Hari ini perjalanan panjang akan dimulai. Jadi mari kita bangun pagi meski mata tak menutup semalaman ! Bangun setengah enam, mandi, sarapan, cek terakhir kondisi si gendut, ok ...... mari kita menuju SPBU Rawamangun, tempat kopi daratnya wong Primus yang lagi ditinggal ketumnya, 'Mbah Aries', yang lagi serpis *bip* ( sensor ) dan tak kunjung kembali. Sisa-sisa hujan semalam, cuma bikin kotor aja. Lampu merah setelah Coca Cola, terlihat bayangan jaket milis persis di belakang. Begitu nengok, dapat senyum manis Mas Igu ..... semanis sayur asem. Akhirnya kita iring-iringan menuju SPBU dan menunggu kehadiran Pak Mas Bro TOP ( Teddy OP ). Melihat ke jam, pukul 07.00 WIB kurang 20 menit, beliau tak kunjung datang, kita sepakat untuk tancap ke TMP Kalibata agar tidak ketinggalan kereta dan membuat ngaret acara.
Tiba di TMP Kalibata, beberapa bro sudah terlihat di lokasi. Kok sepi ya ? Katanya 30 motor-an yang siap ke Bandung. Tanya kanan, tanya kiri .... terdengar beberapa kabar tak sedap soal ketidakhadiran peserta lain. Ada yang alasannya jelas, ada yang kurang jelas, ada yang ngasal, ada yang ketahuan boongnya, ada yang nyebelin, ada yang prihatin ...... Hmm ...... ya sutralah ..... mari kita berangkat dengan peserta seadanya. Mas Bro Febil yang didatangkan khusus ke TMP untuk scruut, sudah selesai mengecek semua kendaraan. Tersiar kabar duka yang menimpa saudara-saudara kita di Yogyakarta yang tertimpa musibah bencana alam. Mas Fajar Bumen memberitahu kita, siapa yang punya keluarga di Yogya, barangkali perlu mengecek keadaan. Informasi soal bencana ini masih simpang siur. Kita cuma mendengar, tak sedikit yang meninggal. Semoga Tuhan YME menerima mereka di sisi-Nya. Semoga keluarga yang ditinggalkan dan bangsa ini mampu melewati cobaan ini.
Pak Waketum membuka briefing singkat dan diakhiri dengan doa bersama. Perjalanan panjang dimulai.
Diary sayang,
Perjalanan menuju SPBU di daerah Cibubur berjalan lancar. Lalin tampak masih malu-malu menampakkan keruwetan sehari-hari. Sembari membeli perbekalan berupa rokok dan air mineral, kita santai sejenak. Perjalanan dilanjutkan kembali. Menembus Jonggol, meraih Cikalong. Jalan mulus membuat adrenalin terpacu. Jarum spidometer menunjuk angka 80 - 90 kpj. Kalo begini terus, jam 1 - 2 siang sudah hinggap ke Bandung nih. Tat tet tot .. tat tet tot .... ketemu rombongan bikers lain berjaket biru. Entah dari mana. Di SPBU Cikalong, kita melakukan pitstop kembali. Ini SPBU udah bagus, sepi, nyaman dan bersih lagi. Pak Mas Bro Waketum sibuk kontek-kontek dengan Bro Theeo yang dikabarkan tengah menyusul rombongan. Yang lain ngemil, selonjoran, ngecek kondisi motor, minum, istirahat, ngobrol .... angin bertiup sepoi-sepoi menambah romantis suasana.
We lost Bro Theeo ... Waketum menyiapkan barisan untuk melakukan pengejaran. Takut Bro Theeo kegaruk razia sebelum SPBU yang turun dengan kekuatan 2 mobil kijang. Kali ini treknya agak bumpy dan memaksa sedikit menari-nari. Pengejaran dilakukan hingga daerah Cimahi, namun belum ketemu. Suasana mulai macet dan sedikit memaksa kita bekerja keras. Bis dan truk besar menyesaki jalanan dan tak mau mengalah meski sudah diklakson. Rombongan melaju perlahan dan merayap. Akhirnya Waketum yang mengejar Bro Theeo tampak di sisi jalan. Rombongan diarahkan ke Wahana-nya Jawa Barat, Daya Adira. Sempat dicurigai satpam karena nekat nyelonong masuk parkiran, tapi akhirnya malah disambut ramah. Ngapain nih ? Kok berhenti ? Nunggu jemputan, katanya.
