From: FRS Sowong 

Pokok Keselamatan

Bacaan : Ibrani 5 : 7–10
5:7 Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan 
permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup 
menyelamatkan-Nya dari maut, dan karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan.
5:8 Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang 
telah diderita-Nya, 
5:9 dan sesudah Ia mencapai kesempurnaan-Nya, Ia menjadi pokok keselamatan yang 
abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya,
5:10. dan Ia dipanggil menjadi Imam Besar oleh Elohim, menurut peraturan 
Melkisedek.
------------------------------------------------
KS-ILT
Ibr 5:7 Dia yang dalam hari-hari jasmani-Nya mempersembahkan dan telah 
didengarkan dari kesalehan-Nya, baik doa maupun permohonan dengan ratap tangis 
dan air mata, kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari kematian.
5:8 Sekalipun dengan menjadi seorang Putra, Dia telah belajar melalui apa yang 
pernah Dia derita, ketaatan;
5:9 dan setelah disempurnakan, Dia menjadi sumber keselamatan kekal bagi mereka 
yang menaati Dia,
5:10 dengan ditunjuk sebagai Imam Besar oleh Elohim, menurut peraturan 
Melkisedek.

KJV
Heb 5:7 Who in the days of his flesh, when he had offered up prayers and 
supplications with strong crying and tears unto him that was able to save him 
from death, and was heard in that he feared; 
Heb 5:8 Though he were a Son, yet learned he obedience by the things which he 
suffered; 
Heb 5:9 And being made perfect, he became the author of eternal salvation unto 
all them that obey him; 
Heb 5:10 Called of God an high priest after the order of Melchisedec. 

Saat kita menerima TUHAN Yesus sebagai TUHAN dan Juruselamat, kita pun 
dimasukkan Elohim ke dalam proyek Ilahi. Proyek itu memproses manusia menjadi 
manusia Elohim (man of GOD). Tentu hal ini hanya bisa dikerjakan oleh Elohim 
sendiri, namun manusia harus memberi diri agar secara aktif digarap oleh TUHAN.

Dalam Ibr. 5:9 mengatakan, "Dan sesudah Ia mencapai kesempurnaan-Nya, Ia 
menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya." 
TUHAN Yesus telah memberi teladan yang luar biasa; IA taat sampai mati, bahkan 
mati di kayu salib. Setelah IA mencapai kesempurnaan, maka IA pun menjadi pokok 
keselamatan. 
Kata "pokok" di sini dalam bahasa aslinya αἴτιος (aítios) yang bermakna 
"penulis" atau "penggubah", atau juga berarti "sumber", "penyebab".

Setelah menang atas semua godaan dan menang atas maut, TUHAN Yesus dapat 
menggarap orang percaya menjadi sempurna seperti diri-NYA. Tetapi ini hanya 
berlaku bagi mereka yang taat. Kata "taat" di sini adalah ὑπακούουσιν 
(hypakúusin), yang juga bisa berarti "dengar-dengaran" 
("mendengarkan dengan penuh perhatian"). 
Artinya jelas bahwa respons seseorang terhadap anugerah TUHAN itu sangat 
penting. Orang yang memberi diri digarap oleh TUHAN Yesus harus dengar-dengaran 
kepada-NYA, artinya dengan giat belajar segala sesuatu yang diajarkan-NYA.

