From: FRS Sowong Dari Isi Hati TUHAN Bacaan : 1 Korintus 13 : 1–8
13:1. Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing. 13:2 Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna. 13:3 Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku. 13:4. Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. 13:5 Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. 13:6 Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. 13:7 Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. 13:8. Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap. -------------------------------------------------- KS-ILT 1Kor 13:1 Jika aku dapat berbicara dengan bahasa-bahasa manusia dan para malaikat, tetapi aku tidak memiliki kasih, aku telah menjadi gong yang berdegung atau canang yang gemerencang. 13:2 Dan jika aku beroleh nubuat dan mengetahui segala rahasia dan seluruh pengetahuan, bahkan jika aku memiliki seluruh iman untuk memindahkan gunung; tetapi aku tidak memiliki kasih, aku bukanlah apa-apa. 13:3 Dan sekalipun aku memberi makan dari segala yang ada padaku, bahkan walaupun aku menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi aku tidak memiliki kasih, aku tidak diuntungkan apa pun. 13:4 Kasih itu berpanjang sabar, ia bermurah hati. Kasih tidak cemburu. Kasih tidak menyombongkan diri, ia tidak memegahkan diri; 13:5 ia tidak berbuat yang tidak pantas, ia tidak mencari sesuatu bagi dirinya sendiri, ia tidak menghasut, ia tidak menghitung-hitung yang jahat; 13:6 ia tidak bersukacita atas ketidakadilan, tetapi turut bersukacita dengan kebenaran. 13:7 Ia menanggung semuanya, percaya semuanya, mengharapkan semuanya, ia tabah menanggung semuanya. 13:8 Kasih tidak pernah hilang, tetapi, baik nubuat, ia akan ditiadakan, maupun bahasa lidah, ia akan berhenti, bahkan pengetahuan, ia akan dilenyapkan. Satu hal yang harus dimengerti dan dipahami adalah bahwa kebaikan yang dimiliki orang percaya haruslah kebaikan yang menurut standar Elohim. Itu bukan diukur dari apa dan bagaimana kebaikan itu, tetapi apakah motivasi perbuatan itu, berangkat dari isi hati Elohim atau kehendak manusia? Sebab selama ini yang menjadi ukuran berbuat baik adalah jika perbuatan kita membuat orang senang: orang lapar diberi makanan sehingga kenyang, orang telanjang diberi baju sehingga berpakaian. Sesederhana itu, padahal membuat orang lain senang belum tentu baik. Baik di sini menurut ukuran Elohim tentunya. Kalau kebaikan berangkat dari isi hati dan pertimbangan manusia, misalnya menyenangkan orang lain, itu belum tentu berarti dia orang baik. Tetapi bila perbuatan baik yang kita lakukan berangkat dari isi hati Elohim, maka orang itu pasti adalah orang baik. Kepada jemaat di Korintus, RasulPaulus menjelaskan mengenai kasih. Apa itu kasih? … sekalipun membagi-bagikan segala sesuatu… sekalipun menyerahkan tubuh untuk dibakar, tanpa kasih sia-sia." Tidakkah ini membingungkan? Kasih itu bukan sekadar perbuatan baik. Belum tentu perbuatan baik itu adalah tindakan kasih. Kasih adalah semua tindakan yang berangkat dari hati Elohim. Ingat ketika pemimpin yang kaya datang kepada Elohim Yesusdan berkata, "Guru yang baik," (Luk. 18:18) lalu Yesus menyahut, "Tidak ada yang baik selain Elohim." ---------------------------------------------- Luk 18:18 Dan ada seorang pemimpin menanyai Dia sambil berkata, "Guru yang baik, dengan melakukan apa aku akan mewarisi hidup yang kekal?" Ini bukan berarti Yesus tidak baik; tetapi Yesus ingin meluruskan pandangan orang itu, bahwa hanya tindakan yang berangkat dari hati Elohim lah yang baik; kebaikan itu tidak seperti apa yang dianggap orang itu. Jadikalau ada tindakan yang tidak sesuai dengan pikiran Elohim, itu tidak baik, itu pasti kejahatan di mata Elohim, apa pun perbuatan itu. "Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Elohim, sebab Elohim adalah