From: FRS Sowong 

Pikul Sendiri

Bacaan: Yosua 1: 10-15
1:10. Lalu Yosua memberi perintah kepada pengatur-pengatur pasukan bangsa itu, 
katanya:
1:11 "Jalanilah seluruh perkemahan dan perintahkanlah kepada bangsa itu, 
demikian: Sediakanlah bekalmu, sebab dalam tiga hari kamu akan menyeberangi 
sungai Yordan ini untuk pergi menduduki negeri yang akan diberikan YHWH, 
Elohimmu, kepadamu untuk diduduki."
1:12 Kepada orang Ruben, kepada orang Gad dan kepada suku Manasye yang setengah 
itu berkatalah Yosua, demikian:
1:13 "Ingatlah kepada perkataan yang dipesankan Musa, hamba YHWH itu, kepadamu, 
yakni: YHWH, Elohimmu, mengaruniakan keamanan kepadamu dan memberikan kepadamu 
negeri ini;
1:14 perempuan-perempuan dan anak-anak di antara kamu dan ternakmu boleh 
tinggal di negeri yang diberikan Musa kepadamu di seberang sungai Yordan, 
tetapi kamu, semua pahlawan yang gagah perkasa, haruslah menyeberang di depan 
saudara-saudaramu dengan bersenjata, dan haruslah menolong mereka,
1:15 sampai YHWH mengaruniakan keamanan kepada saudara-saudaramu seperti kepada 
kamu juga, dan mereka juga menduduki negeri yang akan diberikan kepada mereka 
oleh YHWH, Elohimmu. Kemudian bolehlah kamu pulang kembali ke negerimu sendiri 
dan menduduki negeri yang diberikan Musa, hamba YHWH itu, kepadamu di seberang 
sungai Yordan, di sebelah matahari terbit."
------------------------------------------------------
KS-ILT
Yos 1:10 Yosua memerintahkan para pemimpin bangsa itu, dengan berkata,
1:11 "Berjalanlah melewati perkemahan itu dan beritahukanlah bangsa itu, dengan 
mengatakan: Siapkanlah bekal untuk dirimu. Sebab, dalam tiga hari kamu akan 
menyeberangi Yordan ini untuk masuk memiliki negeri yang akan YAHWEH, Elohimmu, 
berikan kepada kamu untuk memilikinya."
1:12 Dan Yosua berbicara kepada orang Ruben, dan kepada orang Gad, dan kepada 
setengah dari suku Manashe, dengan berkata,
1:13 "Ingatlah perkataan yang telah Musa, hamba YAHWEH, perintahkan kamu dengan 
mengatakan: YAHWEH, Elohimmu, telah memberikan kamu istirahat, dan Dia telah 
memberikan kepadamu negeri ini.
1:14 Istri-istrimu, anak-anakmu, dan ternakmu, akan tinggal di negeri yang 
telah Musa berikan kepadamu di seberang Yordan. Namun kamu, semua prajurit yang 
gagah perkasa, haruslah menyeberang dengan bersenjata di depan 
saudara-saudaramu, dan harus menolong mereka,
1:15 sampai pada saat YAHWEH telah memberikan perhentian kepada 
saudara-saudaramu, begitu pula kepada kamu; dan bahkan sampai mereka telah 
memiliki negeri yang YAHWEH, Elohimmu, berikan kepada mereka. Kemudian kamu 
boleh kembali ke negeri milikmu, dan boleh memilikinya, yang telah Musa, hamba 
YAHWEH itu, berikan kepadamu di seberang Yordan, ke arah terbitnya matahari."

KJV
Jos 1:10 Then Joshua commanded the officers of the people, saying, 
Jos 1:11 Pass through the host, and command the people, saying, Prepare you 
victuals; for within three days ye shall pass over this Jordan, to go in to 
possess the land, which the LORD your God giveth you to possess it. 
Jos 1:12 And to the Reubenites, and to the Gadites, and to half the tribe of 
Manasseh, spake Joshua, saying, 
Jos 1:13 Remember the word which Moses the servant of the LORD commanded you, 
saying, The LORD your God hath given you rest, and hath given you this land. 
Jos 1:14 Your wives, your little ones, and your cattle, shall remain in the 
land which Moses gave you on this side Jordan; but ye shall pass before your 
brethren armed, all the mighty men of valour, and help them; 
Jos 1:15 Until the LORD have given your brethren rest, as he hath given you, 
and they also have possessed the land which the LORD your God giveth them: then 
ye shall return unto the land of your possession, and enjoy it, which Moses the 
LORD'S servant gave you on this side Jordan toward the sunrising. 

