From: FRS Sowong 

Bukan Untuk Yang Tidak Penting
Bacaan : Lukas 12 : 13-15 

12:13. Seorang dari orang banyak itu berkata kepada Yesus: "Guru, katakanlah 
kepada saudaraku supaya ia berbagi warisan dengan aku."
12:14 Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Saudara, siapakah yang telah mengangkat 
Aku menjadi hakim atau pengantara atas kamu?"
12:15 Kata-Nya lagi kepada mereka: "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap 
segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya 
tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu."
---------------------------------------------------
KS-ILT
Luk 12:13 Dan seorang dari kerumunan orang itu berkata kepada-Nya, "Guru, 
katakanlah kepada saudaraku agar berbagi warisan denganku!"
12:14 Namun, Dia berkata kepadanya, "Hai manusia, siapakah yang telah 
menetapkan Aku sebagai hakim atau pemisah atas kamu?"
12:15 Dan Dia berkata kepada mereka, "Waspadalah, dan berjaga-jagalah terhadap 
ketamakan! Sebab bagi seseorang, kehidupannya tidaklah terletak dalam 
berlimpahnya dari apa yang menjadi miliknya."

Tuhan Yesus menolak orang yang datang meminta-NYA untuk membantunya dalam 
berbagi warisan. Ini bukan berarti Elohim menolak orang ini, tetapi yang 
ditolak adalah bisnisnya. Misi Tuhan Yesus adalah menyelamatkan manusia dan 
membawa mereka ke langit baru dan bumi baru, bukan mengurusi masalah fana yang 
tidak penting. 

Ternyata banyak orang seperti orang di kisah ini. Mereka berurusan dengan 
Elohim hanya untuk bisnis di bumi ini. Selanjutnya di keabadian mereka tidak 
akan berurusan dengan Elohim. Betapa liciknya orang yang melibatkan Elohim 
hanya dalam masalah-masalah pemenuhan kebutuhan jasmani saat masih mengenakan 
tubuh jasmani di bumi. Mereka tidak mau masuk kepada proses penyempurnaan dari 
Elohim, tetapi kalau mati nanti minta dibawa ke Surga. Maunya enaknya saja.

Elohim kita dahsyat. Tentunya dari-NYA kita mengharapkan hal-hal yang tidak 
mungkin dilakukan oleh manusia atau kuasa lain. Kalau hanya mengenai kesehatan, 
rezeki, karier dan lain sebagainya, kita bisa berusaha mencapainya dengan 
sekuat tenaga, dan Elohim pasti menegakkan hukum-NYA: apa yang ditabur orang, 
itu juga yang dituainya. Tetapi untuk menjadi sempurna atau memiliki kehidupan 
sesuai dengan kehendak Elohim, harus ada pertolongan Elohim, sebab manusia 
tidak bisa melakukannya sendiri maupun dengan bantuan kuasa lain. Manusia hanya 
perlu memiliki kemauan, kerinduan, dan tekad yang kuat untuk masuk kepada 
proses penyempurnaan.

Jadi kita perlu berhati-hati dengan ajaran yang menggiring pemikiran orang 
untuk 
mengandalkan kuasa Elohim untuk masalah-masalah hidup di dunia ini, mengalami 
kuasa Elohim hari ini di bumi ini, tetapi tidak mempersoalkan dengan serius 
rencana Elohim agar manusia kembali kepada rancangan-NYA yang mula-mula. Hal 
ini menggiring jiwa kepada tujuan yang salah. Banyak orang berpikir ia sedang 
berurusan dengan Elohim di bumi, dan ia akan diterima BAPA selama nya. Padahal 
dengan keinginannya berurusan dengan Elohim hanya mengenai kehidupan di dunia 
ini, di keabadian mereka tidak akan dikenal oleh BAPA.

Tuhan Yesus berkata, "Carilah dahulu Kerajaan Elohim," artinya yang harus 
diutamakan adalah bagaimana menjadi warga Kerajaan Surga yang baik. 
Berurusanlah dengan Elohim dalam rangka mau menjadi warga Kerajaan Surga yang 
baik. Yang terpenting adalah perjalanan menuju Kerajaan-NYA dan berkat abadi 
yang Elohim sediakan. Berkat inilah yang seharusnya menjadi fokus kita. Adapun 
berkat jasmani sudah Elohim sediakan, tidak perlu diminta lagi. Dengan bekerja 
untuk meraihnya, Elohim pasti menyertai dan membekati kita dengan berkat 
jasmani.

