From: FRS Sowong Bukan Untuk Yang Tidak Penting Bacaan : Lukas 12 : 13-15
12:13. Seorang dari orang banyak itu berkata kepada Yesus: "Guru, katakanlah kepada saudaraku supaya ia berbagi warisan dengan aku." 12:14 Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Saudara, siapakah yang telah mengangkat Aku menjadi hakim atau pengantara atas kamu?" 12:15 Kata-Nya lagi kepada mereka: "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu." --------------------------------------------------- KS-ILT Luk 12:13 Dan seorang dari kerumunan orang itu berkata kepada-Nya, "Guru, katakanlah kepada saudaraku agar berbagi warisan denganku!" 12:14 Namun, Dia berkata kepadanya, "Hai manusia, siapakah yang telah menetapkan Aku sebagai hakim atau pemisah atas kamu?" 12:15 Dan Dia berkata kepada mereka, "Waspadalah, dan berjaga-jagalah terhadap ketamakan! Sebab bagi seseorang, kehidupannya tidaklah terletak dalam berlimpahnya dari apa yang menjadi miliknya." Tuhan Yesus menolak orang yang datang meminta-NYA untuk membantunya dalam berbagi warisan. Ini bukan berarti Elohim menolak orang ini, tetapi yang ditolak adalah bisnisnya. Misi Tuhan Yesus adalah menyelamatkan manusia dan membawa mereka ke langit baru dan bumi baru, bukan mengurusi masalah fana yang tidak penting. Ternyata banyak orang seperti orang di kisah ini. Mereka berurusan dengan Elohim hanya untuk bisnis di bumi ini. Selanjutnya di keabadian mereka tidak akan berurusan dengan Elohim. Betapa liciknya orang yang melibatkan Elohim hanya dalam masalah-masalah pemenuhan kebutuhan jasmani saat masih mengenakan tubuh jasmani di bumi. Mereka tidak mau masuk kepada proses penyempurnaan dari Elohim, tetapi kalau mati nanti minta dibawa ke Surga. Maunya enaknya saja. Elohim kita dahsyat. Tentunya dari-NYA kita mengharapkan hal-hal yang tidak mungkin dilakukan oleh manusia atau kuasa lain. Kalau hanya mengenai kesehatan, rezeki, karier dan lain sebagainya, kita bisa berusaha mencapainya dengan sekuat tenaga, dan Elohim pasti menegakkan hukum-NYA: apa yang ditabur orang, itu juga yang dituainya. Tetapi untuk menjadi sempurna atau memiliki kehidupan sesuai dengan kehendak Elohim, harus ada pertolongan Elohim, sebab manusia tidak bisa melakukannya sendiri maupun dengan bantuan kuasa lain. Manusia hanya perlu memiliki kemauan, kerinduan, dan tekad yang kuat untuk masuk kepada proses penyempurnaan. Jadi kita perlu berhati-hati dengan ajaran yang menggiring pemikiran orang untuk mengandalkan kuasa Elohim untuk masalah-masalah hidup di dunia ini, mengalami kuasa Elohim hari ini di bumi ini, tetapi tidak mempersoalkan dengan serius rencana Elohim agar manusia kembali kepada rancangan-NYA yang mula-mula. Hal ini menggiring jiwa kepada tujuan yang salah. Banyak orang berpikir ia sedang berurusan dengan Elohim di bumi, dan ia akan diterima BAPA selama nya. Padahal dengan keinginannya berurusan dengan Elohim hanya mengenai kehidupan di dunia ini, di keabadian mereka tidak akan dikenal oleh BAPA. Tuhan Yesus berkata, "Carilah dahulu Kerajaan Elohim," artinya yang harus diutamakan adalah bagaimana menjadi warga Kerajaan Surga yang baik. Berurusanlah dengan Elohim dalam rangka mau menjadi warga Kerajaan Surga yang baik. Yang terpenting adalah perjalanan menuju Kerajaan-NYA dan berkat abadi yang Elohim sediakan. Berkat inilah yang seharusnya menjadi fokus kita. Adapun berkat jasmani sudah Elohim sediakan, tidak perlu diminta lagi. Dengan