Setibanya di tanah Kanaan, Yosua sebagai pengganti Musa harus memimpin bangsa 
Israel memerangi suku-suku bangsa yang tinggal di Kanaan. Mereka harus mengirim 
mata-mata, dan turun berperang dengan kekuatan senjata. Ini berbeda sekali 
dengan campur tangan Tuhan atas kehidupan umat-Nya ketika mereka akan 
dilepaskan-Nya dari Mesir, dan ketika mereka berkelana di padang gurun.

Tuhan memelihara umat-Nya dengan cara-cara yang spektakuler—bahkan menurunkan 
manna untuk makanan mereka—sebab bangsa Israel yang dahulunya budak, saat itu 
belum sanggup hidup mandiri. Demikian pula kita, saat kita baru percaya kepada 
Tuhan Yesus, mungkin kita bisa melihat dan mengalami banyak hal spektakuler, 
tetapi seiring bertambah dewasanya kehidupan rohani kita, Tuhan ingin kita 
mampu memikul sendiri kuk yang dipasang-Nya.

Tuhan tidak memikulkan beban kita, tetapi Ia mengajar kita agar menjadi kuat 
untuk dapat memikul beban kita sendiri. Ini berarti panggilan kelegaan dari-Nya 
(Mat. 11:28) tidak bermaksud menghilangkan masalah kita secara instan, tetapi 
mengajar dan melatih kita agar menjadi kuat menghadapi segala keadaan. Proses 
ini merupakan pelatihan dan pendewasaan calon pejabat dalam kerajaan-Nya.
---------------------------------------------------
KS-ILT
Mat 11:28 Marilah kepada-Ku kamu semua yang berlelah dan berbeban berat, dan 
Aku akan menyegarkan kamu.

KJV
Mat 11:28 Come unto me, all ye that labour and are heavy laden, and I will give 
you rest. 

Maka kita perlu mewaspadai ajaran-ajaran yang menganjurkan doa minta tolong 
agar Tuhan mengangkat beban kehidupan kita. Pola kerja Tuhan tidak demikian. 
Apabila Ia memandang suatu masalah tidak dapat kita pikul dan harus 
diangkat-Nya, maka Ia pasti mengangkatnya tanpa perlu kita minta tolong. Namun 
kalau Ia masih menghendaki kita memikulnya karena Ia mempunyai rencana bagi 
kita, maka beban tersebut akan masih tetap ada dalam kehidupan kita.

Misalnya, seorang anak Tuhan yang mengalami masalah ekonomi harus bekerja 
keras, mengembangkan diri, produktif, rajin, hemat, dan menjaga integritas. 
Pergumulan untuk menanggulangi masakah ekonomi ini merupakan kesempatan Tuhan 
mendewasakannya; bukan lantas ia merengek-rengek minta Tuhan menyelesaikan 
masalah ekonominya. Karena ada bagian-bagian yang menjadi tanggung jawabnya.

Contoh lain, bagi seseorang yang mengidap penyakit, misalnya diabetes, tentu ia 
tidak boleh sembarangan makan, tetapi harus menghindari makanan-makanan yang 
akan meningkatkan kadar gula darahnya. Ia harus mengubah pola makan dan pola 
hidupnya, bertanggung jawab atas pola makan dan pola hidupnya yang keliru pada 
masa lalu. Jadi kita harus menjaga tubuh kita yang adalah bait Roh Kudus dengan 
penuh tanggung jawab.

Seiring bertambah dewasanya kehidupan rohani kita, Tuhan ingin kita mampu 
memikul sendiri kuk yang dipasang-Nya.

Dimodifikasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit. 
============================================= 
From: FRS Sowong 

Haruskah Mengalami Mukjizat?