Jangan libatkan Elohim untuk urusan yang tidak penting; berurusanlah dengan-NYA 
untuk menuju kesempurnaan

Dimodifikasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit. 
============================================== 
From: FRS Sowong 

Tidak Berarti Tidak Bermasalah
Bacaan : Kisah Para Rasul 7 : 9–13

7:9 Karena iri hati, bapa-bapa leluhur kita menjual Yusuf ke tanah Mesir, 
tetapi 
Elohim menyertai dia,
7:10 dan melepaskannya dari segala penindasan serta menganugerahkan kepadanya 
kasih karunia dan hikmat, ketika ia menghadap Firaun, raja Mesir. Firaun 
mengangkatnya menjadi kuasa atas tanah Mesir dan atas seluruh istananya.
7:11 Maka datanglah bahaya kelaparan menimpa seluruh tanah Mesir dan tanah 
Kanaan serta penderitaan yang besar, sehingga nenek moyang kita tidak mendapat 
makanan.
7:12 Tetapi ketika Yakub mendengar, bahwa di tanah Mesir ada gandum, ia 
menyuruh nenek moyang kita ke sana. Itulah kunjungan mereka yang pertama;
7:13 pada kunjungan mereka yang kedua Yusuf memperkenalkan dirinya kepada 
saudara-saudaranya, lalu ketahuanlah asal-usul Yusuf kepada Firaun.
------------------------------------------------
KS-ILT
Kis 7:9 Dan karena iri hati, leluhur kita menjual Yusuf ke Mesir, tetapi Elohim 
menyertainya
7:10 dan melepaskannya dari segala kesukarannya, dan Dia memberikan kepadanya 
anugerah dan hikmat di hadapan Firaun, raja Mesir, dan dia menetapkannya untuk 
menjadi pemimpin atas Mesir dan seluruh istananya.
7:11 Dan, datanglah kelaparan atas seluruh negeri Mesir dan Kanaan serta 
kesukaran yang besar, dan para leluhur kita tidak mendapatkan makanan.
7:12 Namun Yakub, karena mendengar bahwa ada gandum di Mesir, ia mengutus para 
leluhur kita untuk yang pertama kali.
7:13 Dan pada kedua kalinya, Yusuf membuat dirinya dikenali oleh 
saudara-saudaranya, dan keluarga Yusuf menjadi nyata bagi Firaun.

Yusuf adalah seorang yang benar di mata Elohim, tetapi ia dijual oleh 
saudara-saudaranya ke Mesir karena mereka iri hati. Itu bukan karena kesalahan 
Yusuf, namun merupakan cara pembentukan Elohim atas dirinya, agar Yusuf menjadi 
pribadi seperti yang dikehendaki-NYA. Setelah melalui tahun-tahun yang tidak 
menyenangkan itu, Yusuf pun dilepaskan dan akhirnya menjadi kuasa atas tanah 
Mesir.

Jadi kita berharap pertolongan Elohim dalam hidup ini, tidak ke dukun, dan 
percaya bahwa dalam segala hal Elohim turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan 
bagi orang percaya, itu semua tidak otomatis berarti segala sesuatu akan 
berlangsung sesuai dengan keinginan kita. Tidak otomatis keadaan akan 
berlangsung seperti yang kita harapkan. Tidak berarti hidup kita menjadi tidak 
bermasalah. Karena hanya Elohim yang tahu bagaimana membentuk seseorang menjadi 
pribadi seperti yang dikehendaki-NYA, maka IA dapat membawa kita kepada 
keadaan-keadaan yang kita tidak kehendaki. Kalau kita dewasa, kita tidak akan 
bersungut-sungut. Jangan seperti bangsa Israel yang bersungut-sungut dalam 
perjalanan keluar dari Mesir.