Proses belajar ini tidak mudah, sebab akan merenggut seluruh kehidupan 
seseorang. Proses ini tidak bisa menjadi "proyek sambilan". Ini akan menyita 
seluruh perhatian dan potensi kita. Semua yang ada pada kita harus dikorbankan 
dan dipertaruhkan. Tanpa kesediaan untuk melepaskan segala sesuatu, seseorang 
tidak pernah menjadi pribadi yang bertumbuh menjadi manusia Elohim (Luk. 
14:33). 
Itulah sebabnya TUHAN Yesus menegaskan bagi orang yang mau mengikut DIA, 
"Hitunglah dahulu anggarannya" (Luk 14:28). 
Ini menunjukkan bahwa proyek itu mahal, tidak sembarangan. Kalau kita mau pergi 
ke suatu tempat yang jaraknya hanya 2 kilometer, biasanya tidak perlu membuat 
anggaran; tetapi kalau hendak pergi ke benua lain yang berjarak ribuan 
kilometer, kita harus duduk dulu membuat anggarannya.
--------------------------------------------------------
KS-ILT
Luk 14:28 Sebab siapakah dari antara kamu yang ingin mendirikan sebuah menara, 
yang tidak terlebih dahulu duduk, menghitung biayanya, apakah dia mempunyai 
sesuatu untuk penyelesaiannya?

Luk 14:33 Demikian pula selanjutnya, setiap orang dari antara kamu yang tidak 
melepaskan diri dari segala yang menjadi miliknya, dia tidak dapat menjadi 
murid-Ku.

KJV
Luk 14:28 For which of you, intending to build a tower, sitteth not down first, 
and counteth the cost, whether he have sufficient to finish it? 

Luk 14:33 So likewise, whosoever he be of you that forsaketh not all that he 
hath, he cannot be my disciple. 

Ini menunjukkan bahwa mengiring TUHAN itu berat, menuntut biaya yang sangat 
tinggi. Kalau kita berani membayar harganya, maka anugerah keselamatan menjadi 
lengkap dan utuh kita miliki. Kita akan menjadi anak TUHAN yang diubahkan 
secara luar biasa. Kita menjadi orang yang bermoral TUHAN, melayani DIA dengan 
segenap hati dan hidup dalam persekutuan dengan-NYA. Inilah tanda yang jelas 
bahwa kita akan menerima kemuliaan bersama TUHAN Yesus.

Taatlah kepada Yesus sang Pokok Keselamatan abadi, dan sediakan diri kita 
diproses.

Dimodifikasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit. 
================================================= 
From: FRS Sowong 

Skolios

Bacaan: Wahyu 3:17-18
3:17 Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku 
tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, 
dan malang, miskin, buta dan telanjang,
3:18 maka Aku menasihatkan engkau, supaya engkau membeli dari pada-Ku emas yang 
telah dimurnikan dalam api, agar engkau menjadi kaya, dan juga pakaian putih, 
supaya engkau memakainya, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan; 
dan lagi minyak untuk melumas matamu, supaya engkau dapat melihat.
------------------------------------------------------
KS-ILT
Wah 3:17 Sebab engkau berkata: Aku kaya dan aku telah menjadi kaya, bahkan aku 
tidak mempunyai kebutuhan apa pun! Namun engkau tidak mengetahui bahwa engkau 
adalah orang yang malang dan menyedihkan dan miskin dan buta dan telanjang.
3:18 Aku menasihatkan kepadamu supaya membeli dari pada-Ku: emas yang telah 
dibakar oleh api agar engkau menjadi kaya, dan jubah-jubah putih agar engkau 
berpakaian dan rasa malu ketelanjanganmu tidak tampak, dan oleskanlah salep 
pada matamu agar engkau dapat melihat.

KJV
Rev 3:17 Because thou sayest, I am rich, and increased with goods, and have 
need of nothing; and knowest not that thou art wretched, and miserable, and 
poor, and blind, and naked: 
Rev 3:18 I counsel thee to buy of me gold tried in the fire, that thou mayest 
be rich; and white raiment, that thou mayest be clothed, and that the shame of 
thy nakedness do not appear; and anoint thine eyes with eyesalve, that thou 
mayest see. 

Tuhan mengecam jemaat Laodikia dengan perkataan pedas. Mereka orang-orang 
Kristen yang tidak menyadari kemiskinan, kebutaan, kemelaratan dan 
ketelanjangannya, tetapi merasa dirinya tidak berkeadaan demikian. Keadaan ini 
sebetulnya banyak juga dijumpai pada orang-orang Kristen dewasa ini, yaitu 
mereka yang malang sebab menolak atau tidak memberi diri dengan sungguh-sungguh 
untuk diselamatkan. 