Bacaan: Matius 7: 21-23
7:21. Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke 
dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di 
sorga.
7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, 
bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan 
mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku 
tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat 
kejahatan!"
------------------------------------------------
KS-ILT
Mat 7:21 Bukan setiap orang yang berkata kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, dia akan 
masuk ke dalam kerajaan surga; melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku 
yang di surga.
7:22 Banyak orang akan berkata kepada-Ku pada hari itu: Tuhan, Tuhan, bukankah 
dalam Nama-Mu kami telah bernubuat, dan dalam Nama-Mu kami mengusir setan, dan 
dalam Nama-Mu kami melakukan banyak mukjizat?
7:23 Dan pada waktu itu Aku akan menyatakan kepada mereka: Aku tidak pernah 
mengenal kamu, enyahlah dari pada-Ku, kamu yang mengerjakan kedurhakaan!"

KJV
Mat 7:21 Not every one that saith unto me, Lord, Lord, shall enter into the 
kingdom of heaven; but he that doeth the will of my Father which is in heaven. 
Mat 7:22 Many will say to me in that day, Lord, Lord, have we not prophesied in 
thy name? and in thy name have cast out devils? and in thy name done many 
wonderful works? 
Mat 7:23 And then will I profess unto them, I never knew you: depart from me, 
ye that work iniquity.

Dewasa ini marak pengajaran bahwa kepercayaan terhadap Tuhan yang benar harus 
disertai dengan kepercayaan bahwa kuasa-Nya yang supranatural juga harus 
dialami oleh manusia. Secara kuat dikesankan bahwa Tuhan sangat menginginkan 
manusia mengalami kejaiban kuasa-Nya, bahkan menuntut agar kuasa-Nya bisa 
ditampilkan. 
Kalau tidak dikatakan "pamer", Tuhan berkehendak dipuji karena kedahsyatan-Nya. 
Ini berarti setiap orang percaya harus mengalami hal-hal yang spektakuler yang 
di luar kemampuan manusia.

Diajarkan pula, sebagai imbalan atas kepercayaan orang terhadap kuasa-Nya, 
Tuhan akan memberikan mukjizat. Sebaliknya, bila tidak memercayai kuasa Tuhan, 
Ia akan menghukum manusia dengan sakit-penyakit, penderitaan fisik, dan 
kutuk-kutuk, sebab manusia dianggap menghina-Nya. Jika benar demikian, berarti 
Tuhan adalah pribadi yang gila hormat dan bergantung sanjungan manusia. Tentu 
tidak demikian bukan?

Kalau Alkitab berbicara mengenai mukjizat, apakah itu bermaksud bahwa kita 
boleh mengklaim bahwa kita pun bisa mengalami hal yang sama seperti yang 
dialami umat pilihan Elohim dalam Alkitab?
Jawaban yang gampang terdengar adalah, "Tentu saja," sebab orang banyak diajar 
untuk memercayai kuasa Tuhan, dalam arti kuasa-Nya itu bisa, atau harus, 
berlaku atau terjadi dalam kehidupan kita hari ini.

Bahkan ada semacam kewajiban untuk memercayai bahwa kejadian yang tertulis 
dalam Alkitab harus juga dialami oleh umat Tuhan pada abad ke-21 ini. 
Selanjutnya, mukjizat juga dipandang sebagai ukuran keberhasilan pelayanan 
seseorang. Seorang hamba Tuhan yang sering mengadakan mukjizat dipandang 
sebagai orang yang diistimewakan Tuhan, dan berkualitas lebih tinggi daripada 
orang Kristen biasa.

Pandangan terhadap mukjizat seperti ini adalah salah. Kita bukannya tidak 
percaya bahwa mukjizat Tuhan masih terjadi sampai hari ini; tetapi mukjizat 
terjadi apabila Tuhan menghendakinya sesuai dengan rencana-Nya, bukannya 
berdasarkan keinginan diri kita sendiri. Kita juga tidak boleh mengukur 
perkenanan Tuhan terhadap seseorang dari prestasinya mengadakan mukjizat, 
tetapi 
dari ketaatan seseorang melakukan kehendak Bapa.

