From: FRS Sowong Sekalipun Hidup Seribu Tahun
Bacaan : Mazmur 116:1–5 116:1. Aku mengasihi Elohim, sebab Ia mendengarkan suaraku dan permohonanku. 116:2 Sebab Ia menyendengkan telinga-Nya kepadaku, maka seumur hidupku aku akan berseru kepada-Nya. 116:3 Tali-tali maut telah meliliti aku, dan kegentaran terhadap dunia orang mati menimpa aku, aku mengalami kesesakan dan kedukaan. 116:4 Tetapi aku menyerukan nama YAHWEH: "Ya Elohim, luputkanlah kiranya aku!" 116:5 Elohim adalah pengasih dan adil, Elohim kita penyayang. ---------------------------------------------------------- KS-ILT Maz 116:1 Aku mengasihi YAHWEH, oleh karena Dia mendengarkan suaraku, permohonan doaku. 116:2 Oleh karena Dia telah menyendengkan telinga-Nya kepadaku, dan aku mau berseru kepada-Nya pada hari-hariku. 116:3 Tali-tali maut sudah membelit aku, dan kesesakan alam maut menimpa aku, aku mengalami kesesakan dan kedukaan. 116:4 Lalu aku berseru kepada Nama YAHWEH, "Ya YAHWEH, aku berdoa kepada-Mu, lepaskanlah jiwaku!" 116:5 YAHWEH penuh rahmat dan kebenaran, ya, Elohim kita penuh kasih sayang. KJV Psa 116:1 I love the LORD, because he hath heard my voice and my supplications. Psa 116:2 Because he hath inclined his ear unto me, therefore will I call upon him as long as I live. Psa 116:3 The sorrows of death compassed me, and the pains of hell gat hold upon me: I found trouble and sorrow. Psa 116:4 Then called I upon the name of the LORD; O LORD, I beseech thee, deliver my soul. Psa 116:5 Gracious is the LORD, and righteous; yea, our God is merciful. Apakah anugerah itu? Anugerah adalah pemberian tanpa melihat kelayakan si penerima pemberian itu. Sebagai orang-orang yang telah menerima anugerah Elohim, sesungguhnya kita tidak layak menerimanya. Karena itu kita berutang budi, berutang nyawa, berutang kehidupan kepada Elohim. Sungguh, apa yang telah diberikan-NYA kepada kita sangat indah, yaitu keselamatan abadi. Tidak ada seorang pun bisa memberikan itu kepada kita. Dan tidak ada seorang pun bisa melakukannya bagi kita, kecuali Elohim Semesta Alam yang menciptakan langit dan bumi, yang mengutus Putra-NYA, Yesus Kristusbagi kita. Menyikapi kebaikan Elohim itu, kita harus mengobarkan niat yang kuat untuk membalas kebaikan Elohim itu, sekalipun kebaikan Elohim itu tidak akan dapat kita balas. Seandainya kita memiliki waktu hidup seratus tahun, dengan perbuatan sebaik apapun, tidak cukup mengimbangi kebaikan yang Elohim berikan. Seandainya kita hidup seribu tahun, itu pun tak akan cukup untuk membalas kebaikan Elohim. Bahkan seandainya umur hidup kita sejuta tahun pun tidak akan cukup membalas kebaikan Elohim. Jadi manakala kita meresponi keselamatan yang Elohim berikan, baik dalam bentuk pujian dan penyembahan, membaca dan menaati Firman, melakukan perbuatan baik, jangan dinilai sebagai jasa. Perbuatan baik kita sangat tidak sebanding dengan apa yang telah Elohim lakukan bagi kita. Oleh sebab itu sisa umur hidup ini seharusnya hanya untuk membalas kebaikan Elohim. Marilah kita selalu mengingat kebaikan-NYA (ay. 2). Hidup kita singkat. Kita tidak punya waktu banyak. Kalau kita harus menunda apa yang seharusnya kita lakukan sekarang yaitu membalas kebaikan Elohim, kita mungkin tidak akan punya kesempatan lagi untuk waktu-waktu yang akan datang. Selama Elohim masih memberikan kesempatan bagi kita untuk berbuat baik, mari kita lakukan itu dengan sikap hati yang benar, bahwa kita telah berutang kebaikan kepada Elohim. Sekalipun sampai mati kita tidak akan pernah bisa mengimbangi apa yang telah Elohim lakukan bagi kita, tetapi kita akan berbuat semaksimal mungkin. Elohim memang tidak memaksa kita membalas kebaikan-NYA, tetapi dengan rela kita akan melakukan dan menyukakan hati-NYA. Suatu hari nanti, setiap anak Elohim yang berusaha membalas kebaikan Elohim di bumi ini, akan diberi kesempatan melayani DIA selama-lamanya. Dimodifikasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit. ========================================== From: FRS Sowong Seperti Rusa Seri : Hidup Dalam Perlindungan Elohim Bacaan : Mazmur 42 : 2-3 42:2 Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Elohim. 