kasih." (1Yoh. 4:8) Berarti semua tindakan di luar pikiran dan kehendak Elohim, pasti bukan kasih, pasti tidak baik, pasti kejahatan. -------------------------------------------------- 1Yoh 4:8 Siapa yang tidak mengasihi, dia tidak mengenal Elohim, karena Elohim adalah kasih. Jadi jangan heran kalau ada orang yang misalnya bisa bernubuat, memberikan seluruh hartanya, atau mengorbankan dirinya untuk dibakar. Bila tidak sesuai dengan kehendak dan isi hati Elohim, berarti itu tanpa kasih, sia-sia belaka, tidak baik. Jadi untuk memiliki perbuatan baik, marilah kita bukan sekadar belajar moral dan budi pekerti, tetapi lebih dari itu, mari belajar semakin mengenal isi hati Elohim. Dimodifikasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit. ==================================== From: FRS Sowong Berjuang Bacaan : Lukas 13 : 24; 23 : 39–43 13:24 Jawab Yesus kepada orang-orang di situ: "Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat. 23:39 Seorang dari penjahat yang di gantung itu menghujat Dia, katanya: "Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!" 23:40 Tetapi yang seorang menegor dia, katanya: "Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Elohim, sedang engkau menerima hukuman yang sama? 23:41 Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah." 23:42 Lalu ia berkata: "Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja." 23:43 Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus." ------------------------------------------------- KS-ILT Luk 13:24 "Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sempit. Sebab Aku berkata kepadamu, banyak orang akan berusaha masuk, dan mereka tidak akan berhasil. Luk 23:39 Dan seorang dari penjahat yang digantung itu menghujat Dia, sambil berkata, "Jika Engkau adalah Mesias, selamatkan diri-Mu, juga kami!" Luk 23:40 Namun sambil menanggapi, seorang yang lain menegur kepadanya sambil berkata, "Tidakkah engkau takut akan Elohim sebab engkau sedang ada dalam hukuman yang sama? Luk 23:41 Dan kita memang layak, sebab kita menerima hal-hal yang setimpal dengan apa yang telah kita perbuat, tetapi Orang ini tidak melakukan kesalahan apa pun." Luk 23:42 Dan dia berkata kepada YESUS, "Tuan, ingatlah aku manakala Engkau datang dalam kerajaan-Mu." Luk 23:43 Dan YESUS berkata kepadanya, "Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, hari ini engkau akan bersama dengan Aku di dalam firdaus." Mengapa banyak orang Kristen menganggap bahwa yang terpenting adalah akhir perjalanan hidup kita? Harus diakui ini diakibatkan pengertian yang salah mengenai keselamatan dalam pikiran banyak orang Kristen. Keselamatan dianggap begitu murahan dan gampangan. Inilah yang menyebabkan banyak orang Kristen memiliki hidup kerohanian yang tidak bermutu. Padahal Tuhan Yesus sendiri berkata, "Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu!" (Luk. 13:24) Berjuang, atau ἀγωνίζεσθε (agōnizesthe) mengandung arti "berusaha keras", atau "bekerja dengan semangat menyala-nyala." ------------------------------------------------- Luk 13:24 "Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sempit. Sebab Aku berkata kepadamu, banyak orang akan berusaha masuk, dan mereka tidak akan berhasil. Pemahaman keselamatan yang salah disebabkan juga karena interpretasi yang salah terhadap fragmen penyaliban, yaitu keselamatan yang diterima oleh salah satupenjahat yang disalib di samping Tuhan Yesus. Hanya dengan mengucap kan, "Ingatlah aku kalau ENGKAU datang sebagai Raja", ia sudah selamat. Sesederhana itukah? Banyak orang tidak memahami bahwa penjahat tersebut memiliki sikap hati yang luar biasa, yang karenanya ia layak menerima keselamatan. Ini tampak dalam beberapa pernyataan yang diucapkannya di kayu salib tersebut: ia mengakui bahwa Tuhan Yesus adalah Mesias; ia mengakui Yesus berkuasa menyelamat kan dirinya di