Kalau ada bermacam-macam aliran theologi, mengapa theologi Reformed? Apa itu theologi Reformed?
Bagaimana theologi Reformed menghayati pergumulan iman dan kehidupan bergereja di dalam dunia yang semakin menekan iman Kekristenan yang sejati? Apa arti moto gerakan Reformed: "Ecclesia reformata semper reformanda est" (gereja Reformed adalah gereja yang senantiasa mereformasi diri)? Jika gereja tidak mengalami transformasi apakah masih boleh disebut sebagai gereja Reformed? Transformasi Alkitabiah seperti apakah yang diajarkan oleh theologi Reformed? Temukan jawabannya dalam: Seminar: THEOLOGI REFORMED, GEREJA, DAN TRANSFORMASI oleh: Ev. Yuzo Adhinarta, Ph.D. Senin dan Selasa, 4 dan 5 Juli 2011; Pkl. 19.00-21.30 WIB (2 sesi/hari) di Graha Gloria Lt. 3, Gereja Kristen Abdiel (GKA) Gloria Pacar, Jln. Pacar 9-17, Surabaya Informasi, hubungi: (031) 5344382, 5352290, 5352291 Profil Pembicara: Ev. Yuzo Adhinarta, S.T., M.Div., M.Th., Ph.D. melayani Tuhan di Indonesia dengan kapasitas sebagai seorang John Stott atau Langham Scholar, misionaris yang didukung oleh Christian Reformed World Missions (CRWM) sekaligus sebagai dosen tetap dan Direktur Program M.Th. di Sekolah Tinggi Theologi Reformed Injili Indonesia (STTRII) Jakarta. Beliau menyelesaikan studi Sarjana Teknik (S.T.) di bidang Teknik Sipil di Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Surabaya; Master of Divinity (M.Div.) di STTRII Jakarta; Master of Theology (M.Th.) dalam bidang Theologi Sistematika dan Doctor of Philosophy (Ph.D.) dalam bidang Theologi Sistematika dan Theologi Historika di Calvin Theological Seminary, U.S.A. pada tahun 2003. Beliau menikah dengan Ev. Yuliwaty Rukiah, S.Th., M.Ed. dan dikaruniai 2 orang anak: Jason Ken Adhinarta (2004) dan Janice Faye Adhinarta (2009). “Tuhan sering kali menggunakan dosa-dosa orang lain untuk menyingkapkan kelemahan kita sendiri.” (Rev. Bob Kauflin, Worship Matters, hlm. 382)