42:3 Jiwaku haus kepada Elohim, kepada Elohim yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Elohim? ---------------------------------------------------- KS-ILT Maz 42:2 Seperti rusa merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Elohim. 42:3 Jiwaku haus kepada Elohim, kepada Elohim yang hidup; bilakah aku datang di hadapan Elohim? KJV Psa 42:2 My soul thirsteth for God, for the living God: when shall I come and appear before God? Psa 42:3 My tears have been my meat day and night, while they continually say unto me, Where is thy God? Banyak orang berurusan dengan Elohim hanya saat mereka dalam masalah kehidupan yang berkenaan dengan pemenuhan kebutuhan jasmani. Kalau ada pujian yang dinaikkan kepada Elohim, pada dasarnya bukan karena kagum terhadap pribadi-NYA, tetapi pada kekuatan-NYA yang dapat dimanfaatkan. Seperti orang yang menyanjung kemampuan dan kekuatan sahabatnya dengan tujuan mencari keuntungan pribadi. Ternyata, terdapat para rohaniwan yang mendukung hal ini juga. Ironisnya, diajarkan bahwa Elohim menjadi senang kalau manusia datang minta pertolongan kepada-NYA, seolah-olah Elohim dapat berbangga diri karena memenangkan perlombaan melawan dukun atau kuasa lain. Bila rohaniwan mempromosikan Elohim sebagai jalan keluar dari masalah-masalah pemenuhan kebutuhan jasmani, tidak jarang pula pesan atau nasihat itu juga mengandung kepentingan-kepentingan pribadi; bukan hanya uang tetapi juga penghargaan terhadap dirinya, pengultusan terhadap dirinya, dan keuntungan lain yang tersembunyi. Inilah orang-orang yang menjual Elohim. Pelayananan gereja dijadikan sarana jual jasa atau semacam broker yang menghubungkan manusia yang membutuhkan pertolongan Elohim. Ia menjadi makelar yang mendapat persenan dari pelayanan gereja. Elohim mengajar kita untuk mempunyai hati seperti rusa yang merindukan sungai yang berair. Kitaharus mempunyai kerinduan yang dalam untuk bertemu dengan-NYA. Kehausan akan Elohim ini membuat kita menjadi kekasih-NYA. Ada ketergantungan jiwa kita terhadap Elohim. Inilah ketergantungan yang benar. Orang seperti ini akan bergantung secara permanen kepada Elohim dalam segala keadaan. Jadi kalau selama ini kita mencari Elohim hanya kalau hidup jasmani kita bermasalah, semestinyalah kita bertobat, karena orang-orang yang seperti ini sebenarnya menyatakan dirinya tidak membutuhkan Elohim. Untuk apa Elohim menyertai orang-orang yang hanya memperalat diri-NYA dan tidak menjadikan DIA sebagai kekasihnya? Elohim juga kadang-kadang mengizinkan masalah terjadi dalam hidup orang-orang yang tidak merasa membutuhkan Elohim pada saat hidupnya tidak bermasalah, apabila dalam hatinya masih ada kerinduan terhadap Elohim. Ini salah satucara bagi Elohim untuk mengembalikan orang-orang tersebut menjadi kekasih-NYA. Bagi orang yang sama sekali tidak merasa membutuhkan Elohim walau sudah mendapat peringatan-NYA, Elohim juga tidak perlu berurusan dengan DIA. Kehausan akan Elohim akan membawa kita untuk terus bergantung kepada Elohim kapan pun dan di mana pun Dimodifikasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit. ======================================== From: FRS Sowong Tidak Mengharapkan Sumber Lain Seri : Hidup Dalam Perlindungan Elohim Bacaan : Yeremia 17 : 5–7 17:5. Beginilah firman Elohim: "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada Elohim! 17:6 Ia akan seperti semak bulus di padangbelantara, ia tidak akan mengalami datangnya keadaan baik; ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun, di negeri padang asin yang tidak berpenduduk. 17:7 Diberkatilah orang yang mengandalkan Elohim, yang menaruh harapannya pada Elohim! -------------------------------------------------- KS-ILT Yer 17:5 Beginilah firman YAHWEH, "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia dan yang mengandalkan kekuatannya, serta hatinya menyimpang dari YAHWEH. 