|
Senang amat nih saya membaca postinganya
bro...seakan diri ini ada dalam cerita tersebut.
tapi apa daya karena status kerjaan...saya
harus masuk hari sabtu kemarin 1/2 hari, maaf yah guys tidak bisa gabung kemarin
sama ente-ente.
padahal dah getol amat nih mau nyoba DURO
38 dah belain beli ke otista sama igu sewaktu libur hari kamis
kemarin:(.
ternyata perubahan tidak bisa
ditolak...niat mau ke bandung hanya ada dalam gigitan jari saya:(.
maaf yah igu jgn kecewa donk
ahhhh....
love u alll
Salam Sportivitas, U can if U think U can
KaFC # 856 KHCC # 028
----- Original Message -----
Sent: Monday, May 29, 2006 12:08 PM
Subject: [KHCC] Karisma Bercinta ( Diary
Turing Perdana )
Dear Diary,
Hari ini perjalanan panjang akan dimulai.
Jadi mari kita bangun pagi meski mata tak menutup semalaman ! Bangun setengah
enam, mandi, sarapan, cek terakhir kondisi si gendut, ok ...... mari kita
menuju SPBU Rawamangun, tempat kopi daratnya wong Primus yang lagi ditinggal
ketumnya, 'Mbah Aries', yang lagi serpis *bip* ( sensor ) dan tak kunjung
kembali. Sisa-sisa hujan semalam, cuma bikin kotor aja. Lampu merah setelah
Coca Cola, terlihat bayangan jaket milis persis di belakang. Begitu nengok,
dapat senyum manis Mas Igu ..... semanis sayur asem. Akhirnya kita
iring-iringan menuju SPBU dan menunggu kehadiran Pak Mas Bro TOP ( Teddy OP ).
Melihat ke jam, pukul 07.00 WIB kurang 20 menit, beliau tak kunjung datang,
kita sepakat untuk tancap ke TMP Kalibata agar tidak ketinggalan kereta dan
membuat ngaret acara.
Tiba di TMP Kalibata, beberapa bro sudah terlihat
di lokasi. Kok sepi ya ? Katanya 30 motor-an yang siap ke Bandung. Tanya
kanan, tanya kiri .... terdengar beberapa kabar tak sedap soal ketidakhadiran
peserta lain. Ada yang alasannya jelas, ada yang kurang jelas, ada yang
ngasal, ada yang ketahuan boongnya, ada yang nyebelin, ada yang prihatin
...... Hmm ...... ya sutralah ..... mari kita berangkat dengan peserta
seadanya. Mas Bro Febil yang didatangkan khusus ke TMP untuk scruut, sudah
selesai mengecek semua kendaraan. Tersiar kabar duka yang menimpa
saudara-saudara kita di Yogyakarta yang tertimpa musibah bencana alam. Mas
Fajar Bumen memberitahu kita, siapa yang punya keluarga di Yogya, barangkali
perlu mengecek keadaan. Informasi soal bencana ini masih simpang siur. Kita
cuma mendengar, tak sedikit yang meninggal. Semoga Tuhan YME menerima mereka
di sisi-Nya. Semoga keluarga yang ditinggalkan dan bangsa ini mampu melewati
cobaan ini.
Pak Waketum membuka briefing singkat dan diakhiri
dengan doa bersama. Perjalanan panjang dimulai.