Kemalangan inilah yang juga digambarkan pada seruan Rasul Petrus, "Berilah 
dirimu diselamatkan dari angkatan yang jahat ini." (Kis 2:40). 
"Jahat" dalam teks aslinya ditulis σκολιός (skoliós) yang bermakna "tidak 
lurus", "tidak jujur", "bengkok", atau "malang". 
Orang yang skoliós adalah mereka yang tidak jujur dengan dirinya sendiri, 
sehingga tidak pernah mengalami pertobatan. Pada zaman para rasul, ini tampak 
terutama pada orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat yang menganggap dengan 
keberagamaannya, mereka bisa selamat. 
Sayangnya itu juga yang dipikirkan oleh orang-orang Kristen dewasa ini, yang 
menganggap setelah beragama Kristen, maka selamatlah mereka. Kalau cukup begitu 
saja, itu hanya usaha kecil. 
------------------------------------------------------
KS-ILT
Kis 2:40 Lalu dengan banyak perkataan lainnya, dia bersaksi dan menasihati 
terus-menerus, sambil mengatakan, "Biarlah kamu diselamatkan dari generasi yang 
bengkok ini."

KJV
Act 2:40 And with many other words did he testify and exhort, saying, Save 
yourselves from this untoward generation. 

Padahal yang dikehendaki Tuhan adalah usaha besar untuk keluar dari kubangan 
dosa atau kehidupan yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan. Untuk keluar dari 
Sodom, Lot harus berlari tanpa menoleh ke belakang (Kej. 19:17). 
Demikian pula dengan Nuh. Ia harus membuat bahtera yang begitu besar dengan 
peralatan sederhana yang ada pada zaman itu. Bahtera itu panjangnya 300 hasta, 
lebarnya 50 hasta dan tingginya 30 hasta (Kej. 6:15). 
Bagi mereka itu bukan pekerjaan mudah; tetapi memang tidak ada cara mudah untuk 
selamat. Tuhan Yesus pun mengatakan, "Berjuanglah untuk masuk melalui pintu 
yang sesak itu!" (Luk 13:24). 
--------------------------------------------------
KS-ILT
Kej 19:17 Dan terjadilah, ketika mereka menuntunnya ke luar, Dia berkata, 
"Selamatkanlah nyawamu, janganlah menoleh ke belakangmu, dan janganlah tinggal 
di sekitar dataran rendah, larilah ke pegunungan supaya engkau jangan 
dibinasakan."

Exo 6:15 Dan anak-anak Simeon: Yemuel dan Yamin dan Ohad dan Yakhin dan Zohar 
dan Saul, anak seorang wanita Kanaan, itulah kaum-kaum Simeon.

Luk 13:24 "Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sempit. Sebab Aku berkata 
kepadamu, banyak orang akan berusaha masuk, dan mereka tidak akan berhasil.

KJV
Gen 19:17 And it came to pass, when they had brought them forth abroad, that he 
said, Escape for thy life; look not behind thee, neither stay thou in all the 
plain; escape to the mountain, lest thou be consumed. 

Exo 6:15 And the sons of Simeon; Jemuel, and Jamin, and Ohad, and Jachin, and 
Zohar, and Shaul the son of a Canaanitish woman: these are the families of 
Simeon. 

Luk 13:24 Strive to enter in at the strait gate: for many, I say unto you, will 
seek to enter in, and shall not be able. 