17:6 Sebab dia akan jadi seperti belukar di padang pasir, dan tidak akan mengalami datangnya keadaan baik. Namun, dia akan hidup di tempat-tempat kering di padang belantara, di tanah padang asin yang tidak berpenduduk. 17:7 Diberkatilah orang yang mengandalkan YAHWEH, dan menaruh percaya kepada YAHWEH. KJV Jer 17:5 Thus saith the LORD; Cursed be the man that trusteth in man, and maketh flesh his arm, and whose heart departeth from the LORD. Jer 17:6 For he shall be like the heath in the desert, and shall not see when good cometh; but shall inhabit the parched places in the wilderness, in a salt land and not inhabited. Jer 17:7 Blessed is the man that trusteth in the LORD, and whose hope the LORD is. Orangyang mengandalkan kekuatan di luar Elohim tidak akan menerima perlindungan Elohim. Firman Elohim mengatakan bahwa orang-orang yang mengandalkan manusia atau kekuatannya sendiri adalah orang-orang yang terkutuk. Orang percaya yang benar tidak akan pernah berpikir mengharapkan pertolongan dari sumber selain Elohim. Orang Kristen yang benar akan berprinsip "lebih baik menderita dan mati daripada menerima pertolongan dari sumber lain". Sayangnya tidak sedikit orang Kristen yang merasa doanya tidak dijawab oleh Elohim lantas berpaling ke kuasa lain, menoleh ke kekuatan-kekuatan gaib, mulai mengunjungi dukun klenik. Inilah orang-orang yang membuka celah terhadap masuknya kuasa kegelapan dalam hidupnya. Larangan Alkitab atas praktik seperti ini sangat beralasan, sebab praktik ini mengakibatkan beberapa hal. Pertama, manusia memfokuskan hidupnya kepada dirinya sendiri, bukan kepada Elohim. Pada hakikatnya, penggunaan kuasa-kuasa kegelapan itu sebagai upaya untuk mencari keuntungan pribadi. Ini adalah sebuah manipulasi bukan dedikasi. Kedua, mata hatinya menjadi gelap, sehingga ia menjauh dari kebenaran Elohim dan diperbudak oleh keinginannya sendiri atau keinginan penghulu kuasa kegelapan; akhirnya ia binasa (Why. 21:8). Ketiga, manusia mengikatkan dirinya kepada tokoh-tokoh yang dapat menjadi distributor kekuatan-kekuatan gaib tersebut, bukan kepada Elohim. Akibatnya ia tidak melekat kepada Sumber Hidup, malahan semakin jauh dari Elohim. --------------------------------------------------- KS-ILT Wah 21:8 Namun bagi yang pengecut, juga bagi yang tidak percaya, dan yang merusak, dan bagi para pembunuh, dan bagi para pezina, dan bagi para penyihir, dan bagi para penyembah berhala, dan bagi semua orang yang berdusta, bagian mereka ada dalam lautan yang dinyalakan oleh api dan belerang, yang adalah kematian kedua." KJV Rev 21:8 But the fearful, and unbelieving, and the abominable, and murderers, and whoremongers, and sorcerers, and idolaters, and all liars, shall have their part in the lake which burneth with fire and brimstone: which is the second death. Melihat larangan Alkitab tersebut, praktik seperti ini tidak boleh masuk dalam gereja. Karena itu anggota jemaat harus belajar untuk memiliki hubungan langsung dengan Elohim, bukan melalui perantara seperti pendeta atau hamba Elohim lainnya. Hubungan pribadi dengan Elohim juga akan memberikan sukacita hidup yang sejati. Tidak mengharapkan sumber lain bukan hanya berarti tidak pergi kepada kuasa gelap, tetapi sikap hati yang kurang percaya terhadap perlindungan Elohim dalam segala perkara di kehidupan ini juga berarti tidak mengandalkan Elohim dengan benar. Kita harus berprinsip bahwa dalam segala hal Elohim turut bekerja. Kita harus memahami bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita mendatangkan kebaikan, yaitu kebaikan untuk menjadi serupa dengan Tuhan Yesus. Inilah rencana Elohim yang harus dialami setiap orang percaya, sekaligus merupakan sebagai persiapan hidup di dunia yang akan datang. Hanya Elohim lah Sumber Pertolongan yang sejati. Kita harus mengandalkan DIA saja. Dimodifikasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit. ========================================= Dengan Akal Budi Bacaan : Matius 22 : 37–40 22:37Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah YAHWEH, Elohimmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. 