Tiga karisma dan satu Mio melesat masuk parkiran. Bro Faried, Kang Rudi BHKC, Neng Novi dan Eka-KHAT datang menjemput. Setelah salam-salaman, kita segera menuju Wisma Taruna, tempat beristirahat. Eka memimpin jalan. Bau sampah beberapa kali menerpa. Bandung tetap kusut lalu lintasnya. Pegal rasanya naik motor merayap-rayap perlahan-lahan. Bokong mulai protes karena jok si gendut sudah mulai terasa seperti papan yang tak berbusa. Sampai juga ke Wisma ! Barisan diistirahatkan sambil menunggu makan. Makan siang bersama dilalui dengan suasana keakraban. Bro Oniel yang sudah tiba sebelumnya di Bandung bersama beberapa orang bro lainnya, selepas makan siang mulai berburu tempat pencucian motor. Yang lain memilih ngobrol, mandi atau tidur. Waketum menyampaikan bingkisan dari KHCC untuk Bro Faried, yang dianggap dari dulu merupakan saudara di Bandung yang 'die harder' tulen, selalu ikut kegiatan milis meski dilakukan cuma berdua bersama Bro Yudho.
Sore menjelang malam, rombongan bersiap menuju lokasi KHAT melakukan kopi darat. Eka kembali datang untuk menjemput dan mengantarkan. Suasana gaduh, riuh rendah, macet di mana-mana, seolah tidak menjadi penghalang kegembiraan rakyat Bandung ( atau rakyat Jakarta ya sebenarnya ... ) menghabiskan malam panjang. Puluhan karisma dengan pengendaranya berjaket orange tampak berkumpul. Welcome to Bandung, brother. Inilah Karisma Honda Automotive Team ! Waketum tampak berbincang-bincang dengan Ketum KHAT. Di sana bendera KHCC juga terpasang. Tanda persaudaraan antara KHAT dan KHCC. Rasanya mengharu biru .... mengingat masa-masa awal milis ini hingga sekarang menjadi KHCC dan akhirnya bisa bersanding di Bandung dengan KHAT, kenang saya.
KHAT menawarkan kita untuk ke Lembang bersama. Susana gerimis sedikit membuat hati gundah, namun kita coba saja. KHCC menempati barisan depan setelah Road Captain dan petugas lainnya, sedangkan bro dari KHAT mengawal dari belakang. Perjalanan dilalui dengan riuh rendah. Petugas berusaha keras membuka jalan agar konvoi tidak terganggu. Tiba di sebuah SPBU untuk mengisi bensin, hujan betulan mulai turun meski tak deras-deras amat. Saat asyik mengenakan jas hujan, saya mendengar salah seorang bro KHAT menginformasikan ke barisan bahwa perjalanan terpaksa dibatalkan dan diputuskan untuk mengawal kami ke penginapan. Yah, rasanya tidak memungkinkan juga untuk ke Lembang. Sayang sekali, but there's always next time.
Tiba di penginapan, sebagian brother KHAT mengantar masuk ke dalam sedangkan yang lain menunggu di luar. Salam perpisahan pun dilakukan. KHAT meminta maaf jika penyambutan yang dilakukan terasa kurang dan mengucapkan selamat beristirahat dan semoga perjalanan kembali besok berlangsung dengan lancar. Jabat erat penuh persaudaraanpun dilakukan. Ah, padahal kita baru berjumpa. Dibanding dengan mereka, mungkin kita masih junior namun mereka tampak begitu hangat dan memperlakukan kami bak tamu besar. Semoga kita bisa membalas mereka dan menjadi tuan rumah yang baik bersama KaFC jika mereka berkunjung ke Jakarta. Setetes embun di kalbu .... mengingat kini kita tidak lagi asing dan sendirian jika berada di Bandung. All bikers are brother......
Karisma Jakarta dan Bandung, di hari Sabtu ini bercinta. Begitu mesranya ....
Diary,
Badan terasa letih, namun rasanya sayang menghabiskan waktu semalam dengan tidur. Beberapa orang bro tampak sudah beristirahat, sedangkan yang lain memilih ngobrol ngalor ngidul di depan. Bro Faried, Bro Yudho, Sist Novi tampak setia menemani ngobrol hingga larut. Saat Sist Novi pamit untuk pulang, tiba-tiba empat karisma masuk ke pelataran parkir. Bro KaFC dan AKaR ( Sigit, Kiky, Boky, Tukul ) yang kebetulan datang ke Bandung untuk membahas sesuatu dengan KHAT, berkunjung dan menjenguk kita karena mengetahui KHCC pun berada di Bandung. Weleh, yang dateng kategori sepuh semua :) Mereka turut menghabiskan malam bersama kita, ngobrol ngalor ngidul, becanda, ketawa-ketiwi sampe subuh. Sekitar pukul 3- 4 pagi, mereka pergi untuk bermalam di rumah Eka.
Hari berganti .....