Bersungut-sungut di sini bukan hanya berarti menggerutu; tetapi ketika 
seseorang tidak mengucap syukur dalam suatu situasi tertentu yang dialaminya, 
itu juga salah. Mengucap syukur pun tidak boleh hanya di bibir saja, tetapi 
harus dari sikap hati yang tetap memercayai Elohim, bahwa segala sesuatu dalam 
kendali-NYA. Kalau kita marah dan tidak puas dengan apa yang kita alami, itu 
merupakan bahasa jiwa yang tidak memercayai kendali Elohim.

Maka jikalau kita sudah berharap kepada-NYA, percaya kepada-NYA, dan tidak 
melakukan hal-hal yang tidak menyukakan hati-NYA, namun tetap mengalami sesuatu 
yang tidak kita kehendaki, janganlah kita mengeluh kepada-NYA. Jika kita 
berkata kepada-NYA, "Aku sudah berharap atas pertolongan-MU, Elohim, tetapi 
mengapa tetap terjadi demikian?" berarti kita belum mengerti, bahwa kita tidak 
dapat mengatur Elohim, dan kita tidak dapat menulis skenario hidup kita 
sendiri. 
Kita belum menerima bahwa keadaan itu diizinkan Elohim untuk membentuk kita.

Dalam hal ini, kita harus belajar memiliki cara berpikir yang benar. Kita 
berharap pertolongan Elohim dalam rangka pembentukan diri kita agar menjadi 
pribadi seperti yang Elohim kehendaki. Kita harus menerima kenyataan bahwa 
Elohim ingin melibatkan diri-NYA untuk mengubah watak dan karakter kita agar 
mencapai kesempurnaan seperti yang diinginkan-NYA. Cara-NYA tidak selalu 
menyenangkan bagi kita, namun arahkan pandangan kita kepada hasil akhirnya 
nanti.

Mengucap syukurlah dalam segala hal, karena hal-hal itulah cara Elohim 
membentuk kita.

Dimodifikasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit. 
========================================= 
From: FRS Sowong 

Menghargai Kesucian Dan Kebenaran Elohim
Bacaan : Lukas 12 : 15–21

12:15 Kata-Nya lagi kepada mereka: "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap 
segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya 
tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu."
12:16 Kemudian Ia mengatakan kepada mereka suatu perumpamaan, kata-Nya: "Ada 
seorang kaya, tanahnya berlimpah-limpah hasilnya.
12:17 Ia bertanya dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat, sebab aku tidak 
mempunyai tempat di mana aku dapat menyimpan hasil tanahku.
12:18 Lalu katanya: Inilah yang akan aku perbuat; aku akan merombak 
lumbung-lumbungku dan aku akan mendirikan yang lebih besar dan aku akan 
menyimpan di dalamnya segala gandum dan barang-barangku.
12:19 Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak 
barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, 
minumlah dan bersenang-senanglah!
12:20 Tetapi firman Elohim kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini 
juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kau sediakan, untuk 
siapakah itu nanti?
12:21 Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya 
sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Elohim."
----------------------------------------------------
KS-ILT
Luk 12:15 Dan Dia berkata kepada mereka, "Waspadalah, dan berjaga-jagalah 
terhadap ketamakan! Sebab bagi seseorang, kehidupannya tidaklah terletak dalam 
berlimpahnya dari apa yang menjadi miliknya."
12:16 Dan, Dia mengatakan sebuah perumpamaan kepada mereka, sambil berkata, 
"Ladang seorang kaya menghasilkan penuaian yang berlimpah.
12:17 Dan dia berpikir dalam dirinya, sambil berkata: Aku harus melakukan apa, 
karena aku tidak mempunyai tempat yang dapat aku timbuni hasil penuaianku?
12:18 Dan dia berkata: Inilah yang akan aku lakukan, aku akan membongkar 
lumbung-lumbungku dan aku akan membangun yang lebih besar, lalu aku akan 
menimbun di sana semua hasil penuaianku dan barang-barang milikku yang baik.
12:19 Dan aku akan berkata kepada jiwaku: Hai jiwaku, engkau memiliki banyak 
barang yang baik yang tertimbun untuk bertahun-tahun; beristirahatlah, 
makanlah, minumlah, bersenang-senanglah.
12:20 Namun, Elohim berkata kepadanya: Hai orang bodoh, pada malam ini mereka 
menuntut jiwamu dari padamu, dan akan menjadi milik siapakah apa yang telah 
engkau persiapkan?
12:21 Demikianlah jadinya orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri 
tetapi tidak menjadi kaya di hadapan Elohim."

