TOGETHER IN HARMONY
 
oleh: Pdt. Rahmiati
Tanudjaja, D.Miss.
 
 

Nats: Roma 15:1-6


 
 
Pendahuluan: 
 Ciri-ciri
apa yang diberikan oleh orang dunia pada umumnya untuk menyatakan bahwa satu
gereja adalah gereja yang baik? 
a.    Biasanya
yang pertama berkaitan dengan gedungnya. 
Gereja yang baik apakah Gereja yang tidak
pindah-pindah tempat? Atau gereja yang sudah punya gedung sendiri? Ataukah
gereja dengan gedung yang besar? Kalau kita melihat di Perjanjian Lama, bait
Allah masih berbentuk tenda, masih harus berpindah-pindah. Gereja yang besar
tidak salah. Penting sekali kita memahami apa yang dimaksud Tuhan tentang
gereja. Kalau kita perhatikan gereja adalah satu tempat di mana setiap kali
orang masuk, mereka menyadari dan tahu siapa yang sedang disembah. Baik itu
sudah menjadi gereja yang tetap maupun masih pindah-pindah, yang paling penting
semua didesain sedemikian rupa sehingga orang-orang tahu setiap kali mereka
masuk ke tempat yang kudus di mana Allah hadir di sana. Bukan tempatnya yang
sakral tetapi mereka tahu di sana kehadiran Allah ada dan mereka tidak boleh
sembarangan disitu. Apakah gereja sekarang dibangun dengan pemikiran bahwa
semua itu didesain supaya setiap orang yang masuk sadar siapa Allah yang sedang
disembah?
 
b.    Lalu
apa ciri yang kedua? 
Kalau gedungnya besar tetapi orangnya sedikit
tidak baikkah? Jemaat yang banyak bukan tidak baik atau jemaat yang sedikit itu
lebih baik. Tetapi kembali kita melihat dari firman Tuhan yang berbicara dimana
dua tiga orang berkumpul, Allah hadir disana. Kalau begitu banyak orang hadir
dan berkumpul tanpa kehadiran Tuhan, itu tidak bedanya dengan orang yang
berkumpul dalam suatu konser atau pertunjukan. Jemaat adalah kumpulan orang
yang telah ditebus, telah dipanggil oleh Tuhan sehingga jemaat itu sendiri 
adalah
Bait Allah yang menyatakan kehadiran Tuhan berapapun jumlahnya.
 
c.    Yang
ketiga biasanya dicirikan dengan berbagai program yang ada di gereja tersebut. 
Di Alkitab, seluruh tujuannya disampaikan dalam
kaitannya dengan ibadah. Tuhan merancang dan menetapkan supaya seluruh
aktivitas bukan hanya di dalam gedung atau didalam tenda tetapi berbicara
tentang seluruh aktivitas dimana saja yang dikaitkan dengan Allah yang mereka
sembah. 
 
 
Isi
Perhatikan dimana kita berada saat ini?
Lihatlah dari diri pribadi sebagai individu dihadapan Tuhan. Evaluasi diri kita
masing-masing. Together In Harmony (bersama didalam keharmonisan). Dalam ayat
kelima, kerukunan yang disebut bukan asal rukun. Keharmonisan bukan asal
harmonis. Visi dan misi dari gereja adalah sungguh-sungguh bergerak untuk
menjadi serupa dengan Kristus. Ada aktivitas yang terus berlangsung untuk
menjadi serupa dengan Kristus. Tujuannya jelas menjadi serupa dengan Kristus.
Berarti seharusnya seluruh aktivitas ditujukan untuk menjadi serupa Kristus.
Berarti bukan asal aktivitas. Pada waktu berbicara tentang keharmonisan,
Alkitab bukan hanya mengajarkan tentang keseragaman. Mengapa firman Tuhan dalam
bagian ini berbicara banyak tentang kerukunan? Karena konteks jemaat waktu itu
sangat bervariasi. Satu jemaat bisa variasinya dari gender, usia, bangsa, suku,
talenta, tahap-tahap pertumbuhan sebagai anak Tuhan. Firman Tuhan baik untuk
semua itu. Bukan berarti bayi rohani cukup menjadi bayi rohani saja tanpa
bertumbuh. Variasi dalam hal tersebut adalah baik adanya. Masing-masing kita
memiliki pemahaman sendiri mengenai apa itu baik. Dalam firman yang kita baca,
baik bukan menurut pandangan kita tetapi Kristuslah yang menjadi acuannya. Kita
harus menjadi serupa dengan Kristus. Ayat keempat menyatakan bahwa Kristus yang
telah dinyatakan dalam kebenaran firman Tuhan. Jadi yang harus sama dan tidak
boleh berbeda adalah pemikiran kita yang Filipi katakan sebagai sehati dan
sepikir dengan Kristus. Semua anak Tuhan harus mengacu dan menjadikan firman
Tuhan sebagai otoritas tertinggi. Setiap anak Tuhan harus belajar firman Tuhan
baik-baik untuk bisa mengerti isi hati Tuhan dan membiarkan hatinya
dikuasai oleh firman Tuhan. Sehingga pada saat kita bergerak, motivasi dan
tujuan kita sesuai dengan maunya Tuhan. Harmonis disini, didalam segala
keberbedaan setiap anak Tuhan punya hati dan pikiran Tuhan. Di tengah
keberbedaan setiap individu sama-sama memikirkan bagaimana supaya saya baik
secara sendiri maupun berkelompok memuaskan hati Tuhan.
 