Meski tak cukup tidur, namun badan sudah lumayan. Hari ini perjalanan kembali akan dimulai. Dari pagi, aktivitas sudah dimulai. Ada yang cuci motor ( again ? hehehe .... cinta mati gitu loh ), ngopi, jalan-jalan keliling Bandung, tidur lagi ........ Setelah sarapan dan bersiap, sekitar pukul 10.30 WIB barisan berangkat untuk meninggalkan Bandung menuju Jakarta lewat Puncak. Bro Faried dan Bro Mamat - KHAT mengantar kami. Memasuki Cianjur, jalan mulus nan sepi kembali di hadapan dan menanti untuk dilahap. Hmm ...... mantab kali. Yuk. Di daerah Puncak, tiba-tiba terlihat sebuah kecelakaan. Sebuah motor terjatuh bersama pengendaranya, sepasang suami istri. Orang banyak berkerumun. Agak panik karena pada saat kecelakaan itu terjadi, barisan berada di sampingnya dan tengah bergerak. Wah, kita terlibat ? Ternyata tidak. Motor terjatuh karena diseruduk mobil dan bukan senggolan dengan kita. Lagi keadaan binun, sebuah Panther bergerak dan memberi klakson. Bro Febil bersama keluarga tampak nyengir, hehehe .... ketemu juga kita, bro !
Kita berisitrahat tak lama sesudahnya. Masuk ke parkiran dengan sudut tanjakan curam, buset. Untung karisma. Kuat nanjak gitu. Di sini parkirnya mahal juga, dua ribu perak per motor. Beberapa bro membuka nasi kotak dan mulai makan. Yang lain ngopi dan nyantai. Beberapa orang bro tampak pula sholat. Kira-kira sejam-an, kita bersiap kembali untuk turun dan menembus kemacetan panjang. Isi bensin terakhir di Cisarua, kembali menembus macet hingga daerah Gadog, lelahnya ......... Memasuki propinsi Bogor, kali ini bro Rudi melambaikan tangan dan berpisah. Menuju Depok, Waketum melambaikan tangan dan berpisah. Barisan memasuki KSU dan pisah sebelum berakhir. Saya bersama beberapa orang bro lain akhirnya ngumpul di sebuah jembatan. Di sini kita berpisah dan saling salam-salaman untuk yang terakhir kalinya. Menuju Jakarta, kondisi Depok sangat macet. Ada kemungkinan kita terpisah sehingga kami memutuskan untuk berpisah di sini sebelumnya. Formasi turing dihentikan, barisan hanya jalan beriringan. Lampu depan dan nyala flasher mati.
Menembus kemacetan menuju Jakarta, dari beberapa karisma yang tersisa hanya tinggal saya dan Mas Igu. Kami berpisah di pertigaan sebelum perempatan Coca Cola. Pukul setengah enam sore, saya sudah berada di rumah. Perjalanan ini akhirnya usai. Begitu menjejakkan kaki di halaman rumah, tak urung si gendut pun saya cium ala Valentino Rossi. Thanks ....... ente sudah tersiksa digeber kecepatan tinggi berjam-jam, melibas tanjakan dan turunan curam, menghadapi trek keriting dan rusak, cuaca panas dan hujan ..... saya tersadar, that's why we love our karisma so much. Tadinya mau langsung istirahat, tapi melihat kondisi si BAS nan kotor, terpengaruh juga akhirnya ... ambil ember, sabun, sikat ...... cuci lageeeeeeeeeeeeeeeee .....................
Buseeet.
-----------------
On behalf of KHCC, we would like say thanks to :
1. Tuhan YME, yang telah membiarkan segala sesuatunya berjalan dengan lancar dan perlindungan-Nya yang senantiasa.
2. KHCC Chapter Bandung : Bro Faried, Bro Yudho, Sist Novi. Segelintir, tapi mengibarkan bendera KHCC di bumi parahyangan.
3. Barudak KHAT, yang tak bisa disebutkan satu per satu, yang sudah menjadi tuan rumah yang baik dan menerima kami dengan penuh kehangatan dan persaudaraan.
4. Bro Sigit, Kiky, Boky, Tukul yang menyempatkan diri datang dan menjenguk di penginapan.
5. Bro dan sist lain yang tidak bisa kami sebutkan namanya, yang telah memberikan bantuan dan dukungan hingga acara ini berjalan dengan baik dan lancar.
Ketika karisma bercinta, yang ada hanya persaudaraan.....
--
Tok - # bebek sableng #
====================================================================
Mailing List KHCC : [email protected]
Website KHCC : www.khcc.or.id
Hubungi BOM : [EMAIL PROTECTED]
Hubungi Pengurus : [EMAIL PROTECTED]
Bacalah dan patuhilah Tata Tertib milis !
"Terima kasih untuk bertutur kata layaknya seorang yang terpelajar"
====================================================================
SPONSORED LINKS
| Honda motorcycles | Honda motorcycle accessory | Honda motorcycle parts |
| Honda motorcycle cover | Honda motorcycle tire | Honda motorcycle part accessory |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "karisma_honda" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

