Kenapa sih kita terjebak dalam fanatisme produk?
Bagaimanapun juga kita adalah konsumen, apapun produknya..
Apakah dengan kenyataan bahwa kita adalah pengguna suatu merk produk, kita
harus mati-matian membela merk tersebut?

Sekali lagi, kita adalah konsumen. Kita berhak mendapatkan bargain service
yang baik, termasuk kita berhak mendapat informasi kelebihan dan kekurangan
suatu produk, sekaligus kita juga sebetulnya tidak berkewajiban menjaga
popularitas merk (nah loh?). Lah wong kita bukan orang marketingnya kok.

Lah kalo sampai kejadian Yamaha kalah vs Honda, atau Honda kalah vs Yamaha,
(atau apapun case-nya), lantas kita terjebak dalam situasi fanatisme,
berarti kita (baca:konsumen) betul-betul sukses dikondisikan dalam situasi
fanatisme oleh Produsen. Jika betul begini, bisa jadi betul kata rumor di
warung kopi, kita sudah dijajah untuk ke dua kalinya oleh bangsa yang sama.


Heuehuehe,,

Aqiel
http://aqiel.com
jangan berat berat ah mikirnya

On 4/4/07, -- [Endy_002] -- <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

  Kalo pun Hoda jatuh/kalah toh cuman di Indonesia doank.
Kalo pun Yamaha menang pun toh cuman di Indonesia.
Blm tentu di Jepang-nya sono.
Still....Honda is the biggest...!!! Ever...!!!

Iya gak bros & sists...?!
Hehehehehehehehe...............................

Kirim email ke