bekerja untuk meraihnya, Elohim pasti menyertai dan membekati kita dengan berkat jasmani. Jangan libatkan Elohim untuk urusan yang tidak penting; berurusanlah dengan-NYA untuk menuju kesempurnaan Dimodifikasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit. ============================================== From: FRS Sowong Tidak Berarti Tidak Bermasalah Bacaan : Kisah Para Rasul 7 : 9–13 7:9 Karena iri hati, bapa-bapa leluhur kita menjual Yusuf ke tanah Mesir, tetapi Elohim menyertai dia, 7:10 dan melepaskannya dari segala penindasan serta menganugerahkan kepadanya kasih karunia dan hikmat, ketika ia menghadap Firaun, raja Mesir. Firaun mengangkatnya menjadi kuasa atas tanah Mesir dan atas seluruh istananya. 7:11 Maka datanglah bahaya kelaparan menimpa seluruh tanah Mesir dan tanah Kanaan serta penderitaan yang besar, sehingga nenek moyang kita tidak mendapat makanan. 7:12 Tetapi ketika Yakub mendengar, bahwa di tanah Mesir ada gandum, ia menyuruh nenek moyang kita ke sana. Itulah kunjungan mereka yang pertama; 7:13 pada kunjungan mereka yang kedua Yusuf memperkenalkan dirinya kepada saudara-saudaranya, lalu ketahuanlah asal-usul Yusuf kepada Firaun. ------------------------------------------------ KS-ILT Kis 7:9 Dan karena iri hati, leluhur kita menjual Yusuf ke Mesir, tetapi Elohim menyertainya 7:10 dan melepaskannya dari segala kesukarannya, dan Dia memberikan kepadanya anugerah dan hikmat di hadapan Firaun, raja Mesir, dan dia menetapkannya untuk menjadi pemimpin atas Mesir dan seluruh istananya. 7:11 Dan, datanglah kelaparan atas seluruh negeri Mesir dan Kanaan serta kesukaran yang besar, dan para leluhur kita tidak mendapatkan makanan. 7:12 Namun Yakub, karena mendengar bahwa ada gandum di Mesir, ia mengutus para leluhur kita untuk yang pertama kali. 7:13 Dan pada kedua kalinya, Yusuf membuat dirinya dikenali oleh saudara-saudaranya, dan keluarga Yusuf menjadi nyata bagi Firaun. Yusuf adalah seorang yang benar di mata Elohim, tetapi ia dijual oleh saudara-saudaranya ke Mesir karena mereka iri hati. Itu bukan karena kesalahan Yusuf, namun merupakan cara pembentukan Elohim atas dirinya, agar Yusuf menjadi pribadi seperti yang dikehendaki-NYA. Setelah melalui tahun-tahun yang tidak menyenangkan itu, Yusuf pun dilepaskan dan akhirnya menjadi kuasa atas tanah Mesir. Jadi kita berharap pertolongan Elohim dalam hidup ini, tidak ke dukun, dan percaya bahwa dalam segala hal Elohim turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi orang percaya, itu semua tidak otomatis berarti segala sesuatu akan berlangsung sesuai dengan keinginan kita. Tidak otomatis keadaan akan berlangsung seperti yang kita harapkan. Tidak berarti hidup kita menjadi tidak bermasalah. Karena hanya Elohim yang tahu bagaimana membentuk seseorang menjadi pribadi seperti yang dikehendaki-NYA, maka IA dapat membawa kita kepada keadaan-keadaan yang kita tidak kehendaki. Kalau kita dewasa, kita tidak akan bersungut-sungut. Jangan seperti bangsa Israel yang bersungut-sungut dalam perjalanan keluar dari Mesir. Bersungut-sungut di sini bukan hanya berarti menggerutu; tetapi ketika seseorang tidak mengucap syukur dalam suatu situasi tertentu yang dialaminya, itu juga salah. Mengucap syukur pun tidak boleh hanya di bibir saja, tetapi harus dari sikap hati yang tetap memercayai Elohim, bahwa segala sesuatu dalam kendali-NYA. Kalau kita marah dan tidak puas dengan apa yang kita alami, itu merupakan