BUKAN MELALUI ORANG-ORANG TERTENTU oleh:Pdt. Dr. (HC) Erastus Sabdono, D.Th. Ada orang-orang yang berpandangan bahwa kehadiran Allah selalu lebih nyata melalui beberapa orang tertentu yang memiliki kharisma khusus di hadapan Tuhan. Karena anggapan ini, maka mereka menjadikan orang-orang tersebut perantara untuk menghampiri Tuhan. Di sini terdapat anggapan bahwa perlunya seorang pengantara untuk mengalami Tuhan lebih nyata. Hal ini membuat banyak orang menjadi kurang giat dan serius mencari Tuhan secara pribadi, sebab menyerahkan pencarian akan Tuhan melalui orang lain. Padahal Alkitab jelas mengatakan bahwa kita hanya memiliki satu perantara, yaitu Tuhan Yesus. Semua orang percaya adalah imamat-imamat yang bisa langsung berinteraksi dengan Allah Bapa. Hendaknya kita tidak dikerdilkan oleh kesan yang ditimbulkan oleh oknum-oknum tertentu seakan-akan mereka bisa dihampiri dan menghampiri Tuhan lebih dari orang lain. Memang kita tidak dapat menyangkal terhadap kebutuhan perantara bagi orang-orang Kristen baru yang belum mampu secara pribadi berinteraksi dengan Tuhan. Perlu ada hamba-hamba Tuhan atau orang lain yang dapat menjadi alat Tuhan dalam memperkenalkan Tuhan kepada mereka. Tetapi selanjutnya, setiap individu harus belajar mengalami Tuhan tanpa perantara manusia lain, sebab perantara kita cukup satu yaitu Tuhan Yesus Kristus (1Tim. 2:5). Sikap salah ini terbukti dalam kehidupan banyak umat Tuhan yang bergantung kepada pendeta atau hamba Tuhan. Hal ini juga disebabkan oleh kesan yang ditampilkan banyak hamba Tuhan dan pendeta. Seolah-olah tanpa mereka, jemaat tidak bisa berinteraksi dengan Tuhan. Sehingga hari ini banyak pendeta dianggap dan diperlakukan seperti dewa. Ini juga menjadi bisnis pendeta yang oportunis, mengikat jemaat dengan pola pikir yang salah ini. Dewasa ini di tengah kebutuhan hidup mendesak dari makan minum sampai keamanan, tampillah hamba-hamba Tuhan yang mengaku agen Tuhan untuk dapat meraih sebanyak mungkin kekayaan Tuhan. Mereka mempromosikan diri sebagai perantara-Nya. Sudah waktunya semua umat memiliki kesempatan yang sama untuk menghampiri Allah Bapa sebagai anak-anak-Nya. Kehadiran Allah akan nyata dan penuh bagi mereka yang mencari Tuhan dengan sungguh-sungguh. Ia menjanjikan bahwa orang yang mencari Dia dengan sungguh-sungguh tidak akan sia-sia. Pasti akan menemukan Tuhan di dalam hadirat-Nya, dan menemukan Tuhan berarti kehidupan dan kelimpahan. Sumber: http://www.rehobot.net/article/bukan_melalui_orang_orang_tertentu Profil Pdt. Dr. Erastus Sabdono: Pdt. Dr. (HC) Erastus Sabdono, D.Th.yang lahir di Surakarta tahun 1959 dalam sebuah keluarga Kristenadalah gembala jemaat Rehobot Ministry di Jakarta. Beliau juga adalah seorang pembicara seminar, KKR, TV dan radio, penulis buku, penanggung jawab majalah dan renungan harian TRUTH, serta pengajar kebenaran Alkitab yang inovatif.Beliau menyelesaikan studi Sarjana Theologi (S.Th.) di Institut Theologi dan Keguruan Indonesia (ITKI/Seminari Bethel Indonesia); meraih gelar Master of Theology(M.Th.)di Sekolah Tinggi Theologi (STT)Jakarta; menerima gelar Doktor Honoris Causa dari American Christian College; dan menyelesaikan studi doktoral denganmeraih gelar Doktor Theologi(D.Th.)dari STT Baptis Indonesia (STBI) Semarang. "Kerendahan hati yang rohani merupakan suatu kesadaran yang dimiliki seorang Kristen tentang betapa miskin dan menjijikkannya dirinya, yang memimpinnya untuk merendahkan dirinya dan meninggikan Allah semata." (Rev. Jonathan Edwards, A.M., Pengalaman Rohani Sejati, hlm. 100)

