Bagaimana kita mengetahui sejarah tentang Tuhan Yesus Kristus dan para 
rasul-Nya? Jelas, sumber yang terpenting adalah Perjanjian Baru yang kita 
miliki. Namun, pertanyaannya, bagaimana kita dapat memahami Perjanjian Baru 
secara tepat dan menerapkannya dalam aspek-aspek praktis, misalnya: berkhotbah?
 
Temukan jawabannya dalam:
Buku
NEW TESTAMENT EXEGESIS
(Eksegesis Perjanjian Baru: Sebuah Buku Pegangan bagi Mahasiswa dan Pelayan 
Gerejawi)
 
oleh:Prof. Gordon D. Fee, Ph.D., D.D.
 
Penerjemah: Ev. Andreas Hauw, M.Th.
 
Penerbit: 
Literatur Seminari Alkitab Asia Tenggara (SAAT) Malang, 2011 (cetakan kedua)
 
 
 
Di dalam bukunya ini, salah satu pakar Perjanjian Baru yang ahli dalam bidang 
kritik teks, Dr. Gordon D. Fee menjelaskan cara-cara mengeksegesis Perjanjian 
Baru dengan berbagai jenis literatur sastranya. Buku ini dibagi menjadi 4 
bagian, di mana bagian I, Dr. Fee menjelaskan pedoman-pedoman dasar tentang 
mengeksegesis Perjanjian Baru dengan 4 jenis literatur: Surat-surat, Injil, 
Kisah Para Rasul, dan Kitab Wahyu. Kemudian, di bagian II, Dr. Fee menguraikan 
tuntas tentang pedoman-pedoman yang telah dijelaskannya di Bagian I yaitu: 
analisa susunan kalimat, membangun teks, analisa tata bahasa, analisa 
kata-kata, latar belakang sejarah-budaya, dan analisa sebuah perikop. Kedua 
bagian ini nantinya dapat diaplikasikan di bagian III yaitu mengintegrasikan 
eksegese Alkitab yang teliti dengan teknik berkhotbah (homiletika) di mana 
menurut Dr. Fee, si pengkhotbah perlu mengeksegese Perjanjian Baru yang akan 
dikhotbahkan, namun juga “menyapa” jemaat dengan
 berusaha menghilangkan istilah-istilah sulit dalam eksegese tersebut. Di 
bagian terakhir, Dr. Fee mendaftarkan berbagai alat bantu dan sumber-sumber 
untuk langkah-langkah di Bagian II entah itu berupa buku-buku studi Perjanjian 
Baru yang bermutu maupun software PC tentang studi Perjanjian Baru yang bisa 
didownload dari internet. Di baigan Lampiran, Dr. Fee mengemukakan kendala 
zaman postmodern terhadap eksegese Perjanjian Baru yaitu 
penyelidikan-penyelidikan respons pembaca yang berusaha menekankan pentingnya 
pembaca Alkitab untuk mengerti Alkitab sendiri tanpa melihat maksud asli 
penulis Alkitab. Bagi Dr. Fee, konsep ini jelas melawan dirinya sendiri dan 
sangat berbahaya bagi eksegese Perjanjian Baru. Biarlah buku yang cukup sulit 
namun sangat bermutu ini dapat memberkati orang Kristen awam (yang mengenal 
dasar-dasar bahasa Yunani) maupun mahasiswa dan pelayan gerejawi dalam 
mengeksegese Perjanjian Baru demi pertumbuhan kerohanian pribadi maupun jemaat
 yang dilayaninya.
 
