From: FRS Sowong 

Episentrum
Bacaan : Roma 10 :17

10:17Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus. 
---------------------------------------------------
KS-ILT
Rom 10:7 Atau: Siapakah yang akan turun ke dalam abyssos yaitu untuk membawa 
Kristus naik dari antara yang mati?"

Alkitab menulis bahwa iman datang dari pendengaran, dan pendengaran oleh Firman 
Kristus. Jadi seseorang memiliki iman bukan karena memuji-muji nama Elohim 
dengan nyanyian, bukan pula karena melihat dan mengalami mukjizat, tetapi 
karena mendengar Firman Kristus. 

Perhatikan, manuskrip-manuskrip Perjanjian Baruyang terbaik menulis "Firman 
Kristus" (ῥήματος Χριστοῦ, rématos Khristú), bukan Firman Elohim. Memang 
beberapa manuskrip Perjanjian Baru yang lain ada yang menulis "Firman Elohim" 
(ῥήματος θεοῦ, rématos Theú). Apa bedanya? Tidak beda, karena Kristus adalah 
Elohim. 

Hanyakalau dikatakan Firman Kristus, maka kebenaran yang dipahami umat 
Perjanjian Baru haruslah bermuara pada Perjanjian Baru. Untuk memahami lebih 
lengkap Perjanjian Baru, memang harus membedah Perjanjian Lama. Tetapi laksana 
gempa bumi, Perjanjian Baru harus menjadi episentrumnya (pusat gempanya). 

Landasan seseorang beriman kepada Tuhan adalah Firman Elohim yang tertulis di 
dalam Alkitab. Untuk itu patut dipersoalkan, berapa ayat, berapa pasal yang 
harus dibaca dan berapa khotbah yang harus di dengar sampai seseorang memiliki 
pengertian yang cukup sehingga memiliki iman yang benar. Berkenaan dengan hal 
ini, tidak sedikit orang yang merasa sudah beriman dengan benar padahal 
sebenarnya belum.

Paralel dengan hal ini, juga dikatakan, "Manusia hidup bukan dari roti saja, 
tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Elohim" (Mat. 4:4). Setiap 
Firman yang keluar dari mulut Elohim mengindikasikan kebenaran Firman Elohim 
yang dipahami secara memadai menghasilkan kehidupan rohani seseorang mengalami 
pertumbuhan secara signifikan. "Dari mulut Elohim" mengacu Firman Elohim yang 
keluar dari mulut Tuhan Yesus Kristus, yaitu Injil yang nilainya tiada tara.
----------------------------------------------
Mat 4:4 Namun seraya menanggapi, Dia berkata, "Telah tertulis: Bukan oleh roti 
saja manusia akan hidup, melainkan oleh setiap firman yang keluar melalui mulut 
YAHWEH."

Berarti Alkitab benar-benar berharga sebagai panduan jalan hidup yang harus 
digali seluas-luasnya dan sedalam-dalamnya. Jangan puas dengan mendengar 
khotbah di gereja pada hari Minggu yang hanya sesaat saja, dan lalu merasa 
bahwa telah dibekali dengan kebenaran Firman Elohim yang memadai. Sebab 
kadang-kadang saat di gereja, konsentrasi kita terganggu; atau isi pemberitaan 
Firman Elohim-nya memang tidak mudah ditangkap; atau memang khotbahnya tidak 
sesuai dengan kebenaran Alkitab. Alkitab adalah makanan rohani yang harus 
dikonsumsi secara berkesinambungan setiap hari. Mari berkomitmen untuk bangkit, 
dan dengan dorongan diri sendiri kita mengambil keputusan untuk menghargai 
Alkitab sebagai Firman Elohim dan berusaha terus menggali kekayaan yang ada di 
dalamnya. 