Tingkat kesucian dan kebenaran Elohim rentangnya atau jaraknya bisa tidak 
terbatas. Seandainya seseorang memiliki masa umur hidup 1000 tahun, itu pun tak 
akan cukup untuk menjangkau kesucian dan kebenaran Elohim yang tersedia bagi 
manusia. Sangat mungkin bahwa perkembangan kesucian dan kebenaran Elohim dalam 
hidup seseorang akan berlanjut nanti di langit dan bumi yang baru, tetapi ini 
hanya dialami oleh orang-orang yang selama hidup di dunia ini menghargainya. 
Menghargai kesucian dan kebenaran Elohim berarti berusaha untuk melakukan 
kehendak Elohim: apa yang baik, yang berkenan dan yang sempurna (Rm. 12:2).
---------------------------------------------------
Rom 12:2 Dan janganlah menjadi serupa dengan zaman ini, tetapi biarlah kamu 
diubah oleh pembaruan pikiranmu, agar kamu membuktikan apa itu kehendak Elohim, 
yang baik, yang berkenan, dan yang sempurna.

Sayang sekali, kalau hari ini kita lihat banyak orang mau memiliki rumah, 
mobil, kehormatan, pangkat dan fasilitas lain yang serba terbaik, tetapi tidak 
merindukan kehidupan rohani yang terbaik. Inilah yang Alkitab katakan sebagai 
orang-orang bodoh (Luk. 12:20), tak beda dengan Esau yang menukar hak 
kesulungannya dengan semangkuk makanan.

Jika seseorang tidak kaya di hadapan Elohim, ketika ia menutup mata, barulah ia 
menyadari kebodohannya, namun tak ada kesempatan lagi. 
Jadi Firman Elohim agar kita mengumpulkan harta di surga dan bukan di bumi, 
maksudnya adalah agar kita membenahi jiwa kita untuk diisi kebenaran Elohim, 
mengganti kan segala hal busuk yang ada di dalamnya. Jika seseorang 
mempertahankan jiwa yang busuk, tak heran jika ia berprinsip "makanlah, 
minumlah, dan bersenang-senanglah," hidup bagi dirinya sendiri dan bersikap 
seolah-olah tidak ada kehidupan di balik kubur.

Kesempatan membenahi jiwa kita ini merupakan kesempatan yang diberikan hanya 
kepada orang percaya. Orang percaya diberi kuasa untuk hidup sebagai anak-anak 
Elohim (Yoh. 1:12), yaitu kemampuan untuk hidup dalam pimpinan Roh (Rm. 8:14). 
Paket ini hanya disediakan bagi orang yang percaya Tuhan Yesus Kristus. 
-------------------------------------------------
Yoh 1:12 Namun, berapa banyak orang yang telah menerima Dia, kepada mereka Dia 
telah memberikan otoritas untuk menjadi anak-anak Elohim, yaitu kepada mereka 
yang percaya dalam Nama-Nya,

Rom 8:14 Sebab siapa saja yang dipimpin oleh Roh Elohim, mereka adalah 
anak-anak Elohim.

Jadi kalau seseorang hanya mau hidup sebagai orang baik, ia tidak perlu 
menjadi orang Kristen. Orang Kristen adalah orang yang dipanggil untuk mencapai 
standar kesucian dan kebenaran Elohim serta menghargai kesucian dan kebenaran 
Elohim tersebut. Itulah sebabnya IA menghendaki kita memprioritaskan 
Kerajaan-NYA. Ini tidak akan mengganggu kegiatan hidup kita setiap hari, bahkan 
sebaliknya Elohim akan membuat masalah pemenuhan kebutuhan jasmani kita tidak 
mengganggu pergumulan dalam mencapai standar kesucian dan kebenaran-NYA yaitu 
menjadi sempurna sama seperti BAPA Di Surgaadalah sempurna. Ya inilah 
pergumulan kita sebagai anak Elohim.

Kita harus menghargai kesucian dan kebenaran-NYA agar perkembangannya terus 
berlanjut dalam diri kita di langit dan bumi baru kelak.

Dimodofikasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit. 
========================================== 
From: FRS Sowong 

Mencapai Standar Elohim
Bacaan : Matius 7 : 21-23

7:21. Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke 
dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di 
sorga.
7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, 
bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan 
mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku 
tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat 
kejahatan!"
------------------------------------------------
KS-ILT
Mat 7:21 Bukan setiap orang yang berkata kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, dia akan 
masuk ke dalam kerajaan surga; melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku 
yang di surga.
7:22 Banyak orang akan berkata kepada-Ku pada hari itu: Tuhan, Tuhan, bukankah 
dalam Nama-Mu kami telah bernubuat, dan dalam Nama-Mu kami mengusir setan, dan 
dalam Nama-Mu kami melakukan banyak mukjizat?
7:23 Dan pada waktu itu Aku akan menyatakan kepada mereka: Aku tidak pernah 
mengenal kamu, enyahlah dari pada-Ku, kamu yang mengerjakan kedurhakaan!"

Sebenarnya jiwa manusia penuh dengan perbendaharaan yang busuk, yang membangun 
diri menjadi manusia yang tidak dikehendaki oleh Elohim. Perbendaharaan itu 
antara lain: keserakahan, kesombongan, kebencian, ambisi atas kuasa, dan lain 
sebagainya. Semua itu merupakan penyakit jiwa yang tidak mudah disembuhkan. 
Banyak orang merasa sudah sembuh dari hal-hal itu, tetapi kenyataannya belum. 
Karena kelicikan hati seseorang, manifestasi dari kebusukan jiwanya tidak 
mudah dikenali, bahkan oleh dirinya sendiri. Pendidikanbudi pekerti, 
pengembangan kepribadian dan berbagai ajaran etika sering hanya memoles bagian 
luarnya tetapi tidak memperbarui bagian dalamnya. 
Kepada orang-orang seperti itu, Elohim menyatakan bahwa mereka tidak dikenal 
atau tidak dapat dinikmati oleh Elohim (Mat. 7:21-23). Mereka berkeadaan jauh 
dari standar kesucian dan kebenaran Elohim.

Bagaimana seseorang bisa menyadari bahwa dirinya masih berkeadaan jauh dari 
standar kesucian dan kebenaran Elohim? Ia harus memiliki kesungguhan untuk 
mencapai standar hidup yang luar biasa. Ia tidak boleh merasa puas dengan 
kebaikan yang telah ia capai. Ia harus selalu bertanya, "Apakah ada yang lebih 
baik dari apa yang sudah kucapai hari ini?" 
Orang yang selalu ingin mencapai tingkat yang lebih tinggi dalam kesucian 
Elohim yang akan memperoleh jawaban. 
Bagaimana seseorang dapat dinaikkan ke tingkat yang lebih tinggi kalau ia 
sendiri tidak memiliki keinginan untuk mencapainya?

Banyak orang tidak memiliki kerinduan untuk mencapai tingkat kesucian dan 
kebenaran yang lebih tinggi, sebab mereka menganggap hal ini tidak terlalu 
penting. Bagi mereka segala kesenangan hidup lebih berarti dan membahagiakan. 
Tanpa disadari, mereka merendahkan nilai-nilai kesucian dan kebenaran Elohim 
serta mencampakkannya seperti sampah. Pada dasarnya mereka menghina Elohim, 
tetapi mereka tidak merasa demikian, sebab mereka masih melakukan kegiatan 
gereja dan dihargai oleh sesamanya sebagai orang baik padahal mendahulukan 
kegiatan gereja tidak selalu berarti mendahulukan Kerajaan Elohim. Inilah 
orang-orang yang tidak mendahulukan Kerajaan Elohim, tetapi mendahulukan hasrat 
keinginan dagingnya sendiri

Kerinduan untuk mencapai tingkat kesucian dan kebenaran yang lebih tinggi 
harus berangkat dari diri sendiri. Ini tidak bisa dipaksakan, karena ini adalah 
pilihan. Tetapi pilihlah dengan bijaksana, sebab bila seseorang menunda memilih 
hal ini, maka ia tidak akan memiliki kerinduan tersebut untuk selamanya.

Elohim menginginkan kita terus-menerus berusaha mencapai tingkat kesucian dan 
kebenaran yang lebih tinggi.

Dimodifikasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit. 
============================================ 
From: FRS Sowong 

Dua Gambar Diri
Bacaan : Filipi 2 : 5-8

2:5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang 
terdapat juga dalam Kristus Yesus,
2:6 yang walaupun dalam rupa Elohim, tidak menganggap kesetaraan dengan Elohim 
itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
2:7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang 
hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat 
sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
----------------------------------------------------
KS-ILT
Fil 2:5 Karena apa yang ada ada di dalam Kristus YESUS, biarlah itu dipikirkan 
olehmu juga.
2:6 Dia, yang meskipun ada dalam rupa Elohim, tidak menganggap bahwa menjadi 
setara dengan Elohim adalah sesuatu yang harus dirampas.
2:7 Sebaliknya, Dia sudah mengosongkan diri-Nya sendiri dengan mengambil rupa 
seorang hamba agar berada dalam keserupaan manusia.
2:8 Dan supaya didapati dalam pola seperti manusia, Dia sudah merendahkan 
diri-Nya sendiri dengan menjadi taat sampai pada kematian, bahkan kematian di 
kayu salib.

Konsep gambar diri setiap orang dibangun dari apa yang dilihatnya, didengarnya, 
dan dialaminya sejak masa kanak-kanak untuk kemudian diresponinya menjadi 
konsep gambar diri yang diingini. Padahal itu semua belum tentu membawanya 
kepada gambar diri yang dihendaki Elohim. Bukan hanya pengalaman yang 
menyakitkan atau negatif saja yang dapat merusak gambar diri; tetapi pengalaman 
hidup yang serba nikmat dan nyaman pun dapat memicu kerusakan gambar diri 
seseorang. Keadaan nyaman, terhormat dan kaya tak jarang mengakibatkan 
seseorang jadi lebih sukar masuk Kerajaan Surga.

Karena itu kalau selama ini yang dipahami dengan memulihkan gambar diri adalah 
berusaha membantu mewujudkan apa yang dimaknai sebagai keberhasilan secara 
duniawi yaitu hidup yang berkelimpahan, dihormati dan diberkati secara materi, 
itu perlu dikoreksi, sebab keadaan itu bukan berarti orang semakin menemukan 
gambar dirinya; sebaliknya ia semakin sesat, jauh dari peta gambar diri yang 
Elohim kehendaki.

Ada dua macam gambar diri, yaitu gambar diri secara umum dan gambar diri 
secara khusus. Gambar diri umum artinya gambar diri yang mengacu untuk menjadi 
manusia yang dikehendaki Elohim. Dalam hal ini Tuhan Yesus sebagai teladannya 
sehingga kita harus mengenakan pikiran dan perasaan Kristus. Untuk ini Injil 
harus dibedah dan digali untuk menemukan gambaran yang jelas, seperti apakah 
manusia yang dikehendaki oleh BAPA itu. Dalam hal ini semua orang percaya 
memiliki peta gambar diri yang sama, mengacu kepada pribadi Elohim Yesus 
Kristus. Ini bisa disebut landasan utama gambar diri untuk semua orang percaya.

Sementara gambar diri secara khusus artinya kehendak Elohim kepada 
masing-masing individu, yaitu menjadi sosok pribadi macam apakah masing-masing 
individu itu. 
Dalam hal ini setiap orang memiliki gambar diri yang berbeda-beda. Setiap orang 
memuat atau memikul rencana Elohim secara unik dan istimewa; setiap manusia 
dirancang Elohim secara khas, unik dan luar biasa. Tidak ada dua orang yang 
sama keberadaannya. Sesuai dengan keberadaannya tersebut Elohim memiliki 
rencana untuk dapat digenapi pada masing-masing indvidu. Di sini nyata 
kebijaksanaan Elohim sekaligus kreativitasnya menciptakan manusia dengan 
keberadaannya yang bermacam-macam modelnya. Kita perlu berusaha menemukan 
gambar diri umum dan khusus itu, agar kita dapat menggenapi rencana Elohim 
dalam hidup kita.

Kita memikul rencana Elohim yang istimewa, sehingga kita perlu menemukan gambar 
diri kita.

Dimodifikasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit.

Kirim email ke