Kepada jemaat di Laodikia, Tuhan berfirman, "Belilah dari-Ku emas, minyak dan 
pakaian." Ini berarti harus ada usaha untuk keluar dari keadaan kita yang 
buruk. 
Keselamatan dalam Tuhan Yesus Kristus adalah usaha Tuhan untuk menjadikan kita 
kembali menjadi manusia Elohim (1Tim. 6:11). 
Kita yang menerima anugerah itu harus membeli, berarti ada yang kita tukar 
untuk memperoleh nya. Paulus menyatakan bahwa ia telah melepaskan semua yang 
dimilikinya supaya ia memperoleh Kristus (Flp. 3:7-9). 
Berarti merupakan suatu penyesatan yang luar biasa kalau dikesankan bahwa 
keselamatan dalam Tuhan Yesus Kristus tidak membutuhkan pertaruhan sebagai 
barternya. Seseorang yang mau diselamatkan harus melepaskan kenyamanannya.
-------------------------------------------------------
KS-ILT
1Ti 6:11 Dan engkau, hai manusia Elohim, jauhkanlah hal-hal ini dan kejarlah 
keadilan, kesalehan, iman, kasih, ketabahan, kelemahlembutan.

Fil 3:7 Namun, apa pun yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, aku telah 
menganggap hal itu kerugian karena HaMashiakh.

3:8 Bahkan lebih lagi, aku juga menganggap segala sesuatu sebagai kerugian, 
karena meningkatnya pengenalan akan HaMashiakh YESHUA Tuhanku, yang karena Dia 
aku telah kehilangan segala sesuatu dan menganggapnya sebagai sampah, supaya 
aku boleh mendapatkan HaMashiakh.
3:9 Dan aku boleh didapati di dalam Dia tanpa memegang kebenaranku yang dari 
torat, melainkan melalui iman Kristus, yaitu kebenaran dari Elohim atas dasar 
iman

KJV
1Ti 6:11 But thou, O man of God, flee these things; and follow after 
righteousness, godliness, faith, love, patience, meekness. 
Php 3:7 But what things were gain to me, those I counted loss for Christ. 
Php 3:8 Yea doubtless, and I count all things but loss for the excellency of 
the knowledge of Christ Jesus my Lord: for whom I have suffered the loss of all 
things, and do count them but dung, that I may win Christ, 
Php 3:9 And be found in him, not having mine own righteousness, which is of the 
law, but that which is through the faith of Christ, the righteousness which is 
of God by faith: 

Anugerah keselamatan membutuhkan respons berupa usaha yang serius.

Dimodifikasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit. 
===================================== 
From: FRS Sowong 

Restorasi Yang Benar 

Bacaan : Kisah Para Rasul 1: 6-11
1:6. Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: "Tuhan, maukah Engkau pada 
masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?"
1:7 Jawab-Nya: "Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan 
Bapa sendiri menurut kuasa-Nya.
1:8 Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan 
kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan 
sampai ke ujung bumi."
1:9 Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan 
awan menutup-Nya dari pandangan mereka.
1:10 Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba 
berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka,
1:11 dan berkata kepada mereka: "Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu 
berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan 
kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik 
ke sorga."
-----------------------------------------------------
KS-ILT
Kis 1:6 Oleh karena itu sesungguhnya, tatkala berkumpul bersama, mereka 
menanyai Dia dengan mengatakan, "Tuhan, apakah Engkau sedang memulihkan 
kerajaan bagi Israel pada masa ini?"
1:7 Namun Dia berkata kepada mereka, "Bukanlah hakmu untuk mengetahui waktu 
atau saat yang telah Bapa tetapkan dalam wewenang-Nya sendiri.
1:8 Namun kamu akan menerima kuasa, bilamana Roh Kudus datang ke atas kamu, dan 
kamu akan menjadi saksi-saksi-Ku, baik di Yerusalem, maupun di seluruh Yudea, 
dan Samaria, bahkan sampai ke ujung bumi."
1:9 Dan setelah mengatakan hal-hal ini, sementara mereka sedang menatap, 
terangkatlah Dia, dan awan mengangkat Dia dari pandangan mereka.
1:10 Dan sementara mereka terus terbelalak ke langit selagi Dia pergi, maka 
tampaklah dua orang dengan pakaian putih berdiri di dekat mereka,
1:11 yang juga mengatakan, "Hai para pria, orang-orang Galilea, mengapa kamu 
berdiri sambil memandang ke langit? YESHUA ini, yang telah terangkat ke surga 
dari antara kamu, demikianlah Dia akan datang kembali dengan cara yang telah 
kamu lihat Dia pergi ke surga."