kekekalan; ia percaya bahwa Yesuslah Raja. Saat orang-orang—termasuk murid-murid Yesus—meninggalkan Tuhan Yesus, justru si penjahat inilah satu-satunya orang yang masih percaya pada waktu itu. Keselamatan seseorang ditentukan oleh kesetiaannya sampai akhir, tetapi ini tidak hanya ditentukan oleh menit-menit terakhir. Seperti kemenangan petinju bukan hanya ditentukan oleh menit-menit terakhir di atas ring tinju, tetapi oleh hari-hari panjang saat ia mempersiapkan diri berlatih sebelum pertandingan. Penjahat ini menerima dengan rela hukuman salib terhadap dirinya, sebab ia merasa bahwa pantas menerimanya (Luk. 23:41). Ini menunjuk pengakuan dosanya yang tulus dan jujur. Inilah pertobatan yang sesungguhnya, bukan pertobatan semu. Tidak mungkin sikap hati seperti ini dapat dimilikinya secara mendadak. Tentu ia telah membangunnya melalui detik, menit, jam, hari, minggu, bulan dan tahun-tahun yang panjang. Apa yang dilakukan penjahat ini adalah peta perjalanan yang telah dilaluinya. Bukan detik terakhirnyalah yang merupakan penentu satu-satunya untuk keselamatannya. Keselamatan tidak murahan, tetapi membutuhkan perjuangan hidup. Dimodifikasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit. ========================================= From: FRS Sowong Hora, Khronos, dan Kairos Bacaan : 2 Korintus 5 : 9–10 5:9 Sebab itu juga kami berusaha, baik kami diam di dalam tubuh ini, maupun kami diam di luarnya, supaya kami berkenan kepada-Nya. 5:10 Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat. -------------------------------------------------- KS-ILT 2Kor 5:9 Sebab itu pula, kami memiliki keinginan kuat untuk menjadi berkenan kepada-Nya, entah sementara berdiam ataupun ketika keluar. 5:10 Sebab, seharusnyalah kita semua dibuat nyata di hadapan takhta pengadilan Kristus, sehingga tiap-tiap orang dapat menerima sesuatu pada tubuhnya, sesuai dengan apa yang telah dia lakukan, entah baik ataupun buruk. Sering kita mendengar orang berkata, bahwa bukan langkah awal perjalanan yang menentukan, tetapi langkah akhirlah yang menentukan. Karena hampir semua orang setuju dengan pernyataan tersebut, maka banyak orang Kristen pun ikut-ikutan setuju. Benarkah pernyataan tersebut? Apakah akhir perjalanan hidup seseorang yang menentukan segalanya? Pernyataan ini mengesankan bahwa hanya saat-saat terakhirlah yang menentukan nasib kekal seseorang. Bila konsep ini diterima, maka ada kecenderungan untuk tidak mulai berjaga-jaga mempersiapkan diri sebelum mendekati hari kematian atau menghadap takhta pengadilan Elohim. Ini sebuah kecerobohan, sebab seseorang tidak pernah tahu kapan saat terakhir hidupnya. Itulah sebabnya Elohim jarang sekali memberitahu kapan seseorang dipanggil-NYA pulang, supaya ia senantiasa berjaga-jaga. Sebenarnya yang menentukan nasib kekal kita tidak hanya akhir perjalanan hidup kita, tetapi juga awal, pertengahan dan seluruh perjalanan hidupnya. Jangan kita berpikir bahwa awal dan pertengahan perjalanan hidup tidak sepenting akhirnya. Seluruh waktu yang tersedia adalah kesempatan menyiapkan diri bertemu dengan Sang Hakim Agung. Ini berarti setiap saat pun kita harus siap menghadap Elohim untuk mempertanggungjawabkan seluruh kehidupan kita selama di dunia. Dalam bahasa Yunani ada beberapa kata yang dapat diterjemahkan menjadi "waktu" dalam bahasa Indonesia. Pertama, ὥρα (hóra). Kata ini merujuk waktu dalam pengertian durasinya (panjang pendeknya, lama singkatnya). Kita harus memperhatikan bahwa durasi waktu hidup kita sangat singkat. Kedua, χρόνος (khrónos), artinya waktu dalam pengertian urut-urutannya. Kata ini merupakan akar kata "kronologi". Dalam kebijaksanaan Elohim, IA telah merancang segala sesuatunya indah. Rancangan-Nya tersebut seperti kurikulum universitas yang dirancang, agar mahasiswa dapat menjadi lulusan yang berkualitas. Sedangkan kata ketiga