Hargailah kebenaran Firman Elohim yang bermuara pada Perjanjian Baru

Dimodifikasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit. 
========================================= 
Menghadapi Tantangan
Bacaan : 2 Timotius 3 : 13-17 

3:13 sedangkan orang jahat dan penipu akan bertambah jahat, mereka menyesatkan 
dan disesatkan. 
3:14 Tetapi hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau 
terima dan engkau yakini, dengan selalu mengingat orang yang telah 
mengajarkannya kepadamu. 
3:15 Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat 
memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada 
Kristus Yesus. 
3:16 Segala tulisan yang diilhamkan Elohim memang bermanfaat untuk mengajar, 
untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang 
dalam kebenaran. 
3:17 Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Elohim diperlengkapi untuk 
setiap perbuatan baik.
---------------------------------------------------
KS-ILT
2Tim 3:13 Namun, orang-orang yang jahat dan penipu, mereka akan meningkat 
semakin jahat, karena menyesatkan dan disesatkan.
3:14 Dan engkau, tetap tinggallah di dalam apa yang telah engkau pelajari dan 
telah engkau yakini, karena telah mengetahui dari siapa engkau telah 
mempelajarinya;
3:15 dan karena sejak bayi engkau telah mengenal kitab-kitab suci yang sanggup 
untuk membuat engkau bijaksana menuju keselamatan melalui iman yang ada di 
dalam Kristus YESUS.
3:16 Semua kitab diilhami Elohim dan bermanfaat untuk pengajaran, untuk 
teguran, untuk perbaikan, untuk pendidikan dalam kebenaran,
3:17 sehingga manusia ilahi dapat menjadi cocok untuk setiap pekerjaan yang 
baik, karena telah disempurnakan.

Kekristenan memang sering menghadapi tantangan. Di negara seperti Indonesia, 
kita menghadapi kenyataan bahwa agama mayoritas diberi kesempatan lebih banyak 
menyiarkan ajarannya melalui berbagai media dan sarana. Patut disadari, kondisi 
ini tentu memiliki pengaruh terhadap pola berpikir orang Kristen, khususnya 
generasi muda. 

Tantangan lain diberikan oleh media cetak, elektronik dan Internet yang sarat 
dengan konten yang tidak mendidik. Infiltrasi ajaran dan berbagai filosofi 
kehidupan manusia modern yang tidak sesuai dengan ajaran Alkitab dapat merusak 
konstruksi pola berpikir orang Kristen. Situasi ini sangat mencemas kan, sebab 
dapat mengganggu bahkan merusak proyek penyelamatan umat manusia melalui karya 
Kristus yaitu mengembalikan manusia khususnya orang percaya, kepada 
rancangan-NYA semula yaitu segambaran dengan Elohim, Imago Dei. 

Berikutnya, tak kalah mengerikan tantangan dari dalam kubu Kekristenan sendiri. 
Berbagai ajaran dari mimbar gereja ternyata harus dikoreksi, sebab ternyata tak 
sedikit yang tidak sesuai dengan kebenaran Alkitab. Kalau seseorang berdiri di 
mimbar dengan menggenggam Alkitab, tidak serta-merta berarti ia menyampaikan 
suara Elohim. Interpretasi Alkitab yang tidak benar pada dasarnya bukan dari 
Elohim. Ajaran-ajaran bidat yang besar di dunia ini juga memercayai dan 
mengakui Alkitab sebagai Firman Elohim, tetapi mereka menafsirkannya dengan 
cara yang berbeda. 

Untuk menghadapi tantangan-tantangan ini, tidak bisa tidak, kita harus dengan 
tegas berdiri di jalur kebenaran Alkitab yang murni. Kitaharus bersedia belajar 
kebenaran Alkitab yang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, 
untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran (ay. 16). 
Kita harus minta pimpinan Roh Kudus, agar hikmat-NYA terus dinyatakan-NYA 
kepada kita melalui Firman Elohim (ay. 15). Agar pemahaman kita lebih dalam, 
kita perlu membaca majalah dan buku yang bermutu serta mendengar 
khotbah-khotbah yang menyampaikan kebenaran yang murni. 