bahasa jiwa yang tidak memercayai kendali Elohim. Maka jikalau kita sudah berharap kepada-NYA, percaya kepada-NYA, dan tidak melakukan hal-hal yang tidak menyukakan hati-NYA, namun tetap mengalami sesuatu yang tidak kita kehendaki, janganlah kita mengeluh kepada-NYA. Jika kita berkata kepada-NYA, "Aku sudah berharap atas pertolongan-MU, Elohim, tetapi mengapa tetap terjadi demikian?" berarti kita belum mengerti, bahwa kita tidak dapat mengatur Elohim, dan kita tidak dapat menulis skenario hidup kita sendiri. Kita belum menerima bahwa keadaan itu diizinkan Elohim untuk membentuk kita. Dalam hal ini, kita harus belajar memiliki cara berpikir yang benar. Kita berharap pertolongan Elohim dalam rangka pembentukan diri kita agar menjadi pribadi seperti yang Elohim kehendaki. Kita harus menerima kenyataan bahwa Elohim ingin melibatkan diri-NYA untuk mengubah watak dan karakter kita agar mencapai kesempurnaan seperti yang diinginkan-NYA. Cara-NYA tidak selalu menyenangkan bagi kita, namun arahkan pandangan kita kepada hasil akhirnya nanti. Mengucap syukurlah dalam segala hal, karena hal-hal itulah cara Elohim membentuk kita. Dimodifikasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit. ========================================= From: FRS Sowong Menghargai Kesucian Dan Kebenaran Elohim Bacaan : Lukas 12 : 15–21 12:15 Kata-Nya lagi kepada mereka: "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu." 12:16 Kemudian Ia mengatakan kepada mereka suatu perumpamaan, kata-Nya: "Ada seorang kaya, tanahnya berlimpah-limpah hasilnya. 12:17 Ia bertanya dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat, sebab aku tidak mempunyai tempat di mana aku dapat menyimpan hasil tanahku. 12:18 Lalu katanya: Inilah yang akan aku perbuat; aku akan merombak lumbung-lumbungku dan aku akan mendirikan yang lebih besar dan aku akan menyimpan di dalamnya segala gandum dan barang-barangku. 12:19 Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah! 12:20 Tetapi firman Elohim kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kau sediakan, untuk siapakah itu nanti? 12:21 Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Elohim." ---------------------------------------------------- KS-ILT Luk 12:15 Dan Dia berkata kepada mereka, "Waspadalah, dan berjaga-jagalah terhadap ketamakan! Sebab bagi seseorang, kehidupannya tidaklah terletak dalam berlimpahnya dari apa yang menjadi miliknya." 12:16 Dan, Dia mengatakan sebuah perumpamaan kepada mereka, sambil berkata, "Ladang seorang kaya menghasilkan penuaian yang berlimpah. 12:17 Dan dia berpikir dalam dirinya, sambil berkata: Aku harus melakukan apa, karena aku tidak mempunyai tempat yang dapat aku timbuni hasil penuaianku? 12:18 Dan dia berkata: Inilah yang akan aku lakukan, aku akan membongkar lumbung-lumbungku dan aku akan membangun yang lebih besar, lalu aku akan menimbun di sana semua hasil penuaianku dan barang-barang milikku yang baik. 12:19 Dan aku akan berkata kepada jiwaku: Hai jiwaku, engkau memiliki banyak barang yang baik yang tertimbun untuk bertahun-tahun; beristirahatlah, makanlah, minumlah, bersenang-senanglah. 12:20 Namun, Elohim berkata kepadanya: Hai orang bodoh, pada malam ini mereka menuntut jiwamu dari padamu, dan akan menjadi milik siapakah apa yang telah engkau persiapkan? 