MENGENAL KARUNIA-KARUNIA ROH KUDUS
Bagian 6: Karunia Kesembuhan (1Kor. 12:9, 28, 30)
 
oleh:Denny Teguh Sutandio
 
 
 
Selanjutnya, Paulus menyebut karunia
menyembuhkan. Kata “menyembuhkan” dalam LAI tidak tepat. Dalam teks Yunaninya,
“menyembuhkan” adalah ἰαμάτων(iamatōn) yang berbentuk kata benda, genitif 
(kepemilikan), netral,
dan jamak dari kata Yunani ἴαμα(iama).[1] Kata ini hanya dipakai 3x di dalam 
Perjanjian Baru yaitu di 1Kor. 12:9, 28, dan
30. Dan menariknya, khusus karunia ini, teks Yunani menambahkan kata 
χαρίσματα(kharismata), sehingga menjadi: χαρίσματαἰαμάτων(kharismata iamatōn). 
Penggunaan kata kharismata di sini menurut Prof. David E. Garland, Ph.D. 
merupakan
kekhususan untuk membedakan karunia kesembuhan dengan kesembuhan yang diperoleh
melalui pengobatan medis.[2]
Penggunaan bentuk jamak dari kata Yunani untuk “kesembuhan” (iamatōn), menurut 
Rev. Prof. D. A. Carson, Ph.D.
mengindikasikan,
there were different gifts of
healings: not everyone was getting healed by one person, and perhaps certain
persons with one of there gifts of healing could by the Lord’s grace heal 
certain
diseases or heal a variety of disease but only at certain times.[3]
ada karunia-karunia
kesembuhan-kesembuhan yang berbeda: tidak setiap orang disembuhkan oleh satu
orang, dan mungkin beberapa orang dengan satu dari karunia-karunia kesembuhan, 
atas anugerah-Nya, dapat menyembuhkan
penyakit-penyakit tertentu atau menyembuhkan berbagai penyakit tetapi hanya
pada saat-saat tertentu. 
Dari sini, kita belajar bahwa orang yang
mendapat karunia kesembuhan adalah mereka yang diberi karunia untuk
menyembuhkan orang sakit, namun hasil akhirnya bergantung pada kedaulatan Allah
yang bisa menyembuhkan penyakit orang lain maupun tidak menyembuhkan sama
sekali.

________________________________
 
[1]Seharusnya
diterjemahkan, “karunia kesembuhan”.
[2]David E. Garland, 1 Corinthians, hlm. 581.
[3]D. A. Carson, Showing the Spirit, hlm. 30.

Kirim email ke