Dengan hikmat Elohim yang mengalir setelah kita belajar membedah Alkitab dengan 
benar dan jujur, kita harus berani berkata "tidak" kepada ajaran-ajaran yang 
tidak Alkitabiah. Dan tentunya kita harus mengajarkan kebenaran Firman Elohim 
yang murni itu kepada anak-anak kita, sehingga sejak dini pun mereka sudah 
diperlengkapi dengan pertahanan yang kuat untuk menghadapi tantangan terhadap 
iman dan keselamatan kita, baik dari luar maupun dari dalam Kekristenan.

Belajar membedah Alkitab dengan benar, penting agar kita dapat bertahan 
menghadapi tantangan di zaman ini. 

Dimodifikasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit. 
============================================ 
Alkitab Harus Menjadi Primadona
Bacaan : 2 Timotius 3 : 1-9 

3:1. Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. 
3:2 Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan 
membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan 
berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan 
agama, 
3:3 tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak 
dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, 
3:4 suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti 
hawa nafsu dari pada menuruti Elohim. 
3:5 Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya 
mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu! 
3:6 Sebab di antara mereka terdapat orang-orang yang menyelundup ke rumah orang 
lain dan menjerat perempuan-perempuan lemah yang sarat dengan dosa dan dikuasai 
oleh berbagai-bagai nafsu, 
3:7 yang walaupun selalu ingin diajar, namun tidak pernah dapat mengenal 
kebenaran. 
3:8 Sama seperti Yanes dan Yambres menentang Musa, demikian juga mereka 
menentang kebenaran. Akal mereka bobrok dan iman mereka tidak tahan uji. 
3:9 Tetapi sudah pasti mereka tidak akan lebih maju, karena seperti dalam hal 
Yanes dan Yambres, kebodohan merekapun akan nyata bagi semua orang. 
---------------------------------------------------
KS-ILT
2Tim 3:1 Dan ketahuilah ini, bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa 
yang sukar,
3:2 karena manusia akan menjadi pencinta diri sendiri, pencinta uang, pembual, 
takabur, penghujat, tidak patuh kepada orang tua, tidak tahu bersyukur, tidak 
kudus,
3:3 tiada kasih sayang, tidak mau berdamai, penuduh, tiada kendali diri, ganas, 
benci akan kebaikan,
3:4 pengkhianat, ceroboh, pongah, cinta akan kesenangan lebih daripada cinta 
akan Elohim,
3:5 sambil mengenakan suatu bentuk kesalehan tetapi telah memungkiri kuasanya; 
dan, hindarilah hal-hal ini.
3:6 Sebab dari antara mereka ada yang menyelinap masuk ke dalam rumah-rumah dan 
sambil memikat wanita-wanita bodoh yang sarat ditimbun oleh dosa karena 
dikuasai oleh berbagai keinginan,
3:7 yang selalu belajar tetapi tidak pernah sanggup untuk sampai pada 
pengenalan penuh akan kebenaran.
3:8 Dan seperti cara Yanes dan Yambres menentang Musa, demikian pula mereka ini 
menentang kebenaran, sebagai orang-orang yang telah dirusak pikirannya, yang 
tidak tahan uji berkenaan dengan iman.
3:9 Sebaliknya, mereka tidak akan maju lebih jauh lagi, karena kebodohan mereka 
akan menjadi nyata bagi semua orang, sebagaimana hal itu juga telah terjadi.

Kehidupan iman orang percaya menghadapi tantangan yang semakin berat pada abad 
ini. Tantangan itu adalah kehidupan dunia yang semakin fasik, filosofi yang 
memancarkan spirit tidak takut Elohim dan tidak memedulikan hukum-NYA. Filosofi 
itu antara lain materialisme (materi sebagai nilai tertinggi kehidupan), 
humanisme (menganggap manusia lebih penting daripada segalanya), 
antroposentrisme (kehidupan yang berpusat kepada diri sendiri), serta berbagai 
pemikiran modern lainnya yang menggiring orang Kristen semakin jauh dari pola 
berpikir yang Alkitabiah. 