12:21 Demikianlah jadinya orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri tetapi tidak menjadi kaya di hadapan Elohim." Tingkat kesucian dan kebenaran Elohim rentangnya atau jaraknya bisa tidak terbatas. Seandainya seseorang memiliki masa umur hidup 1000 tahun, itu pun tak akan cukup untuk menjangkau kesucian dan kebenaran Elohim yang tersedia bagi manusia. Sangat mungkin bahwa perkembangan kesucian dan kebenaran Elohim dalam hidup seseorang akan berlanjut nanti di langit dan bumi yang baru, tetapi ini hanya dialami oleh orang-orang yang selama hidup di dunia ini menghargainya. Menghargai kesucian dan kebenaran Elohim berarti berusaha untuk melakukan kehendak Elohim: apa yang baik, yang berkenan dan yang sempurna (Rm. 12:2). --------------------------------------------------- Rom 12:2 Dan janganlah menjadi serupa dengan zaman ini, tetapi biarlah kamu diubah oleh pembaruan pikiranmu, agar kamu membuktikan apa itu kehendak Elohim, yang baik, yang berkenan, dan yang sempurna. Sayang sekali, kalau hari ini kita lihat banyak orang mau memiliki rumah, mobil, kehormatan, pangkat dan fasilitas lain yang serba terbaik, tetapi tidak merindukan kehidupan rohani yang terbaik. Inilah yang Alkitab katakan sebagai orang-orang bodoh (Luk. 12:20), tak beda dengan Esau yang menukar hak kesulungannya dengan semangkuk makanan. Jika seseorang tidak kaya di hadapan Elohim, ketika ia menutup mata, barulah ia menyadari kebodohannya, namun tak ada kesempatan lagi. Jadi Firman Elohim agar kita mengumpulkan harta di surga dan bukan di bumi, maksudnya adalah agar kita membenahi jiwa kita untuk diisi kebenaran Elohim, mengganti kan segala hal busuk yang ada di dalamnya. Jika seseorang mempertahankan jiwa yang busuk, tak heran jika ia berprinsip "makanlah, minumlah, dan bersenang-senanglah," hidup bagi dirinya sendiri dan bersikap seolah-olah tidak ada kehidupan di balik kubur. Kesempatan membenahi jiwa kita ini merupakan kesempatan yang diberikan hanya kepada orang percaya. Orang percaya diberi kuasa untuk hidup sebagai anak-anak Elohim (Yoh. 1:12), yaitu kemampuan untuk hidup dalam pimpinan Roh (Rm. 8:14). Paket ini hanya disediakan bagi orang yang percaya Tuhan Yesus Kristus. ------------------------------------------------- Yoh 1:12 Namun, berapa banyak orang yang telah menerima Dia, kepada mereka Dia telah memberikan otoritas untuk menjadi anak-anak Elohim, yaitu kepada mereka yang percaya dalam Nama-Nya, Rom 8:14 Sebab siapa saja yang dipimpin oleh Roh Elohim, mereka adalah anak-anak Elohim. Jadi kalau seseorang hanya mau hidup sebagai orang baik, ia tidak perlu menjadi orang Kristen. Orang Kristen adalah orang yang dipanggil untuk mencapai standar kesucian dan kebenaran Elohim serta menghargai kesucian dan kebenaran Elohim tersebut. Itulah sebabnya IA menghendaki kita memprioritaskan Kerajaan-NYA. Ini tidak akan mengganggu kegiatan hidup kita setiap hari, bahkan sebaliknya Elohim akan membuat masalah pemenuhan kebutuhan jasmani kita tidak mengganggu pergumulan dalam mencapai standar kesucian dan kebenaran-NYA yaitu menjadi sempurna sama seperti BAPA Di Surgaadalah sempurna. Ya inilah pergumulan kita sebagai anak Elohim. Kita harus menghargai kesucian dan kebenaran-NYA agar perkembangannya terus berlanjut dalam diri kita di langit dan bumi baru kelak. Dimodofikasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit. ========================================== From: FRS Sowong Mencapai Standar Elohim Bacaan : Matius 7 : 21-23 7:21. Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. 