Pada akhirnya, mukjizat sama sekali bukan merupakan bukti bahwa seseorang 
diperkenan oleh Tuhan. Semasa menjadi murid Yesus, Yudas Iskariot juga bisa 
melakukan mukjizat, bisa mengusir setan, bisa berkhotbah dan mempertobatkan 
orang lain. Tetapi akhirnya, ia sendiri terbuang ke kegelapan abadi. Maka 
marilah kita berintrospeksi, sudahkah kita melakukan kehendak-Nya?

Lebih penting melakukan kehendak Tuhan daripada menampilkan mukjizat-Nya.

Dimodifikasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit. 
============================================= 
From: FRS Sowong 

Tidak Memanjakan

Bacaan: Ibrani 12: 5-9
12:5 Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti 
kepada anak-anak: "Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan 
janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya;
12:6 karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang 
diakui-Nya sebagai anak."
12:7 Jika kamu harus menanggung ganjaran; Elohim memperlakukan kamu seperti 
anak. 
Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya?
12:8 Tetapi, jikalau kamu bebas dari ganjaran, yang harus diderita setiap 
orang, maka kamu bukanlah anak, tetapi anak-anak gampang.
12:9 Selanjutnya: dari ayah kita yang sebenarnya kita beroleh ganjaran, dan 
mereka kita hormati; kalau demikian bukankah kita harus lebih taat kepada Bapa 
segala roh, supaya kita boleh hidup?
-----------------------------------------------------
KS-ILT
Ibr 12:5 Tetapi kamu telah dibuat lupa akan nasihat yang Dia bicarakan kepada 
kamu seperti kepada anak-anak, "Hai anak-Ku, janganlah menganggap ringan 
didikan YAHWEH, jangan pula menjadi tawar hati ketika ditempelak oleh-Nya.
12:6 Sebab siapa yang YAHWEH kasihi, Dia mendidiknya, dan setiap anak yang Dia 
terima, Dia mencambuknya."
12:7 Jika kamu tabah menanggung didikan, Elohim bertindak kepada kamu seperti 
kepada anak-anak. Sebab siapa yang menjadi anak yang ayahnya tidak mendidiknya?
12:8 Namun jika kamu tanpa didikan -yang olehnya semua orang telah menjadi 
orang-orang yang ambil bagian- maka kamu adalah anak-anak haram, dan bukan 
anak-anak.
12:9 Selanjutnya, kita memang mempunyai pendidik yaitu ayah jasmani kita, dan 
kita menghormatinya. Tidak akankah kita lebih taat lagi kepada Bapa roh-roh, 
dan hidup?

KJV
Heb 12:5 And ye have forgotten the exhortation which speaketh unto you as unto 
children, My son, despise not thou the chastening of the Lord, nor faint when 
thou art rebuked of him: 
Heb 12:6 For whom the Lord loveth he chasteneth, and scourgeth every son whom 
he receiveth. 
Heb 12:7 If ye endure chastening, God dealeth with you as with sons; for what 
son is he whom the father chasteneth not? 
Heb 12:8 But if ye be without chastisement, whereof all are partakers, then are 
ye bastards, and not sons. 
Heb 12:9 Furthermore we have had fathers of our flesh which corrected us, and 
we gave them reverence: shall we not much rather be in subjection unto the 
Father of spirits, and live? 

Banyak orang berpikir bahwa setelah menjadi orang Kristen, berarti 
masalah-masalah hidupnya akan diangkat oleh Tuhan, sehingga ia bisa hidup tanpa 
masalah, sebab Tuhan berjanji memberi kelegaan kepadanya. Ini pikiran yang 
salah.

Hidup di dunia ini tidak boleh tidak ada masalah. Tuhan Yesus sendiri 
menyatakan bahwa kesusahan sehari cukuplah untuk sehari (Mat. 6:34), berarti 
setiap hari ada masalahnya sendiri. Hidup tanpa masalah dalam dunia ini pasti 
membuat seseorang tidak merindukan Kerajaan-Nya.
------------------------------------------------
KS-ILT
Mat 6:3 Namun engkau, selagi memberi sedekah, jangan biarkan tangan kirimu 
mengetahui apa yang tangan kananmu lakukan,
6:4 sehingga sedekahmu itu ada dalam ketersembunyian, dan Bapamu yang melihat 
dalam ketersembunyian, Dia sendiri akan membalas kepadamu dalam keterbukaan."