Diary
sayang,
Perjalanan menuju SPBU di daerah Cibubur berjalan lancar. Lalin
tampak masih malu-malu menampakkan keruwetan sehari-hari. Sembari membeli
perbekalan berupa rokok dan air mineral, kita santai sejenak. Perjalanan
dilanjutkan kembali. Menembus Jonggol, meraih Cikalong. Jalan mulus membuat
adrenalin terpacu. Jarum spidometer menunjuk angka 80 - 90 kpj. Kalo begini
terus, jam 1 - 2 siang sudah hinggap ke Bandung nih. Tat tet tot .. tat tet
tot .... ketemu rombongan bikers lain berjaket biru. Entah dari mana. Di SPBU
Cikalong, kita melakukan pitstop kembali. Ini SPBU udah bagus, sepi, nyaman
dan bersih lagi. Pak Mas Bro Waketum sibuk kontek-kontek dengan Bro Theeo yang
dikabarkan tengah menyusul rombongan. Yang lain ngemil, selonjoran, ngecek
kondisi motor, minum, istirahat, ngobrol .... angin bertiup sepoi-sepoi
menambah romantis suasana.
We lost Bro Theeo ... Waketum menyiapkan
barisan untuk melakukan pengejaran. Takut Bro Theeo kegaruk razia sebelum SPBU
yang turun dengan kekuatan 2 mobil kijang. Kali ini treknya agak bumpy dan
memaksa sedikit menari-nari. Pengejaran dilakukan hingga daerah Cimahi, namun
belum ketemu. Suasana mulai macet dan sedikit memaksa kita bekerja keras. Bis
dan truk besar menyesaki jalanan dan tak mau mengalah meski sudah diklakson.
Rombongan melaju perlahan dan merayap. Akhirnya Waketum yang mengejar Bro
Theeo tampak di sisi jalan. Rombongan diarahkan ke Wahana-nya Jawa Barat, Daya
Adira. Sempat dicurigai satpam karena nekat nyelonong masuk parkiran, tapi
akhirnya malah disambut ramah. Ngapain nih ? Kok berhenti ? Nunggu jemputan,
katanya.
Tiga karisma dan satu Mio melesat masuk parkiran. Bro Faried,
Kang Rudi BHKC, Neng Novi dan Eka-KHAT datang menjemput. Setelah
salam-salaman, kita segera menuju Wisma Taruna, tempat beristirahat. Eka
memimpin jalan. Bau sampah beberapa kali menerpa. Bandung tetap kusut lalu
lintasnya. Pegal rasanya naik motor merayap-rayap perlahan-lahan. Bokong mulai
protes karena jok si gendut sudah mulai terasa seperti papan yang tak berbusa.
Sampai juga ke Wisma ! Barisan diistirahatkan sambil menunggu makan. Makan
siang bersama dilalui dengan suasana keakraban. Bro Oniel yang sudah tiba
sebelumnya di Bandung bersama beberapa orang bro lainnya, selepas makan siang
mulai berburu tempat pencucian motor. Yang lain memilih ngobrol, mandi atau
tidur. Waketum menyampaikan bingkisan dari KHCC untuk Bro Faried, yang
dianggap dari dulu merupakan saudara di Bandung yang 'die harder' tulen,
selalu ikut kegiatan milis meski dilakukan cuma berdua bersama Bro Yudho.
Sore menjelang malam, rombongan bersiap menuju lokasi KHAT melakukan
kopi darat. Eka kembali datang untuk menjemput dan mengantarkan. Suasana
gaduh, riuh rendah, macet di mana-mana, seolah tidak menjadi penghalang
kegembiraan rakyat Bandung ( atau rakyat Jakarta ya sebenarnya ... )
menghabiskan malam panjang. Puluhan karisma dengan pengendaranya berjaket
orange tampak berkumpul. Welcome to Bandung, brother. Inilah Karisma Honda
Automotive Team ! Waketum tampak berbincang-bincang dengan Ketum KHAT. Di sana
bendera KHCC juga terpasang. Tanda persaudaraan antara KHAT dan KHCC. Rasanya
mengharu biru .... mengingat masa-masa awal milis ini hingga sekarang menjadi
KHCC dan akhirnya bisa bersanding di Bandung dengan KHAT, kenang saya.