7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? 7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!" ------------------------------------------------ KS-ILT Mat 7:21 Bukan setiap orang yang berkata kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, dia akan masuk ke dalam kerajaan surga; melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di surga. 7:22 Banyak orang akan berkata kepada-Ku pada hari itu: Tuhan, Tuhan, bukankah dalam Nama-Mu kami telah bernubuat, dan dalam Nama-Mu kami mengusir setan, dan dalam Nama-Mu kami melakukan banyak mukjizat? 7:23 Dan pada waktu itu Aku akan menyatakan kepada mereka: Aku tidak pernah mengenal kamu, enyahlah dari pada-Ku, kamu yang mengerjakan kedurhakaan!" Sebenarnya jiwa manusia penuh dengan perbendaharaan yang busuk, yang membangun diri menjadi manusia yang tidak dikehendaki oleh Elohim. Perbendaharaan itu antara lain: keserakahan, kesombongan, kebencian, ambisi atas kuasa, dan lain sebagainya. Semua itu merupakan penyakit jiwa yang tidak mudah disembuhkan. Banyak orang merasa sudah sembuh dari hal-hal itu, tetapi kenyataannya belum. Karena kelicikan hati seseorang, manifestasi dari kebusukan jiwanya tidak mudah dikenali, bahkan oleh dirinya sendiri. Pendidikanbudi pekerti, pengembangan kepribadian dan berbagai ajaran etika sering hanya memoles bagian luarnya tetapi tidak memperbarui bagian dalamnya. Kepada orang-orang seperti itu, Elohim menyatakan bahwa mereka tidak dikenal atau tidak dapat dinikmati oleh Elohim (Mat. 7:21-23). Mereka berkeadaan jauh dari standar kesucian dan kebenaran Elohim. Bagaimana seseorang bisa menyadari bahwa dirinya masih berkeadaan jauh dari standar kesucian dan kebenaran Elohim? Ia harus memiliki kesungguhan untuk mencapai standar hidup yang luar biasa. Ia tidak boleh merasa puas dengan kebaikan yang telah ia capai. Ia harus selalu bertanya, "Apakah ada yang lebih baik dari apa yang sudah kucapai hari ini?" Orang yang selalu ingin mencapai tingkat yang lebih tinggi dalam kesucian Elohim yang akan memperoleh jawaban. Bagaimana seseorang dapat dinaikkan ke tingkat yang lebih tinggi kalau ia sendiri tidak memiliki keinginan untuk mencapainya? Banyak orang tidak memiliki kerinduan untuk mencapai tingkat kesucian dan kebenaran yang lebih tinggi, sebab mereka menganggap hal ini tidak terlalu penting. Bagi mereka segala kesenangan hidup lebih berarti dan membahagiakan. Tanpa disadari, mereka merendahkan nilai-nilai kesucian dan kebenaran Elohim serta mencampakkannya seperti sampah. Pada dasarnya mereka menghina Elohim, tetapi mereka tidak merasa demikian, sebab mereka masih melakukan kegiatan gereja dan dihargai oleh sesamanya sebagai orang baik padahal mendahulukan kegiatan gereja tidak selalu berarti mendahulukan Kerajaan Elohim. Inilah orang-orang yang tidak mendahulukan Kerajaan Elohim, tetapi mendahulukan hasrat keinginan dagingnya sendiri Kerinduan untuk mencapai tingkat kesucian dan kebenaran yang lebih tinggi harus berangkat dari diri sendiri. Ini tidak bisa dipaksakan, karena ini adalah pilihan. Tetapi pilihlah dengan bijaksana, sebab bila seseorang menunda memilih hal ini, maka ia tidak akan memiliki kerinduan tersebut untuk selamanya. Elohim menginginkan kita terus-menerus berusaha mencapai tingkat kesucian dan kebenaran yang lebih tinggi. Dimodifikasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit. ============================================ From: FRS Sowong Dua Gambar Diri Bacaan : Filipi 2 : 5-8 2:5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, 2:6 yang walaupun dalam rupa Elohim, tidak menganggap kesetaraan dengan Elohim itu sebagai milik yang harus dipertahankan, 2:7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. 