Pada 12 Juli 2008 11:23, Iwan Setiawan <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
> On Friday 11 July 2008 20:06:25 darmawan soenaryo wrote:
>
>> smoga ini jadi pelajaran dan pengalaman buat kita semua, masih banyak
>> pengalaman suka-duka bersama KPLI-JOGJA, (pengalaman saya bersama JOGXER
>> belum seberapa di banding fathir, stwn, dedy, dan temen2 lain yg udah
>> aktif lebih dahulu)
>> buat temen2 yg kmrn kecewa, jangan patah arang, msh ada kegiatan jogxer
>> yg lainnya, bsk datang lagi ya.......... :-P
>
> Bisa jadi tulisan di jogja.linux.or.id nih, siapa yang mau memformat posting
> ini?
>
> Sebenarnya harus ada SATU atau LEBIH orang yang dipastikan akan SELALU datang,
> jika tidak ada kendala yang benar-benar mendesak. Ini juga konsep jemuah-ng.
>
> Satu orang atau lebih ini yang bertanggung jawab untuk "menyambut" para
> pemerhati Linux yang datang. Karena jika orang yang baru awal sekali datang
> kemudian tidak menemukan yang dijanjikan, belum tentu dia akan datang lagi.
> Kecuali dia punya semangat yang besar untuk belajar dan berkontribusi ke
> komunitas.
>
> Jika dibuat sebuah ungkapan: "Banyak atau tidak banyak yang datang, jemuah-ng
> tetap ada." Walaupun satu atau dua orang yang datang, jemuah-ng tetap ada.
>
> Satu-satunya titik pertemuan komunitas Linux/PLBOS di Jogja setahu saya
> hanyalah ini jadi jika titik ini muncul muncul tidak muncul tidak muncul
> tidak tidak  ... jadi takut tidaknya jadi banyak :D
>
> Memang ini butuh komitmen dan dedikasi kita semua. Kita tidak berbicara
> benefit bagi kita dan komunitas dalam waktu dekat, tapi jauh ke depan,
> mungkin ke depannya lagi, lagi dan lagi *lho kok kayak lagu*

yups, bukan hanya di Jogja saja, di Bali pun kerap kali demikian.
semenjak saya ngikut di sini, itu masih kelas 2 SMA mo naek ke kelas 3
banyak yang datang kalo acara ngumpul, tapi semakin hari semakin surut
dan hampir ngga jadi
mungkin ini juga bisa dijadikan usulan pas KPLI meeting nanti.

IMHO, KPLI yg paling aktif menurut saya sih yaa jogja ini ;)

Kirim email ke