 
 
Rekomendasi:
“Dengan munculnya edisi ketiga ini, saya dengan gembira mengatakan dalam 
tulisan ini mengenai apa yang telah saya katakan kepada para mahasiswa saya 
bertahun-tahun: ‘Milikilah buku-buku Fee!’ Buku ini adalah pengantar utama 
langkah demi langkah yang handal bagi proses menafsir sejak awal hingga akhir. 
Jika Anda hanya bisa mendapatkan satu buku praktis mengenai hermeneutika, 
inilah buku itu. Apa yang telah diperbaharui di sini membuat semuanya menjadi 
semakin sesuai dengan permasalahannya, seteman baik antara teori dan praktis 
yang selaras dengan keyakinan bahwa pergumulan untuk memastikan yang asli dari 
pengarang, yang menyuarakan keinginan, adalah tujuan eksegesis yang benar dan 
mulia.”
Prof. Scott J. Hafemann, D.Theol.
(Reader in New Testament Studiesdi School of Divinity, University of St. 
Andrews, U.K.; Master of Arts—M.A. dari Fuller Theological Seminary, U.S.A. dan 
Doctor of Theologie—D.Theol. dari Eberhard-Karls-Universität Tübingen, Jerman)
 
“Sebuah perevisian dari buku standar lama yang amat bermanfaat dan 
diperkenalkan kepada para mahasiswa baik buku-buku baru maupun sumber-sumber 
internet yang tersedia bagi eksegesis Perjanjian Baru.”
Prof. Robert H. Stein
(Senior Professor of the New Testament di Southern Baptist Theological 
Seminary, U.S.A.)
 
“Eksegesis Perjanjian Baru Gordon Fee telah amat dikenal sebagai sumber bagi 
metodologi eksegesis selama bertahun-tahun. Edisi ketiga ini membuatnya bahkan 
lebih baik dan lebih bermanfaat. Ketika saat mengajar eksegesis menjadi cukup 
berat, adalah senang mendengar sebuah teks yang padat seperti ini sudah hadir.”
Prof. Darrell L. Bock, Ph.D.
(Research Professor of New Testament Studies dan Professor of Spiritual 
Development and Culture (CCL)di Dallas Theological Seminary, U.S.A.; Bachelor 
of Arts—B.A. dari University of Texas; Master of Theology—Th.M. dari Dallas 
Theological Seminary; Doctor of Philosophy—Ph.D. dari University of Aberdeen; 
dan menjalani studi post-doktoral di Tübingen University)
 
 
 
Profil Penulis:
Prof. Gordon Donald Fee, Ph.D., D.D.  yang lahir pada tahun 1934 di Ashland, 
Oregon, dari ayah, Donald Horace Fee (1907–1999) dan ibu, Gracy Irene Jacobson 
(1906–1973) adalah theolog Kristen Amerika-Kanada dan pendeta yang ditahbiskan 
di Gereja Sidang Jemaat Allah, Amerika Serikat. Sekarang, beliau menjabat 
sebagai Profesor Emeritus bidang Studi Perjanjian Baru di Regent College, 
Vancouver, Kanada. Beliau menyelesaikan studi Bachelor of Arts (B.A.) dan 
Master of Arts (M.A.) di Seattle Pacific University dan Doctor of Philosophy 
(Ph.D.) di the University of Southern California. Pada tanggal 21 April 2010, 
beliau dianugerahi gelar Doctor of Divinity (D.D.) dari Northwest University, 
Kirkland, Washington, di mana Fee pernah mengajar di sana. Beliau disebut 
sebagai ahli terkemuka di bidang pneumatologi (doktrin Roh Kudus) dan kritik 
teks Perjanjian Baru. Beliau adalah anggota dari CBT (Committee on Bible 
Translation) yang menerjemahkan the New
 International Version (NIV) dan revisinya the Today’s New International 
Version (TNIV). Beliau juga melayani sebagai dewan penasihat di the 
International Institute for Christian Studies.


"Kerendahan hati yang rohani merupakan suatu kesadaran yang dimiliki seorang 
Kristen tentang betapa miskin dan menjijikkannya dirinya, yang memimpinnya 
untuk merendahkan dirinya dan meninggikan Allah semata."
(Rev. Jonathan Edwards, A.M., Pengalaman Rohani Sejati, hlm. 100)

Kirim email ke