Di zaman ini,
begitu banyak motivator berkeliaran mengajar manusia bahwa manusia itu adalah
pribadi yang hebat dan mampu menciptakan kesuksesan. Bahkan seorang motivator
cukup terkenal meneriakkan slogan, “Sukses Adalah Hak Saya”. Apa sebenarnya
makna kesuksesan menurut Kekristenan?
 
Temukan jawabannya dalam:
Buku
MANUSIA SEJATI, MANUSIA SUKSES:
Success Is Not My Right
 
oleh: Tumbur Tobing, M.B.A.
 
Penerbit: Yayasan Kalam Hidup, Bandung, 2009
 
 
 
Di dalam
bukunya, bapak Tumbur Tobing memaparkan makna sukses menurut ukuran dunia vs
perspektif Alkitab. Di bab 1, beliau menguraikan pandangan umum tentang
kepuasan dan kesuksesan yang dikaitkan dengan latar belakang paganisme dan
teknik motivasi ala Gerakan Zaman Baru. Kemudian, di bab 2, beliau menganalisa
pertanyaan, dari manakah kesuksesan itu: usaha Allah atau usaha manusia. Di bab
ini, beliau juga memaparkan problematika “theologi” kemakmuran yang menjamur di
banyak gereja kontemporer dewasa ini. Melalui bab ini, beliau mengajarkan bahwa
kesuksesan adalah usaha Allah yang harus ditanggapi oleh manusia melalui
perspektif Allah dan firman-Nya. Nah, pola pikir di bab ini mengarahkan kita
untuk mengerti bab 3 di mana ada 10 kiat sukses menurut perspektif Allah. Di
bagian lampiran, ada 4 judul yang ingin dijelaskan pak Tumbur tentang perkataan
Tuhan Yesus di kayu salib, profesi, dan kesuksesan.
 
 
 
Profil Penulis:
Tumbur Tobing, M.B.A.menjalankan usaha sendiri di
bidang outsourcing and recruitment
“transform” dan di bidang distribusi consumer
goods “Tis General Trading and Distribution” sekaligus “T & T
Management Consultant” yang memfokuskan diri pada integrasi antara iman Kristen
dan workplace. Beliau menyelesaikan
studi Master of Business Administration (M.B.A.) di Filipina pada tahun 1990. 
Beliau telah berpengalaman lebih dari 15
tahun di industri consumer goods,
khususnya di bidang marketing dan sales baik di perusahaan multinasional
maupun swasta nasional. Beliau juga menjadi anggota dewan eksekutif di Reformed
Center for Religion and Society, Dewan Pengawas di Persekutuan Pembaca Alkitab
(PPA), dan pembicara di persekutuan, kantor, kampus, gereja (remaja, pemuda,
umum, professional), serta konsultan dan trainer (inhouse training) di beberapa
perusahaan swasta. Beliau pernah mendalami theoogi untuk kaum awam selama 3
tahun di Sekolah Theologi Reformed Injili Jakarta (STIJ) dan saat ini sedang
mendalami Theologi Mandat Budaya di Institut Reformed (sekarang: Sekolah Tinggi
Theologi Reformed Injili Internasional), Jakarta.
 
"Kerendahan hati yang rohani merupakan suatu kesadaran yang dimiliki seorang 
Kristen tentang betapa miskin dan menjijikkannya dirinya, yang memimpinnya 
untuk merendahkan dirinya dan meninggikan Allah semata."
(Rev. Jonathan Edwards, A.M., Pengalaman Rohani Sejati, hlm. 100)

Kirim email ke