Ayat 6, kerukunan itu tujuannya bukan supaya
gereja terkenal tetapi supaya dengan satu hati dan satu suara (harmonis) kita
bisa memuliakan Tuhan kita Yesus Kristus. Penting sekali untuk setiap kita
ingat: Jangan mencuri kemuliaan Tuhan! Jangan ada agenda yang tersembunyi yang
sifatnya pribadi. Gereja adalah milik Tuhan. Setiap jemaat juga milik Tuhan.
Gedungnya milik Tuhan. Semuanya adalah milik Tuhan. Pada saat kita hidup ini,
gereja ini dipercayakan kepada kita, gereja tidak pernah ganti pemilik.
Semuanya adalah milik Tuhan. Posisi kita hanyalah sebagai pengelola. Sebagai
pengelola maka pertanggung jawaban kita adalah kepada pemilik. Hidup kita
sendiri saja tidak bisa kita kelola secara suka-suka, apalagi gereja. Semua
harus dikelola sesuai aturan main Tuhan. Mari kita evaluasi diri kita
masing-masing. Dalam kehidupan kita secara pribadi sebagai anak Tuhan, kita
harus menunjukkan kita memang adalah anak Tuhan. Kalau kita adalah anak Tuhan,
maka kita seharusnya memiliki ciri-ciri anak Tuhan. Sehati sepikir dengan
Tuhan. Betul-betul tahu tujuan hidup kita apa. Sama seperti Bapa di Sorga
sempurna, haruslah kita sempurna. Semua ini tidak mungkin terjadi kalau hidup
kita tidak dikuasai oleh firman Tuhan. Dan ini tidak mungkin terjadi kalau kita
tidak belajar firman Tuhan baik-baik.
 
 
Penutup
 Kalau
setiap kita sehati sepikir dengan kristus baru dapat terjadi keharmonisan maka
setiap kita bisa dikatakan adalah anak Tuhan bukan dari gedung gereja. Namun
apakah setiap orang yang masuk ke dalam gereja ini melihat bahwa sungguh Tuhan
yang disembah itu adalah Tuhan yang kudus dan patut ditinggikan. Kalau kita
semua sudah sehati dan sepikir dengan Kristus, kita semua akan menyadari bahwa
gereja bukan persoalan jumlah, bukan persoalan kuantitas. Sungguh menakutkan
kalau ada gereja yang menentukan target. Persoalannya bukan karena kita tidak
berusaha untuk membawa orang kepada Kristus. Semua ini adalah campur tangan dan
karya Ilahi, bukan karya manusia. Gereja tidak akan asal membuat program tetapi
selalu mempertimbangkan apakah lewat program setiap orang dibawa menjadi serupa
dengan Kristus. Semua yang kita lakukan bertujuan untuk Tuhan, bukan untuk
diri. Mari kita evaluasi diri kita dan perjalanan dari jemaat Tuhan di gereja
ini karena pertanggungjawaban kita dihadapan Tuhan nantinya bukan bersifat
kolektif tetapi bersifat pribadi. Supaya kita sehati sepikir dengan Tuhan
supaya Tuhan dimuliakan. Bersama karena Tuhan. Harmonis untuk kemuliaan nama
Tuhan.
 
 
 
Sumber:
http://www.gkyjgv.org/ringkasan.php?kode=1560
 
 
 
Profil
Pdt. Dr. Rahmiati Tanudjaja:
Pdt.
Rahmiati Tanudjaja, D.Miss.adalah dosen Theologi Sistematika dan Misiologi di 
Seminari Alkitab Asia
Tenggara (SAAT) Malang. Beliau menyelesaikan studi Sarjana Theologi (S.Th.) di 
SAAT Malang; Master of Divinity (M.Div.), Master
of Theology (M.Th.), dan Doctor of
Missiology (D.Miss.) di Reformed Theological Seminary, U.S.A.
 
"Kerendahan hati yang rohani merupakan suatu kesadaran yang dimiliki seorang 
Kristen tentang betapa miskin dan menjijikkannya dirinya, yang memimpinnya 
untuk merendahkan dirinya dan meninggikan Allah semata."
(Rev. Jonathan Edwards, A.M., Pengalaman Rohani Sejati, hlm. 100)

Kirim email ke