KHAT menawarkan kita untuk ke Lembang bersama. Susana gerimis sedikit
membuat hati gundah, namun kita coba saja. KHCC menempati barisan depan
setelah Road Captain dan petugas lainnya, sedangkan bro dari KHAT mengawal
dari belakang. Perjalanan dilalui dengan riuh rendah. Petugas berusaha keras
membuka jalan agar konvoi tidak terganggu. Tiba di sebuah SPBU untuk mengisi
bensin, hujan betulan mulai turun meski tak deras-deras amat. Saat asyik
mengenakan jas hujan, saya mendengar salah seorang bro KHAT menginformasikan
ke barisan bahwa perjalanan terpaksa dibatalkan dan diputuskan untuk mengawal
kami ke penginapan. Yah, rasanya tidak memungkinkan juga untuk ke Lembang.
Sayang sekali, but there's always next time.
Tiba di penginapan,
sebagian brother KHAT mengantar masuk ke dalam sedangkan yang lain menunggu di
luar. Salam perpisahan pun dilakukan. KHAT meminta maaf jika penyambutan yang
dilakukan terasa kurang dan mengucapkan selamat beristirahat dan semoga
perjalanan kembali besok berlangsung dengan lancar. Jabat erat penuh
persaudaraanpun dilakukan. Ah, padahal kita baru berjumpa. Dibanding dengan
mereka, mungkin kita masih junior namun mereka tampak begitu hangat dan
memperlakukan kami bak tamu besar. Semoga kita bisa membalas mereka dan
menjadi tuan rumah yang baik bersama KaFC jika mereka berkunjung ke Jakarta.
Setetes embun di kalbu .... mengingat kini kita tidak lagi asing dan sendirian
jika berada di Bandung. All bikers are brother......
Karisma Jakarta
dan Bandung, di hari Sabtu ini bercinta. Begitu mesranya
....
Diary,
Badan terasa letih, namun rasanya sayang
menghabiskan waktu semalam dengan tidur. Beberapa orang bro tampak sudah
beristirahat, sedangkan yang lain memilih ngobrol ngalor ngidul di depan. Bro
Faried, Bro Yudho, Sist Novi tampak setia menemani ngobrol hingga larut. Saat
Sist Novi pamit untuk pulang, tiba-tiba empat karisma masuk ke pelataran
parkir. Bro KaFC dan AKaR ( Sigit, Kiky, Boky, Tukul ) yang kebetulan datang
ke Bandung untuk membahas sesuatu dengan KHAT, berkunjung dan menjenguk kita
karena mengetahui KHCC pun berada di Bandung. Weleh, yang dateng kategori
sepuh semua :) Mereka turut menghabiskan malam bersama kita, ngobrol ngalor
ngidul, becanda, ketawa-ketiwi sampe subuh. Sekitar pukul 3- 4 pagi, mereka
pergi untuk bermalam di rumah Eka.
Hari berganti .....
Meski
tak cukup tidur, namun badan sudah lumayan. Hari ini perjalanan kembali akan
dimulai. Dari pagi, aktivitas sudah dimulai. Ada yang cuci motor ( again ?
hehehe .... cinta mati gitu loh ), ngopi, jalan-jalan keliling Bandung, tidur
lagi ........ Setelah sarapan dan bersiap, sekitar pukul 10.30 WIB barisan
berangkat untuk meninggalkan Bandung menuju Jakarta lewat Puncak. Bro Faried
dan Bro Mamat - KHAT mengantar kami. Memasuki Cianjur, jalan mulus nan sepi
kembali di hadapan dan menanti untuk dilahap. Hmm ...... mantab kali. Yuk. Di
daerah Puncak, tiba-tiba terlihat sebuah kecelakaan. Sebuah motor terjatuh
bersama pengendaranya, sepasang suami istri. Orang banyak berkerumun. Agak
panik karena pada saat kecelakaan itu terjadi, barisan berada di sampingnya
dan tengah bergerak. Wah, kita terlibat ? Ternyata tidak. Motor terjatuh
karena diseruduk mobil dan bukan senggolan dengan kita. Lagi keadaan binun,
sebuah Panther bergerak dan memberi klakson. Bro Febil bersama keluarga tampak
nyengir, hehehe .... ketemu juga kita, bro !
