HARI RAYA IDUL ADHA

"Pada tanggal 6 November 2011, dunia Islam merayakan hari raya Idul Adha
untuk mengenang karya iman nabi Ibrahim yang dipercaya menunjukkan
penyerahan diri yang luar biasa dengan merelakan anaknya sebagai korban
ujian Allah. Menarik untuk dilihat bahwa peristiwa ini tercatat dalam ketiga
kitab suci agama semitik yang ketiganya mengaku Abraham/Ibrahim sebagai Bapa
Monotheisme yang menyembah Elohim/Allah yang sama (perhatikan bahwa Al-Quran
menyebut sesembahan Abraham/Ibrahim itu 'Allah' dan  Arabic Bible menyebut
nama sesembahan Abraham/Ibrahim itu 'Allah' juga. Kalau dalam Tanakh disebut
Abraham menyembah 'Elohim,' dalam Tanakh dalam bahasa Arab 'Al-Quran Tirgem
Avrit' Elohim diterjemahkan dengan ' Allah'. Nama Allah sudah digunakan
orang Arab sejak berkembangnya bahasa Arab termasuk bangsa Arab yang
beragama Hanif, Yahudi dan Kristen lama sebelum agama Islam lahir)." 

Dalam agama Yahudi yang tercatat dalam Tanakh (menjadi PL bagi Kristen),
Abraham mempersembahkan Ishak (Kej.22:1-19) dimana peristiwa ini merupakan
ujian bagi iman Abraham sehingga ia kemudian dijuluki 'Bapa Orang Beriman'
(Gal.3:6-7). Peristiwa pengorbanan anak Abraham juga diakui dan tercatat
dalam Perjanjian Baru Kristen (Ibr.11:17-19). Keduanya mengaminkan bahwa
peristiwa itu sekaligus menunjuk pada perjanjian Tuhan melalui Ishak dan
keturunannya (Kej.21:12; Ibr.11:18), dan bagi umat Kristen, pengorbanan
Ishak menunjuk kepada pengorbanan Yesus Kristus (Rm.4; Gal.3).

Berbeda dengan pendapat sebagian orang yang menganggap bahwa 'Allah' adalah
nama dewa, Idul Adha adalah perayaan menyembah Tuhan yang bernama 'Allah'
yang sudah dikenal bangsa Arab sejak lama setidaknya dalam peristiwa ujian
bagi Abraham. Perlu disadari bahwa kaum 'hunafa' (tunggal hanif) bangsa Arab
(terutama suku Ibrahimiyyah dan Ismaeliyyah) secara turun-temurun mengenal
dan mempertahankan iman kepada 'Allah' Abraham itu yang diperkuat melalui
perayaan Idul Adha yang merupakan ritual Islam yang meneruskan tradisi orang
Hanif. 

Orang Arab juga mewarisi pengetahuan mengenai Elohiml/Allah itu sebelum
Abraham melalui keturunan Sem (melalui anaknya Aram) dan Eber (melalui
anaknya Yoktan). Hanya, berbeda dengan kitab suci agama Yahudi dan Kristen,
Al-Quran (QS.37:99-113) tidak menyebutkan siapa yang dikorbankan, namun
tradisi Islam menyebut Ismael yang dikorbankan. Dari sini kita melihat bahwa
agama Yahudi, Kristen, dan Islam mengenal Elohim/Allah yang sama dan
Abraham/Ibrahim yang sama, namun berbeda dalam pengajaran/aqidah mengenai
nama yang sama itu yang berkembang dalam kitab suci dan tradisi yang
dipercayai oleh masing-masing.

Tidak perlu disangkal bahwa ketika agama semitik itu menjadikan
Abraham/Ibrahim sebagai bapa umat beriman dan bagi umat Islam peristiwa itu
dikenang terus sebagai 'Idul Adha,' jadi kesamaan nama sesembahan yaitu
Elohim/Allah sebenarnya mengikat ketiganya dalam satu iman kepada agama
monotheisme. Namun sekalipun demikian, kesamaan itu tidak berarti bahwa
segala-galanya juga sama, sebab dalam hal ajaran/aqidah mengenai nama yang
sama itu dijumpai perbedaan-perbedaan.

Baik umat Yahudi maupun Kristen menyembah Elohim/Theos yang sama seperti
yang dipercaya Abraham sesuai dengan Kitab Perjanjian Lama, namun bagi umat
Yahudi, Elohim itu bersifat monotheisme tunggal dimana Yesus tidak diakui
sebagai Tuhan melainkan hanya sebagai guru Yahudi saja. Umat Kristen
menerima Tuhan Yesus Kristus sebagai Guru dan Tuhan dan Juruselamat manusia
sesuai dengan apa yang dinyatakan dalam Kitab Perjanjian Baru (Yoh.3:16;
Mat.13:13). Demikian juga dengan tradisi keturunan Ismael yang diteruskan
dalam agama Islam diikuti terus dengan menjadikan Abraham bapa orang beriman
namun mengajarkan aqidah yang menolak penebusan Tuhan Yesus Kristus dikayu
salib sehingga meneriskan tradisi Idul Adha yang bersifat kurban dan amal
baik.

Tradisi Idul Adha sekaligus mengingatkan kita bahwa baik agama Yahudi maupun
Islam masih menggunakan 'kurban, dan amal baik' sebagai jalan keselamatan.
Mereka belum mengenai jalan anugerah keselamatan melalui penebusan Tuhan
Yesus Kristus yang adalah 'Allah yang menyertai kita' (Imanuel). Nama Yesus
Kristus dan Injil keselamatan yang dibawa-Nya inilah yang perlu disampaikan
kepada umat Yahudi maupun Islam dengan kasih sebagai kesaksian. ***

Salam kasih dari YABINA ministry (www.yabina.org)

Kirim email ke