Dunia seperti ini telah menenggelamkan kehidupan iman banyak orang percaya. 
Banyak perilaku pasangan hidup yang merusak hakikat perkawinan, sehingga angka 
perceraian dan ketidaksetiaan semakin meningkat tajam. Kondisi ini membuat 
keluarga-keluarga Kristen tidak memberi perhatian kepada pendidikan rohani 
karena disibukkan oleh hal-hal tesebut. Nilai-nilai spiritual menjadi 
terabaikan. Jikalau nilai-nilai spiritual tidak dihargai lagi maka praktik 
hidup yang tidak sesuai dengan kebenaran Elohim mewarnai kehidupan, yang pada 
akhirnya justru dianggap normal dan wajar. Menyedihkan hal yang jahat dan 
merusak justru dianggap wajar. 

Tidak bisa dibantah, dewasa ini banyak orang lebih tertarik kepada layar 
lebar, tayangan olah raga, sinetron, gaya hidup konsumtif, chatting, hiburan di 
Internet dan sebagainya, daripada memburu pengenalan akan Elohim yang tertulis 
di dalam Alkitab. Orangyang giat menggali kebenaran Firman Elohim dianggap 
aneh, ekstrem, kuno, korban indoktrinasi dan sebagainya. Ini terjadi sebab 
banyak orang Kristen akhir-akhir ini tidak memperlakukan Firman Elohim secara 
proporsional. Mereka tidak mengasihi Elohim, terbukti dengan tidak mengasihi 
Firman-NYA. 

Jadi sekalipun kita anggota jemaat biasa, kita tidak boleh mengabaikan 
pelajaran Alkitab. Alkitab harus menjadi primadona bacaan bagi kita. Dengan 
pemahaman mengenai kebenaran Elohim yang mendalam, kita akan senantiasa waspada 
sehingga tidak akan menjadi mangsa empuk bagi para pengajar palsu yang 
sebenarnya sedang menipu jemaat dengan mengatasnamakan "Firman Elohim" atau 
"suara Elohim". Sebagai orang Kristen, kita harus terus mempelajari kebenaran 
yang murni dan bertumbuh dewasa di dalam Elohim. Intelektualitas bukan hanya 
dikembangkan dalam ilmu-ilmu sekuler, tetapi juga dalam kerohanian kita. 
Belajar Firman Elohim harus dilakukan terus-menerus sampai kita menutup mata. 
Untuk itu kita tidak boleh berpuas diri dengan pemahaman kita saat ini, tetapi 
kita harus berkembang terus dalam kebenaran.

Jadikan Alkitab primadona bacaan bagi kita agar kita menjadi cerdas.

Dimodifikasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit. 
========================================= 
Datanglah Kerajaan-MU
Bacaan : Matius 6 : 10

6:10 datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. 
-------------------------------------------------
KS-ILT
Mat 6:10 datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu seperti di surga juga di 
atas bumi.

Perhatian kita harus dipancangkan kepada apa yang menjadi visi dan misi Yesus, 
yaitu kedatangan Kerajaan-NYA. Itulah sebabnya dalam Doa Bapa Kami Tuhan Yesus 
mengajarkan kalimat doa yang merupakan pola kehidupan yang harus 
diselenggarakan, bukan hanya diucapkan: "Datanglah Kerajaan-MU". 

Kerajaan Elohim yang kita rindukan itu bukan kerajaan duniawi, melainkan 
Kerajaan kekal yang mulai saat ini seharusnya sudah kita rasakan dengan 
pemerintahan Kristus dalam hati kita, dan akan datang secara utuh dan lengkap 
saat Kristus menghancurkan seluruh kekuatan jahat, dan memerintah di langit 
baru dan bumi baru.