adalah καιρός (kairós), yang berarti momentum. Ada saat-saat yang berharga dan sangat berarti dalam kehidupan ini dimana Elohim menggarap seseorang. Tiga kata untuk waktu ini mengisyaratkan bahwa seluruh perjalanan waktu idup ini penting. Bukan hanya awal perjalanan yang penting, tetapi juga seluruh hóra (durasi), khrónos (urut-urutan kejadian) dan kairós (momentum atau kesempatan) yang Elohim sediakan bagi kita guna proses pendewasaan kita. Oleh karena itu, kita harus memahami betapa berharganya setiap detik waktu kita. Dimodifikasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit. ========================================= From: FRS Sowong Untuk Kesenangan Sendiri Bacaan : 1 Korintus 15 : 31–32 15:31Saudara-saudara, tiap-tiap hari aku berhadapan dengan maut. Demi kebanggaanku akan kamu dalam Kristus Yesus, Tuhan kita, aku katakan, bahwahal ini benar. 15:32 Kalau hanya berdasarkan pertimbangan-pertimbangan manusia saja aku telah berjuang melawan binatang buas di Efesus, apakah gunanya hal itu bagiku? Jika orang matitidak dibangkitkan, maka "marilah kita makan dan minum, sebab besok kita mati". -------------------------------------------------- KS-ILT 1Kor 15:31 Sepanjang hari aku mati oleh kemegahanku yang aku miliki di dalam Kristus YESUS Tuhan kita. 15:32 Jika aku telah bertarung dengan binatang buas secara manusia di Efesus, apakah untungnya bagiku jika yang mati tidak dibangkitkan? Marilah kita makan dan marilah kita minum, sebab besok kita mati. Biasanya orang hidup hanya untuk memiliki sebuah kehidupan seperti yang dikehendakinya atau yang diinginkannya. Ukuran hidup yang diinginkannya tersebut adalah gaya hidupmanusia di sekitarnya. Standar hidup yang dimiliki umumnya antara lain: sekolah, kuliah, berpendidikan dan bergelar, mencari nafkah, menemukan pasangan hidup, punya anak, membesarkan anak, mencari menantu, menjaga cucu dan lain sebagainya. Jadi banyak orang menjalani hari-hari hidupnya hanya untuk mengejar standar hidup ini dan memperjuangkan nya mati-matian tanpa batas selama hidupnya. Inilah yang Paulus maksudkan dengan "Marilah makan dan minum, sebab besok kita mati." (ay. 32). Dalam rangka meraih standar hidup seperti itulah seorang yang beragama berurusan dengan Elohim. Ia menjadikan Elohim sebagai andalan untuk meraih standar hidup tersebut. Orang-orang seperti ini berurusan dengan Elohim bukan untuk kepentingan Elohim; bukan untuk kemuliaan Elohim. Mereka berurusan dengan Elohim untuk kepentingannya sendiri, kemuliaannya sendiri; agar Elohim melapangkan rezekinya, memberi kesenangan baginya. Ini sudah jadi praktik lazim di agama-agama di dunia ini. Kebanyakan orang Kristen pun demikian adanya, karena dipicu oleh pengajaran yang salah. Akibat penyesatan yang semakin merajalela, pola pikir yang salah itu semakin tertanam di hati dan pikiran banyak orang Kristen hari ini. Sesungguhnya, pola pikir itu jauh dari yang Elohim inginkan. Cara berpikir yang salah ini amat menyedihkan hati-NYA. IA mau meningkatkan kualitas hidup kita sesuai dengan yang dikehendaki-NYA, tetapi IA sedih manakala kita mendorong -NYA memasuki bisnis atau urusan kita tanpa peduli rencana Elohim. Itu sama dengan berusaha memanfaatkan Elohim agar memberi kemuliaan kepada kita. Itulah sebabnya Yesus berkata, "Kamu mencari Aku… karena kamu telah makan roti sehingga kenyang." (Yoh 6:26) Dengan kata lain, "Kamu lebih mementingkan perutmu daripada rencana-KU. AKU datang untuk memberi hidup-KU tetapi kamu masih mempertahankan hidupmu sendiri (mencari kesenangan sendiri)". Bukankah banyak di antara kita yang masih berkualitas serendah ini? Bila kita disadarkan saat ini, segeralah kita bertobat. Berhentilah menjadikan Elohim sekadar penopang untuk pemenuhan kebutuhan jasmani. Berhentilah mengeksploitasi DIA. Jadikan DIA Elohim, Majikan Agungkita, dan lakukan segalanya