KJV
Act 1:6 When they therefore were come together, they asked of him, saying, 
Lord, wilt thou at this time restore again the kingdom to Israel? 
Act 1:7 And he said unto them, It is not for you to know the times or the 
seasons, which the Father hath put in his own power. 
Act 1:8 But ye shall receive power, after that the Holy Ghost is come upon you: 
and ye shall be witnesses unto me both in Jerusalem, and in all Judaea, and in 
Samaria, and unto the uttermost part of the earth. 
Act 1:9 And when he had spoken these things, while they beheld, he was taken 
up; and a cloud received him out of their sight. 
Act 1:10 And while they looked stedfastly toward heaven as he went up, behold, 
two men stood by them in white apparel; 
Act 1:11 Which also said, Ye men of Galilee, why stand ye gazing up into 
heaven? this same Jesus, which is taken up from you into heaven, shall so come 
in like manner as ye have seen him go into heaven. 

Sebelum Tuhan Yesusnaik ke Surga, IA ditanyai oleh murid-murid-NYA, "Tuhan, 
maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?" Dari pertanyaan 
ini ada dua hal penting yang harus diperhatikan. 
Pertama, "pada masa ini" (ἐν τῷ χρόνῳ τούτῳ, én tó khrónō tutō), dan yang 
kedua, "memulihkan kerajaan bagi Israel" (ἀποκαθιστάνεις τὴν βασιλείαν τῷ 
Ἰσραήλ, apokathistanīs tēn basilían tó Israél). Maksud bagian kalimat yang 
kedua ini adalah merestorasi, memugar, atau membangun kembali kerajaan Israel.

Dari pertanyaan para murid ini tampak bahwa mereka menghendaki agar pada masa 
mereka masih hidup di dunia, Tuhan Yesus merestorasi atau membangun kembali 
(apokathistanīs) kerajaan Israel yang pernah mengalami puncak keemasannya pada 
zaman Raja Daud dan Salomo. Tidak pernah bangsa Israel mengalami kejayaan 
seperti pada zaman dua raja besar itu.

Sebenarnya pertanyaan para murid ini lebih tepat disebut sebagai tuntutan. 
Mereka menuntut sebab mereka masih belum mengerti visi dan misi kedatangan 
Tuhan Yesus ke dalam dunia ini. Ironis, padahal mereka sudah belajar selama 
tiga setengah tahun siang dan malam dari Sang Mahaguru Agung, tetapi mereka 
masih mempunyai konsep yang salah. Di mana letak kesalahannya?

Pertama, mereka tidak mengerti bahwa pemulihan kerajaan Israel bukanlah pada 
waktu yang diingini oleh mereka, melainkan pada saat yang akan ditentukan oleh 
BAPA (ay. 7). Kedua, mereka seharusnya sadar bahwa mereka tidak perlu tahu 
kapan BAPA mengadakan pemulihan itu. Secara tidak langsung Elohim juga ingin 
mengisyaratkan ada hal yang lebih penting yang harus mereka tahu dan kerjakan, 
yaitu menerima kuasa untuk menjadi saksi Elohim sampai ke ujung bumi (ay. 8). 
Ketiga, yang akan berdiri sampai selama-lamanya bukanlah kerajaan Israel 
duniawi, tetapi Kerajaan Tuhan Yesus Kristussetelah semua zaman raja-raja dan 
kerajaan berakhir. Empat puluh tahun setelah percakapan itu, Yerusalem 
dihancurkan dan mereka tidak lagi memiliki tanah air sampai 14 Mei 1948, saat 
negara bernama Israel berdiri di tanah itu.