Untuk ini, kita harus dipersiapkan menjadi umat yang layak bagi Elohim. Kita 
harus bersyukur dalam segala keadaan hidup kita di dunia ini, dan tidak boleh 
menuntut agar hidup kita di dunia ini berkeadaan seperti yang kita inginkan. 
Hidup di dunia hanyalah masa persiapan menyambut kehidupan yang sebenarnya, 
yaitu kehidupan sempurna yang dirancang Elohim di langit baru dan bumi baru.

Dengan memahami dahsyatnya kebenaran ini, kita harus menyadari bahwa 
Kekristenan tidak sama dengan agama-agama lain. Agama-agama lain mengajarkan 
kepada pemeluknya bahwa dengan mengikuti ajaran agama dan hukum-hukumnya, hidup 
akan dapat dijalani dengan lebih mudah dan bahagia karena hidup berkelimpahan 
secara materi dapat diraih. Maksudnya firdaus dialami di bumi ini dan 
diharapkan juga dialami di dunia yang akan datang. Tetapi Kekristenan tidak 
demikian. 

Seseorang yang disentuh oleh Injildan mengemban visi dan misi Elohim akan 
memasuki kehidupan yang lebih sukar, sebab ia harus mengerti kebenaran dan 
hidup di dalamnya. Untuk dapat mengemban tugas sebagai saksi Kristus sampai ke 
ujung bumi, seseorang harus diproses menjadi manusia yang kembali seperti 
rancangan Elohim yang mula-mula terlebih dahulu. Tahap ini tidak mudah, tetapi 
jika kita bersedia melaluinya, kita dapat menghayati apa artinya memiliki hati 
di Kerajaan Surga, bukan di bumi ini. Justru kesukaran yang kita alami di bumi 
ini akan mengingatkan kita untuk selalu mengatakan "Datanglah kerajaan-MU" 
dengan penuh kerinduan, sehingga sekalipun sukar, kita dapat tetap bersukacita 
di dalam Kristus. 

Mulaisaat ini marilah kita renungkan, apakah kita masih mau mengiring Elohim 
atau tidak. Masih tetap mengiring Elohim berarti kita harus mengenakan visi dan 
misi Yesus sebagai baju kehidupan kita, meskipun itu bisa berarti menunda 
kebahagiaan sampai di kerajaan-NYA nanti. Bila tidak, sia-sia kita menjadi 
Kristen.

Mengenakan visi dan misi Yesus berarti bersedia menempuh hidup yang lebih sukar.

Dimodifikasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit. 
========================================= 
Restorasi Yang Benar
Bacaan : Kisah Para Rasul 1: 6-11

1:6. Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: "Tuhan, maukah Engkau pada 
masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?"
1:7 Jawab-Nya: "Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan 
Bapa sendiri menurut kuasa-Nya.
1:8 Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan 
kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan 
sampai ke ujung bumi."
1:9 Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan 
awan menutup-Nya dari pandangan mereka.
1:10 Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba 
berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka,
1:11 dan berkata kepada mereka: "Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu 
berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan 
kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik 
ke sorga."
---------------------------------------------------
KS-ILT
Kis 1:6 Oleh karena itu sesungguhnya, tatkala berkumpul bersama, mereka 
menanyai Dia dengan mengatakan, "Tuhan, apakah Engkau sedang memulihkan 
kerajaan bagi Israel pada masa ini?"
1:7 Namun Dia berkata kepada mereka, "Bukanlah hakmu untuk mengetahui waktu 
atau saat yang telah Bapa tetapkan dalam wewenang-Nya sendiri.
1:8 Namun kamu akan menerima kuasa, bilamana Roh Kudus datang ke atas kamu, dan 
kamu akan menjadi saksi-saksi-Ku, baik di Yerusalem, maupun di seluruh Yudea, 
dan Samaria, bahkan sampai ke ujung bumi."
1:9 Dan setelah mengatakan hal-hal ini, sementara mereka sedang menatap, 
terangkatlah Dia, dan awan mengangkat Dia dari pandangan mereka.
1:10 Dan sementara mereka terus terbelalak ke langit selagi Dia pergi, maka 
tampaklah dua orang dengan pakaian putih berdiri di dekat mereka,
1:11 yang juga mengatakan, "Hai para pria, orang-orang Galilea, mengapa kamu 
berdiri sambil memandang ke langit? YESUS ini, yang telah terangkat ke surga 
dari antara kamu, demikianlah Dia akan datang kembali dengan cara yang telah 
kamu lihat Dia pergi ke surga."