untuk kepentingan DIA, untuk rencana-NYA. Dan kita pun akan meraih hidup yang berkualitas, sesuai dengan standar yang dikehendaki-NYA. ------------------------------------------------ Yoh 6:26 YESUS menjawab dan berkata kepada mereka, "Sesungguh-sungguhnya Aku berkata kepadamu, kamu mencari Aku bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan dari roti itu dan kamu telah dikenyangkan. Dimodifikasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit. ========================================= From: FRS Sowong Bisa Menemukan Elohim Bacaan : Yohanes 1 : 12–13 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Elohim, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; 1:13 orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Elohim. ----------------------------------------------- Yoh 1:12 Namun, berapa banyak orang yang telah menerima Dia, kepada mereka Dia telah memberikan otoritas untuk menjadi anak-anak Elohim, yaitu kepada mereka yang percaya dalam Nama-Nya, 1:13 mereka yang telah dilahirkan bukan dari darah dan bukan dari keinginan daging bahkan bukan dari keinginan seorang pria, melainkan dari Elohim. Ada seseorang yang bercerita kepada penulis tentang kebaikan orang tuanya, sebagai berikut. "Saya merasa orang tua yang melahirkan saya adalah orang tua yang sangat baik. Ketika saya masih muda, sejak masih kanak-kanak, saya melihat orang tua saya menolong orang lain. Bagaimana mereka menampung pengungsi, sehingga rumah kami penuh dengan para pengungsi. Saat zaman G30S/PKI, ada orang-orang yang ditolong oleh orang tua saya; itu dilakukan mereka dengan tulus. Orang tua saya marah kalau anak-anaknya naik ke pohon mengambil sarang burung dan anak-anak burung. Ayah saya akan memaksa saya untuk naik kembali ke pohon itu untuk mengembalikan sarang dan anak-anak burung tersebut. Saya juga ingat ketika orang tua saya marah karena kami, anak-anaknya, mencoba menembak burung. Katanya, ‘Biarkan saja burung itu terbang, ia kan juga makhluk hidup yang berhak bebas hidup.’ Orangtua saya mewariskan kebaikan-kebaikan itu kepada saya. Dan tentu kebaikan seperti itu dimiliki oleh banyak orang, tidak hanya dimiliki oleh orang Kristen. Bahkan ada kebaikan-kebaikan yang sejenis ini yang melebihi dari apa yang dilakukan orang tua saya. Ini teladan kepada saya." Banyak orang non-Kristen pun bisa berbuat baik dengan kebaikan sejenis itu, bahkan lebih. Namun kebaikan yang Elohim kehendaki adalah suatu kebaikan yang bisa membuat orang menemukan Elohim yang benar. Bisa menggiring orang untuk terkonsentrasi dan terfokus kepada Elohim yang benar, dan akhirnya bisa membuat mereka diselamatkan. Kebaikan seperti inilah yang dikehendaki Elohim untuk kita miliki. Tentu ini sebuah kebaikan yang bukan saja mengagumkan atau menakjubkan, tetapi tidak membuat orang menghargai kita lebih daripada menghargai Elohim. Orang terfokus kepada Elohim, bukan kepada si pembuat kebaikan itu. Kebaikan macam apakah yang selain menakjubkan, mengagumkan, terlebih lagi, membuat orang memandang Elohim? Di sinilah kita harus belajar. Kebaikan yang diajarkan orang tua kita belum cukup. Kebaikan yang ideal adalah kebaikan yang dikehendaki Elohim, seperti BAPA di Surga. Oleh sebab itu dalam Yoh. 1:12–13 dikatakan, "Kita diberi kuasa menjadi anak-anak Elohim…" Maksudnya, bahwa kita dilahirkan dari Elohim. Dengan kata lain, kalau di dunia ini kita menerima DNA dari orang tua kita dan sekaligus pendidikan untuk bisa berbuat kebaikan seperti filosofi ayah ibu kita di dunia, sekarang kita menerima "DNA" dan pendidikan dari Elohim Semesta Alam. Dari DNA itu kita memiliki unsur-unsur karakter yang dimiliki oleh BAPA di Surga. Kebaikan sejati itulah yang Elohim kehendaki, kebaikan yang berasal dari DNA dan pendidikan Elohim Semesta Alam. Dimodifikasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penulis.