2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. ---------------------------------------------------- KS-ILT Fil 2:5 Karena apa yang ada ada di dalam Kristus YESUS, biarlah itu dipikirkan olehmu juga. 2:6 Dia, yang meskipun ada dalam rupa Elohim, tidak menganggap bahwa menjadi setara dengan Elohim adalah sesuatu yang harus dirampas. 2:7 Sebaliknya, Dia sudah mengosongkan diri-Nya sendiri dengan mengambil rupa seorang hamba agar berada dalam keserupaan manusia. 2:8 Dan supaya didapati dalam pola seperti manusia, Dia sudah merendahkan diri-Nya sendiri dengan menjadi taat sampai pada kematian, bahkan kematian di kayu salib. Konsep gambar diri setiap orang dibangun dari apa yang dilihatnya, didengarnya, dan dialaminya sejak masa kanak-kanak untuk kemudian diresponinya menjadi konsep gambar diri yang diingini. Padahal itu semua belum tentu membawanya kepada gambar diri yang dihendaki Elohim. Bukan hanya pengalaman yang menyakitkan atau negatif saja yang dapat merusak gambar diri; tetapi pengalaman hidup yang serba nikmat dan nyaman pun dapat memicu kerusakan gambar diri seseorang. Keadaan nyaman, terhormat dan kaya tak jarang mengakibatkan seseorang jadi lebih sukar masuk Kerajaan Surga. Karena itu kalau selama ini yang dipahami dengan memulihkan gambar diri adalah berusaha membantu mewujudkan apa yang dimaknai sebagai keberhasilan secara duniawi yaitu hidup yang berkelimpahan, dihormati dan diberkati secara materi, itu perlu dikoreksi, sebab keadaan itu bukan berarti orang semakin menemukan gambar dirinya; sebaliknya ia semakin sesat, jauh dari peta gambar diri yang Elohim kehendaki. Ada dua macam gambar diri, yaitu gambar diri secara umum dan gambar diri secara khusus. Gambar diri umum artinya gambar diri yang mengacu untuk menjadi manusia yang dikehendaki Elohim. Dalam hal ini Tuhan Yesus sebagai teladannya sehingga kita harus mengenakan pikiran dan perasaan Kristus. Untuk ini Injil harus dibedah dan digali untuk menemukan gambaran yang jelas, seperti apakah manusia yang dikehendaki oleh BAPA itu. Dalam hal ini semua orang percaya memiliki peta gambar diri yang sama, mengacu kepada pribadi Elohim Yesus Kristus. Ini bisa disebut landasan utama gambar diri untuk semua orang percaya. Sementara gambar diri secara khusus artinya kehendak Elohim kepada masing-masing individu, yaitu menjadi sosok pribadi macam apakah masing-masing individu itu. Dalam hal ini setiap orang memiliki gambar diri yang berbeda-beda. Setiap orang memuat atau memikul rencana Elohim secara unik dan istimewa; setiap manusia dirancang Elohim secara khas, unik dan luar biasa. Tidak ada dua orang yang sama keberadaannya. Sesuai dengan keberadaannya tersebut Elohim memiliki rencana untuk dapat digenapi pada masing-masing indvidu. Di sini nyata kebijaksanaan Elohim sekaligus kreativitasnya menciptakan manusia dengan keberadaannya yang bermacam-macam modelnya. Kita perlu berusaha menemukan gambar diri umum dan khusus itu, agar kita dapat menggenapi rencana Elohim dalam hidup kita. Kita memikul rencana Elohim yang istimewa, sehingga kita perlu menemukan gambar diri kita. Dimodifikasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit.

