Beberapa hal dalam e-mail ini sepertinya pernah dibahas, yah sekedar sharing lagi aja :-)
Dua minggu lalu saya ketemu aplikasi penerjemahan berkas PO secara online yaitu Pootle (http://pootle.wordforge.org). Perangkat lunak ini sepertinya ter-update dan ter-manage dengan baik untuk tool penerjemahan, berbeda dengan Kartouche yang tidak pernah di-update lagi dari tahun 2003. Saya cuma usul agar proses penerjemahan ke Bahasa Indonesia menjadi lebih cepat dan mudah yaitu dengan tempat translasi terpusat berkas PO secara online via web untuk semua aplikasi dan dokumentasi. Jadi komunitas Linux/PLBOS bisa bergabung menerjemahkan secara bersama-sama di sebuah situs misal pootle.linux.or.id atau terjemah.linux.or.id dan juga tahu status dari penerjemahan, mana yang sudah dan belum, dst. Saya merasakan sendiri bagaimana cepatnya menerjemahkan Pootle 1.0 ke Bahasa Indonesia via web dalam waktu 3 hari di waktu luang, meskipun ini belum termasuk review dan perbaikan juga cuma translasi 2 berkas PO. Karena terjemahan lebih dari 80% maka hasilnya akan disertakan langsung pada rilis Pootle selanjutnya. Saya membayangkan jika setiap orang di komunitas menyelesaikan terjemahan tiap modul aplikasi dan dokumentasi dalam waktu 3 hari, mungkin dalam waktu 6 bulan atau satu tahun kita bisa punya sumberdaya yang ok untuk pengguna dan pengembang Linux/FOSS di Indonesia. Selain masalah kecepatan dan kemudahan dalam translasi, kita juga bisa bareng-bareng bikin "standar baku" & konsistensi penerjemahan per kata, frase, ataupun terminology, Hal ini sepertinya sudah pernah dilakukan oleh IMW dan tim Winbi(?), jadi kita lanjutkan saja. Bisa kita gabungkan juga dengan hasil dari Pusat Bahasa: Istilah TI Bahasa Indonesia. Di Pootle untuk hal ini terdapat basis data terminologi yang dapat diterjemahkan kemudian hasilnya dapat dgunakan untuk memberikan petunjuk/saran bagi kita ketika menerjemahkan berkas PO. Bagi kawan-kawan yang dekat dengan akses informasi mungkin sudah terbiasa membaca dokumentasi dan menggunakan aplikasi berbahasa Inggris, tapi tidak dengan orang-orang yang berada di kondisi sebaliknya. Bahasa masih jadi kendala dalam penggunaan dan adopsi teknologi khususnya Linux/PLBOS. Ada yang tertarik? jika ada, tinggal di mana bisa tempatkan si Pootle? karena Pootle ini membutuhkan Python, sedangkan sepengetahuan saya jarang hosting yang mendukung bahasa pemrograman ini. Kalau memungkinkan tempatnya ada di IIX agar akses cepat pada saat melakukan translasi dari Indonesia. Makasih. -- I just wish I could spell. - Andre Hedrick on linux-kernel
