Dewasa ini, kesembuhan ilahi sedang digandrungi oleh banyak orang Kristen.
Banyak orang Kristen yang menekankannya, namun beberapa orang Kristen
menolaknya. Pertanyaan selanjutnya, apakah kesembuhan ilahi masih berlaku
hingga saat ini? Jika ya, apa yang perlu kita pelajari berkenaan dengan
kesembuhan ilahi di zaman sekarang yang sesuai dengan prinsip-prinsip Alkitab?
 
Temukan jawabannya dalam:
Buku
KESEMBUHAN YANG AJAIB:
Mengapa Allah Menyembuhkan Beberapa Orang dan
Tidak Menyembuhkan yang Lainnya?
 
oleh:Rev.
Henry W. Frost, D.D.
 
Penerbit: Visi Press, Bandung, 2009
 
Penerjemah: Maria Fennita
 
 
 
Di dalam bukunya, Rev. Dr. Henry W. Frost menjelaskan bahwa semua
kesembuhan itu adalah kesembuhan ilahi, baik yang menggunakan obat-obatan
maupun tidak. Bedanya kesembuhan ilahi yang tanpa menggunakan obat-obatan
disebut sebagai kesembuhan ajaib. Dr. Frost memulai bukunya dengan menjelaskan
kesaksian pembuka kapankah ia bertobat menjadi pengikut Kristus disusul 2 bab
berikutnya mengenai kesaksian baik dari dirinya maupun orang-orang di
sekitarnya tentang mereka yang mendapatkan mukjizat kesembuhan ajaib (Bab 2)
dan mereka yang tidak mendapatkan mukjizat tersebut (Bab 3). Dari 2 bab itu,
beliau menyimpulkan beberapa prinsip penting dari kedua kesaksian tersebut di 
Bab
4. Fakta ini mengarahkan beliau untuk menganalisa pendapat-pendapat dari Dr. A.
J. Gordon dan Dr. A. B. Simpson tentang kesembuhan ilahi yang ajaib dengan
mengajukan pertanyaan-pertanyaan sekaligus kritikan di Bab 5 dan 6. Kemudian di
Bab 7, Dr. Frost menjelaskan dasar-dasar pikir para pencetus kesembuhan ilahi
dan menganalisanya secara Alkitabiah. Dari pemikiran ini, maka di Bab 8, Dr.
Frost menjelaskan apa sebenarnya mukjizat-mukjizat Ilahi dan tujuannya dari
perspektif Alkitab. Lalu, di Bab 9, Dr. Frost juga mengaitkan kesembuhan ilahi
yang ajaib tersebut dengan kedaulatan Kristus di mana seperti Kristus berdaulat
memilih tempat dan waktu apa Dia inkarnasi, maka Ia pun berdaulat menyembuhkan
atau tidak menyembuhkan penyakit seseorang. Prinsip-prinsip dari Bab 6 s/d 9
mengarahkan beliau untuk memberikan berbagai macam deduksi dan kesimpulan yang
logis dan Alkitabiah di Bab 10 dan 11, kemudian ia mengakhirinya dengan
kesaksian penutup tentang kesembuhan anak laki-lakinya di Bab 12.
 
 
 
Rekomendasi:
“Ini adalah sebuah buku yang mudah dicerna dan tidak dapat
dibandingkan, yang pernah saya baca tentang topik ini.”
Dr. David Martyn Lloyd-Jones (20 Desember 1899–1 Maret 1981)
(dijuluki “The Doctor”,
salah satu dari Penginjil Terbaik Inggris di abad ke-20 dan pendeta dari
Westminster Chapel, London)
 
“Memangkas semak belukar dan kesalahpahaman untuk memberikan
salah satu diskusi yang terjelas mengenai kesembuhan yang ajaib yang saya
ketahui.”
Dr. (HC) Joni Eareckson Tada, D.D. (HC), L.H.D.
(HC)
(Penulis Kristen Injili, penyiar radio, dan pendiri dari Joni and Friends, 
sebuah organisasi
Kristen yang melayani komunitas penyandang cacat; dianugerahi beberapa gelar
kehormatan: Bachelor
of Letters—B.Litt. dari Western Maryland College; Doctor of Humanities—D.Hum. 
dari Gordon College; Doctor of Humane Letters—L.H.D. dari
Columbia International University; Doctor
of Divinity—D.D. dari Westminster Theological Seminary; D.D. dari Lancaster
Bible College; Doctor of Humanitarian
Services dari California Baptist University; dan L.H.D. dari Indiana
Wesleyan University)
 
 
 
Profil Dr. Henry
W. Frost:
Rev. Henry W. Frost, D.D.lahir pada tanggal 7 Januari 1858. Beliau bertanggung 
jawab
mendirikan kantor pusat sekaligus Direktur Nasional pertama dari China Inland
Mission (CIM; lembaga yang didirikan oleh J. Hudson Taylor di Great Britain
pada tahun 1865) di Amerika. Pada tahun 1965, CIM berganti nama menjadi: the 
Overseas Missionary Fellowship (OMF).
Sejak tahun 1974, kantor pusat OMF berada di Robesonia, Pennsylvania.
 
"Kerendahan hati yang rohani merupakan suatu kesadaran yang dimiliki seorang 
Kristen tentang betapa miskin dan menjijikkannya dirinya, yang memimpinnya 
untuk merendahkan dirinya dan meninggikan Allah semata."
(Rev. Jonathan Edwards, A.M., Pengalaman Rohani Sejati, hlm. 100)

Kirim email ke