agar Elohim 
melapangkan rezekinya, memberi kesenangan baginya. Ini sudah jadi praktik lazim 
di agama-agama di dunia ini. Kebanyakan orang Kristen pun demikian adanya, 
karena dipicu oleh pengajaran yang salah. Akibat penyesatan yang semakin 
merajalela, pola pikir yang salah itu semakin tertanam di hati dan 
pikiran banyak orang Kristen hari ini.

Sesungguhnya, pola pikir itu jauh dari yang Elohim inginkan. Cara berpikir yang 
salah ini amat menyedihkan hati-NYA. IA mau meningkatkan kualitas hidup kita 
sesuai dengan yang dikehendaki-NYA, tetapi IA sedih manakala kita mendorong 
-NYA memasuki bisnis atau urusan kita tanpa peduli rencana Elohim. Itu sama 
dengan berusaha memanfaatkan Elohim agar memberi kemuliaan kepada kita.

Itulah sebabnya Yesus berkata, "Kamu mencari Aku… karena kamu telah makan roti 
sehingga kenyang." (Yoh 6:26) Dengan kata lain, "Kamu lebih mementingkan 
perutmu daripada rencana-KU. AKU datang untuk memberi hidup-KU tetapi kamu 
masih mempertahankan hidupmu sendiri (mencari kesenangan sendiri)". Bukankah 
banyak di antara kita yang masih berkualitas serendah ini? Bila kita disadarkan 
saat ini, segeralah kita bertobat. Berhentilah menjadikan Elohim sekadar 
penopang untuk pemenuhan kebutuhan jasmani. Berhentilah 
mengeksploitasi DIA. Jadikan DIA Elohim, Majikan Agungkita, dan lakukan 
segalanya untuk kepentingan DIA, untuk rencana-NYA. Dan kita pun akan meraih 
hidup yang berkualitas, sesuai dengan standar yang dikehendaki-NYA.
------------------------------------------------
Yoh 6:26 YESUS menjawab dan berkata kepada mereka, "Sesungguh-sungguhnya Aku 
berkata kepadamu, kamu mencari Aku bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, 
melainkan karena kamu telah makan dari roti itu dan kamu telah dikenyangkan.

Dimodifikasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit. 
========================================= 
From: FRS Sowong 

Bisa Menemukan Elohim
Bacaan : Yohanes 1 : 12–13

1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi 
anak-anak Elohim, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;
1:13 orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan 
pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Elohim.
-----------------------------------------------
Yoh 1:12 Namun, berapa banyak orang yang telah menerima Dia, kepada mereka Dia 
telah memberikan otoritas untuk menjadi anak-anak Elohim, yaitu kepada mereka 
yang percaya dalam Nama-Nya,
1:13 mereka yang telah dilahirkan bukan dari darah dan bukan dari keinginan 
daging bahkan bukan dari keinginan seorang pria, melainkan dari Elohim.

Ada seseorang yang bercerita kepada penulis tentang kebaikan orang tuanya, 
sebagai berikut. "Saya merasa orang tua yang melahirkan saya adalah orang tua 
yang sangat baik. Ketika saya masih muda, sejak masih kanak-kanak, saya melihat 
orang tua saya menolong orang lain. Bagaimana mereka menampung pengungsi, 
sehingga rumah kami penuh dengan para pengungsi. Saat zaman G30S/PKI, ada 
orang-orang yang ditolong oleh orang tua saya; itu dilakukan mereka dengan 
tulus. Orang tua saya marah kalau anak-anaknya naik ke pohon mengambil sarang 
burung dan anak-anak burung. Ayah saya akan memaksa saya untuk naik kembali ke 
pohon itu untuk mengembalikan sarang dan anak-anak burung tersebut. Saya juga 
ingat ketika orang tua saya marah karena kami, anak-anaknya, mencoba menembak 
burung. 
Katanya, ‘Biarkan saja burung itu terbang, ia kan juga makhluk hidup yang 
berhak bebas hidup.’ 
Orangtua saya mewariskan kebaikan-kebaikan itu kepada saya. Dan tentu kebaikan 
seperti itu dimiliki oleh banyak orang, tidak hanya dimiliki oleh orang 
Kristen. Bahkan ada kebaikan-kebaikan yang sejenis ini yang melebihi dari apa 
yang dilakukan orang tua saya. Ini teladan kepada saya."

Banyak orang non-Kristen pun bisa berbuat baik dengan kebaikan sejenis itu, 
bahkan lebih. Namun kebaikan yang Elohim kehendaki adalah suatu kebaikan yang 
bisa membuat orang menemukan Elohim yang benar. Bisa menggiring orang untuk 
terkonsentrasi dan terfokus kepada Elohim yang benar, dan akhirnya bisa membuat 
mereka diselamatkan. Kebaikan seperti inilah yang dikehendaki Elohim untuk kita 
miliki. Tentu ini sebuah kebaikan yang bukan saja mengagumkan atau menakjubkan, 
tetapi tidak membuat orang menghargai kita lebih daripada menghargai Elohim. 
Orang terfokus kepada Elohim, bukan kepada si pembuat kebaikan itu.

Kebaikan macam apakah yang selain menakjubkan, mengagumkan, terlebih lagi, 
membuat orang memandang Elohim? Di sinilah kita harus belajar. Kebaikan yang 
diajarkan orang tua kita belum cukup. Kebaikan yang ideal adalah kebaikan yang 
dikehendaki Elohim, seperti BAPA di Surga. 
Oleh sebab itu dalam Yoh. 1:12–13 dikatakan, "Kita diberi kuasa menjadi 
anak-anak Elohim…" 
Maksudnya, bahwa kita dilahirkan dari Elohim. Dengan kata lain, kalau di dunia 
ini kita menerima DNA dari orang tua kita dan sekaligus pendidikan untuk bisa 
berbuat kebaikan seperti filosofi ayah ibu kita di dunia, sekarang kita 
menerima "DNA" dan pendidikan dari Elohim Semesta Alam. Dari DNA itu kita 
memiliki unsur-unsur karakter yang dimiliki oleh BAPA di Surga. Kebaikan sejati 
itulah yang Elohim kehendaki, kebaikan yang berasal dari DNA dan pendidikan 
Elohim Semesta Alam.

Dimodifikasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penulis.

Kirim email ke