Kita berisitrahat tak
lama sesudahnya. Masuk ke parkiran dengan sudut tanjakan curam, buset. Untung
karisma. Kuat nanjak gitu. Di sini parkirnya mahal juga, dua ribu perak per
motor. Beberapa bro membuka nasi kotak dan mulai makan. Yang lain ngopi dan
nyantai. Beberapa orang bro tampak pula sholat. Kira-kira sejam-an, kita
bersiap kembali untuk turun dan menembus kemacetan panjang. Isi bensin
terakhir di Cisarua, kembali menembus macet hingga daerah Gadog, lelahnya
......... Memasuki propinsi Bogor, kali ini bro Rudi melambaikan tangan
dan berpisah. Menuju Depok, Waketum melambaikan tangan dan berpisah. Barisan
memasuki KSU dan pisah sebelum berakhir. Saya bersama beberapa orang bro lain
akhirnya ngumpul di sebuah jembatan. Di sini kita berpisah dan saling
salam-salaman untuk yang terakhir kalinya. Menuju Jakarta, kondisi Depok
sangat macet. Ada kemungkinan kita terpisah sehingga kami memutuskan untuk
berpisah di sini sebelumnya. Formasi turing dihentikan, barisan hanya jalan
beriringan. Lampu depan dan nyala flasher mati.
Menembus kemacetan
menuju Jakarta, dari beberapa karisma yang tersisa hanya tinggal saya dan Mas
Igu. Kami berpisah di pertigaan sebelum perempatan Coca Cola. Pukul setengah
enam sore, saya sudah berada di rumah. Perjalanan ini akhirnya usai. Begitu
menjejakkan kaki di halaman rumah, tak urung si gendut pun saya cium ala
Valentino Rossi. Thanks ....... ente sudah tersiksa digeber kecepatan tinggi
berjam-jam, melibas tanjakan dan turunan curam, menghadapi trek keriting dan
rusak, cuaca panas dan hujan ..... saya tersadar, that's why we love our
karisma so much. Tadinya mau langsung istirahat, tapi melihat kondisi si BAS
nan kotor, terpengaruh juga akhirnya ... ambil ember, sabun, sikat ...... cuci
lageeeeeeeeeeeeeeeee .....................
Buseeet.
----------------- On behalf of KHCC, we would like
say thanks to :
1. Tuhan YME, yang telah membiarkan segala sesuatunya
berjalan dengan lancar dan perlindungan-Nya yang senantiasa. 2. KHCC
Chapter Bandung : Bro Faried, Bro Yudho, Sist Novi. Segelintir, tapi
mengibarkan bendera KHCC di bumi parahyangan. 3. Barudak KHAT, yang tak
bisa disebutkan satu per satu, yang sudah menjadi tuan rumah yang baik dan
menerima kami dengan penuh kehangatan dan persaudaraan. 4. Bro Sigit, Kiky,
Boky, Tukul yang menyempatkan diri datang dan menjenguk di penginapan. 5.
Bro dan sist lain yang tidak bisa kami sebutkan namanya, yang telah memberikan
bantuan dan dukungan hingga acara ini berjalan dengan baik dan
lancar.
Ketika karisma bercinta, yang ada hanya persaudaraan.....
-- Tok - # bebek sableng #
====================================================================
Mailing List KHCC : [email protected]
Website KHCC : www.khcc.or.id
Hubungi BOM : [EMAIL PROTECTED]
Hubungi Pengurus : [EMAIL PROTECTED]
Bacalah dan patuhilah Tata Tertib milis !
"Terima kasih untuk bertutur kata layaknya seorang yang terpelajar"
====================================================================
SPONSORED LINKS
YAHOO! GROUPS LINKS
|