KJV
Mat 6:3 But when thou doest alms, let not thy left hand know what thy right 
hand doeth: 
Mat 6:4 That thine alms may be in secret: and thy Father which seeth in secret 
himself shall reward thee openly. 

Tuhan menjadikan dunia ini tempat pelatihan atau sekolah kehidupan bagi kita 
dan sarana pengujian apakah kita sungguh-sungguh mau berbakti kepada Tuhan. 
Kalau seseorang tidak memiliki masalah pribadi, berarti ia harus memikul 
masalah Tuhan. Masalah Tuhan adalah rencana-Nya menyelamatkan umat manusia, 
sebab Ia tidak menginginkan roh manusia yang diberikan-Nya terseret ke neraka 
(Yak 4:5). 
--------------------------------------------------
KS-ILT
Yak 4:5 Apakah kamu berpikir bahwa kitab suci dengan tanpa maksud mengatakan, 
"Dengan kecemburuan Dia merindukan Roh yang telah berdiam di dalam kita."

KJV
Jas 4:5 Do ye think that the scripture saith in vain, The spirit that dwelleth 
in us lusteth to envy? 

Jadi kalau seseorang tidak memiliki masalah pribadi, itu berarti kepercayaan 
untuk memikul salib. Tuhan Yesus sendiri tidak memiliki masalah. Tuhan datang 
ke dunia untuk memikul salib kita. Tuhan Yesus datang mencari masalah. Bukan 
masalah dirinya sendiri, melainkan masalah kita.

Manakala kita bergumul dengan masalah hidup kita, Tuhan mengajar kita untuk 
bertanggung jawab dalam hidup ini dan mengembangkan diri kita sebagai anak-anak 
Elohim melalui berbagai masalah kehidupan yang dialaminya. Masalah-masalah 
dalam kehidupan ini merupakan sarana Tuhan membentuk kita (Rm. 8:28).

Sebagai anak-anak Elohim, Ia akan menghajar dan mencambuk kita melalui 
masalah-masalah kehidupan (Ibr. 12:6). Tanpa itu, Ia tidak bisa mendidik dan 
membentuk kita. Dengan demikian, masalah-masalah dalam kehidupan ini merupakan 
berkat Tuhan yang "terselubung".
-------------------------------------------------
KS-ILT
Rom 8:28 Dan kita mengetahui bahwa segala sesuatu bekerja bersama-sama untuk 
kebaikan bagi mereka yang mengasihi Elohim, yaitu bagi mereka yang terpanggil 
sesuai dengan rencana-Nya.

Ibr 12:6 Sebab siapa yang YAHWEH kasihi, Dia mendidiknya, dan setiap anak yang 
Dia terima, Dia mencambuknya."

KJV
Rom 8:28 And we know that all things work together for good to them that love 
God, to them who are the called according to his purpose. 

Heb 12:6 For whom the Lord loveth he chasteneth, and scourgeth every son whom 
he receiveth.

Tuhan bukan pribadi yang memanjakan anak-anaknya dengan kemudahan-kemudahan 
hidup yang membuat anak-anak-Nya terlena dalam kehidupan ini sehingga menjadi 
mangsa empuk kuasa kegelapan. Pengajaran yang mengajarkan bahwa Tuhan akan 
sangat mudah mengangkat masalah kita bukanlah pengajaran dari Tuhan. Jadi, 
kalau hari ini kita memiliki masalah, kita harus belajar bertanggung jawab 
menanggulanginya dengan segenap kemampuan yang Tuhan berikan.

Bila ada hal-hal yang terjadi diluar kesanggupan kita, Tuhan pasti menopang dan 
menolong. Ia tidak akan pernah meninggalkan kita, sebab sesuai janji-Nya, Ia 
akan menyertai kita senantiasa sampai kepada akhir zaman.

Tuhan tidak memanjakan kita dengan kemudahan hidup, sebab itu menjadikan kita 
mangsa empuk kuasa kegelapan.

Dimodifikasi dari Truth Daily Enlightenment dengan ijin penerbit.

Kirim email ke