Murid-murid Yesus ternyata salah, tetapi ini tidak boleh menjadi alasan 
pembenaran untuk kita juga berkonsep salah. Kita tidak boleh mengulangi 
kesalahan yang sama, tetapi kita harus mempelajari Alkitab sampai mengerti 
konsep Tuhan Yesus yang benar dan memeliharanya.

Nantikanlah Kerajaan Tuhan Yesus dengan sukacita, bukan kerajaan duniawi.

Dimodifikasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit. 
============================================== 
From: FRS Sowong 
Manusia Unggul Di Dunia

Note: Maaf repost, yang sebelumnya ada human error.
----------------------------------------------------------

Pada ibadah Minggu tadi, saat mendengarkan kebenaran Firman TUHAN yang 
disampaikan Pelayan Firman ada beberapa hal yang menarik untuk diolah.

Well, siap ya membacanya? Ok, saya mulai.

Menjadi anak TUHAN yang sejati (yang sejati lho) bukan berarti bebas dari 
masalah, bisa saja di beberapa bagian kehidupan kita akan mengalaminya sehingga 
kita membutuhkan pertolongan dan uluran tangan dari sesama kita. Namun jikalau 
sepanjang hidup kita selalu berada dalam masalah sehingga menjadi beban bagi 
orang lain, dan bukannya menjadi saluran berkat, maka pasti ada yang salah 
dalam hidup kita.

Orang Kristen yang sejati atau anak TUHAN yang sejati seharusnya adalah manusia 
unggul dalam segala bidang jika orang tersebut hidup terikat erat dengan TUHAN, 
teguh memegang filosofi Injil yang murni dan menerapkannya dalam setiap aspek 
kehidupan.

Mengapa demikian?
1. Bangsa–bangsa dunia yang besar saat ini adalah bangsa yang memegang teguh 
filosofi hidupnya, sebut saja: Yahudi dan China. Yahudi dikenal taat memegang 
Taurat sehingga dalam sendi yang terkecil dalam kehidupannya. Begitu pula 
dengan China.

Seharusnya orang Kristen lebih daripada bangsa-bangsa ini, karena dalam setiap 
aspek kehidupannya, orang Kristen yang sejati selalu ingin melakukan kehendak 
TUHAN.

2. Melakukan kehendak TUHAN dalam memilih takdir dinamisnya. Oh iya terdapat 
dua jenis takdir: Takdir absolut. dan takdir dinamis.

Contoh takdir absolut: Setiap kita tidak bisa memilih di keluarga siapa, suku 
bangsa apa, untuk kita diciptakan. Entah menjadi orang Jawa, Manado, atau 
China. Tidak ada pilihan untuk itu.

Contoh takdir dinamis: Setiap kita dapat memilih apakah menjadi orang Manado 
yang baik atau rusak, menjadi orang Batak yang baik atau beringas.

Nah terkait takdir dinamis itu, orang Kristen yang sejati pasti selalu 
melakukan kehendak TUHAN dalam menentukan pilihan: Pekerjaan, minat, pasangan 
hidup, lokasi tempat tinggal, pembelanjaan uang, dsbnya.

Jika demikian tidak heran jika orang Kristen yang sejati sangat berpotensi 
untuk menjadi manusia yang unggul, karena dirinya selalu ingin melakukan 
kehendak TUHAN.

Namun sekali lagi perlu diingat, menjadi manusia unggul dalam segala bidang di 
dunia ini adalah impact (dampak/ efek) saja dari kehidupan anak TUHAN sejati 
yang hati, jiwa, dan pikirannya terpaut atau terikat erat dengan TUHAN, jangan 
tertukar menjadi fokus hidup kita dan memperalat TUHAN untuk mencapainya.

Salam,
Erick
http://maribermakna.blogspot.com

Kirim email ke