22:38 Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. 22:39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. 22:40 Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi." ------------------------------------------------------ KS-ILT Mat 22:37 Dan YESUS berkata kepadanya, "Kasihilah YAHWEH, Elohimmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. 22:38 Inilah perintah yang pertama dan yang terbesar. 22:39 Dan yang kedua, yang sama seperti itu: Kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri. 22:40 Pada kedua perintah inilah tergantung seluruh isi torat dan kitab para nabi." KJV Mat 22:37 Jesus said unto him, Thou shalt love the Lord thy God with all thy heart, and with all thy soul, and with all thy mind. Mat 22:38 This is the first and great commandment. Mat 22:39 And the second is like unto it, Thou shalt love thy neighbour as thyself. Mat 22:40 On these two commandments hang all the law and the prophets. Semua gereja pasti menganjurkan anggotanya untuk intensif membaca Alkitab. Tapi apakah gereja telah membekali orang percaya dengan rambu-rambu yang jelas dalam menggali Alkitab? Sebab Alkitab seperti hutan belantara yang harus dikuasai jalan setapaknya; kalau tidak, si penjelajah akan tersesat di jalan dan tidak bisa pulang. Memahami isi Alkitab memang tidak mudah, tetapi dapat dilakukan. Untuk memahaminya kita sama sekali tidak membutuhkan wahyu yang bersifat mistis. Yang penting adalah untuk menggali Alkitab kita harus menggunakan akal budi kita, yaitu rasio yang maksimal melalui kerja keras. Itulah sebabnya Elohim mengatakan bahwa kita harus mengasihi DIA dengan segenap akal budi juga (ay. 37). Akal budi adalah pikiran, yang haruslah selalu mengalami pembaruan (Rm. 12:2). ----------------------------------------------------- KS-ILT Rom 12:2 Dan janganlah menjadi serupa dengan zaman ini, tetapi biarlah kamu diubah oleh pembaruan pikiranmu, agar kamu membuktikan apa itu kehendak Elohim, yang baik, yang berkenan, dan yang sempurna. KJV Rom 12:2 And be not conformed to this world: but be ye transformed by the renewing of your mind, that ye may prove what is that good, and acceptable, and perfect, will of God. Berkenaan dengan ini, kita harus terlebih dahulu memahami apa maksudnya "Alkitab adalah Firman Elohim". Apa sebenarnya yang Firman Elohim: bukunya secara fisik, atau huruf-huruf yang menyusun kata-kata, atau bagian lain? Ataukah hanya sebagian saja dari Alkitab yang merupakan Firman Elohim, yaitu yang mengutip kata-kata Elohim? Sebenarnya maksud "Alkitab adalah Firman Elohim" ialah, Alkitab ditulis berdasarkan inspirasi dari Roh Kudus, serta sudah lengkap dan memadai guna mengajar dan memandu kita untuk beriman dan hidup dalam kebenaran menuju kesempurnaan, kembali kepada rencana Elohim yang mula-mula. Kemudian perlu pula kita pahami, bagaimana kita dapat menemukan kebenaran dari dalam Alkitab? Sebab ternyata dari dalam Alkitab orang bisa menarik kesimpulan dari apa yang dimengertinya sebagai kebenaran, padahal ternyata bukan. Kita tahu, ajaran-ajaran sesat yang mencoba merusak iman jemaat yang murni juga melandaskan doktrinnya kepada Alkitab. Untuk menemukan kebenaran dari dalam Alkitab yang benar-benar benar, sekali lagi kita harus melibatkan akal budi kita dalam memilih dua hal. Pertama, kita harus berani memilih, siapa yang layak didengar ajarannya. Kita harus memperhatikan apa yang disampaikan setiap pemberita Firman. Kalau pembicara menyampaikan Firman Elohim yang murni, maka paradigma atau cara berpikirnya menjadi benar. Kedua, kita harus memilih berbagai buku dan majalah rohani yang bermutu untuk dipelajari, yang dapat meletakkan fondasi iman yang benar. Untuk itu kalau kita tidak tahu, kita perlu bertanya dan berdiskusi dengan saudara-saudara seiman yang mengerti mengenai hal ini. Untuk menggali Alkitab kita harus menggunakan akal budi kita, bukan dengan pengalaman mistis. Dimodifikasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit.