Sebelum Tuhan Yesus naik ke Surga, IA ditanyai oleh murid-murid-NYA, "Tuhan, 
maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?" 
Dari pertanyaan ini ada dua hal penting yang harus diperhatikan. 
Pertama, "pada masa ini" (ἐν τῷ χρόνῳ τούτῳ, én tó khrónō tutō), dan yang 
kedua, "memulihkan kerajaan bagi Israel" (ἀποκαθιστάνεις τὴν βασιλείαν τῷ 
Ἰσραήλ, apokathistanīs tēn basilían tó Israél). 
Maksud bagian kalimat yang kedua ini adalah merestorasi, memugar, atau 
membangun kembali kerajaan Israel.

Dari pertanyaan para murid ini tampak bahwa mereka menghendaki agar pada masa 
mereka masih hidup di dunia, Tuhan Yesus merestorasi atau membangun kembali 
(apokathistanīs) kerajaan Israel yang pernah mengalami puncak keemasannya pada 
zaman Raja Daud dan Salomo. Tidak pernah bangsa Israel mengalami kejayaan 
seperti pada zaman dua raja besar itu.

Sebenarnya pertanyaan para murid ini lebih tepat disebut sebagai tuntutan. 
Mereka menuntut sebab mereka masih belum mengerti visi dan misi kedatangan 
Tuhan Yesus ke dalam dunia ini. Ironis, padahal mereka sudah belajar selama 
tiga setengah tahun siang dan malam dari Sang Mahaguru Agung, tetapi mereka 
masih mempunyai konsep yang salah. Di mana letak kesalahannya?

Pertama, mereka tidak mengerti bahwa pemulihan kerajaan Israel bukanlah pada 
waktu yang diingini oleh mereka, melainkan pada saat yang akan ditentukan oleh 
BAPA (ay. 7). 

Kedua, mereka seharusnya sadar bahwa mereka tidak perlu tahu kapan BAPA 
mengadakan pemulihan itu. Secara tidak langsung Elohim juga ingin 
mengisyaratkan ada hal yang lebih penting yang harus mereka tahu dan kerjakan, 
yaitu menerima kuasa untuk menjadi saksi Elohim sampai ke ujung bumi (ay. 8). 

Ketiga, yang akan berdiri sampai selama-lamanya bukanlah kerajaan Israel 
duniawi, tetapi Kerajaan Tuhan Yesus Kristussetelah semua zaman raja-raja dan 
kerajaan berakhir. Empat puluh tahun setelah percakapan itu, Yerusalem 
dihancurkan dan mereka tidak lagi memiliki tanah air sampai 14 Mei 1948, saat 
negarabernama Israel berdiri di tanah itu.

Murid-murid Yesus ternyata salah, tetapi ini tidak boleh menjadi alasan 
pembenaran untuk kita juga berkonsep salah. Kita tidak boleh mengulangi 
kesalahan yang sama, tetapi kita harus mempelajari Alkitab sampai mengerti 
konsep Tuhan Yesus yang benar dan memeliharanya.

Nantikanlah Kerajaan Tuhan Yesus dengan sukacita, bukan kerajaan duniawi.

Dimodifikasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit.

Kirim email ke